≡ Menu

Beberapa foto favorit selama tur fotografi Yogyakarta & Solo 13-15 Juli 2012

Tanggal 13-15 Juli 2012 yang lalu, saya dan beserta beberapa peserta tur berjumlah total 8 orang melakukan perjalanan ke Yogyakarta dan Solo. Ini kali kedua saya ke Yogya-Solo. Kita disana selama tiga hari dua malam. Tidak seperti jalan-jalan biasa, fokus kita lebih ke belajar praktik fotografi. Artinya, harus bisa bangun pagi untuk menanti matahari terbit :)

Beberapa foto favorit saya di tur antara lain:

Pantai Parangtritis - ISO 200, 1/10 detik, f/16, 30mm

Pantai Parangtritis merupakan salah satu lokasi favorit saya (dan juga beberapa peserta tur yang lain). Alasan saya karena pantainya landai, ombaknya juga lumayan besar. Saat matahari terbenam, warna-warna langit didominasi warna biru, kuning dan jingga terpantul di genangan air akibat ombak. Di foto diatas, air yang menyusut terlihat mulus dan bergerak karena shutter speed yang cukup lambat.

Waduk di pagi hari - ISO 200, f/11, 1/100 detik, 19mm

Di foto diatas, tujuan saya adalah memasukkan elemen-elemen perahu, matahari terbit, waduk, dan lingkungan sekitarnya dalam satu foto. Setelah menjelajah sedikit, saya memutuskan untuk berdiri cukup dekat dengan perahu dan memakai lensa yang lebar untuk menangkap perahu dan lingkungannya. Bagian yang agak gelap (shadow) saya terangkan dengan Adobe Lightroom.

Kebo Bule peliharaan Kasunanan Surakarta ISO 200, f/8, 1/500 detik, 35mm

Kerbau bule ini dapat ditemukan kandangnya di salah satu sudut alun-alun kota Surakarta dekat Kraton. Kebo bule ini unik karena warna kulitnya albino, campuran putih dan merah muda. Katanya kebo bule ini termasuk hewan keramat. Saya mendapati Kebo-kebo disini cukup jinak karena sudah biasa dikelilingi dan ditonton wisatawan. Karena itulah, saya memberanikan diri untuk foto dari jarak yang dekat (close-up) dengan mengunakan jarak fokus yang cukup lebar yaitu 35mm.

ISO 200, f/5.6, 1/500 detik, 22mm

Salah satu abdi dalem (pegawai Kasunanan Surakarta) yang sedang mengumpulkan buah seperti kurma yang jatuh dari pohon-pohon dipekarangan Kraton. Yang menarik bagi saya adalah cahaya matahari yang menyinari sebagian dari tubuh dan wajah abdi dalem tersebut. Latar belakangnya juga cukup rapi, yaitu tiang-tiang yang memberikan kesan lingkungan dan perspektif.

Plaosan - ISO 400, f/5.6, 1/80 detik, 16mm

Candi Plaosan ini jauh lebih tidak terkenal daripada Candi Prambanan atau Sewu yang lokasinya cukup dekat. Tapi saya sendiri sangat suka Plaosan karena bentuknya cukup khas dan lokasinya dekat sawah dan ideal untuk foto matahari tenggelam. Tapi sayangnya cuaca hari itu mendung. Cahayanya jadi datar. Saya coba komposisi bingkai simetris dan mengolah warnanya sedikit kekuningan untuk memberikan kesan retro/jadul.

Candi Borobodur - ISO 200, f/8, 1/250 detik, 16mm

Candi Borobudur memang menarik sekali arsitekturnya. Gak bosan-bosan saya kesana. Tapi kalau moto itu sulit setengah mati karena banyak sekali wisatawannya. Untuk membuat foto diatas, saya menunggu cukup sabar sampai semua pengunjung tidak terlihat. Namun saya gagal lagi, karena ternyata di foto tersebut ada orang yang tiba-tiba melintas. Untungnya orang tersebut agak jauh dan kecil, sehingga menghapus via Adobe Photoshop tidak memakan terlalu banyak waktu.

Demikian laporan saya kali ini. Semoga membantu memberikan inspirasi bagi yang ingin jalan-jalan dan sekaligus mengasah ilmu fotografinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, saya bisa menyelenggarakan fotografi trip di lokal dan mancanegara lainnya karena praktik foto langsung + bimbingan sangat efektif untuk mengasah ketrampilan fotografi :)

PS: Bulan Oktober-November 2012 saya menyelenggarakan acara jalan-jalan dan hunting foto di Chengdu – Jiuzhaigou Cina. Pendaftaran masih dibuka. Biaya tur relatif murah dibandingkan dengan tur wisata lainnya.

Similar Posts:

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+

{ 23 comments… add one }

  • raymond Juli 18, 2012, 10:20 pm

    mantap….ko enche,…sepertinya asik sekali,…fun dan sekalian mengasah lensa ( belajar jepreet maksudnya,..hehehhe )

  • Lukie Juli 19, 2012, 1:04 am

    nice jepret ko…foto2nya menarik dan inspiratif, plus penjelasan singkat yg informatif…sgt memberi pencerahan terutama bagi pemula sprti saya ini… : )

  • awan kelabu Juli 19, 2012, 2:02 am

    ga slh tuch om kok tahunnya beda yach yg judul 2011 yg isi 2012 he.he.he.
    Iseng aje koreksi kali da slh ketik gtu xixixi

    • Enche Juli 19, 2012, 10:59 am

      @awan thanks! hahaa

  • edwin Juli 19, 2012, 10:56 am

    koh itu yg di pantai kok pake ISOnya 200? kenapa ga 100 sekalian trus shutterspeednya dilambatin? kan fotonya bakal lebih bagus di ISO terendah

    • Enche Juli 19, 2012, 10:59 am

      Edwin kalau di Nikon model tertentu paling bagus di ISO 200 terutama untuk memaksimalkan rentang dinamisnya. Kalau di Canon atau Nikon setelah D7000 memang bagusan ISO 100

  • yoga Juli 21, 2012, 7:50 pm

    om enche. .itu yg candi brobudur,pucuk candi yg sblah kiri rada melengkung gr2 lensa lebar y? Apa sya yg salah lihat y om?

    • Enche Juli 21, 2012, 11:15 pm

      @yoga benar

  • tomfreakz Juli 22, 2012, 9:35 pm

    itu foto yang menggunakan F/11 atau F/16,
    kalo file aslinya dizoom hingga actual sizenya, apakah tajam hasilnya om?

    • Enche Juli 22, 2012, 10:54 pm

      @tomfreakz, tajam Tom, mungkin lensa dan kameranya cukup oke

  • yustika Juli 23, 2012, 3:00 am

    kerennnnnnnnn !!!!!!!!!

  • henrysastra Juli 23, 2012, 6:18 am

    itu foto pake nikon ya ommm

    • Enche Juli 23, 2012, 7:59 am

      iya hen

  • okiyanto Juli 29, 2012, 12:58 pm

    jiuzhaigou bagus banget pak….tempat pembuatan film avatar,harus kesana tuhhh

  • Rudhi Juli 30, 2012, 3:35 am

    wah keren banget fotonya…
    itu pake filter ga koh?
    ini pake lensa kit IS 18-55mm juga bisa dapet hasil kayak gini ya?

    • Enche Juli 31, 2012, 7:12 am

      @Rudhi gak pakai filter. Ada foto yang mengunakan lensa wide (yg 16mm) jadi 18-55mm gak bisa buat hasil yang serupa. Tapi beberapa foto yang lain bisa. Trims.

  • D Laraswati H September 10, 2012, 10:05 pm

    salam kenal – saya msh pemula, baru pakai kamera prosumer nya Nikon, ingin belajar SLR juga –

    mau tanya, foto-foto diatas demikian sesuai dengan aslinya atau ada editing lagi ?

    trims

    • Enche September 10, 2012, 11:06 pm

      @Laras Halo, salam kenal juga. Foto yang ke-2 da 5 editing yaitu mengubah warnanya jadi terkesan jadul. Sisanya sesuai aslinya. :)

  • oggy' November 22, 2012, 9:49 am

    salam kenal & luar biasa….sy kbtln msh pemula dlm dnia ftgrafi,yg ingn sy tnykn bgmn untuk mengmbil gmbr secara manual dgn menggunkn cmr Nikon D3000 tp hslny bs nampak sprti asliny,cz slma ini sy cb hslny krg memuaskan….mksh!

  • Agusto Januari 3, 2013, 4:39 pm

    bagi-bagi tipsnya yaaaa

  • Ariska Perdana Wibisono Mei 3, 2013, 11:06 am

    Dear Ko Enche. Saya cuman pingin tanya singkat saja, ada bbrp pendapat bahwa untuk shoot foto indoor lebih bagus menggunakan kamera Nikon sedangkan untuk outdoor lebih bagus menggunakan kamera Canon. Apa betul seperti itu ? Karena saya lagi mulai belajar fotografi dan bingung kalo harus menyiapkan dana untuk dua merek kamera tsb. Mohon pencerahannya.
    Thanks.

    • Enche Mei 3, 2013, 11:08 am

      @Ariska setiap merek memiliki jenis kamera dan lensa dalam jumlah yang sangat banyak dan bervariasi, jadi tidak bisa distereotipe seperti itu. Banyak fotografer yang memakai Canon dan Nikon untuk memotret outdoor dan indoor dengan hasil yang baik.

Leave a Comment