≡ Menu

Gaya fotografi pribadi (personal style)

Tiga tahun yang lalu saya menulis tentang gaya fotografi dan bagaimana mencoba membentuk gaya sendiri. Di post ini, saya ingin berbagi tentang bagaimana perkembangan gaya fotografi pribadi saya. Gaya pribadi adalah refleksi dari kepribadian dan selera pribadi.

Seperti yang saya paparkan di artikel dahulu, gaya fotografi pribadi adalah tidak lain dan tidak bukan merupakan cerminan dari kepribadian diri. Dan untuk mencari dan mengembangkannya pertama-tama kita perlu menguasai dan mengasah teknik fotografi. Setelah banyak memotret, kita bisa mengevaluasi foto-foto yang kita buat. Cari kesamaan antara foto yang satu dengan yang lain. Adakah yang sama? mungkin lensa yang digunakan, bukaan, shutter speed, komposisi, warna/hitam putih, efek pengolahan digital tertentu dll.

Tentunya pencarian gaya pribadi akan berhasil hanya jika kita menuruti hati kita sendiri tidak meniru atau mengikuti gaya fotografer lainnya. Setiap orang itu unik, dan karena itulah meskipun banyak fotografer datang ke suatu tempat yang sama, hasil fotonya bisa berbeda-beda.

Bukan berarti meniru dari fotografer lain atau mengikuti aturan-aturan tertentu jelek. Untuk pemula, dengan meniru kita bisa belajar teknik-teknik dan cara pandang yang baru, tapi meniru 100% / menjiplak tidak akan membawa kemajuan fotografi kita dan malah membuat foto-foto kita mirip-mirip dengan yang lain. Tidak ada seniman yang sukses dengan cara meniru gaya seniman yang lain.

Gaya fotografi juga berubah dari masa ke masa. Melihat kebelakang, saya melihat ada sedikit perubahan dan penyempurnaan dari gaya fotografi saya. Tapi garis besarnya tetap sama. Berikut beberapa jenis fotografi yang menggambarkan gaya saya.

Foto pemandangan: Saya menemukan bahwa saya suka foto yang dinamis dan organik. Maka dari itu, sering ditemukan garis melengkung/kurva dalam foto saya. Air yang mengalir seperti air terjun, adalah salah satu subjek favorit saya.

Lekukan dan warna-warni pohon serta air danau yang hijau dan tenang menarik perhatian saya. ISO 400, 70mm, 1/250 detik, f/10

Foto manusia: Saya menyukai memotret secara candid, alias tidak disadari oleh subjek foto. Tapi saya melakukannya dari dekat, dengan lensa lebar. Dengan mendekati subjek dari jarak dekat, saya bisa menambahkan konteks/lingkungan foto. Jika saya memakai lensa telefoto, latar belakang biasanya hilang karena blur.

Menggunakan lensa lebar memasukkan konteks lingkungan hidup anak ini

Warna: Saya cenderung menyukai warna yang tidak terlalu jenuh/saturated. Dan memilih palet warna yang tidak terlalu ramai. Maksimal tiga warna utama dalam satu foto. Jika kebetulan variasi warnanya terlalu banyak, biasanya saya ubah jadi monokrom atau hitam putih.

Jangan kuatir kalau belum menemukan gaya fotografi pribadi. Dengan banyak motret dan jujur pada diri sendiri, gaya fotografi kalian akan berkembang dan muncul dengan sendirinya.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 7 comments… add one }
  • Adi Abraham February 26, 2013, 8:47 am

    Yessssssssssss !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ^^

  • syukri February 12, 2013, 2:09 pm

    setelah saya sering mencoba membidikan kamera, akhirnya saya temui fotografi yang saya sukai foto arsitektur.
    salam jepret

  • Umar Rosyadi February 11, 2013, 7:08 pm

    Wah, kaeknya kita hampir mirip mirip masbro.. Hehe
    Tapi kalau saya lebih suka foto yang warnanya rame.

Leave a Comment