Fotografi Olahraga di dalam ruangan

by Enche on December 13, 2009

Fotografi olahraga di dalam ruangan tergolong salah satu fotografi yang sulit. Seringkali fotografi jenis ini memerlukan kamera dan lensa yang bagus. Kadang diperlukan peralatan cahaya eksternal sebagai pencahayaan utama.

Kenapa fotografi jenis ini sulit? pertama pencahayaan gedung olahraga biasanya buruk (temaram). Selain itu, subjek foto bergerak dengan kecepatan tinggi. Hal ini mempersulit kamera untuk mendapatkan cukup cahaya.

Solusi yang saya ketahui ada dua. Pertama, set ISO tinggi, sekitar 1600. Set kamera di mode AV (Aperture priority) dan set bukaan maksimal, seperti f/3.5 atau f/.2.8 (angka-angka ini tergantung lensa, semakin kecil angkanya semakin besar bukaannya).

Catatan: Bila bingung apa itu f/3.5 atau ISO, silahkan baca Segitiga Emas Fotografi

Bukaan besar dan ISO tinggi membantu kamera mendapatkan cahaya yang cukup.  Contoh gambar disamping diambil dengan ISO 1600, bukaan f/3.5 dan 1/640 detik. Kadang kala, setting ini belum cukup (ditandai dengan hasil foto yang blur).

Bila itu terjadi, maka diperlukan kamera yang bisa mengambil foto dengan ISO diatas 1600 (3200, 6400.. dst), lensa yang bukaannya lebih besar dari f/2.8  atau keduanya.

Solusi lain yaitu dengan pencahayaan eksternal. Misalnya memasang lampu kilat bertenaga besar dan mengunakan radio nirkabel seperti pocket wizard untuk menginstruksikan lampu blitz untuk menembakkan cahaya ketika kita mengambil foto.

Solusi dengan pencahayaan eksternal bagus untuk beberapa jenis olahraga tapi tidak semua karena repot memasangnya dan hasilnya tidak alami. Selain itu banyak acara olahraga tidak memperbolehkan lampu kilat. Di jenis olahraga lain seperti gulat, pencahayaan ini bisa memberikan efek yang lebih dramatis.

Upaya terakhir yaitu mengunakan lampu kilat di atas kamera digital. Supaya foto terlihat lebih alami, sebaiknya mengunakan ISO tinggi dikombinasikan dengan bukaan besar. Namun ingat untuk meminta ijin mengunakan lampu kilat kepada pengelola, karena lampu kilat sedikit banyak bisa mempengaruhi konsentrasi olahragawan/wati.

Lampu kilat eksternal dari atas menonjolkan bentuk otot dan membuat foto menjadi lebih dramatis

{ 13 comments… read them below or add one }

Lina December 15, 2009 at 5:19 am

Waaaaaaaaw, kereeeen, aduh jadi putus asa nih, hasil yang aku dapat kan ko ya jauuuuuuuh sekali dengan yg ini. penjelasan nya baru muncul mungkin? heheh tapi tetep saja ga bisa dapat in foto sebagus ini. Aku pakai lensa EF – 17-85, mo pakai EF 55-200 ko sulit (jangkauan nya terlalu dekat). tidak ada posisi yg enak u/ ngambil. Mode aku set ke TV, sesuai anjuran yang lebih ahli waktu aku ambil photo. Jadi bingung, kenapa begitu? atau di set ISO nya tidak yg paling tinggi ya?

Enche December 15, 2009 at 10:05 am

bisa banyak faktor. Fotografi itu ada 3 faktor penentu yang namanya segitiga emas.

bisa ISO kurang tinggi, bisa juga shutter speed terlalu cepat, bisa juga bukaan kurang lebar.

Kalau modenya di TV, kamu mesti lihat shutter speednya berapa, misalnya 1/60, 1/100 atau 1/250? coba cek di kameranya dan kasi tau saya. (infonya bisa dilihat di layar LCD)

Lina December 16, 2009 at 5:50 am

Betul, saya baru sedikit mengerti, rupanya shutter speed terlalu cepat ya? 1/100 dg ISO 400 ini salah satu dari yang foto2 yang gagal :( . Saya tidak tahu harus diapakan foto2 tersebut. Hari ini pun tadi di ajak teman u/ membuat ikut mengabadikan suatu acara. Tapi saya masih ragu, kasihan nanti pada berharap ternyata foto yg di hasil kan tidak bagus lagi.
oh ya saya juga menggunakan flash 580EX II, kadang terlalu terang sampai obyek nya hampir putih, tapi kadang malah gelap….

Enche December 16, 2009 at 6:31 am

Heheee.. masalahmu ternyata kompleks juga, sepertinya saya perlu bikin video untuk menjelaskannya.

1/100, ISO 400 trus F nya berapa (F = aperture). Tebakan saya kalau di dalam ruangan, ISOnya gak cukup tinggi, sehingga foto gelap.

Lina December 16, 2009 at 7:14 am

wah ternyata 00, pantes saja ya? ada beberapa foto yang juga 00, ko bisa ya aku ga liat, mungkin juga ya itu tadi, karena cepat2 takut moment nya hilang, maka asal jepret tanpa lihat segitiga emans tadi? hasil foto ini sih tidak gerakan nya kelihatan, hanya foto nya burem? Hhhhhh (tarik napas).
Wah senang nya kalau memang ada penjelasan dg dalam video, sangat di tunggu.
Ada satu lagi, kadang di layar ada tulisan bulb, itu kenapa? kalau boleh saya tebak karena kurang sinkron nya segi tiga emas tadi? hahaha, tanya sendiri ko jawab sendiri…
makasih.

denih February 20, 2010 at 4:39 pm

thanks info briliantnya

andwy April 2, 2010 at 10:20 am

nice info mas… oia mas, ada ga tips untuk memotret event musik outdoor malam hari supaya mendapat hasil yg bagus dengan / tanpa lampu kilat??
mohon bimbingan nya mas..

thanks b4..

Enche April 3, 2010 at 1:35 am

Pakai kamera apa ni?

andwy April 5, 2010 at 7:45 am

saya pake kamera nikon d60 mas…

andi May 14, 2010 at 2:33 am

heuheu, ISO kamera saya g nyampe kang, terlalu banyak noisNya.. gmn y ngakalinNya???

Enche May 14, 2010 at 7:46 am

Pakai ISO rendah, pakai flash atau tripod

dicky July 23, 2010 at 9:21 pm

50d 17-40 dengn 7d 18-135 kit pilih yang mana ya karena selisih harga cuma 1 jtan… 50d 18-135 dengan 50d 17-40 bijaksana mana kalau saya beli… Trims ya bang

Enche July 23, 2010 at 11:33 pm

yang paling ideal 7D dengan 17-40mm, lalu 7D dengan 18-135mm IS, kemudian baru 50D dengan 17-40mm dan 50D dengan 18-135mm

Leave a Comment

Previous post: Mencari Mentor

Next post: Langkah langkah Belajar fotografi dari nol