≡ Menu

Tur fotografi Songpan bagian I

Kota Songpan terletak diantara kota Chengdu dan Jiuzhaigou. Saat tur tempo hari, kita mengunjungi kota ini sebelum ke Jiuzhaigou. Kota Songpan ini menarik karena desain kotanya antik. Benteng dari jaman dahulu dipertahankan dan arsitektur di dalam benteng juga masih banyak yang tradisional. Biasanya, orang-orang mampir disini sebagai tempat singgah untuk menjelajahi desa Tibet dengan menunggang kuda, atau ke tempat wisata lain seperti taman nasional Huanglong dan Jiuzhaigou.

Songpan terletak agak tinggi, yaitu 2867 m diatas permukaan laut, sehingga sangat dingin di musim gugur dan malam hari (sekitar 5 derajat Celcius). Pakaian musim dingin lengkap dengan aksesoris dibutuhkan supaya tidak masuk angin.

Tanpa menunda-nunda lagi, inilah foto-fotonya:

Patung di depan kota Songpan yang ikonik menandakan persahabatan antara suku Tibet dan suku Han, Cina. Di jaman dahulu, persahabatan dilakukan dengan pernikahan antara Raja Tibet dengan putri Cina

Pintu Gerbang kota Songpan menjelang matahari terbenam

Setelah matahari terbenam, warna langit menjadi sangat biru dan sangat kontras dengan lampion-lampion dalam kota yang berwarna merah dan kuning. Saat ini dinamakan “Blue hour”

Catatan teknis: Setting kamera yang saya gunakan adalah ISO yang lumayan tinggi (1250-3200) karena saya tidak menggunakan tripod dan kondisi cahaya lingkungan yang sudah cukup gelap. Bukaan yang saya pakai f/4 dan f/5.6 dan lensa lebar digunakan untuk memberikan kesan dimensi. Shutter speed saya jaga sekitar 1/15 detik dengan fitur anti getar lensa diaktifkan untuk mencegah foto blur. Tidak banyak editing yang dilakukan. Adapun editing digunakan untuk mengurangi cahaya lampu (highlight) yang terlalu terang.

Lampu kota, salah satu khas kota ini

Salah satu sudut kota dengan lampu yang meriah

Setelah jalan-jalan dan foto-foto, peserta tur kelaparan & kedinginan. Tak sabar menunggu hidangan siap, kamera masing-masing pun dimakan.

Sekian dulu foto-foto kota Songpan di malam hari. Saat kita kembali ke Chengdu, rombongan juga kembali mengunjungi kota ini untuk makan dan menjelajahi kota, termasuk ke atas benteng. Bedanya kita singgah di siang hari. Nantikan bagian ke-2.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 1 comment… add one }

Leave a Comment