≡ Menu

Siapa bilang kamera saku tidak bisa untuk low light dan action photography?

Banyak menyangka bahwa kamera saku itu payah untuk fotografi di tempat yang gelap dan apalagi sudah gelap lalu subjek foto bergerak-gerak seperti pertunjukan tari. Saya pun tadinya menyangka demikian. Kemarin saya diundang untuk menghadiri acara seni budaya tiongkok, dan sepertinya merukapan suatu acara yang menarik karena kehadiran penyanyi dan grup tari kelas atas di negeri tiongkok.

Tapi hari itu saya malas membawa kamera DSLR, tentunya karena ukuran dan berat. Saya lalu membawa kamera saku terpercaya, Panasonic Lumix LX3. Saya pikir ya kalau foto-fotonya nanti jelek gak apa apa yang penting bisa menikmati acaranya.

Namun hasil yang saya lihat setelah saya memindahkan foto-foto tersebut ke komputer sungguh lumayan. Inilah pendapat dan tips saya mengenai perbedaan mengunakan kamera saku atau DSLR saat foto di tempat gelap dan action photography.

Perbedaan kamera saku dan kamera DSLR

Panasonic LX3 yang terpercaya

Panasonic LX3 yang terpercaya

Perbedaan utama yang saya rasakan tentunya pertama-tama adalah ukuran dan berat. Kamera saku jauh lebih kecil dan ringan daripada kamera DSLR dengan lensanya. Dengan ukurannya yang kecil, tidak menarik perhatian orang lain. Selain itu, kalau saya memakai kamera DSLR sering sekali saya memikirkan untuk mengganti lensa, sedangkan kalau memakai kamera saku, lensanya sudah fix ga bisa diganti jadi saya tinggal fokus untuk mengambil foto saja.

Karena sensor kamera saku yang kecil, kedalaman ruang menjadi besar, sehingga semua subjek dalam foto menjadi fokus dari ujung ke ujung meskipun bukaan yang dipakai besar. Hal ini tidak selalu demikian pada kamera DSLR. Sering kali yang didapat adalah subjek yang di fokus jelas, sedangkan yang menjauh dari subjek menjadi sedikit kabur. Seberapa besar kaburnya tergantung pada bukaan lensa yang dipakai.

Tentunya ada juga beberapa kekurangan kamera saku dalam foto jenis ini yaitu batere lebih cepat habis karena kamera saku memiliki batere yang berkapasitas kecil yang kira-kira hanya bisa foto sebanyak kurang lebih 100 foto saja (full charge). Sedangkan DSLR bisa sampai 300-400 foto sekali charge.

Selain itu, kamera saku juga tidak bisa menyaingi kualitas foto kamera DSLR dalam hal kualitas warna, pengendalian noise (bintik-bintik) pada foto di ISO tinggi. Namun, bila kebutuhan foto adalah untuk web ataupun cetak dalam ukuran kecil, sebenarnya agak susah membedakan foto yang diambil oleh kamera saku atau kamera DSLR.

Tips dalam mengunakan kamera saku

Gunakan mode manual supaya pencahayaan lebih optimal karena di foto sebuah pertunjukan seni, sering sekali kamera gagal menentukan setting bukaan dan kecepatan rana yang optimal. Biasanya foto akan menjadi terlalu terang sehingga muka orang menjadi putih semua. Bagi yang memakai kamera saku yang tidak memiliki mode manual, manfaatkan fungsi kompensasi eksposur.

Jangan aktifkan lampu kilat (flash) baik memakai kamera digital atau DSLR, karena hanya akan mengganggu performer dan juga penonton yang lain. Yang tidak kalah penting adalah penggunaan lampu kilat bisa menghilangkan suasana pertunjukan dan seni pencahayaan yang di desain khusus.

Bila memakai flash, suasana pencahayaan seperti ini tidak akan terekam

Bila memakai flash, suasana pencahayaan seperti ini tidak akan terekam

Timing saat menjepret sangat penting untuk membuat foto yang optimal. Kecepatan auto fokus kamera saku biasanya lebih lambat dari kamera DSLR, oleh sebab itu, pre-fokus akan sangat membantu. Arti pre-fokus adalah memencet setengah dari tombol jepret (shutter) dan kemudian tekan sampai penuh saat defining moment (saat-saat menentukan) itu tiba.

Setting shutter speed (kecepatan rana) sesuai kondisi juga penting. Shutter speed menentukan banyaknya cahaya yang masuk ke kamera, dan juga merekam efek gerakan. Kalau ingin menangkap efek gerak, maka gunakan shutter speed rendah, seperti 1/4 detik, tapi kalau ingin membekukan foto, pakai shutter speed relatif cepat, seperti 1/100 detik atau lebih cepat lagi.

Untuk merekam efek gerakan kipas, saya mengunakan shutter speed lambat (1/4 detik)

Untuk merekam efek gerakan kipas, saya mengunakan shutter speed lambat (1/4 detik)

Karena lensa kamera saku biasanya tidak bisa zoom begitu jauh dan meskipun bisa jauh, biasanya bukaan maksimalnya kecil (akibatnya kualitas foto menurun terutama di kondisi ruangan yang gelap). Maka sebaiknya mengambil foto dari jarak yang dekat. Maka itu jangan sias-siakan apabila Anda berkesempatan untuk duduk di deret paling depan.

Yang terakhir adalah jangan takut menggunakan ISO tinggi bila memang diperlukan untuk meningkatkan shutter speed. Meski akan banyak bintik-bintik pada hasil akhir foto, tapi jangan kuatir karena hal ini menambah efek artistik foto atau bisa di muluskan saat post-processing melalui software pengolah foto. Lebih baik menangkap momen daripada takut foto banyak noise.

Oke, demikian pengalaman dan tips saya tentang memakai kamera saku untuk foto action photography, semoga bisa bermanfaat. Dibawah ini contoh foto-foto di acara serupa.

Mongolian bowl dance

Kamera saku berlensa lebar memungkinkan untuk merekam semua penari di atas pentas.

Mongolian dance

Pose ini hanya berthan 1-2 detik, jadi antipasi yang baik dibutuhkan

a Lu A Zhou

Jangan lupa memutar kamera Anda apabila adegan lebih pas di ambil dengan orientasi vertikal

Dari penari yang paling depan sampai yang paling belakang, semuanya tajam. Hal ini karena kedalaman ruang kamera saku yang 7-8 kali lebih daripada kamera DSLR meski lensa yang dipakai berbukaan besar..

Dari penari yang paling depan sampai yang paling belakang, semuanya tajam. Hal ini karena kedalaman ruang kamera saku yang 7-8 kali lebih daripada kamera DSLR meskipun lensa yang dipakai berbukaan besar..

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram: enchetjin

{ 57 comments… add one }
  • risal June 24, 2016, 10:47 am

    koh mnta rekomendasi nya kamera pocket budget 2 jutaan

  • anjar April 24, 2016, 8:41 pm

    bang enche, minta info rekomendasi servis kamera dong.
    Kronologi :
    Kamera ( canon kissx5 ) saya mungkin bisa dibilang versi lain dari 600d, dipinjam adik sya ke Ciater (subang) untuk pengambilan tugas kuliah, awal nya saya ga tau bahwa kamera itu lembab mungkin karna kena gerimis disana, ternyata pda saat sya pakai itu mati total, batre sudah full di charge tetap ga respon, lalu sya ke mangga2 cari tukang servis, setelah 1bulan lebih tidak menghasilkan apa2 karna kata teknisinya sparepart untuk power shutter nya ga cocok dgn 600d, mungkin bang enche punya rekan yang bisa servis kamera sya.
    terima kasih.

  • mey April 1, 2014, 10:05 pm

    Dengan Canon ixus 225 hs bgus mn??
    Bth recommend camera saku yg yg bgus thanks

  • ant2 January 20, 2012, 12:40 am

    ada recomment g nie kamera saku tercepat shutternya dengan budget termurah di kelasnya….makaci…:)
    “Lebih baik menangkap momen daripada takut foto banyak noise…setuju….!!!” b(^.)d

  • Abbas Kiarostami December 26, 2011, 7:31 am

    mmmm cara mengatur shutter speed pada kamera saku itu bagaimana ya??
    karena saya juga pemula mohon pencerahannya

    • Enche December 26, 2011, 10:25 pm

      @Abbas gak semua kamera saku bisa diatur shutter speednya, biasanya otomatis.

  • hendi March 30, 2011, 7:52 am

    salam kenal buat mas enche. saya memiliki eos D1000. auto fokus tiba2 gak befungsi. biasanya kalo pke auto fokus, lensa akan mncari titik fokus scra otomatis. namun krna kmngkinan rusak, kira-ira bisakah di servis, dan brapa kira2 biayanya…?? sya hanya mnggunakan lensa stndar. trimakasih sblumnya .

    • Enche March 30, 2011, 12:57 pm

      Salam kenal juga, Kalau di Jakarta saya kebetulan kenal seseorang yang mungkin bisa bantu. Dia spesialis betulin kamera digital dan sparepartnya import langsung. Saya kenal dia karena sebelahan dengan tempat kursus fotografi saya. namanya Denish 081218399875. Kalau kontek, jangan lupa kasi tau dari infofotografi ya 🙂

  • roy March 30, 2011, 7:46 am

    trmikasih atas saran dan informasinya..ini sangat brguna sekali…

  • ruth madeleine March 24, 2011, 8:36 am

    kalo pake panasonic LX2 cara ngatur auto fokusnya gimana ? udah bisa tapi harus di deketin. kalo dari kejahuan gimana caranya ? thx 🙂

    • Enche March 24, 2011, 11:21 am

      wah saya kurang tau juga bagaimana ya. Coba cari di buku manual bagian auto fokus

  • tofik March 9, 2011, 3:55 am

    Oke mas mksh infonya,sukses sll……

  • tofik March 9, 2011, 3:32 am

    Artinya tidak bisa menghasilkan gambar sebagus itu?

    • Enche March 9, 2011, 3:47 am

      Artinya lebih sulit dan hasil foto tidak sehalus yang diatas (bila kondisi pencahayannya sama).

  • tofik March 9, 2011, 2:59 am

    Salam kenal mas ence,artikelnya sangat membantu saya yg baru saja mau belajar fotogarafi,saya baru membeli kamera saku Canon IXUS 1000 Hs apakah kamera itu sekelas dg kamera yg digunakan mas ence waktu mengambil gambar2 diatas..?tks sebelumnya..

    • Enche March 9, 2011, 3:11 am

      IXUS 1000 tidak sekelas pak tofik.

  • roy March 7, 2011, 2:03 am

    TULUNG..TULUUUNG…..
    slam kenal bwt mas Enche dan kwan-kwan yg lainnya. saya pngn beli kamera eos 1000D. tp stelah saya liat punya temen, kalo di pake bwt photo, knpa hasilnya bnyak yg ngeblur…??
    apaka alat yg dia pake ada sdikit mslah/ krusakan, atw kira-kira cara penggunannya yg dia kurang faham..?
    kira-kira apa pnyebab blur nya…?
    apakah lensa itu msti di servis scara berkala,atw hanay stelah ada kruskan saja…? tp tntu kalo di bersihkan hrus scra rutin.
    apakah fungsi ISO,..?
    sya sangat mhon pnjelsannya dri mas Enche. sblumnya sya ucpakan trimakasih.
    TULUNG YA MAS…
    T.T

  • roy March 7, 2011, 1:35 am

    slam kenal bwt mas Enche dan kwan-kwan yg lainnya. saya pngn beli kamera eos 1000D. tp stelah saya liat punya temen, kalo di pake bwt photo, knpa hasilnya bnyak yg ngeblur…??
    apaka alat yg dia pake ada sdikit mslah/ krusakan, atw kira-kira cara penggunannya yg dia kurang faham..?
    kira-kira apa pnyebab blur nya…?
    apakah lensa itu msti di servis scara berkala,atw hanay stelah ada kruskan saja…? tp tntu kalo di bersihkan hrus scra rutin.
    apakah fungsi ISO,..?
    sya sangat mhon pnjelsannya dri mas Enche. sblumnya sya ucpakan trimakasih…

    • Enche March 7, 2011, 2:08 am

      Banyak yang blur bukan disebabkan oleh kamera, tapi yang perlu diperhatikan adalah teknik dasar pemahaman fotografi. Coba baca artikel Supaya foto tidak blur. Mudah-mudahan jadi jelas.

      Lensa sebaiknya dibersihkan dan di simpan di suhu yang tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, tidak terlalu lembab, amannya disimpan di dry box.

      Fungsi ISO bisa dibaca di mengenal iso/asa lebih jauh.

  • abie February 23, 2011, 7:59 am

    awesome i agree !!!

  • Iswanda February 11, 2011, 7:04 am

    Makasih Mas Enche.. Saya sebagai pemula sangat bersyukur masih ada yang mo sharing soal fotografi. Apalagi buat para amatiran. Basic banget.. Saya merasa terbantu dengan adanya Blog ini.. Belajar dan belajar.. Semangat 🙂

  • ajengp February 4, 2011, 7:33 am

    Lumix LX3 bukannya udah kelas prosumer ya? bukan pocket lagi.

    warnanya memang tajam…saya punya yg LX5..tp belum maksimal banget di gunakan…dudududu…hehehe

    • Enche February 5, 2011, 12:51 pm

      LX5 mirip sama LX3, masih termasuk kamera saku karena sensornya kecil dibanding DSLR, tapi memang lebih canggih dari kamera saku biasa 🙂

  • Violet January 10, 2011, 2:11 am

    Ko Enche.. aq pake Olympus Mju 1010..apa bisa menghasilkan gambar spt yg Ko Enche dapet??

    • Enche January 13, 2011, 1:28 am

      Agak sulit, dan mungkin kualitas fotonya sedikit dibawah kamera Panasonic LX3.

  • oni January 6, 2011, 12:51 am

    ane pake sony DSC-W310, tapi gak nemu setting buat bukaan sama speed-nya, yang ada cuma ISO sama EV and WB saja. Mohon pencerahannya ya? Mau beli yang DSLR masih belum ada dananya…….:-). Thanks.

    • Enche January 6, 2011, 4:59 am

      Sepertinya memang ga bisa si setting manual bukaan dan shutter speednya di kamera itu.

  • raja January 2, 2011, 10:28 am

    mas enhce,gemana pendapat mas enche untuk kamera canon eos 1000d?

  • Ucok siregar December 25, 2010, 3:19 pm

    Mohon tips mngatasi nois pd iso tinggi. Makasi

  • uswatun hasanah December 11, 2010, 9:35 am

    Artikel yang sangat menarik, kadang saya suka berkecil hati karena kamera saya cuma 4 mp, tapi dari tulisan ini akhrinya terpikir lagi kenapa tidak dicoba dulu, buktikan bahwa 4mp bisa moto bagus
    sekali lagi terima kasih 🙂

  • raja December 8, 2010, 10:09 am

    Saya menggunakan camera Nikon D80 dengan lensa 18 – 135mm f/3.5- 5.6. Tulisan diatas sangat bagus untuk menambah ilmu fotografi digital. Apa bisa disebutkan secara spesifik type ukuran dari beberapa merk seperti Nikon atau Canon. Terima kasih

  • ican November 29, 2010, 5:46 pm

    smua camera bagus koq trgantung orang yg megang
    klo dia pndai ngatur nya picture bsa jdi kren.
    jngan takut rusak camera otak atik aja,
    ntu yg buat kita jdi tau klebihan ato kelemahan camera trsebut.

  • Ricky November 27, 2010, 1:28 am

    kalo pake sony DSC-W320 gmana ??

    • Enche November 28, 2010, 3:35 am

      Agak sulit

  • Ricky November 27, 2010, 1:27 am

    Kalo Sony DSC-W320 gmana ???

  • santo November 24, 2010, 11:12 pm

    mas, kalo kamera low end yang bisa mode manual dari ser berapa aja ya??
    sony seri berapa??
    kalo panasonic??
    ato nikon??
    kalo canon emang ada manualnya untuk poket seri menengah ke atas..

  • uungferi November 18, 2010, 4:14 am

    wahhhh,…. setubuhhhh pak,….. thanks share nya

  • Ar__dhy November 11, 2010, 4:32 am

    Berapa tu harga kamera sakunya Om Enche,,, ^_^

    • Enche November 11, 2010, 7:14 am

      sekitar 3.5 juta

  • Aris November 10, 2010, 2:51 am

    bener2 gak nyangka kalo kamera saku bisa sebagus ini.

  • novie noviet November 7, 2010, 10:31 pm

    thanks fr the TIPS…

  • andro November 5, 2010, 1:07 am

    mas enche…sy jg pake LX3. tp sejak beli blm tau car menggunakandgn maximal. bisa minta tips@nya mas? slm ini cm pake IA terus…krn ga tau pake menu yang lain. hehehe
    trims seblumnya.

    • Enche November 7, 2010, 10:59 pm

      Harus pahami dulu basic fotografi, seperti artikel segitiga emas ini

  • Asop November 2, 2010, 1:22 am

    Kira2 tanpa tripod apakah bisa mendapatkan foto sebagus itu? 🙂

    • Enche November 2, 2010, 3:50 am

      Saya gak pakai tripod kok untuk semua foto diatas

  • wendy November 1, 2010, 10:37 pm

    saya pake kamera saku PENTAX Optio A10 , sebaiknya setting gimana untuk foto objek tdk bergerak (utk keperluan website ) di ruangan yg pencahayaannya kurang. Terutama foto objek metal (mengkilap) .

    Salam,
    wendy

    • Enche November 1, 2010, 11:54 pm

      Ada tripod gak? sebaiknya mengunakan tripod untuk mencegah blur. Lalu jangan pakai flash atau hindari menyinari bagian metal dengan lampu secara langsung karena akan ada refleksi/pantulan. Gunakan sumber cahaya yang besar/menyebar.

  • mharywa October 30, 2010, 3:39 am

    reeya said
    “ehmm…nanya dong…gimana mengatur shutter speed di kamera pocket?? saya pake canon powershot A110 IS. hehehe…blm nemu nih cara atur shutter speednya meski uda setting di manual..
    thx”

    pertama kamu putar tombol putar di atas kamera ke posisi M, kemudian di layar akan muncul angka speed (mis. 1/30) dan bukaan (mis F2.6) untuk merubah angka2 tsb. gunakan tombol ke kanan dan ke kiri pada pad di sebelah kanan layar. untuk berpindah2 ke pengaturan bukaan (aperture) dan ke shut speed, pencet tombol yg ada simbol +/- nya. selamat mencoba.

  • Rama October 27, 2010, 1:01 pm

    bagaimana caranya ya mengambil gambar2 spt di atas? Mengambil foto tanpa flash dg kamera saku dikondisi low light biasanya memerlukan shutter speed yg lambat. Kalau tidak menggunakan tripod akan kemungkinan untuk goyang cukup besar. Tp kl bawa kamera saku + tripod, ya rada aneh… 🙂

    • Enche October 27, 2010, 1:38 pm

      Seperti yang ditulis diatas, pakai ISO tinggi dan zoomnya yang agak lebar sehingga bukaan diafragmanya bisa maksimal.

  • warra October 25, 2010, 8:07 am

    ya….lumix lx3, memang bisa diandalkan, terbukti………………………

  • Lina October 25, 2010, 8:05 am

    Tergantung siapa yg pegang kameranya, klo ditangan masternya pastinya hasilnya bagus, ya ga? :)) soalnya aku g akan bisa seperti yg Enche lakukan pastinya :((

    • Enche October 25, 2010, 12:56 pm

      bisa dong kalo memang memahami bener dan rajin berlatih hehe

  • reeya October 25, 2010, 4:49 am

    ehmm…nanya dong…gimana mengatur shutter speed di kamera pocket?? saya pake canon powershot A110 IS. hehehe…blm nemu nih cara atur shutter speednya meski uda setting di manual..
    thx

    • Enche October 25, 2010, 12:55 pm

      ga bisa set manual kalau kamera itu, tapi bisa memanfaatkan spot metering dan kompensasi ekposur.

  • tukangpoto October 25, 2010, 4:09 am

    Pastinya kamera sakunya harus memiliki spesifikasi khusus untuk bisa menghasilkan foto-foto seperti di atas..:)

Leave a Comment