Terkadang saya suka heran mengapa banyak fotografer amatir atau bahkan pemula ingin terlihat seperti fotografer profesional. Saya sendiri lebih suka tampil low profile atau sesuai dengan keadaan, misalnya kalau di acara pernikahaan, saya akan pakai jas dan celana sopan, bila memotret acara kampus, saya akan pakai baju biasa seperti mahasiswa lainnya. Tujuannya biar tidak banyak mata menuju pada saya sehingga orang disekitar saya tidak melulu memperhatikan saya atau terganggu karena kehadiran saya.
Tapi mungkin Anda berpendapat lain. Mungkin Anda ingin tampil beda atau ingin dikenali sebagai fotografer pro sehingga orang segan pada Anda atau untuk menarik orang untuk menjadi klien Anda. Oleh sebab itu, ada beberapa saran supaya Anda terlihat seperti fotografer profesional.
- Pakai kamera yang besar lalu pasang battery grip dibawahnya sehingga kamera terlihat lebih besar. Kalau perlu bawa dua kamera atau lebih.
- Pakai lensa telephoto zoom yang panjang, lalu sering keker-keker dan mainkan zoom atau fokusnya.
- Pakai jas khusus fotografer yang berkantong banyak.
- Bawa tripod yang besar dan panjang
- Bawa buku catatan kecil dan pena, kemudian kadang-kadang mencatat-catat sesuatu. Ini akan membuat orang berpikir, wah serius juga fotografernya.
Dengan mempraktekkan ide-ide diatas ini, semoga Anda terlihat lebih profesional, tapi jangan sampai overdosis seperti dibawah ini:

Facebook Fans
Ikutan di Twitter
{ 27 comments… read them below or add one }
Jika melihat foto diatas,penilaian orang pasti berbeda-beda. Mungkin bagi orang awam,jika melihat foto diatas,menurut mereka pasti orang ini adalah fotografer pro, tapi mungkin bagi rekan seprofesi,orang ini bisa saja dicap norak/berlebihan.
Bagi saya pun,orang di foto itu terkesan merepotkan diri sendiri,hahaha.
• Saya pribadi setuju dengan saran Ko Enche,low-profile yang utama,down-to-earth sangat diperlukan,biarlah orang sendiri yang menilai,bukan dari penampilan,tp dari sikap atau istilahnya emotional intelligence kli ya?Saya pun kadang membawa portfolio (dibundel kecil),untuk jaga-jaga aja,kli aja ada yang menanyakan hasil foto saya.
~ Thanks for sharing, regards.
klo kayak gitu apa ga malah repot motretnya ya?? tu kamera yg di punggung lensanya mungkin bisa buat motret sport di bulan??klo untuk fotografer pemula seperti saya mending konsentrasi nyari obyek yg bagus n cari angle n kompo yg pas daripada pusing mikirin alat (karena budget reason jg he3.)btw thanks bung Enche tulisan anda walupun simple sangat menginspirasi.
IMHO, tergantung di “dunia” mana anda berada. dalam sisi fotografi komersial, professional appearance itu kadang penting untuk client..
sisi profesionalitas yang di lihat di sini bukan dari aspek alat aja. dari cara komunikasi, preparation, dan hindari “junk” shot.
itu yang saya belajar dari client2 sebelum nya.. hehehe..
yang penting kesederhanaan….
tambahin ini deh
“gunakan istilah fotografi saat berbicara dengan teman anda yang baru belajar foto layaknya seorang profesional. Seperti bracketing, etc.”
setuju bung enche, di foto itu jangan-jangan dia cuma tukang bawa kamera… kayak caddy, gitu… he..he..
haha sebenarnya dia fotogafer profesional kok. Dia lagi kerja foto orang main golf. Keliatan memang dia ga mau kehilangan momen apapun. Karena lapangan golf luas sekali, maka lensa dia bermacam-macam dari pendek sampai super panjang.
wah.. infonya sangat bagus.. dan membuat saya tersenyum senyum sendiri
thanks ..
Ww…..eh, terlalu merepotkan…menurut saya sih 3kamera+lensa dah cukup! Golf nya ga menarik yang jadi tontonan justru fotografernye…he…he
> tambah satu : “pasang identitas merek/brand usaha anda, entah berupa brodiran,stiker atau apapun yg menunjukkan anda memang “akan memulai”/”memang” di bisnis fotografi”
> maaf ya, ini IMHO : Artikel diatas lebih pas kalo judulnya “Tunjukkan Kalau Anda adalah Fotografer Profesional”, asumsinya punya peralatan seperti diatas,blm termasuk tas dan flash, rasanya terlalu “mahal” kalau kita cuma sekedar “seperti fotografer profesional”, sy lebih suka mengatakan profesional adl org yg siap dibayar atas kemampuannya….salam
hihi unik bgt artikelnya,,baru liat saya. topp =b
Kalo saya sih mending milih apa adanya…klo terlihat profesional n hasilnya gak pro malah bisa2 gak dipercaya orang lagi ^^ hehehe
BE UR SELF aja deh ^^
hahahahhhhah …. Picnya bikin ak ngakak mas. thanks ya
tips plus Joke in one pack
Dear Om Enche,
Hebatnya fotografer tsb menurut saya dia bisa pake 2 jenis kamera sekaligus,
Perhatiin deh, ada lensa canon (yg panjang2 itu) lalu ada strip kuning, nikon punya.
Hebat, klu disini mah malah brand war antara pemakai canon dan nikon
Hehehe,
Salam,
Dharma
wah.. lebay tuh fotonya bang..
ak amatir juga tapi pengen di anggap pro juga..
menurut ku itu dah mnjadi live style
buset dah tuh orang fotografer ato jualan kamera….hehehe…padahal gak perlu kita “bergaya” sperti fotografer profesional tp yg penting hasil karyanya,bru orang bisa menilai kita,”talk less,do more” thx…..sy jg bru blajar “jeprat-jepret”hehehe…
boleh tuh kak… mau banget!
Malam Mas Enche,
Cuma mau tambahin saja…
Itu orang dalam photo di atas bukan photographer, tapi caddie photographer.
Sedangkan photographer saya pikir sangat sangat low profile sehingga ngga perlu bawa bawa kamera dan peralatan lainnya….^^
SAYA TAHU!!! Oran diatas kan tukang angkat cameranya seorang pro photographer yang sedang belajar bagaimana memoto yang baik HAHAHA… Saya suka sekali dengan foto ini but, bukan objeknya
terlepas dia/objeknya caddie, norak, pro atau lagi pamer saya suka nih hasil jepretannya. bikin ketawa sendiri…
Mas Enche, sebenarnya bagaimana cara memegang kamera DSLR yg baik dan benar? apakah seperti foto ini atau ada teknik2 nya terutama untuk mengurangi blur?
BTW, artikel nya bagus semua. sebagai newbie banyak dapat ilmu nih dari blog nya.
haha… itu kan tukan sewa kamera d taman bungkul…
gambar di atas, sepertinya bukan fotografer, tapi lebih cocok sebagai caddy foto… tukang bawain barang fotografer . hehe
kayakanya dia lebih capek daripada si pemain golf nya sendiri…
huaehahehaehah, nice pic, pernah liat juga ini di satu situs
btw jangan jangan itu bukan fotografer, tapi tukang penitipan kamera dan aksesorisnya, hueaheuaheuhaeuhu, pantesan banyak bener alatnya
Izin share tu photo, unik dan kreatif, hehehehe… thanks bro informasinya, sangat membantu!
repoooooooooooot bo.
Hahaha…Lebi stuju skill dr pd penampilan…kalo mau gaya.jd model aja..hihi