Definisi foto fotojurnalistik

by Enche on June 3, 2010

Aurora Photos, agen foto yang berspesialisasi menjual foto petualangan, gaya hidup, olahraga, travel, budaya dan jurnalistik mendefinisikan foto mana yang termasuk fotojurnalistik dan mana yang bukan. Definisi ini sangat membantu membedakan fotografer yang bergaya fotojurnalistik, dan yang bukan karena di era digital ini, banyak sekali foto yang telah dimanipulasi di piranti lunak pengolah foto.

Definisi foto fotojurnalistik

  1. Foto yang merepresentasikan kenyataan yang terjadi saat foto dibuat.
  2. Potret orang di lingkungannya. Tidak ada manipulasi digital, dan subjek bukan model dan tidak dibayar atau diberikan imbalan dalam pembuatan foto.
  3. Foto yang di stel secara digital, namun tidak berlebihan. Penyetelan terangnya atau kontras foto tidak mengubah kenyataan di lapangan. Mempertajam foto diperbolehkan asal tidak berlebihan.
  4. Manipulasi foto diperbolehkan sebatas membersihkan debu atau goretan di foto akibat scan.
  5. Membuat foto panorama dengan menggabungkan beberapa foto menjadi satu.
  6. Foto hitam putih yang tidak diberi warna.

Apa yang bukan fotojurnalistik

  1. Secara digital mengubah subjek foto misalnya mengubah bentuk subjek, menghapus cacat pada wajah seperti jerawat, kotoran, dan  lain lain.
  2. Menggabungkan dua foto ata lebih dalam satu foto.
  3. Manipulasi foto baik warna, keterangan, kontras, saturasi yang mengubah realitas yang dilihat fotografer atau orang lain yang hadir saat foto diambil.
  4. Subjek merupakan model yang dibayar atau diberi imbalan untuk partisipasi mereka untuk diambil fotonya.
  5. Foto yang terlihat candid tapi ada elemen-elemen dimana subjek diposisikan secara khusus oleh fotografer.
  6. Foto dimana subjek memakai pakaian, peralatan atau aksesoris yang disediakan fotografer.

Via APhoto Editor

{ 14 comments… read them below or add one }

UQI June 3, 2010 at 1:01 pm

Nice info…cuman bingung poin 6..”foto hitam putih yang tidak diberi warna” bukannya hitam dan putih itu warna? hihihihihi….just joke!!

reza juanda rizki June 15, 2010 at 6:09 am

thank’s yapz wat info ny

Made@bali luxury villas June 24, 2010 at 3:36 am

aku pemula di fotografi. lagi nyari banyak ilmu nie. thanks ya infonya

Akbar RH. P August 29, 2010 at 1:20 am

Definisi foto fotojurnalistik
3. Foto yang di stel secara digital, namun tidak berlebihan. Penyetelan terangnya atau kontras foto tidak mengubah kenyataan di lapangan. Mempertajam foto diperbolehkan asal tidak berlebihan.

Apa yang bukan fotojurnalistik
3. Manipulasi foto baik warna, keterangan, kontras, saturasi yang mengubah realitas yang dilihat fotografer atau orang lain yang hadir saat foto diambil.

dalam kata diatas terdapat persamaan yaitu pengaturan kontras, tetapi kok satu diperbolehkan dalam jurnalistik dan yang satu tidak…mungkinkah saya dapat mengetahui apa alasannya? saya masih belajar dan masuk dalam fotografi…:) terimakasih

Enche August 29, 2010 at 1:26 am

kuncinya kalau mengubah kenyataan/realitas yang ada itu bukan. Jadi kalau misalnya keadaan di lapangan sebenarnya mendung, tapi di stel jadi kelihatan cerah, nah yg ini yg udah mengubah realitas.

FIVBRI September 9, 2010 at 10:12 pm

LALU BAGAIMANA MANA DENGAN KODE ETIK JURNALIST ITU SENDIRI?

elang November 23, 2010 at 2:57 pm

Mohon masukannya. Saya pemula di bidang fotografi dan otodidak. Saya tertarik dengan artikel Anda ini. Yang ingin saya tanyakan adalah Anda mengutarakan bahwa foto jurnalistik tidak membayar orang dalam pembuatan foto. Nah kebetulan saya mempunyai pengalaman dua kali malah hendak memotret seorang nenek penjual bunga tabur, dia malah marah-marah. Dia mengatakan kalo mau motret ak mbayar disik (dalam bahasa Jawa yang artinya kalau mau motret saya bayar dulu). Sampai saat ini saya masih bingung haruskah saya mbayar apabila menemui kejadian serupa atau saya kembali mengambil gambar secara diam-diam. Atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Enche November 23, 2010 at 4:38 pm

Kalau membayar itu menurut saya bukan fotojurnalisme lagi, tapi mungkin lebih ke arah human interest atau foto potret dokumentari.

Apakah sebaiknya membayar, itu terserah si, gak perlu terlalu kaku juga terutama bila subjeknya memang menarik.

flybynight January 11, 2011 at 7:41 am

hitam dan putih bukan warna. hitam dan putih adalah cahaya. :)

dwi aji January 13, 2011 at 10:39 pm

mohon pencerahannya mas

saya berniat membeli kamera, tapi masih mempertimbangkan modelnya
mana yg lebih baik antara nikon D7000 dengan Canon 7D?
mohon dijelaskan kelebihannya?

penggunaannya untuk jurnalistik olahraga

Enche January 15, 2011 at 8:27 am

Canon 7D masih lebih baik, dari segi antar muka, kecepatan / respon kamera, dan auto fokusnya lebih cepat. Meski demikian, D7000 juga punya keunggulan, seperti menerima dua kartu memory (SD), kualitas foto yang sedikit lebih baik di ISO tinggi, dan juga lebih kecil dan ringan.

Naf January 23, 2011 at 10:16 am

Saya Fotografer Freelance. Lebih prefer motret event (BUKAN WEDDING). Jenis Fotografi apa yg tepat utk saya?? Setau saya, bukan potret/human interest/jurnalistik

Enche January 25, 2011 at 3:15 am

Mungkin dokumenter?

laksa March 7, 2011 at 6:36 am

izin copas om : )

Leave a Comment

Previous post: Etika Fotografer

Next post: Beda kamera canggih dengan pemula