≡ Menu

Tur fotografi Jiuzhaigou – Shuzheng village

Tujuan utama tur fotografi 2012 ini adalah ke Jiuzhaigou (lembah sembilan desa). Di dalam Jiuzhaigou ini memang terdapat sembilan desa yang dihuni oleh suku Tibet. Dulunya, penghuni desa bercocok tanam dan beternak, tapi karena jumlah turis yang sangat banyak, kini sebagian besar mata pencaharian penduduk berubah menjadi penjual suvenir untuk turis. Di beberapa desa juga ada penduduk yang menyediakan tempat tinggal untuk pengunjung.

Peserta tur memasuki desa Shuzheng, pemandangan di desa Shuzheng menggagumkan. Tanpa di edit, langit disana sudah biru sekali.

Banyak penghuni desa yang meningkat ekonominya karena kehadiran turis, tapi kedatangan turis yang tidak ada hentinya juga membuat kehidupan desa yang tadinya sepi dan sunyi menjadi hiruk pikuk. Oleh karena itu, banyak penduduk asli yang memilih pindah keluar dari Jiuzhaigou.

Saat tur fotografi ke Jiuzhaigou, kita nginap satu malam desa bernama Shuzheng. Alam sekitar Shuzheng ini sangat indah karena dikelilingi oleh gunung dan juga ada sungai kecil yang mengalir dari atas gunung. Desa ini tergolong besar dan ramai dikunjungi turis. Kondisi tempat tinggal tempat kita nginap lebih mirip hotel daripada guest-house karena ada kamar mandi di dalam setiap kamar (dengan toilet duduk dan air panas), televisi, spring bed, dan fasilitas lainnya.

Bersiap-siap untuk menunggu makan malam dengan tuan rumah dan koki. Penghuni desa Shuzheng sudah mengunakan alat-alat modern seperti heater elektrik daripada api unggun, alat masak elektrik seperti rice cooker, dan sebagainya.

Sebenarnya, merupakan hal yang terlarang untuk tinggal di dalam desa, karena peserta tidak perlu membeli karcis masuk dan bis keesokan harinya (karena sudah ada di dalam taman). Tapi praktik ini merupakan hal yang cukup umum dilakukan oleh turis. Ofisial taman juga sepertinya mentutup sebelah mata akan fenomena ini.

Menurut pemandu, sebaiknya tidak berkeliaran setelah jam 6 sore atau pagi-pagi karena bisa ketauan dan kemudian diseret ofisial keluar taman. Jadi saya dan Iesan sempat ngos-ngosan lari masuk ke dalam desa ketika jam menunjukkan pukul 6. Untungnya kita tidak ditangkap hehe.

Catatan teknis: Karena kebanyakan foto outdoor dengan sinar matahari yang terang, ISO yang saya gunakan adalah ISO terendah (100-200), bukaan yang saya gunakan f/8 supaya tajam dari depan sampai latar belakang), dan shutter speed digunakan untuk menyeimbangkan eksposur.

Tempat Ibadah – Suku Tibet suka warna-warna yang cerah seperti merah, kuning, hijau

Bendera-bendera kecil ini adalah untuk ibadah dan doa.

Salah satu rumah penduduk di desa Shuzheng

Salah satu sudut desa

Banyak penduduk lokal yang masih bercocok tanam di dalam desa

Kiri: peserta tur menuruni jalan keluar dari desa – Kanan: salah satu sudut desa

Bagi yang memiliki ide untuk tur fotografi selanjutnya, atau tertarik ke Chengdu-Jiuzhaigou tahun depan, silahkan menulis komentar dibawah ini atau e-mail ke infofotografi@gmail.com

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 7 comments… add one }
  • Enche May 27, 2013, 7:48 pm

    @mega foto-foto ini sifatnya candid saja. Meski demikian, terima kasih atas komentarnya.

  • mega antara May 27, 2013, 7:39 pm

    terus terang photo2nya tdk mewakili seseorang yg “pro” dlm photography….betul2 biasa2 saja…..maaf!

  • nindy November 14, 2012, 8:50 am

    om enche mau tanya dong jika om ence ditawarin suruh pake nikon pilih pake nikon yg tipe D700,D800, Apa D800E?? trus lensa apa yg ko enche pilih buat photo potrait??

    • Enche November 14, 2012, 11:15 am

      Untuk keperluan apa dulu? untuk liputan saya pilih D700, untuk cetak super besar Nikon D800, untuk pemandangan D800E

  • yantochan November 12, 2012, 1:04 pm

    wah bisa bagi rutenya dong krn rencana mau kesana juga tahun depan

    • Enche November 12, 2012, 1:08 pm

      @yanto ditunggu ya tur berikutnya

Leave a Comment