Bagaimana cara menjadi fotografer profesional

by Enche on November 30, 2010

Bagi yang hobi fotografi, tentunya kadang berpikir bagaimana memanfaatkan hobi dan ketrampilan foto ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan, bahkan ada yang bercita-cita ingin menjadi fotografer profesional.

Apa saja sih yang dibutuhkan untuk menjadi fotografer profesional?

SEBAGAI FOTOGRAFER

Setiap usaha perlu modal, tak terkecuali menjadi fotografer profesional. Pertama-tama kita perlu alat foto. Alat foto bisa berarti kamera lensa, dan aksesoris lain yang mendukung. Karena jenis fotografi dan gaya tiap orang cukup beragam, maka alat foto juga beragam.

Secara umum, semakin mahal kamera atau lensa, semakin baik performa dan kualitasnya. Maka dari itu, tentukan anggaran yang cukup untuk pembelian peralatan yang sesuai untuk jenis fotografi yang ditekuni. Tapi jangan mengeluarkan semua uang Anda untuk membeli yang paling canggih dan paling mahal, karena masih akan ada biaya yang tidak sedikit untuk menjalani bisnis fotografi.

Salah satu alternatif bagi yang anggarannya sedikit adalah dengan cara menyewa kamera dan lensa berdasarkan pekerjaan yang didapat.

Modal tidak berarti uang saja, tapi yang penting juga penguasaan teori, praktek, kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah. Peralatan yang bagus saja tidak menjamin bisa menghasilkan karya yang baik dan layak jual.

Memiliki peralatan yang sesuai dan menguasai pengunaan peralatan fotografi hanya 1/3 dari ketrampilan yang diperlukan untuk menjadi fotografer profesional yang sukses. Lalu, apa yang dibutuhkan lagi?

SEBAGAI MANAGER

Sebagai pemilik usaha fotografi, kita harus mempelajari dan menguasai aspek manajerial yang baik. Aspek manejerial antara lain seperti pembukuan/akuntansi, kontrol kualitas , organize jadwal dan juga masalah berkaitan dengan SDM bila memiliki pegawai.

Dengan memiliki sistem pembukuan yang baik, kita memiliki acuan apakah bisnis kita menghasilkan atau merugi, bagaimana posisi keuntungan dibanding dengan periode yang lampau. Dengan mendapatkan informasi ini, kita bisa merancang rencana kedepannya.

Selain itu, kualitas kontrol juga sangat penting tapi ini cukup sulit karena fotografi ini bersifat seni. Walaupun sulit, kita juga harus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas foto kita.

SEBAGAI ENTREPRENEUR (WIRAUSAHA)

Ketrampilan lain yang dibutuhkan yaitu kemampuan wirausaha. Ketrampilan wirausaha ini mencakupi kemampuan memiliki visi, kemampuan melihat peluang-peluang baru, dan kreatifitas di dalam pemasaran.

Bila salah satu pilar diatas tidak ada atau kurang, maka sulit bagi seorang fotografer untuk sukses di bisnis yang penuh persaingan ini. Tapi jangan terlalu kuatir bila Anda hanya punya salah satu dari keahlian diatas, Anda bisa mencari partner usaha yang bisa mengisi kekurangan Anda.

Pilihan lain adalah untuk mempelajari aspek lain yang kita belum kuasai. Contohnya bila menguasai aspek fotografer dengan baik, tapi tidak mengenal aspek manajerial dan wirausaha, kita bisa belajar aspek tersebut dari teman atau kuliah formal/informal.

Atau, bila Anda tidak memiliki dan tidak mau belajar, Anda bisa bekerja untuk pengusaha di bidang fotografi daripada membuka usaha sendiri tapi akhirnya rugi dan gagal.

Maka dari itu penting bagi tiap orang untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan diri. Setelah mengetahui, kita bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk diri kita.

Mudah-mudahan posting ini bisa memberikan info bagi pada para fotografer amatir yang ingin menjelajah ke wilayah bisnis foto.

{ 30 comments… read them below or add one }

Julius November 30, 2010 pukul 11:53 am

LIKE THIS!! Thx ya untuk posting nya

abhai ceqaz Desember 6, 2010 pukul 6:11 am

seperti biasa.., luar biasa.. :)

endri cahyo saputro Desember 13, 2010 pukul 1:22 am

dapet ilmu baru dari blog ini…
trims…

Muslih Desember 22, 2010 pukul 11:25 am

Mantap Infonya….
Terima kasih

dekieray Desember 25, 2010 pukul 11:50 am

It’s good i like…..

aini Januari 3, 2011 pukul 8:18 am

makasih infonya,,
jadi makin seneng ma dunia fotografi nehh,,,

Luki Hermanto Januari 9, 2011 pukul 9:55 am

kl aku simpulkan
fotografer profesional adalah fotografer yang menghargai dirinya (karya), waktu (manajemen) dan customer.
nice sharing ^_^

hence usman Maret 23, 2011 pukul 11:12 pm

makasih infonya,,,dapet ilmu baru dari blog ini…trims

novia Mei 13, 2011 pukul 11:27 pm

pengen deh jadi fotografer yang terkenal……

pengen banget

Efrata Juni 2, 2011 pukul 9:03 am

Saya punya rencana membuka usaha photo studio, pertanyaannya adalah: mana lebih baik membuka usaha tsb berdekatan dengan lokasi photo studio lain yg sdh terkenal tetapi jumlah konsumen cukup banyak utk diperebutkan atau membuka usaha di tempat yg blm ada usaha sejenis tetapi jumlah konsumen blm diketahui/blm jelas, tks

Enche Tjin Juni 2, 2011 pukul 11:09 am

Halo Efrata, tidak mengetahui jumlah konsumen adalah suatu malapetaka. Sebaiknya survei baik-baik lokasi tersebut. Bila memang jumlah konsumennya tidak banyak, lebih baik mencari lokasi yang konsumennya banyak.

Tentunya kita harus punya strategi dan taktik yang berbeda untuk bersaing dengan foto studio yang sudah ada.

rofiqoh September 15, 2011 pukul 10:36 pm

aku pengen jadi fotografer profesional…..
pengen banget….

sandra Maret 3, 2012 pukul 11:36 pm

makasih pengetahuannya tentang fotografer, ternyata gk segampang yang aku bayangkan, ada gk ya untuk anak” soalnya aku masih anak” hehe aku mau jadi fotografer cilik profesional.. aku udh ada kamera berlensa tp aku binggung kira” umur aku kan 11thn bisa gk ya jadi fotografer yg handal.

chaca April 5, 2012 pukul 9:10 pm

akuu pengen jadi fotografer yang sangat berguna bagi semua oranng :)

rere April 26, 2012 pukul 11:23 am

thank’s buat masukanya :)

maz farchan Mei 1, 2012 pukul 3:28 am

jika kita gak punya modal(uang) yg cukup,, beli kamerapun gak bisa trus gimana?

Enche Mei 1, 2012 pukul 3:32 am

@mac kerja dulu, cari uang :)

ahmad sayuti Mei 20, 2012 pukul 3:30 am

cara untuk memulai dari awal untuk bidang fotograpi darimana ya?
saya masih bingung harus dimulai darimana dan kemana arah kita ?

Enche Mei 20, 2012 pukul 11:00 am

@ahmad kalau Anda bingung, saya lebih bingung lagi hehee.. Mungkin mulai dari jenis fotografi yang disukai.

Iloeng Mei 31, 2012 pukul 12:01 pm

Mntap cuy.. Ntah kenapa belakangan ini aku pengen banget jadi fotograper. anak ku kalo kamera tergeletak, pasti dipakainya terus. ada bakat juga nih anak ku.

Indra Peryoga Juli 6, 2012 pukul 8:26 am

tipss nya oke juga nih, pengen bgt jadi seorang fotograper,, cuma belum punya kamera nya,,,
saya kan lulusan smk,, jurusan multimedia,, materi dan praktek masalah memotret udah di pelajari di sekolah jadi tinggal mengamalkan nya ajjja,,

Enche Juli 6, 2012 pukul 8:28 am

Semoga sukses!

Vee Juli 9, 2012 pukul 4:45 am

Good. Thanks buat caranya :)

reiya Agustus 16, 2012 pukul 1:55 pm

saya yang ingin jd pemula cukup tertarik..bagi para fotografer yg profesional boleh menghubungi saya untuk di beri masukan :) terimakasih banyak. CIIEPREIYA@YAHOO.COM

Khrisna Desember 3, 2012 pukul 9:14 am

great ! Pengen jd photographer, tp bingung gimana biar hasil jepretannya bagus :( aku juga masih 14th -.-

Alfi April 14, 2013 pukul 4:08 pm

trimakasih banyak :)

Alfi April 14, 2013 pukul 4:08 pm

alhamdulillah

NEUMA Juni 7, 2013 pukul 6:47 pm

pengen bangett jadi photographer :)

Agung Indra Juni 11, 2013 pukul 8:56 am

Waah, bener-bener artikel yang bermanfaat sekali..! saya ingin sekali menjadi seorang fotografer terkenal, tentunya sebelum menjadi terkenal harus profesional dulu kan? nah, gimana caranya supaya menjadi fotografer terkenal? bagaimana cara supaya karya kita dikenal orang dan tentu membawa nama kita nantinya?

Oya, satu lagi…klo bisa buat artikel mengenai “tips-tips sukses deal penawaran biaya foto wedding & pre wedding”. Saya sering mendapatkan inquary tapi jarang ada yang deal setelah saya tawarkan harga “sekian”, mereka malah menyatakan bahwa fotografer lain kok lebih murah?? dan akhirnya, mereka “hilang”.

Enche Juni 11, 2013 pukul 11:04 pm

@Agung oke, nanti saya tulis artikelnya ya hehe

Leave a Comment

{ 1 trackback }

Previous post:

Next post: