Bingung memilih alat fotografi seperti kamera, lensa dan sebagainya? Anda tidak sendiri. Sebagai contoh, untuk membeli kamera saja banyak sekali pilihan. Memilih merek kamera saja tidak cukup, karena di dalam merek tersebut tersedia banyak model. Contohnya kamera saku Canon tidak kurang dari selusin modelnya, belum lagi kamera tahun-tahun sebelumnya.
Lalu adakah cara efektif yang bisa membantu kita memilih alat yang kita inginkan? Sayangnya sayapun tidak punya cara yang jitu, tapi saya punya sedikit pedoman dalam membeli yang saya dapatkan dari bangku kuliah dan pengalaman pribadi.
Ada tiga cara utama:
- Membuat batasan
- Menentukan best value
- Bertanya kepada ahlinya
Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah menentukan batasan-batasan. Setiap kali kita menentukan batasan, otomatis sebagian pilihan kita gugur sehingga kita semakin dekat dengan pilihan kita.
Batasan favorit saya adalah harga atau berapa dana yang kita alokasikan untuk pembelian alat fotografi. Selanjutnya adalah fitur-fitur kamera yang dikehendaki misalnya bila Anda menghendaki kamera yang bisa dimasukkan ke kantong, maka otomatis kamera-kamera besar seperti DSLR tidak lagi masuk hitungan. Fitur lain yang populer terutama untuk kamera digital SLR yaitu fitur video, bodi kamera yang tahan cuaca, kecepatan dan keakuratan auto fokus dan lain-lain.
Bila Anda sangat baru dalam dunia ini dan tidak tahu menetapkan batasan, ada cara singkat, yaitu dengan cara best value (nilai terbaik) di tiap kategori. Biasanya alat fotografi ada kategori untuk pemula, menengah dan mahir. Cara untuk menentukan nilai terbaik adalah membandingkan fitur-fitur kamera di atas kertas, misalnya 18 mp lebih baik daripada 12 mp, 51 titik auto focus lebih baik daripada 9 dan seterusnya. Biasanya perbandingan antar kamera mudah di dapatkan di internet atau di majalah-majalah.
Kalau sudah frustasi dalam membuat keputusan sendiri, cara lain yaitu menanyakan kepada ahlinya. Orang yang ahli tentunya adalah orang yang berpengalaman dibidang fotografi. Tapi hati-hati dalam memilih ahli yang bisa kalian percaya.
Hindari:
- Fotografer atau teman yang memakaiĀ atau pernah memakai alat fotografi dari satu jenis merek saja.
- Penjual kamera yang akan mempromosikan barang dagangan yang mana dia bisa untung lebih besar.
Cari ahli fotografi yang jujur tentang kekurangan dan kelebihan tentang alat fotografi, terutama yang telah pernah memakai alat tersebut.
Pada akhirnya apabila Anda merasa salah beli, jangan kecewa, yang terpenting adalah belajar dari kesalahan tersebut. Catat kelebihan dan kekurangan alat Anda untuk referensi kedepannya.
Facebook Fans
Ikutan di Twitter
{ 7 comments… read them below or add one }
aku dari dulu sangat tertarik dengan dunia fotografi namun masih adakendala dari orang tua, sebenarnya lebih tepat menurut orang tua beli kamera bukanlah prioritas utama karena bagi mereka prioritas utama adalah pendidikan. akhirnya orang tua agak memberikan kelonggaran untuk membelika kamera poket tapi aku tidak tahu referensi kamera untuk pemula. saya sedang memerlukan rekomendasi tentang kamera untuk para pemula. thanx
Anggaran yang disediakan orang tua kira-kira berapa?
untuk membeli kamera SLR ada baiknya jugamemperhatikan lingkungan sekitar. dalam hal ini merek yg di pakai oleh teman ato komunitas tmp kita akan bergabung… akan sangat membantu terutama dalam hal tukar pinjam perlengkapan fotografi seperti lensa dll
Saya baru mau beli kamera DSLR, kira2 lebih baik mana antara EOS 1000D dengan Sony A230Y Kit double lens. Selama ini saya pake kamera poket Sony DSC W110. Makasih
Masalah dengan Sony A230 terletak pada pegangan kameranya yang sepertinya kurang nyaman. Cobain deh di toko kalau ada kesempatan.
saya 3 tahun lebih menggunakan Nikon D40x ,, lensa NIKKOR 18-200 mm f/3,5-5,6 VR ,, dan NIKKOR fisheye 10,5 mm f/2,8 beserta Speedlight SB800 ..
baru-baru ini saya beralih menggunakan Nikon D300s yang saya beli body only ..
soal style saya lebih condong menyukai low light dan mengeksplor bokeh walaupun sesekali terjun ke dokumentasi sebuah event maupun portrait ,,
terakhir saya tertarik dengan NIKKOR AF 85 mm f/1.8D dan Tamron 70-200 mm f/2,8 ..
ada saran dan kritik yang membangun ?
85mm bagus buat potret, ringan, auto focus cepat dan murah. Tamron 70-200mm kualitas fotonya juga bagus dan lebih versatile karena ada zoomnya, tapi berat, auto focusnya lambat, dan bokehnya tidak se ekstrim 85mm karena perbedaan bukaan (f/2.8 vs f/1.8).
Keputusan memakai yang mana, tergantung gaya foto dan anggaran Rangga.