≡ Menu

Tips membuat foto tajam lewat stabilization (IS, VR, OSS, OS, OIS, VC, dll)

Salah satu yang perlu diperhatikan untuk membuat foto setajam mungkin (sekaligus menghindari gambar blur) adalah dengan menstabilkan kamera dan lensa. Cara tradisional yang paling ampuh, tentunya dengan mengunakan tripod. Setelah kamera didudukkan ke tripod, shutter kamera dipicu dengan cable release/self timer untuk mencegah kamera bergetar karena sentuhan tangan. Idealnya, kamera juga dalam pengaturan mirror lock-up/exposure delay, supaya getaran cermin DSLR tidak mempengaruhi ketajaman foto.

Tuas VR (Vibration Reduction) di lensa Nikkor.

Tuas VR (Vibration Reduction) di lensa Nikkor.

Jika tidak ingin mengunakan tripod, di sebagian lensa atau kamera memiliki fungsi stabilization (IS, VR, OS, OSS, VC dst.) Ada beberapa tips untuk berkaitan dengan fungsi stabilizer ini.

  1. Jangan menghidupkan stabilizer saat kamera diam saat didudukkan di tripod.
  2. Jangan menghidupkan stabilizer saat mengunakan shutter speed yang cepat, kecuali mengunakan shutter speed yang lebih lambat dari 1/jarak fokal lensa. Contohnya, jika mengunakan lensa dengan jarak fokal 50mm, dan shutter speed yang diperoleh 1/100 detik, maka tidak perlu menghidupkan stabilizer. Tapi jika mendapatkan shutter speed 1/30 detik (30 < 50mm) maka, sebaiknya menghidupkan stabilizer.
  3. Jangan langsung menekan tombol shutter secara penuh. Tekan tombol shutter setengah dulu, tunggu 1-2 detik sampai kamera/lensa memantapkan stabilizernya dulu baru tekan secara penuh.

Penelitian menunjukkan bahwa kalau mengaktifkan stabilizer saat tidak diperlukan akan membuat foto menjadi sedikit kurang tajam. Langsung menekan tombol shutter secara penuh tanpa menunggu sampai stabilizer bekerja juga akan mengurangi ketajamanan foto. Oleh sebab itu jangan selalu meninggalkan tuas IS/VR/OIS lensa pada kondisi ON.

ISO 100, f/16, 1/50 detik. 22mm. Kalau shutter speed lebih cepat dari 1/jarak fokal (22mm), maka stabilizer tidak perlu diaktifkan untuk memaksimalkan ketajamanan foto.

ISO 100, f/16, 1/50 detik. 22mm. Kalau shutter speed lebih cepat dari 1/jarak fokal (22mm), maka stabilizer tidak perlu diaktifkan untuk memaksimalkan ketajamanan foto.


Ada kelas kupas tuntas kamera DSLR Canon atau Nikon yang membahas tentang cara mengoperasikan kamera, fungsi-fungsinya, tips dan menu memaksimalkan setting kamera. Jangan dilewatkan ya.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 6 comments… add one }
  • Andi June 27, 2015, 2:37 pm

    Ko, rekomendasi filter terbaik dan terjangkau untuk dikelas pemotretan outdoor? Mohon pencerahannya suhu

  • Afif January 5, 2015, 11:43 pm

    Kalau di kamera Sony NEX, juga perlu menghidup-matikan stabilizer, Pak?
    Sementara untuk melakukan hal itu agak susah di kamera tersebut.

  • yusuf missa October 25, 2013, 5:00 pm

    Waduh..bener tuh ko tuas vr slalu ga bole kondisi on..
    Lensa ane slalu on vr-nya..mski udh lepas dr body & ksimpen di drybox..
    Kira2 efek jangka panjang bs mrusak lensa ndak klo vr slalu kondisi on..?
    Tks ko Enche…

  • Hans September 20, 2013, 12:51 pm

    Ko Enche…. pada saat panning, sebaiknya fungsi VR/IS dihidupkan / tidak ?

    Thanks

    • Enche Tjin September 20, 2013, 12:52 pm

      @Hans tidak

  • Wisnu September 2, 2013, 8:15 am

    nambah: kalo nggak mau nunggu2 timer, pake remote untuk long exposure utk menghindari camera shake

Leave a Comment