≡ Menu

8 kunci dalam perjalanan fotografi saya

Dari 2007 sampai 2011, saya merasakan banyak perkembangan dalam dunia fotografi saya. Dari banyak belajar, praktik, inilah 8 hal utama yang saya anggap penting untuk meningkatkan diri kita dan pada akhirnya, karya kita. Saya berharap saya mengetahui hal-hal ini di tahun-tahun awal saya belajar fotografi. Hal-hal tersebut adalah:

1. Belajar teori fotografi terlebih dahulu akan menghemat banyak waktu
Belajar fotografi sebaiknya diawali oleh mempelajari teori fotografi sebelum praktik. Meskipun seringkali kurang menyenangkan dan membosankan bagi sebagian orang, tapi belajar teori akan mempercepat proses belajar dan meningkatkan kualitas foto kita. Keuntungan utama dari menguasai teori adalah kita bisa “membuat” foto yang kita mau dan bisa membuat hasil yang serupa kapan saja kita inginkan. Belajar teori bisa didapat dengan berbagai cara, antara lain dengan membaca buku, menonton video, dan mengikuti kursus fotografi.

2. Alat itu bagus, tapi visi yang baik lebih bagus
Dulu saya menganggap bahwa alat yang mahal akan membuat hasil foto kita menjadi bagus. Memang benar alat fotografi seperti kamera dan lensa berkontribusi atas ketajaman gambar, keindahan warna dan detail. Tapi mengunakan alat fotografi yang terbaik saja tidak cukup untuk menghasilkan foto yang bagus. Komposisi gambar, kemampuan melihat dan memanipulasi cahaya, dan ilmu-ilmu lainnya masih sangat penting untuk di pelajari. Meski alat fotografi kita sederhana, tapi kita bisa menciptakan karya yang baik bila kita fokus dalam meningkatkan visi kreatif kita.

3. Ilmu fotografi bisa dipelajari dan dikuasai siapa saja
Fotografer yang berhasil membuat karya-karya besar dari kerja keras dan hasil belajar bertahun-tahun, bukan hanya sekedar bakat. Menurut Thomas Alva Edision, sukses berasal dari 1% inspirasi dan 99% dari kerja keras. Jadi jangan kuatir bila kita merasa tidak berbakat atau lamban dalam belajar fototografi. Bila memiliki kemauan belajar dan kerja keras kita bisa mencapai bahkan melampaui fotografer yang lebih sukses dari kita.

4. Kembangkan gaya fotografimu
Setiap orang memiliki kesukaan sendiri atas jenis fotografi. Ada yang mungkin suka fotojurnalisme / candid, ada yang suka fotografi hitam putih dan sebagainya. Bila apa yang kita sukai tidak sesuai tren yang ada, kadang kita menerima tekanan karena foto kita tidak begitu dihargai oleh masyarakat luas. Daripada mengubah gaya fotografi kita dan mengikuti tren yang ada, lebih baik bila mengembangkan kualitas dan gaya foto kita. Selain lebih menyenangkan, kita juga akan lebih cepat berkembang karena fokus ke hal yang kita sukai. [Baca Gaya fotografi]

5. Fotografi sebagai hobi dan karir itu berbeda
Hobi dan kerja adalah hal yang sangat berlainan. Bila kita menganggap fotografi sebagai hobi, maka kita tidak memiliki tuntutan untuk mendapatkan uang dari fotografi. Sebagai penghobi, kita juga tidak perlu mengurusi klien. Karena murni untuk kepuasan sendiri. karena tidak ada tuntutan ROI (return on investment), maka investasi sebesar apapun tidak menjadi masalah. Di lain pihak sebagai profesional, kita harus mempertimbangkan banyak hal. Dan sebagai pro, seringkali kerjaan utama kita bukan fotografi lagi, tapi lebih ke manajemen dan marketing. Oleh sebab itu, pertimbangkan matang-matang bila kita ingin mengubah hobi kita menjadi karir.

6. Lighting itu rumit, tapi penting untuk dipelajari
Pencahayaan itu penting untuk dipelajari, baik yang alami maupun buatan. Ketika saya masih pemula, saya menyepelekan lighting dan hanya mengandalkan kamera canggih dan lensa mahal. Tapi ternyata kedua hal tersebut tidak bisa menyelesaikan masalah saya. Foto foto saya semuanya biasa-biasa saja dan tidak setajam yang saya inginkan. Setelah belajar lighting, saya bisa mendapatkan foto yang lebih tajam dan bisa mengendalikan saturasi warna dan sifat cahaya dengan lebih baik. [Baca Beli lensa atau lampu kilat]

7. Foto subjek yang bagus
Meski fotografer yang ahli mampu membuat foto yang unik di lingkungan yang jelek atau lingkungan turis yang sudah sering di foto, hasil foto yang terbaik terjadi saat kita berada di depan lingkungan yang unik dan fotogenik. Demikian juga bila kita foto model/fashion. Model yang cantik dan pintar bergaya akan memudahkan kerja kita dan membuat hasil foto menjadi jauh lebih baik daripada orang biasa. Hal ini juga berlaku dalam foto still life, makanan dan sebagainya. Pemilihan makanan atau subjek foto yang bagus sangat penting dan sangat mempengaruhi hasil foto.

8. Berbagi
Setelah menguasai ilmu fotografi, ada baiknya kita berbagi melalui karya foto kita, mengajar, menulis, berbicara di seminar dan lain-lain. Sebagian besar orang enggan berbagi karena tidak melihat manfaatnya secara langsung, padahal dengan berbagi, kita akan menerima pahala yang besar.

Saya sendiri merasakan selama mengajar dan menulis blog, saya sering mendapatkan inspirasi dan ide-ide kreatif, selain itu saya terpacu untuk meningkatkan kualitas foto saya. Dari proses ini, saya juga mendapatkan banyak teman-teman baru yang sering membantu saya ketika saya menghadapi kesulitan. [Baca: Mengapa mengajar?]

Pantai Cermin, Sumut foto dibuat sebelum matahari terbit

Pantai Cermin, Sumut foto dibuat sebelum matahari terbit

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 28 comments… add one }
  • Medi July 30, 2019, 10:51 am

    Dalam seminggu, setidaknya saya ada membaca blog anda ko (3 thn terakhir), walaupun berulangkali (terutama ttg foto), baru sekarang saya memberanikan diri utk komen he he he
    Saya banyak belajar dari tulisan anda, sangat sangat bermanfaat
    Mungkin suatu saat, saya akan belajar ke anda langsung
    Tksh

  • Apriyadi setiawan September 16, 2015, 2:42 pm

    Koh saya mau tanya donk. Saya kan msh pemula , saya bingung mau beli canon 60d atau 750d . Tolong pencerahannya ya. Btw makasih atas artikel yang di atas. Akan saya coba terapkan ketika sudah membeli kamera 🙂

    • Enche Tjin September 17, 2015, 10:27 am

      Menurut saya, untuk pemula, lebih cocok Canon 750D, disana bisa belajar lebih sederhana dan mudah.

  • Cozaze June 22, 2014, 2:23 pm

    Saya suka sekali dengan kata kata “Alat itu bagus, tapi visi yang baik lebih bagus”, dulu ketika pertama kali menekuni photography memang yang terlintas pertama kali adalah untuk menghasilkan foto yang bagus adalah dengan alat yang lebih bagus lagi. Tapi seiring dengan semakin sering belajar, saya setuju bahwa pada akhirnya yang membedakan photographer yang bagus dan tidak adalah ide / visi. Ide yang luar biasa akan menghasilkan foto dengan komposisi yang beda. Artikel yang bagus Pak. Tumbs up

  • fajar April 16, 2014, 9:58 am

    Assalamu’alaikum & salam sejahtera
    Pak saya mau tanya tentang kualitas dari nikon D7000 dan D7100 dari keduanya mana yang lebih unggul. Makasih pak

  • suherman January 10, 2014, 12:16 am

    Sangat sangat membantu sekali wejangan
    dari bng enche,,,,minta sarannya bng gmn cara bikin pose sederhana dan bagus dan unik di photo pernikahan.trims

  • pandan mesem July 5, 2013, 6:26 pm

    makasih banyak ko atas ulasan2nya, sangat membantu kami2 yg pemula.
    Biasanya saya sbgai silent reader saja.. Hehe

  • supriadi May 30, 2013, 5:39 pm

    Informasi bagus banget buat pemula seperti saya… tapi memang musti ketemu guru nya langsung nih…alias kursus nya (hehehehe…). Setiap buku yg diterbitkan, selalu ada sentuhan warna yg dominan nih koh….hehehehehe… kiblatnya ke kuning nih… hehehehehe…Mantap lah… saya mau gabung ahhhh…..

  • krisnakal May 6, 2013, 3:17 pm

    Pencerahan buat pemula nih.. sering2 diupdate om. biar saya(pemula) jadi lebih semangat lagi :))

  • Menara Sitinjak March 4, 2013, 11:50 pm

    trimakash bnyak tas infonya.
    Maju trus dunia photografi Indonesia.
    Mari brbagi..

  • RIACOSTA December 7, 2012, 7:02 pm

    AKU BARU DI DUNIA FHOTO LIHAT ARTIKEL KOKO JD NAMBAH SEMANGAT UNTUK BERKREASI,..THANK KO

  • martin November 26, 2012, 3:01 pm

    sangat setuju dengan sdr enche, semakin banyak berbagi maka akan semakin mahir / jago 🙂

  • MajalahFoto September 14, 2011, 6:56 am

    ijin untuk dimuat disini om,… thanks semoga berkenan
    http://www.majalahfoto.com/2011/09/14/8-kunci-dalam-perjalanan-fotografi-enche-tjin/

  • Hadi August 22, 2011, 2:32 am

    Saya sependapat dengan Sdr. Enche, jangan memilih karena harapan bisa pinjam meminjan… 🙂

  • yulis August 20, 2011, 10:35 pm

    artikel yang sangat inspiratif 🙂 sukses selalu dan semoga ilmunya senantiasa bermanfaat bagi yang lain.

  • dhofir August 17, 2011, 3:27 am

    smoga filosofi ini memberikan wawasan ke kami-kami dalam hal memandang photografi dan “indahnya berbagi”,,, sukses om Enche

  • uungferi August 14, 2011, 2:39 pm

    filosofi yang sangat bagusss

  • Dimar August 12, 2011, 4:51 pm

    Honestly, saya sangat terbantu dengan keberadaan blog Anda. Saya baru mulai mempelajari dunia fotografi, dan begitu senang ketika mengetahui keberadaan situs ini. Belajar jadi makin semangat.. Thanks to the max. Bless you. 🙂

  • Syauqi August 12, 2011, 3:34 am

    Lam kenal bang Enche…
    Thanks postingannya, bermanfaat bgt..

    • Enche August 12, 2011, 8:26 am

      Salam kenal dan terima kasih juga sudah membaca 🙂

  • Indra July 29, 2011, 9:54 am

    terima kasih senshei…
    anda benar sekali, mgkn skrg sya bs mengambil keputusan sesuai dengan selera sendiri. dan tentu saja sesuai budget yg ad hehe..

  • sansupri July 28, 2011, 12:10 pm

    maturnuwun pencerahane mas enche..mantep..

  • Indra July 28, 2011, 11:24 am

    salam koh…
    sya hobi fotografi dan saat ini berminat memiliki SLR pertama sya.
    mula2 sya jg mencari tau ap itu SLR melalui buku2 seperti Kamera DSLR itu Mudah (karya koko) & Kiat dan Sukses Deniek G. Sukarya.. selain itu sya pun rajin membaca artikel & review di Internet.
    kebetulan teman sya bekerja jd fotografer profesional nh, dan menawari sya belajar potret. teman sya ini memakai kamera Canon dan tentunya dengan lensa yg lumayan lengkap. pertanyaan sya apakah sebaiknya sya membeli kamera Canon (karena budget jg terbatas jd bs pinjam2 lensa dr teman sya hehe) atau merk laen karena sya suka sekali Nikon (menurut review lebih baik dlam kualitas foto). mohon petujuknya koh??? Trims..

    • Enche July 28, 2011, 11:46 am

      Di dunia Jepang kuno, katana adalah perpanjangan tangan Samurai, sama seperti kamera adalah perpanjangan tangan fotografer. Memilih kamera yang pas dengan tangan itu sangat penting. Maka dari itu coba-coba lah kamera sebelum membeli. Belum tentu setelah mencoba-coba kamu sukanya Nikon.

      Tapi kalau Nikon kameranya yang kamu suka dan memang pas ditangan kamu, saya anjurkan memakai Nikon, karena percuma kalau kamu pakai Canon, tapi tidak nyaman dan ada rasa menyesal kenapa tidak memakai Nikon. Dan kamu bisa merasa terpaksa pakai kamera Canon.

      Soal teman kamu yang memiliki lensa Canon, dan potensi meminjamnya, menurut saya ini kelihatannya lumayan enak, tapi kita tidak bisa meminjam setiap saat bukan? Selain itu mungkin teman kamu yang pro itu juga membutuhkan lensa2nya sewaktu-waktu dan kalau lensa tersebut tiba2 rusak di tangan kamu nanti jadi merepotkan hubungan pertemanan kalian. Saran saya sih, kalau memang membutuhkan lensa tertentu tapi belum mampu membelinya, lebih baik sewa lensanya sehingga bebas kamu gunakan kapan saja kamu mau.

  • Kunto July 28, 2011, 10:25 am

    Betul pak saya juga mau belajar menulis di koran lokal
    Biar ilmunya terasah

  • budi July 28, 2011, 6:31 am

    ilmu kalau di bagi bukanya tambah habis tapi justru nambah yg baru, salut dan trimakasih sharingnya, saya juga bnyak blajar dari web ini. Semoga terus semangat

  • fulgen July 28, 2011, 4:31 am

    wah..ok bgt..makasih ya om, salam 🙂

  • Maulana July 28, 2011, 3:35 am

    Setuju dan Salut, terimakasih atas pencerahannya

Leave a Comment