Tips foto Potret untuk pemula

by Enche on October 10, 2009

Foto potret adalah salah satu jenis fotografi yang paling diminati oleh fotografer setelah foto pemandangan. Dalam kehidupan sehari-hari, foto potret mungkin lebih populer daripada foto jenis apapun. Kalau kita melihat jejaring sosial seperti facebook dan myspace, kita akan melihat jutaan foto potret beredar dan terus bertambah dengan kecepatan eksponensial.

Maka itu, mengetahui foto potret yang baik  menurut saya sangat penting, terutama untuk mengabadikan momen-momen penting.

Inilah beberapa foto potret dengan berbagai tips and trik

1.

Masalah dengan foto diatas adalah kekuatan cahaya dari belakang yang jauh melebihi cahaya dari depan model. Maka dari wajah orang tersebut terlihat gelap, sedangkan latar belakang sangat terang.

2.

Solusi praktisnya adalah mengunakan lampu kilat / flash untuk menerangi bagian wajah. Kalau Anda memakai kamera saku, cari dan aktifkan fill in flash atau force flash. Kalau di kamera DSLR, biasanya Anda tinggal membuka lampu kilat tersebut.

3.

Selain mengunakan lampu kilat, mengubah rentang focal lensa (zoom length) juga sangat berpengaruh dalam foto potret. Di foto diatas, saya mengunakan Nikon D3000 dengan lensa 18-55mm, di posisi 35mm atau ekuivalen di 52mm di kamera film. Rentang lensa mendekati 50mm ini memiliki perspektif yang hampir sama seperti yang kita liat dengan mata kita.

4.

Foto diatas mengunakan rentang lensa 24mm (ekuivalen dengan 35mm). rentang lensa yang lebih lebar ini menimbulkan efek distorsi pada wajah.

5.

Foto diatas diambil dengan rentang lensa 24mm (ekuivalen dengan 35mm). Kita bisa melihat sedikit distorsi pada wajah, selain itu, ada masalah dengan cahaya terutama bagian kiri wajah. Bayangan sangat kasar. Solusi dari masalah diatas adalah dengan mencari posisi lain atau mengunakan reflektor untuk menerangi bayangan di sisi kiri wajah.

6.

Foto diatas masih memiliki masalah dengan bayangan yang kasar, hanya kini saya mengunakan rentang fokal 55mm (ekuivalen 82mm) dengan zoom sampai mentok lensa 18-55mm yang saya gunakan. Wajah model terlihat lebih menarik dengan rentang lensa ini karena efek kompresi wajah sehingga wajah tidak terdistorsi.

Selain itu, latar belakang juga menjadi lebih kabur dan objek di latar belakang terlihat lebih dekat dari yang sebenarnya.

7.

Di foto diatas diambil dengan lensa 85mm f/1.4. Dengan mengunakan bukaan maksimal di 1.4, saya bisa membuat latar belakang menjadi sangat kabur. Rentang lensa 85mm (ekuivalen dengan 135mm) menurut saya ideal untuk foto potret, terutama dengan tujuan keindahan (beauty shot).

8.

Seringkali foto candid seperti diatas lebih menarik daripada foto model yang melihat langsung ke lensa. Selain itu, saya juga menunjukkan bagaimana penyuntingan foto (photo editing) bisa secara signifikan mengganti suasana, warna, intensitas foto. Dengan foto editing, Anda dapat mengkomunikasikan dengan pemirsa bagaimana Anda melihat dunia.

9.

Sama dengan foto no.8 diatas, dengan mengunakan alat penyuntingan foto, Anda bisa mengubah foto biasa menjadi foto klasik. Foto potret tidak perlu selalu tajam sampai ke pori-pori, terutama foto wanita.

Semoga panduan dan contoh-contoh diatas dapat membantu Anda untuk menghasilkan karya foto potret yang baik, untuk keperluan profesional, hobi atau keluarga.

{ 17 comments… read them below or add one }

Surya November 12, 2009 at 4:50 am

makasih mas atas tips nya

bams November 24, 2009 at 6:20 am

good..very good this tips..like this

udin December 6, 2009 at 5:20 am

bagus…bagi terus dong tips2nya…

nubietol December 11, 2009 at 7:57 am

enakan mana mas pake lensa fix 50 mm apa tele 55-200 buat foto potret sperti itu?

Enche December 11, 2009 at 8:16 am

50mm karena maksimum bukaannya besar.

Arie December 19, 2009 at 1:29 pm

maksud nya ekuivalen itu gmn, maklum pemula ?

Enche December 19, 2009 at 1:35 pm

@Arie: “ekuivalen” artinya “sama dengan”
Di jaman kamera film, ukuran sensor sering disebut format 35mm atau sekarang disebut full frame format.

Di jaman kamera digital, mayoritas kamera digital SLR memiliki sensor yang lebih kecil dari full frame, sehingga rentang fokal lensa (focal length) biasanya dikalikan dengan 1.5 (Nikon, Pentax, Sony), 1.6 (Canon) atau 2 (Olympus) sehingga ekuivalen / sama dengan field of view dalam full frame format.

romdon December 26, 2009 at 8:27 am

aku gak ngerti jujur masalah photo aku gak ngerti, selama ini aku megang foto dan memoto hanya menggunakan feeling tidak tahu ukuran-ukuran, aturan dan lain sebagainya.

firman March 30, 2010 at 7:37 pm

trimakasih atas infonya

oki May 4, 2010 at 7:13 am

mas..mksud wajah terdistorsi tu gmn y??jujur sy g ngerti..
trus ada referensi situs bwt tekhnik editing foto g??

Enche May 4, 2010 at 9:33 am
tosan June 13, 2010 at 4:25 pm

mas, kasih tau dong setingan matering kamera yang terbaik untuk potret…and foto nmr 8 editnya pake tehnik apa mas… :)

Enche June 14, 2010 at 8:34 pm

Pakai partial metering biasanya baik. Foto editnya pakai Adobe Lightroom.

edy July 8, 2010 at 3:08 am

pengen belajar tentang fotografy, siapa yang mau ngajarin tenkyu banget

Enche July 8, 2010 at 3:29 am

Posisi dimana Ed?

bintang July 25, 2010 at 7:38 am

mas posisi ku dimedan..
aku pengen belajar fotografi, ada tidak yach di medan..
tks

Enche July 25, 2010 at 7:48 am

Ada, kebetulan minggu depan cek disini untuk informasi jadwalnya.

Leave a Comment

Previous post: Komposisi – Memberikan kesan skala pada foto

Next post: Belajar fotografi : Melihat cahaya