Ingin kelihatan seperti fotografer profesional ?

by Enche on January 22, 2010

Terkadang saya suka heran mengapa banyak fotografer amatir atau bahkan pemula ingin terlihat seperti fotografer profesional. Saya sendiri lebih suka tampil low profile atau sesuai dengan keadaan, misalnya kalau di acara pernikahaan, saya akan pakai jas dan celana sopan, bila memotret acara kampus, saya akan pakai baju biasa seperti mahasiswa lainnya. Tujuannya biar tidak banyak mata menuju pada saya sehingga orang disekitar saya tidak melulu memperhatikan saya atau terganggu karena kehadiran saya.

Tapi mungkin Anda berpendapat lain. Mungkin Anda ingin tampil beda atau ingin dikenali sebagai fotografer pro sehingga orang segan pada Anda atau untuk menarik orang untuk menjadi klien Anda. Oleh sebab itu, ada beberapa saran supaya Anda terlihat seperti fotografer profesional.

  • Pakai kamera yang besar lalu pasang battery grip dibawahnya sehingga kamera terlihat lebih besar. Kalau perlu bawa dua kamera atau lebih.
  • Pakai lensa telephoto zoom yang panjang, lalu sering keker-keker dan mainkan zoom atau fokusnya.
  • Pakai jas khusus fotografer yang berkantong banyak.
  • Bawa tripod yang besar dan panjang
  • Bawa buku catatan kecil dan pena, kemudian kadang-kadang mencatat-catat sesuatu. Ini akan membuat orang berpikir, wah serius juga fotografernya.

Dengan mempraktekkan ide-ide diatas ini, semoga Anda terlihat lebih profesional, tapi jangan sampai overdosis seperti dibawah ini:

fotografer-kamera-banyak

{ 44 comments… read them below or add one }

Mick January 22, 2010 at 9:06 pm

Jika melihat foto diatas,penilaian orang pasti berbeda-beda. Mungkin bagi orang awam,jika melihat foto diatas,menurut mereka pasti orang ini adalah fotografer pro, tapi mungkin bagi rekan seprofesi,orang ini bisa saja dicap norak/berlebihan.
Bagi saya pun,orang di foto itu terkesan merepotkan diri sendiri,hahaha.
• Saya pribadi setuju dengan saran Ko Enche,low-profile yang utama,down-to-earth sangat diperlukan,biarlah orang sendiri yang menilai,bukan dari penampilan,tp dari sikap atau istilahnya emotional intelligence kli ya?Saya pun kadang membawa portfolio (dibundel kecil),untuk jaga-jaga aja,kli aja ada yang menanyakan hasil foto saya.
~ Thanks for sharing, regards.

dimas January 23, 2010 at 1:43 am

klo kayak gitu apa ga malah repot motretnya ya?? tu kamera yg di punggung lensanya mungkin bisa buat motret sport di bulan??klo untuk fotografer pemula seperti saya mending konsentrasi nyari obyek yg bagus n cari angle n kompo yg pas daripada pusing mikirin alat (karena budget reason jg he3.)btw thanks bung Enche tulisan anda walupun simple sangat menginspirasi.

Widodo January 23, 2010 at 9:55 pm

IMHO, tergantung di “dunia” mana anda berada. dalam sisi fotografi komersial, professional appearance itu kadang penting untuk client..

sisi profesionalitas yang di lihat di sini bukan dari aspek alat aja. dari cara komunikasi, preparation, dan hindari “junk” shot.
itu yang saya belajar dari client2 sebelum nya.. hehehe..

ali January 25, 2010 at 8:28 am

yang penting kesederhanaan….

Darwin January 30, 2010 at 8:44 pm

tambahin ini deh
“gunakan istilah fotografi saat berbicara dengan teman anda yang baru belajar foto layaknya seorang profesional. Seperti bracketing, etc.”

Icha February 6, 2010 at 1:07 pm

setuju bung enche, di foto itu jangan-jangan dia cuma tukang bawa kamera… kayak caddy, gitu… he..he..

Enche February 6, 2010 at 1:12 pm

haha sebenarnya dia fotogafer profesional kok. Dia lagi kerja foto orang main golf. Keliatan memang dia ga mau kehilangan momen apapun. Karena lapangan golf luas sekali, maka lensa dia bermacam-macam dari pendek sampai super panjang.

dash February 16, 2010 at 9:35 am

wah.. infonya sangat bagus.. dan membuat saya tersenyum senyum sendiri :D

thanks ..

Anton February 17, 2010 at 12:56 am

Ww…..eh, terlalu merepotkan…menurut saya sih 3kamera+lensa dah cukup! Golf nya ga menarik yang jadi tontonan justru fotografernye…he…he

Semarang Wedding March 2, 2010 at 6:35 pm

> tambah satu : “pasang identitas merek/brand usaha anda, entah berupa brodiran,stiker atau apapun yg menunjukkan anda memang “akan memulai”/”memang” di bisnis fotografi”
> maaf ya, ini IMHO : Artikel diatas lebih pas kalo judulnya “Tunjukkan Kalau Anda adalah Fotografer Profesional”, asumsinya punya peralatan seperti diatas,blm termasuk tas dan flash, rasanya terlalu “mahal” kalau kita cuma sekedar “seperti fotografer profesional”, sy lebih suka mengatakan profesional adl org yg siap dibayar atas kemampuannya….salam :)

[H] March 9, 2010 at 5:17 am

hihi unik bgt artikelnya,,baru liat saya. topp =b

Kamilato March 12, 2010 at 7:43 am

Kalo saya sih mending milih apa adanya…klo terlihat profesional n hasilnya gak pro malah bisa2 gak dipercaya orang lagi ^^ hehehe

BE UR SELF aja deh ^^

emmz March 15, 2010 at 3:50 am

hahahahhhhah …. Picnya bikin ak ngakak mas. thanks ya :) tips plus Joke in one pack :P

dharma March 17, 2010 at 12:12 pm

Dear Om Enche,

Hebatnya fotografer tsb menurut saya dia bisa pake 2 jenis kamera sekaligus,
Perhatiin deh, ada lensa canon (yg panjang2 itu) lalu ada strip kuning, nikon punya.

Hebat, klu disini mah malah brand war antara pemakai canon dan nikon

Hehehe,

Salam,

Dharma

kodokz March 18, 2010 at 12:05 pm

wah.. lebay tuh fotonya bang..
ak amatir juga tapi pengen di anggap pro juga..
menurut ku itu dah mnjadi live style

sutieanto March 30, 2010 at 12:13 am

buset dah tuh orang fotografer ato jualan kamera….hehehe…padahal gak perlu kita “bergaya” sperti fotografer profesional tp yg penting hasil karyanya,bru orang bisa menilai kita,”talk less,do more” thx…..sy jg bru blajar “jeprat-jepret”hehehe…

arinie May 4, 2010 at 5:46 am

boleh tuh kak… mau banget!

Miki May 14, 2010 at 1:05 pm

Malam Mas Enche,
Cuma mau tambahin saja…
Itu orang dalam photo di atas bukan photographer, tapi caddie photographer.
Sedangkan photographer saya pikir sangat sangat low profile sehingga ngga perlu bawa bawa kamera dan peralatan lainnya….^^

Koko May 15, 2010 at 7:32 am

SAYA TAHU!!! Oran diatas kan tukang angkat cameranya seorang pro photographer yang sedang belajar bagaimana memoto yang baik HAHAHA… Saya suka sekali dengan foto ini but, bukan objeknya :)

fahmi May 15, 2010 at 9:18 pm

terlepas dia/objeknya caddie, norak, pro atau lagi pamer saya suka nih hasil jepretannya. bikin ketawa sendiri…
Mas Enche, sebenarnya bagaimana cara memegang kamera DSLR yg baik dan benar? apakah seperti foto ini atau ada teknik2 nya terutama untuk mengurangi blur?
BTW, artikel nya bagus semua. sebagai newbie banyak dapat ilmu nih dari blog nya. :)

werdha May 16, 2010 at 2:52 am

haha… itu kan tukan sewa kamera d taman bungkul…

imaji+ May 16, 2010 at 11:05 am

gambar di atas, sepertinya bukan fotografer, tapi lebih cocok sebagai caddy foto… tukang bawain barang fotografer . hehe

Arief May 16, 2010 at 9:38 pm

kayakanya dia lebih capek daripada si pemain golf nya sendiri…

Anzie May 20, 2010 at 4:19 am

huaehahehaehah, nice pic, pernah liat juga ini di satu situs

btw jangan jangan itu bukan fotografer, tapi tukang penitipan kamera dan aksesorisnya, hueaheuaheuhaeuhu, pantesan banyak bener alatnya

endang mu'min June 7, 2010 at 8:03 am

Izin share tu photo, unik dan kreatif, hehehehe… thanks bro informasinya, sangat membantu!

adi June 12, 2010 at 6:12 am

repoooooooooooot bo.

Heri yansah July 10, 2010 at 1:08 am

Hahaha…Lebi stuju skill dr pd penampilan…kalo mau gaya.jd model aja..hihi

abhai ceqaz August 20, 2010 at 8:01 am

hehehe…, sederhana tp dalem banget..cucok buat kami tukang foto pinggiran yang lebih sering terjebak di urusan penampilan… trims

wilson August 30, 2010 at 12:09 pm

cara megang kameranya aja salah…apa ga gemetan tuh anak.hehe…sprtnya bkn pro lah…tp yg fotoin dia lah baru pro……(suatu ungkapan cerita yg dibendung dlm 1 jepretan)…

sugiarto September 2, 2010 at 7:55 pm

kalau saya melihat foto di atas bukan fotografer namanya, tapi tidak lebih dari kuli panggul kamera, kalau istilahnya Pegolf, yaitu caddy. Bagi saya fotografer lebih mengacu pada hasil daripada alat. Jadi walaupun alatnya sederhana, namun dapat memanfaatkan alat tersebut secara maksimal maka dapat menghasilkan gambar yang maksimal juga. Selamat berkarya bagi para fotografer sejati. oyeee.
Sugiarto – Dosen fotografi pada STIKOM Muhammadiyah Jayapura-Papua.

Beni. October 6, 2010 at 6:59 am

hahaa…
keren brader..
baru lihat aku..

Danies October 31, 2010 at 9:02 am

Hahaha..
Ulasan yg menarik..

danies October 31, 2010 at 9:06 am

Hahaha..
Ulasan yg menarik..
Setuju saya mas dng anda..

ato November 4, 2010 at 8:45 am

lucu

munziri November 29, 2010 at 10:52 am

wow..wow..woooow……….
kayak habis belanja aja tuh…!
penjelasannya sangat pro me

andhy December 12, 2010 at 1:30 am

asik baca artikel disini ga mau komen … tapi gara2 satu photo ini tergelitik juga .. hihihihi

itjak December 24, 2010 at 12:09 am

membaca uraian di atas, teringat kejadian yg sy alami…pernah traveling bareng sama orang yang bawa DSLR, saat foto-foto sy minta di fotoin pake kamera saya (kebetulan pocket camera), dengan ketus, yah gimana ni cara ngambilnya? gw lupa! saat mau di foto pun kagk mau klo gk pake DSLR..hedeuuuuhh, apa attitude nya mesti kyk gitu ya?

sya memang awam fotografi, tapi klo sy amati DSLR dia jg cm 1000D..ckckckck…memang betul, sprti di tulis di sini…’INGIN DIKENALI SBG PHOTOGRAPHER PRO”

fauzeh December 31, 2010 at 2:46 am

Pembahaasn yang menarik…
Saya setuju,
Talk less do more….

Irvans January 2, 2011 at 10:23 pm

Setuju ama Bro Enche
tidak perlu macam-macam dan harus low-profile
kalau client meragukan, tunjukin saja portofolio kita.
selesai perkara.

prast February 3, 2011 at 10:22 am

Tu fotografer top…. Jangan pada hina….. Betul ga mas enche?! Kasih tau namanya aja..

Yosua March 16, 2011 at 12:56 pm

kalo aku lihat foto diatas berharap jatuh (hahahah)

tapi keknya keren banget bawa barang banyak gitu ya….
cuman jujur apa ngak kewalahan ya.. ganti ganti lensa dst

Nyoman_abdee April 1, 2011 at 2:23 pm

1 kamera canon low entry + 1 lensa zoom tele + 1 flash + 1 tas slingshot + pake kaos yg ada gambar kamera = udh keliatan pro blm yak???, itulah impian saya….hahaha…tp setting kamera + hasil foto masih kocar-kacir…

Cascarino April 30, 2011 at 6:06 pm

hahaha.. toko kamera berjalan… :p

Wahyu December 15, 2011 at 5:30 am

Kalo perlu pake kamera HP jadi ya hehehehe, yg ptg one shot = good pic … Kenikmatan sendiri kalo dgn kamera seadanya tp dapat hasil baik …

Leave a Comment

Previous post: Tas kamera yang tidak mengundang maling

Next post: Teknik Lampu kilat : OFF camera flash