≡ Menu

Belajar mengunakan teknik fokus hyperfocal distance

Memfokuskan lensa ke jarak hiperfokal (hyperfocal) memastikan bahwa 1/2 jarak dari jarak hiperfokal sampai tak terhingga dalam fokus/tajam. Ada tiga faktor yang mempengaruhi jarak hiperfokal yaitu bukaan lensa, rentang fokal lensa (focal length) dan ukuran sensor kamera.

Teknik mengunakan hyperfocal distance sering digunakan oleh fotografer landscape, street photography supaya objek foto dan latar belakangnya tajam. Teknik ini berperan sangat penting saat memotret dengan lensa/kamera yang tidak mendukung fungsi autofokus. Contohnya kamera rangefinder seperti Leica, atau saat mengunakan lensa yang tidak memiliki fungsi autofokus seperti lensa-lensa Samyang, Carl Zeiss dan lain lain. Syaratnya kamera harus bersensor full frame (36 x 24 mm) bukan APS-C. Sayangnya kamera DSLR jaman sekarang sebagian besar bersensor APS-C jadinya tanda tersebut kurang begitu relevan/akurat.

Di lensa 35mm f/1.8G, tidak ada tanda jarak fokus dan hyperfocal

Di lensa 35mm f/1.8G, tidak ada tanda jarak fokus dan hyperfocal

Lensa yang dibuat di era kamera film biasanya memiliki jarak fokus dan tanda hyperfocal yang jelas

Lensa  yang dibuat di era kamera film biasanya memiliki jarak fokus dan tanda hyperfocal yang jelas dan cukup lengkap

Di era autofokus (AF), menerapkan teknik ini menjadi lebih sulit karena lensa-lensa modern tidak memiliki tanda hyperfocal distance (tanda jarak fokus hyperfocal yang terukir di lensa). Jika Anda mengunakan lensa jaman dahulu, periksalah lensa Anda.

Langkah-langkah mengunakannya cukup mudah.

  1. Tentukan nilai aperture/bukaan yang dikehendaki, misalnya f/22
  2. Putar laras fokus sampai angka 22 yang terletak disebelah kiri yang sejajar dengan tanda tak terhingga
  3. Bacalah angka sebelah kanan yang sejajar dengan angka 22

Dalam kasus lensa Nikkor AF 50mm f/1.8D ini, saya mendapatkan jarak kurang lebih 2 meter. Artinya, objek yang terletak 2 meter sampai tak terhingga akan fokus (tajam).

Jarak hyperfocal

Set tanda tak terhingga sejajar dengan 22 dan perhatikan angka di sebelah kiri yang sejajar dengan angka 22. Kira-kira jatuh pada angka 2 meter (antara 1.5-3 meter).

Di lensa jaman sekarang biasanya tanda hyperfocal dihapus, yang ada cuma jarak fokus saja. Jika tetap ingin mengunakan teknik ini maka diperlukan tabel atau kalkulator. Tapi metode kalkulator ini juga sulit diterapkan karena kebanyakan lensa tidak memberikan tanda jarak fokus secara lengkap.

Keuntungan teknik hyperfocal adalah Anda tidak perlu mengaktifkan autofokus (tidak perlu menekan setengah tombol jepret), jadi bisa jadi lebih cepat dalam memotret. Kelebihan ini banyak digunakan oleh street photographer untuk merekam momen dengan cepat.

Teknik ini tidak begitu cocok saat mengunakan lensa yang berbukaan besar, rentang jarak fokus hyperfokal sempit, jadi kemungkinan objek yang ingin difokuskan bisa jadi gak fokus. Oleh sebab itu, teknik ini lebih cocok saat mengunakan bukaan yang kecil dan lensa yang lebar.

Mengunakan tabel

Jika lensa yang digunakan tidak memiliki tanda depth of field, maka cara lain yaitu dengan menghitung dengan kalkulator atau melihat tabel. Contohnya: Jika mengunakan kamera bersensor APS-C dan lensa 24mm, bukaan f/22 maka jarak hyperfocalnya adalah 0.9 m. Artinya apa saja yang terletak dari jarak (0.9 m / 2) = 0.45 m sampai tak terhingga akan berada dalam fokus/tajam.

Untuk membuat tabel, rekomendasi saya adalah halaman di website ini.

kalkulator-fokus-hyperfocal

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 16 comments… add one }
  • Adek Khairy March 12, 2015, 11:01 pm

    Om mau nanya sy mau motret landscape dgn teknik hyperfocal distance,tp gk pnya lensa manual,jd sy gunakan lensa tamron 18-200mm,bagaimana ya menentukan hyperfocal distance pd lensa modern seprti tamron yg sy pakai?mhn bantuanny om,thank’s

    • Enche Tjin March 13, 2015, 10:47 am

      Karena gak ada marka jarak fokusnya, maka fokusnya mesti dihitung/dikira-kira jaraknya.

  • ignatius April 3, 2014, 5:12 pm

    Wah sangat membantu sekali artikelnya,….makasih om enche

  • Rahmatullah Rizieq January 8, 2014, 6:58 pm

    maaf om, kalau lensanya tidak ada jarak fokusnya seperti punya saya nikor 18-105 bagaimana menentukan hyper focalnya, terima kasih

    • Enche Tjin January 8, 2014, 7:05 pm

      @Rahmatullah terpaksa dikira-kira saja fokus benda yang kurang lebih = jarak hyperfokalnya.

  • iwenk August 12, 2013, 11:54 am

    om mo nanya nih, aq pake 600D, klo hasil jepret di live view kamera hasilnya bagus fokusnya tapi klo di liat di kompie kok fokusnya kurang (blur) itu knapa ya, apa mata saya yang sudah gag beres ya..? makasih om

    • Enche Tjin August 12, 2013, 12:06 pm

      @iwenk foto di layar LCD ukurannya sangat kecil, jadi keliatannya tajam. Perlu teknik foto yang bagus untuk membuat foto benar-benar tajam. Silahkan baca artikel ini supaya fotonya tajam.

  • Ariyadi August 11, 2013, 6:13 am

    Saya menyukai foto landscape, sekarang sedang belajar memakai lensa Tokina 11-16 dgn bodi Canon 60d. Sampai saat ini masih kesulitan utk dapatkan “ketajaman” dari ujung ke ujung..

  • Enche Tjin August 10, 2013, 1:26 pm

    hehe iya berusaha sesimple mungkin nih 🙂 Konsep yang sering bikin bingung tapi sebenarnya gak terlalu rumit.

  • Umar Rosyadi August 10, 2013, 10:08 am

    Wah, makasih masbro..
    Penjelasannya cukup ringkas tapi enak.

    😀

  • aep August 10, 2013, 9:04 am

    makasih,……..jd tambah ilmu lg,mantap boss…

Leave a Comment