Karena perkembangan teknologi kamera digital yang semakin maju, bahkan mungkin benar apa yang di klaim Ken Rockwell, sehingga saat dia perlu mengubah setting kameranya dari foto studio ke foto anak, dia harus menekan tidak kurang dari dua puluh tombol. Jaman dulu, tidak ada menu-menuan, yang ada hanya ada dua setting, bukaan dan shutter speed. ISO / ASA sudah ada di filmnya dan tidak bisa diubah kecuali diganti filmnya.
Sekilas, majunya teknologi kamera, memudahkan fotografer untuk konsentrasi dalam mengambil foto, tapi kebanyakan fitur malah menjadi membingungkan. Mode Automatic seperti Auto ISO, Aperture priority, metering mode dan lain lain juga membuat pengambilan gambar menjadi mudah. Tapi kalau dipikir lagi, bila kamera menentukan setting secara otomatis, pertanyaan yang kemudian muncul adalah yang mengambil foto sebenarnya fotografernya atau kameranya?
Perkembangan sensor dan prosesor kamera memungkinkan pengambilan gambar yang baik pada ISO tinggi dan teknologi Image Stabilization, juga mengakibatkan kita menjadi malas terutama dalam melatih diri dalam menggenggam kamera secara steady. Dulu di kelas fotografi, ada latihan khusus bagaimana menggenggam kamera bila kita hendak mengambil gambar dengan kecepatan dibawah 1/30. Tapi sekarang sudah banyak yang tidak mengetahui teknik tersebut.
Fotografer sekarang juga jarang yang mau memakai tripod karena alasan berat dan merepotkan. Padahal dengan tripod, kita bisa mengambil foto dengan ISO 100 dan masalah noise itu tidak relevan lagi. Dengan kata lain, dengan mengunakan kamera yang canggih dapat menurunkan disiplin fotografer.
Sering saya dengar pendapat orang-orang bahwa kamera terbaik adalah kamera yang pas dengan tangan. Memang tidak dipungkiri kalau memang kameranya pas ditangan, acara mengambil foto lebih menyenangkan. Tapi masalahnya, hal ini dijadikan alasan untuk tidak mengambil foto bila kamera yang dipunyai tidak nyaman ditangan. Fokus utama harusnya tetaplah motivasi dalam mengambil foto dari dalam diri, bukan tergantung dari nyaman tidak nyamannya kamera atau peralatan fotografi.
Bila kita mempelajari disiplin fotografi dengan baik, kita bisa menghemat dengan mengunakan kamera yang tidak begitu canggih, tapi hasilnya sebaik kamera yang canggih. Dan bahkan dapat menghasilkan foto yang jauh lebih baik daripada fotografer yang mengunakan kamera canggih, tapi tidak disiplin.
Facebook Fans
Ikutan di Twitter
{ 14 comments… read them below or add one }
terima kasih banyak mas artikelnya..pas banget dengan kondisi umum sekarang…dimanjakan dengan teknologi jadi sebagian org makin manja..he..he cth nya saya…gara2 gak puas dengan canon 400D bela2 in dilego murah buat kredit nikon d300 padahal ngelmu fotografinya blum tamat, kameranya yg kurang atw skill nya yang kurang shg gak puas dengan performance kamera……????
Peralatan (kamera dan lensa) menjadi penting kalau memang peralatan Anda yang sekarang membatasi apa fotografi yang ingin Anda lakukan sekarang. Misalnya kalau ingin foto kegiatan olahraga yang baik, maka memang mengunakan kamera yang lebih mahal seperti Nikon D300 akan lebih baik. Salah kaprah terjadi ketika orang-orang menggangap kamera canggih menghasilkan foto yang lebih baik di semua kondisi.
Hampir saja Canon EOS 450D yang baru saya beli akan saya lego untuk modal beli beli kamera yang lebih canggih……. untung gak jadi. Bisa dikatakan saya ini orang yang awam dengan kamera digital, setiap tahu ada kamera digital yang lebih canggih selalu timbul perasaan menyesal kenapa kemarin beli 450D. Suwun informasinya.
terima kasih atas sharingnya….jadi membuat saya semangat mempelajari dasar2 fotografi dengan (bakal) kamera yang akan saya beli bulan depan nanti…:)
Oom, tolong dong penjelasan lebih lanjut re pernyataan Oom yang ini :
“Padahal dengan tripod, kita bisa mengambil foto dengan ISO 100 dan masalah noise itu tidak relevan lagi”
Btw saya lagi nimbang2 utk beli Canon Rebel XSi ato 1000D. If you were me, what’s the better choicie?
Thanks Oom..
Canon 1000D dan 450D (Xsi) bedanya dikit. Kualitas gambar hampir sama. Tinggal beberapa fitur yang beda. Seperti di Xsi itu bodinya di bagian pegangannya ada teksturnya. XSi megapixelnya 2 mp lebih besar. dan beberapa detil kecil lainnya. Kalau memang selisih haganya tidak banyak, saya sarankan XSi, tapi kalau cukup banyak, XS sepertinya sudah cukup memenuhi kebutuhan fotografer pemula.
“Padahal dengan tripod, kita bisa mengambil foto dengan ISO 100 dan masalah noise itu tidak relevan lagi”
Maksudnya banyak fotografer meributkan tentang kemampuan kamera di iso tinggi, padahal di berbagai kasus, kita bisa mengunakan tripod dan mengambil gambar di iso 100 jadi noise/bintik2 yang muncul pada foto tidak ada lagi.
mantap boss…..
btw saya tinggal di Jordan gak jauh dari gurun-gurun dan para pengembara bedouin. Daripada keindahan kontur, panorama dan sunset di gunung-gunung batu dan dataran pasir cuma dinget-inget aja, cakep tuh kalau bisa dbagi-bagi via foto.
So, kalo mo hunting ke Jordan please be my guest boss…(asal jangan minta foto tentara Israel di perbatasan aja he..he..he..)
btw, saya lihat tawaran 500D kit harganya 7,7 juta… kayaknya ambil itu aja buat investasi panjang… oke kan boss?
yes, ga masalah
sekalian rekam video clip kalau gitu.
apa hubungan menggunakan tripod dengan mampu mengambil gambar pada iso rendah?belum jelas, mohon pencerahan…. terimakasih
Dengan memakai tripod, maka Anda bisa mengunakan shutter speed lambat dan ISO rendah (100) jadinya kualitas gambar lebih baik.
Terima kasih mas sharing-nya, kalau begitu lebih baik saya perbaiki K1000 milik Ayah saya. Tidak perlu beli camdig dulu.
Aku dari kemarin betah banget di blog ini… Sangat informatif, terutama untuk newbie seperti saya.
. Sebelumnya terimakasih untuk sarannya.
Mau nanya nih, Mas… Sekarang saya pake 1000D. Kalau saya ingin menggunakannya untuk photojurnalism, street photo dan sekaligus kawinan, kira-kira memadai gak? Trus kalau saya mau upgrade tambahan peralatan apa yang mesti menjadi prioritas saya. Saat ini saya juga memiliki lampu tambahan pemberian teman
Oya, ditunggu caci makinya di photo blog saya
Canon 1000D memadai asal memang betul-betul menguasai. Untuk mencari peralatan, saran saya sebaiknya jangan asal beli. Lebih baik belajar foto dari segi teknik ataupun seni melihat. Cari peralatan apabila memang perlu karena dari segi teknik udah ga mungkin bisa mencapai jenis foto yang diinginkan. Nah, kira2 merasa sudah mentok belum dengan peralatan yang ada sekarang?