Mode dalam kamera digital SLR

by Enche on July 10, 2009

Dalam artikel ini saya ingin menjelaskan perbedaan mode dalam digital SLR dan perbedaannya.

Auto ([   ]) = Ini mode otomatis, seperti ketika kita pakai kamera saku. Kamera akan mengukur cahaya, menginterpretasikannya dan kemudian mengatur setting secara otomatis. Ketika kamera merasa kondisi lingkungan kurang terang, maka kamera akan otomatis menyalakan flash untuk mengkompensasi kekurangan tersebut.

Pengalaman saya: Saya tidak pernah mengunakan mode ini, dan saya tidak sarankan Anda untuk mengunakannya, terutama bila Anda mengerti tentang fotografi.

P atau program mode = Seperti model Auto, kamera akan menentukan setting yang paling sesuai. Seperti model Auto, kamera akan menentukan setting yang paling sesuai. Kemudian Anda bisa mengubah nilai bukaan atau shutter speed. Kamera ini tidak akan mengunakan flash meskipun kondisi lingkungan cukup gelap.

Pengalaman saya:  Saya jarang sekali mengunakan mode ini.

A / Av atau Aperture priority = Kita menentukan besarnya bukaan / aperture lensa, dan kamera menentukan shutter speed (kecepatan).

Pengalaman saya: Mode ini termasuk mode favorit saya, karena saya suka menentukan depth of field (bagian yang fokus dan tidak). Contoh, bila saya sedang memotret foto orang, dan saya ingin latar belakangnya kabur, maka saya akan mengeset bukaan f/2.8 atau f/1.4. sedangkan kalau saya sedang memotret foto grup  atau pemandangan, dan saya ingin semua dalam fokus, maka saya set bukaan f/8 atau f/16. Dengan mengendalikan bukaan saya tidak perlu repot repot menentukan shutter speed atau ISO.

Aperture / Bukaan juga menentukan berapa banyak cahaya masuk. Jika saya berada ditempat yang gelap dan memerlukan lebih banyak cahaya, saya akan memperbesar bukaan (mengecilkan angka bukaan), supaya lebih banyak cahaya masuk.

Yang perlu diperhatikan dalam mode ini adalah bila cahaya lingkungan gelap, sehingga kamera terpaksa mengeset shutter speed yang rendah/lama. Hal ini dapat menimbulkan gambar yang kabur karena kamera goyang saat merekam gambar. Untuk itu, solusinya memakai tripod, atau mengkompensasi dengan menaikkan ISO.

S /TV atau Shutter priority = Kita menentukan berapa cepet shutter speed, lalu kamera menentukan bukaan, dan ISO (bila posisi di Auto ISO). Setting ini dipakai kalau kita ingin mendapatkan efek freeze (beku) atau efek motion (gerak).

Kalau kita set shutter speed tinggi seperti 1/640 detik, maka hasilnya gerakan orang atau benda yang sedang bergerak menjadi beku, sebaliknya kalau kita set 1/15 detik atau lebih rendah lagi benda/orang yang bergerak, maka kita akan menangkap motion blur. Teknik ini cocok untuk merekam gerakan air di pantai, gerakan air terjun ataupun merekam cahaya mobil yang lewat di malam hari. Seperti aperture, shutter speed juga mempengaruhi banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

M atau Manual Exposure = Di mode ini, kita menentukan setting bukaan dan shutter speed.
Pengalaman saya: Manual mode biasa saya pakai kalau memang saya mau mendapatkan hasil tertentu, contohnya bila saya ingin hasil foto agak gelap (low key fotografi) jadi hasil akhirnya agak misterius, dramatis. Saya juga pakai manual fokus bila ingin bikin siluet dari sebuah objek.

Saya juga sering memakai manual mode ketika kondisi ruangan / lingkungan berganti2 intensitas cahayanya sehingga membingungkan kamera. Contoh seperti di konser, lampunya menyala dengan intesitas dan arah yang berubah-ubah, kadang sangat terang, kadang sangat gelap.  Manual modelah satu2 solusinya.

Untuk mengecek apakah gambar yang diambil sudah maksimal, kita bisa melihat hasil akhir atau histogram.

Setting bukaan dan shutter speed akan saya ganti sesuai dengan perubahan cahaya, misalnya bila cahayanya tiba2 meredup, langsung saya set bukaan digedein atau shutter speed dilambatin atau menaikkan ISO.

Manual juga sering saya pakai kalau kondisi cahaya lingkungan konstan. Misalnya ketika pertandingan basket sekolah di dalam ruangan. Lampu-lampunyanya konstan. Pada saat tersebut, saya tinggal set aja bukaan, kecepatan dan ISO sebelum pertandingan dimulai, dan saya akan pakai sepanjang pertandingan, mudah bukan?

Penutup
Tentunya, selera dan gaya pemakaian tiap orang berbeda-beda, yang penting jangan takut coba-coba dan latihan sehingga Anda bisa memahami dan bisa mengunakan mode-mode kamera DSLR ini secara maksimal.

Catatan, mode-mode ini juga banyak ditemui di kamera non-DSLR, seperti superzoom dan kamera saku advance.

Mode dalam kamera digital SLR

Disini saya ingin menjelaskan perbedaan mode dalam digital SLR dan perbedaannya

Auto ([ ]) = Ini mode otomatis, seperti ketika kita pakai kamera saku. Kamera akan mengukur cahaya, menginterpretasikannya dan kemudian mengatur setting secara otomatis. Ketika kamera merasa kondisi lingkungan kurang terang, maka kamera akan otomatis menyalakan flash untuk mengkompensasi kekurangan tersebut.

Pengalaman saya: Saya tidak pernah mengunakan mode ini, dan saya tidak sarankan Anda untuk mengunakannya, terutama bila Anda mengerti tentang fotografi.


P atau program mode
= Seperti model Auto, kamera akan menentukan setting yang paling sesuai, tapi kamera ini tidak akan mengunakan flash meskipun kondisi lingkungan cukup gelap.

Pengalaman saya: Saya jarang sekali mengunakan mode ini.


A / Av atau Aperture priority
= Kita menentukan besarnya bukaan / aperture lensa, dan kamera menentukan shutter speed (kecepatan).

Pengalaman saya: Mode ini termasuk mode favorit saya, karena saya suka menentukan depth of field (bagian yang fokus dan tidak). Contoh, bila saya sedang memotret foto orang, dan saya ingin latar belakangnya kabur, maka saya akan mengeset bukaan f/2.8 atau f/1.4. sedangkan kalau saya sedang memotret foto grup atau pemandangan, dan saya ingin semua dalam fokus, maka saya set bukaan f/8 atau f/16. Dengan mengendalikan bukaan saya tidak perlu repot repot menentukan shutter speed atau ISO.

Aperture / Bukaan juga menentukan berapa banyak cahaya masuk. Jika saya berada ditempat yang gelap dan memerlukan lebih banyak cahaya, saya akan memperbesar bukaan (mengecilkan angka bukaan), supaya lebih banyak cahaya masuk.

Yang perlu diperhatikan dalam mode ini adalah bila cahaya lingkungan gelap, sehingga kamera terpaksa mengeset shutter speed yang rendah/lama. Hal ini dapat menimbulkan gambar yang kabur karena kamera goyang saat merekam gambar. Untuk itu, solusinya memakai tripod, atau mengkompensasi dengan menaikkan ISO.

S atau Shutter priority = Kita menentukan berapa cepet shutter speed, trus bukaan, dan ISO ditentukan kamera (dengan catatan dalam setting AUTO ISO). Setting ini dipakai kalau kita ingin mendapatkan efek freeze (beku) atau efek motion (gerak).

Kalau kita set shutter speed tinggi seperti 1/640 detik, maka hasilnya gerakan orang atau benda yang sedang bergerak menjadi beku, sebaliknya kalau kita set 1/15 detik atau lebih rendah lagi benda/orang yang bergerak, maka kita akan menangkap motion blur. Teknik ini cocok untuk merekam gerakan air di pantai, gerakan air terjun ataupun merekam cahaya mobil yang lewat di malam hari. Seperti aperture, shutter speed juga mempengaruhi banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

M atau Manual Exposure = Di mode ini, kita menentukan setting bukaan dan shutter speed.

Pengalaman saya: Manual mode biasa saya pakai kalau memang saya mau mendapatkan hasil tertentu, contohnya bila saya ingin hasil foto agak gelap (low key fotografi) jadi hasil akhirnya agak misterius, dramatis. Saya juga pakai manual fokus bila ingin bikin siluet dari sebuah objek.

Saya juga sering memakai manual mode ketika kondisi ruangan / lingkungan berganti2 intensitas cahayanya sehingga membingungkan kamera. Contoh seperti di konser, lampunya menyala dengan intesitas dan arah yang berubah-ubah, kadang sangat terang, kadang sangat gelap. Manual modelah satu2 solusinya.

Untuk mengecek apakah gambar yang diambil sudah maksimal, kita bisa melihat hasil akhir atau histogram.

Setting bukaan dan shutter speed akan saya ganti sesuai dengan perubahan cahaya, misalnya bila cahayanya tiba2 meredup, langsung saya set bukaan digedein atau shutter speed dilambatin atau menaikkan ISO.

Manual juga sering saya pakai kalau kondisi cahaya lingkungan konstan. Misalnya ketika pertandingan basket sekolah di dalam ruangan. Lampu-lampunyanya konstan. Pada saat tersebut, saya tinggal set aja bukaan, kecepatan dan ISO sebelum pertandingan dimulai, dan saya akan pakai sepanjang pertandingan, mudah bukan?

Penutup

Tentunya, selera dan gaya pemakaian tiap orang berbeda-beda, yang penting jangan takut coba-coba dan latihan sehingga Anda bisa memahami dan bisa mengunakan mode-mode kamera DSLR ini secara maksimal.

Catatan, mode-mode ini juga banyak ditemui di kamera non-DSLR, seperti superzoom dan kamera saku advance.


{ 3 trackbacks }

Mode dalam kamera digital SLR « Deni Farlyanda
July 21, 2009 at 2:09 am
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Belajar Fotografi dari Nol « FOTOGRAFI
January 27, 2010 at 7:21 am
Aspek teknis dalam fotografi
May 26, 2010 at 6:13 am

{ 15 comments… read them below or add one }

chencrb1905 August 2, 2009 at 11:51 am

nice info… sangat berguna bagi pemula seperti saya
thx

Almizar August 10, 2009 at 10:51 am

Thx,,om,,,jd tau fungsi2nya….

Edy. M August 12, 2009 at 12:25 pm

Tks atas infonya… mungkin dapat ditambah dengan info yang lainnya

Cha August 12, 2009 at 2:03 pm

waaah nice info nih…
boleh ya saya link ke blog saya?
Thanks … =)

iwan August 16, 2009 at 10:54 am

oh gitu ya , pantesan hasil photo saya sering mengecewakan, terima kasih dan mau dipraktekan , jadi nambah ilmu lagi. terima kasih berat..mas

Alifi October 22, 2009 at 12:29 am

thanks infonya that’s usefull . . . nice nice . .thank thanks . . .\(-’o'-)/

Lukman Hakm November 26, 2009 at 11:58 am

makasih pelajarannya,aku ketagihan motret lho

aik December 4, 2009 at 4:12 am

lumayan jelas

Sutan January 5, 2010 at 12:26 am

Saya peke nikon D5000 ada juga mode ‘Scene’ dan di dalamnya masih terbagi lagi mode-nya seperti snow, lowlight, candlelight, party, etc. Sejauh mana mode scene ini berperan, mohon jawabannya mas…

Enche January 5, 2010 at 12:30 am

Mode scene itu tersedia untuk pemakai yang tidak mengenal dasar fotografi seperti bukaan, shutter speed dan ISO. Cara mengunakannya cukup sederhana, yaitu set mode tersebut sesuai dengan kondisi / situasi yang ada.

Meski tidak selalu menghasilkan foto yang sempurna, tapi scene mode berguna orang awam.

jannes January 5, 2010 at 10:11 am

thanks banget infonya, mungkin bisa lebih detail lagi ya ke depannya, salam

Akim March 2, 2010 at 11:02 am

Nice post bung…saya yang baru mau belajar fotografer jadi tapat wawasan baru ne. tabha terus ya contentnya lgi.

helos April 29, 2010 at 9:22 am

wao ilmunya buanyak banget yang baru kebuka untuk aku, trims ya bung Che….

jepy May 18, 2010 at 11:26 am

jadi semakin bersemangat ni mengenal dunia fotografi…

Fandy Gustiara July 12, 2010 at 10:55 am

Makasih yah dengan adanya pembelajaran di sini saya sebagai pemula dalam dunia fotografi bisa sedikit dapat mendapat pencerahan dalam dunia baru saya ini…

mohon bimbingannya dari semua….

Leave a Comment

Previous post: Kamera digital kompak atau kamera Digital SLR

Next post: Street Photography