Perbedaan kamera full frame dengan crop sensor

by Enche on April 20, 2010

Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya tentang beda kamera digital full frame dengan kamera digital crop frame (biasa). Maka dari itu mari kita bahas secara mendalam dan mudah-mudahan lengkap.

Kamera full frame berukuran sensor lebih besar dari kamera SLR crop, berapa bedanya? Luas penampang kamera full frame adalah 864 mm2 dibandingkan dengan kamera crop sensor Canon: 329 mm2, Nikon, Sony, Pentax : 370 mm2 dan Olympus: 225 mm2

Canon EOS 5D mark II dan 7D, bentuk fisik hampir sama, tapi isi dan teknologi jauh berbeda

Canon EOS 5D mark II dan 7D, bentuk fisik hampir sama, tapi isi dan teknologi jauh berbeda

Dampak perbedaan ukuran inilah yang menjadi sumber perbedaan-perbedaan dibawah ini:

1. Kualitas foto

Kamera bersensor berukuran besar lebih baik terutama di ISO tinggi (foto di tempat yang gelap). Untuk ketajaman foto, ini tergantung juga dengan lensa yang dipakai. Kalau lensa yang dipakai jelek, maka kualitas foto di kamera bersensor besar malah bisa lebih buruk.

2. Jangkauan fokal lensa

Bila kita mengunakan lensa yang sama dan kita pasang di kamera full frame dan satunya lagi kamera crop frame, maka ada perbedaan jangkauan fokal lensa. Di kamera full frame, foto akan terlihat lebih lebar, sedangkan di kamera crop frame, lebih sempit. Hal ini dikarenakan kamera crop frame otomatis mengkrop foto yang diambil.

Tiap merek kamera memiliki rasio yang agak berbeda dengan yang lain. Contoh Canon 1.6, Nikon, Pentax dan Sony 1.5, Olympus 2. Artinya bila lensa 100mm di pasang di kamera crop Canon, maka akan keliatan seperti 160mm di kamera full frame.

Efek ini tentunya disukai oleh fotografer olahraga atau satwa liar, karena dengan lensa 300mm misalnya, dengan mengunakan kamera crop, jangkauannya seperti 480mm.

3. Tidak semua lensa cocok dipasang buat kamera full frame

Ini yang penting bagi yang mempertimbangkan untuk membeli kamera full frame. Gak semua lensa kompatibel, ini dikarenakan banyak produsen lensa membuat lensa yang berukuran lebih kecil dan di optimalkan untuk kamera crop. Sebaliknya, semua lensa yang bisa dipakai di kamera full frame, bisa dipakai di kamera crop frame.

Contoh lensa yang tidak kompatibel antara lain Canon EF-S, Nikon DX, Tamron Dii, Sigma DC

4. Depth of field atau kedalaman fokus

Karena ukuran sensor lebih besar, makin tipis kedalaman fokus dibandingkan dengan kamera crop. Contoh, lensa dengan bukaan f/1.4 bila digunakan di full frame seperti lensa f/1 (Di dapat dari 1.4 dibagi crop faktor kamera misalnya 1.5 untuk kamera Nikon) bila dipakai di kamera crop sensor.  [ Baca juga Memahami Bukaan ]

5. Lebih rentan blur*

Saya pernah baca artikel yang mengatakan bahwa kamera bersensor besar sedikit lebih rentan blur bila kamera goyang. Ini mungkin ada benarnya. Akibatnya, kita perlu menaikkan shutter speed lebih tinggi untuk mengkompensasikannya. [ Baca juga Supaya foto tidak blur ]

6. Harga

Karena untuk membuat sensor berukuran besar mahal, dan tidak diproduksi se-massal sensor crop, maka kamera full frame juga lebih mahal banyak daripada kamera crop. Kamera baru setidaknya berharga 20-30 juta. Ada juga yang mencapai 70 juta, sedangkan kamera crop baru bisa dibeli dengan harga mulai dari sekitar 4 – 5 jutaan.

Demikian perbedaan-perbedaan utama kamera full frame dan non-full frame. Tentunya kita bisa menemukan perbedaan-perbedaan lain seperti perbedaan fitur dan teknologi yang dipakai. Kadang teknologi yang dipakai di kamera crop frame lebih canggih daripada kamera full frame, contohnya Canon 7D dan Canon 5D mark II. Untuk menentukan kamera yang paling cocok untuk Anda, tentunya harus memahami perbedaan tersebut sehingga tidak membuang duit sia-sia.

Contoh kamera full frame: Canon 5D mark II, Nikon D700, Nikon D3, Sony A900. Contoh kamera crop sensor: Canon 350D – 550D, Canon 40D, 50D, 7D, Nikon D3000, D5000, D90, Pentax kx, k20d, Olympus E-3, E-620, Sony A200 – A700 dan lain lain.

*belum ada riset yang pasti.

{ 22 comments… read them below or add one }

abi koeshardadi May 14, 2010 at 9:45 pm

terima kasih infonya secara teknis tentang kamera full frame..

tapi bukannya kamera full frame ini justru lebih mendekati dengan aturan fotografi yang ada pada jenis analog (seluloid)..?

trims..

Enche May 14, 2010 at 10:33 pm

sama aja kok, bedanya full frame dan crop frame di digital kamera SLR cuma dari angka jangkauan lensanya aja. Ini disebabkan karena kamera digital yang ada mengunakan sensor yang berukuran lebih kecil.

Misalnya: lensa 50mm menjadi lensa 75mm (Nikon) atau 80mm (Canon).

Kalau mau cari lensa yang ekuivalen dengan 50mm di kamera digital crop frame, tinggal dibagi aja. Misalnya 50 / 1.5 = 33mm (dibulatkan menjadi 35mm).

andisw May 16, 2010 at 7:49 am

ikut kasi komen ya:
1. noise bersih di high iso lebih karna teknologi bukan karna sensor besar.
buktinya kamera2 sensor APS yang generasi baru ini noisenya bisa lebih bersih dari fullframe generasi lama misal canon 5D.
2. salah satu efek negatif sensor fullframe 35mm adalah lebih rentan vignet karna cahaya masuk yang jatuh di tepi sensor posisinya miring terhadap sensor; berbeda dengan sensor yg ukurannya lebih kecil (APS atau 4/3) sehingga cahaya masuk yang jatuh di tepi sensor lebih tegak lurus terhadap sensor.
Correct Me If I’m Wrong :) salam fotografi.

Enche May 16, 2010 at 9:24 am

andisw: yup,
1. teknologi juga ikut berperan, tapi kalau generasi teknologinya sama, tentunya ukuran yang berpengaruh.
2. betul lagi, makanya lensa yang di desain untuk sensor yang lebih kecil kalau dipakai di lensa full frame vignette nya parah. Tapi kalau pakai lensa khusus full frame mestinya vignette bukan masalah lagi.

tanuwede May 19, 2010 at 9:10 pm

mungkin bisa lebih diterangkan lagi di seri lensanya. misalnya lensa canon seri EF-S,,EF dan seri L. Apakah pengaruhnya ?

Lukas May 26, 2010 at 4:45 pm

Lebih tepat kalau dikatakan kamera full frame lebih rentan terhadap terjadinya “light fall of”

Hal ini dikarenakan Kamera full frame menggunakan seluruh permukaan dari lensa, sedangkan kamera DX hanya menggunakan bagian tengah daerah lensa atau lebih sering di sebut sweet spot.

Pada umumnya bagian pinggir dari lensa adalah bagian yang “terjelek’ dimana sinar yang masuk tidak jatuh tegak lurus terhadap sensor/miring sehingga terjadilah light fall of yang secara kasat mata efeknya menyerupai vignett.

Vignett dan light fall of secara kasat mata mirip, tetapi proses terjadinya berlainan. Ini adalah salah satu alasan kamera full frame menuntut kualitas lensa yang mumpuni.

CMIIW
Wassalam

Enche May 26, 2010 at 6:04 pm

Terima kasih untuk masukannya Pak Lukas.

kyat June 1, 2010 at 11:19 pm

Camera saku, biasanya tidak ditulis crop factornya tetapi tertulis ukuran sensornya misalnya = 1/2.33 inc.
Ini termasuk dalam kategori crop factor berapa ya ?

Enche June 1, 2010 at 11:56 pm

sekitar 5.4 X

marisa June 4, 2010 at 11:21 pm

Kalau canon 450D masuk full frame atau crop sensor ? thanks regards.

Enche June 5, 2010 at 12:46 am

krop

harry June 21, 2010 at 3:10 am

Salam mas enche, kamera Leica DSLR dimulai dari seri apa? Saya baca info diinternet dijual kamera leica dari R5 – R8, ada juga seri M. sebenarnya kelebihan kamera leica dibanding dg DSLR skrg apa mas? Ampe masi bny kamera film leica yg masi dijual dipasaran?

Enche June 21, 2010 at 6:09 am

Soal kelebihan kekurangannya, kebetulan saya pernah mengulasnya di blog teman saya. Silahkan membaca :) Soal kamera di pasaran saya sendiri kurang tau.

imam ugie July 23, 2010 at 1:19 pm

Salam knal mas…..?
Mas nek q bely yg 5 D pake Lensa canon yg non L seris 28-135 hasil ktajamannya bda jauh nda ma yang L seris,Y?
Trs hasil lensa 28-135 ma yang 28-200 enakan plih yang Mana mas?
q pengen pilih yang biar irit Dsaku 28-200 sayangnya lhom IS Trus takute barangx efek Distorsinya terlalu Tinggi.
soalnya ku pake Nikon D80 lensa kit 18-135 lumayan efek distorsinya walopun kadang sudah kategori normal 50 mm,
tolong jelaskan Mas?

Enche July 23, 2010 at 1:24 pm

28-135mm kualitasnya beda cukup jauh ama yang L series. Soal 28-200mm saya kurang info tuh, mungkin kurang baik dibanding 28-135mm.

imam ugie July 24, 2010 at 8:00 pm

Beda jauh dari fisik & hasil jg ymas?

Enche July 24, 2010 at 9:12 pm

Lumayan jauh

Ganjar August 15, 2010 at 7:57 am

Dari uraian no. 2 di atas saya bisa menarik kesimpulan: jika kita mempunyai kamera crop frame misalnya EOS 550D yang menggunakan lensa EF-S17-85mm F4-5.6 IS USM sama saja dengan menggunakan lensa EF28-135mm F3.5-5.6 IS USM karena faktor pengali 1.6x dan sebaliknya jika camera crop frame dipasang lensa EF28-135mm F3.5-5.6 IS USM sama saja dengan menggunakan lensa EF-S17-85mm F4-5.6 IS USM. Benar atau tidak ya mas enche kesimpulan saya itu?

Enche August 15, 2010 at 10:17 am

yang pertama betul, yang kedua, kalau pasang 28-135mm itu bukan jadi 17-85mm, melainkan jadi 49-216mm (karena di kali 1.6).

wushhh September 2, 2010 at 1:06 am

kalau nikon D300 full frame ya.??

Enche September 2, 2010 at 10:52 am

gak tuh?

vai September 3, 2010 at 12:30 am

D300 mah crop yg full d700…

Leave a Comment

Previous post: Gaya fotografi

Next post: Mengapa saya menyukai lensa lebar