Mengapa saya menyukai lensa lebar

by Enche on April 20, 2010

Sejak beberapa tahun yang lalu, saya telah menggunakan berbagai jenis lensa, dari lensa lebar, normal dan telefoto. Diantara lensa-lensa tersebut yang paling saya sukai adalah lensa lebar. Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi mengapa saya menyukai lensa lebar.

Tetapi, pertama-tama, saya pikir lebih baik untuk membatasi definisi lensa lebar. Saya menganggap 24mm ke 35mm (dalam format full frame atau 35mm adalah rentang lensa lebar). Bila lebih lebar dari itu, akan saya namakan lensa sangat lebar, dan bila lebih sempit dari itu, akan saya namakan lensa telefoto.

Jika Anda memiliki kamera digital SLR, Anda berkesempatan besar untuk memiliki lensa sudut lebar karena dalam setiap pembelian kamera baru biasanya Anda juga mendapatkan lensa 18-55mm (setara dengan 27-88mm dalam kamera full frame). Jadi jika Anda mengambil gambar di rentang 18 sampai 24mm dengan lensa itu, Anda sedang mengambil foto yang dengan sudut lebar.

Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa saya suka mengunakan lensa dengan sudut lebar:

Sudut pandang

Saya memulai fotografi ketika saya masih kuliah. Saya saat itu berpartisipasi di koran kampus. Waktu itu, saya secara rutin ditugaskan untuk mendokumentasikan acara di sekitar kampus. Karena ruang halaman koran yang terbatas, saya harus mengambil satu atau dua foto yang dapat menceritakan acara tersebut. Oleh karena itu, dengan mengambil gambar sudut lebar saya dapat memasukan banyak informasi dalam satu atau beberapa foto.

Kemudian, saya menemukan bahwa saya bisa memperoleh sudut pandang yang menarik dengan menggunakan lensa sudut lebar. Dengan lensa lebar, saya bisa membuat foto yang menyiratkan ilusi tiga dimensi atau kedalaman, maka itu, pemirsa akan merasa seperti berada atau menyaksikan acara tersebut secara langsung.

Diambil dengan sudut 24mm - Mahasiswa mahasiswi baru di Universitas Bucknell saat orientasi mahasiswa baru

Diambil dengan sudut 24mm - Mahasiswa mahasiswi baru di Universitas Bucknell saat orientasi mahasiswa baru

Kedalaman lapangan fokus (depth of field)

Secara teknis, mengambil gambar dengan sudut lebar juga memberikan beberapa manfaat. Pertama, kedalaman lapangan fokus lebih besar daripada jika Anda menembak di sudut normal atau telefoto. Ini sangat membantu ketika Anda mengambil foto kelompok orang dalam situasi cahaya yang redup. Karena dengan bukaan yang lebih besar daripada lensa telefoto, Anda bisa mendapatkan foto yang tajam dari ujung ke ujung.

Karena jarak fokus yang pendek, Anda dapat mengambil foto dalam kecepatan rana lebih lambat dan masih mendapatkan gambar yang tidak blur bila subjek tidak bergerak. Sebagai contoh, ketika Anda mengambil gambar di 28mm, Anda bisa menembak dengan kecepatan 1/30 detik. Dengan teknologi stabilisasi gambar (IS, VR, OS, dll), Anda bahkan dapat mendapatkan dua atau tiga stop lebih lambat! Di sisi lain, jika Anda mengambil gambar dengan lensa telefoto seperti 100mm, Anda membutuhkan setidaknya 1/100 atau 1/160 detik untuk menjaga foto bebas dari blur akibat goyangan kamera.

Tantangan

Jika digunakan secara tidak tepat, lensa sudut lebar dapat membuat distorsi yang tidak diinginkan. Wajah bisa lebih lebar dan hidung menjadi lebih besar dari kenyataan. Ketika Anda menembak foto pemandangan, penembakan di sudut lebar rentan terhadap flare dan penyimpangan kromatik.

Tapi mungkin kesalahan yang dibuat pemula adalah memasukkan elemen lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Subjek utama yang difoto menjadi terlihat kecil. Tapi ini bisa dihindari dengan mendekati subjek foto.

Tetapi ketika Anda mendekat dengan subjek, sudut pandang Anda akan berubah secara dramatis dan distorsi akan muncul. Jadi, Anda perlu mencari posisi yang tepat untuk meminimalisir efek distorsi atau membuat distorsi bekerja untuk Anda, bukan melawan Anda. Misalnya, Anda dapat menggunakannya untuk mengambil potret wajah anak-anak yang lucu lucu.

Secara pribadi, saya pikir tantangan adalah hal yang baik karena memaksa Anda untuk menjadi seorang fotografer yang lebih baik. Tantangan yang cukup akan membuat Anda termotivasi dan meningkatkan kualitas fotografi Anda. Bila Anda melakukannya dengan benar, niscaya foto Anda akan lebi menonjol daripada hasil fotografer yang lain.

Serba Guna

Terakhir, memotret dengan sudut lebar menarik karena sifatnya yang serbaguna, Anda dapat menggunakannya untuk foto pemandangan, fotografi jurnalisme, potret, pernikahan, dan arsitektur. Banyak pilihan lensa sudut lebar yang tersedia di pasar, termasuk lensa kit yang dibundel bersama kamera digital SLR Anda. Jika Anda memiliki lensa tersebut, saya sarankan Anda untuk berlatih untuk mengambil foto dengan lensa lebar. Selamat mencoba!

{ 1 trackback }

Seni di dalam fotojurnalisme
May 26, 2010 at 2:01 am

{ 56 comments… read them below or add one }

ronald August 16, 2010 at 5:35 am

Pak Enche, sementara ini saya lebih banyak ambil gambar utk lannscape waktu traveling, juga acara keluarga dan kantor. untuk upgrade lensa kira2 apa ya Pak ? saya tertarik adanya lensa sapu jagad utk all purpose, apakah ini yang cocok Pak? thx buat sharingnya :)

Enche August 16, 2010 at 5:39 am

iya lensa sapu jagad itu memang cocok untuk banyak situasi.

Jumadi August 21, 2010 at 1:06 pm

bang kopi darat dong…ambil lokasi yang yahud sambil minum kopi and jepret2 lebih mantap bang…kalau ada ide monggo dilanjut……………

Enche August 21, 2010 at 1:09 pm

Jumadi ada dimana?

ronald August 22, 2010 at 10:41 pm

Pak Enche, mau tanya nih, utk bawaan kit lensa saya eos 1000d ,18-55 mau saya upgrade ke 18-135, dengan pertimbangan budget minded (3jt an) dan general purpose traveling, menurut Pak Enche apakah sudah benar Pak? mohon feedback dan koreksinya, thx

limpungmas August 29, 2010 at 3:20 am

om enche aku minta no telp dong

Leave a Comment

Previous post: Perbedaan kamera full frame dengan crop sensor

Next post: Merangkul keterbatasan