≡ Menu

Istilah di lensa Zeiss

Di acara Jelajahi fitur dan fungsi kamera mirrorless dengan Sony Alpha beberapa waktu yang lalu ada yang menanyakan tentang perbedaan istilah di lensa, terutama lensa Zeiss.

Penamaan lensa Zeiss memang terdengar agak exotic dan asing, seperti Sonnar, Biogon, Distagon dan sebagainya. Zeiss mengelompokkan lensa berdasarkan rancangan elemen optiknya. Dalam pemakaian sehari-hari, sebenarnya tidak perlu kuatir tentang penamaan istilah lensa ini, lebih baik mempertimbangkan focal length (jarak fokus) dan bukaan maksimum lensa tersebut. Sebagian besar lensa Zeiss tidak bisa autofokus, kecuali lensa Touit dan lensa Sony E-mount.

Beberapa istilah lensa Zeiss yang populer antara lain:

Lensa Zeiss Biogon 35mm f/2.8. Beratnya hanya 200 gram dan panjangnya 5.5cm

Lensa Zeiss Biogon 35mm f/2.8. Beratnya hanya 200 gram dan panjangnya 5.5cm

Biogon : Biasanya ditemui di lensa lebar (wide angle). Biogon ini biasanya untuk kamera rangefinder seperti Leica atau kamera mirrorless, tidak ideal untuk kamera DSLR. Lensa Biogon biasanya lebih kecil daripada lensa dengan focal length dan maksimum bukaan yang sama daripada lensa Distagon. Ukurannya bisa dirancang lebih kecil karena tidak perlu mempertimbangkan cermin di kamera SLR. Contoh: Zeiss Biogon 21mm f/2 ZM.

Zeiss ZF.2 Distagon 35mm f/2 untuk kamera DSLR Nikon. Beratnya 550 gram, panjang 10 cm

Zeiss ZF.2 Distagon 35mm f/2 untuk kamera DSLR Nikon. Berat 550g, panjang 10 cm

Distagon : Biasanya ditemui di lensa lebar juga tapi untuk kamera DSLR. Ukurannya lebih besar dari lensa Biogon untuk mengakomodir desain kamera DSLR. Bukaannya biasanya juga cukup besar. Contoh: Zeiss Distagon 35mm f/2

Planar : Lensa dengan desain yang sederhana dan termasuk salah satu yang paling tua. Dirancang di tahun 1896. Karakter lensa ini sangat tajam dan bukaannya besar. Lensa berjenis Planar sering ditemui di lensa fix 50mm seperti lensa Zeiss Planar 50mm f/1.4

Zeiss Vario-Tessar- 16-70mm f/4 untuk Sony E-mount

Zeiss Vario-Tessar- 16-70mm f/4 untuk Sony E-mount

Tessar : Biasanya ditemui di lensa kelas menengah yang kualitas gambarnya cukup baik, tapi ukuran dari lensa ini biasanya cukup ringkas dan tidak terlalu tinggi harganya. Belakangan banyak terdapat di lensa zoom dengan bukaan maksimum yang tidak terlalu besar, seperti f/4.

Sonnar : Nama keluarga lensa ini berasal dari “Sun” atau matahari. Desain lensa ini cukup biasanya cukup ringkas, ukurannya relatif kecil dan ditemui diberbagai lensa fix (tidak bisa zoom) dan bukaannya relatif besar (f/2.8 atau lebih besar lagi). Dibandingkan lensa Planar, lensa Sonnar ini lebih rentan terhadap optical abberation (penyimpangan optik) seperti distorsi, chromatic abberation dan sebagainya, tapi kontrasnya lebih tinggi dan lebih aman dari lens flare. Contoh: Sony Zeiss Sonnar FE 35mm f/2.8 ZA

Vario : Berasal dari kata Variable, menandakan lensa tersebut bisa di zoom (memiliki variable focal length).

Touit : Keluarga lensa Zeiss yang dirancang untuk kamera dengan sensor APS-C. Sampai saat ini untuk kamera mirrorless Sony dan Fujifilm. Ukurannya kecil dan ada autofokusnya.

Otus : Lensa dengan kualitas yang mendekati kesempurnaan secara teknis. Sampai saat ini baru ada satu lensa yang berada dalam keluarga ini yaitu Zeiss Otus 55mm f/1.4 untuk kamera DSLR. Sebagai komprominya, ukuran lensa relatif besar.

Batis : Keluarga lensa Zeiss untuk kamera Sony full frame (seri A7) contoh: Zeiss Batis 25mm f/2, Zeiss Batis 85mm f/1.8 OSS. Desainnya mementingkan ukuran dan berat, bahannya dari plastik dan bisa autofokus. Keunikan lensa Batis adalah punya layar OLED di lensa yang menunjukkan jarak fokus dan ruang tajam. [Lebih jauh tentang Zeiss Batis]

Loxia : Keluarga lensa Zeiss manual fokus untuk kamera Sony full frame, contoh: Loxia 35mm f/2 dan 50mm f/2. Lensanya ringkas tapi terasa padat karena bahannya dari logam. Hanya manual fokus, ditujukan untuk penggemar lensa manual dan videografi.

Zeiss Otus 55mm f/1.4, lensa yang hampir sempurna

Zeiss Otus 55mm f/1.4, lensa yang hampir sempurna. Beratnya 1 kg, panjang 14 cm.

Jadi, anggap saja istilah-istilah diatas adalah nama keluarga lensa, yang didalamnya terdapat anggota-anggota keluarga yang memiliki karakter yang mirip tapi tidak sepenuhnya sama. Penamaan lensa Zeiss ini berbeda dengan Leica yang menamakan lensa berdasarkan bukaan maksimum lensa. Misalnya Leica Noctilux untuk lensa berbukaan f/1 atau lebih besar. Summilux untuk lensa berbukaan maksimum f/1.4 dan seterusnya.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 17 comments… add one }
  • Enjang Muhammad Fauzan December 23, 2018, 2:25 pm

    Koh, kalau lensa fujinon xf35mm f1.4 sama Zeiss Touit 32mm f1.8 for fuji bagusan mana dalam hal karakter warna?
    Terimakasih

  • Gary December 21, 2017, 9:06 pm

    Ko, mau tanya, saya mau beli lensa untuk a6300, saya bingung antara touit 32mm f1.8 dan zeiss 35mm f2.8 ZA. Mohon pencerahannya…

    • Enche Tjin December 22, 2017, 12:16 am

      Dari keduanya lebih cocok touit 32mm f/1.8, bukaan lebih besar, dan lebih cocok, 35mm f/2.8 itu lensa untuk kamera full frame seperti A7, bisa dipakai, yang ini cocok kalau ada rencana upgrade ke Sony A7.

      • Gary December 22, 2017, 1:48 pm

        Oke makasih ko

  • Haris December 18, 2015, 11:04 pm

    Ko, kalo lensa yg samaan kualitasnya dengan sony distagon 35mm f1.4 lensa apaan ya? Trus kalo dibandingkan sony 35mm f1.8 dengan sony 50mm f1.8 bagusan yang mana ya ko? Trims ko

    • Enche Tjin December 21, 2015, 6:19 am

      Secara teknis bagusan 35mm sih, tapi tergantung juga sukanya sudut pandang seperti apa (lebar/tele).

  • rifal December 16, 2015, 8:32 pm

    co, untuk lensa zeiss otus itu lensa fix seperti f1.4/85mm? jadi dia tdk bisa di zoom in atau zoom out focal length nya..

    • Enche Tjin December 16, 2015, 10:57 pm

      Iya benar, dan manual fokus (diputar2 lensanya sampai tajam).

  • yadi November 14, 2015, 7:19 am

    koh enche, mau tanya lensa zeiss planar 85 planar T* ZF 1.4 dan planar 100 planar T* ZF 2 lebih worth it mana mana jika ditimbang dari kualitas dan harga. terima kasih

    • Enche Tjin November 14, 2015, 6:00 pm

      Dari kualitas dan fungsi, 100mm f2 lebih bagus.

  • aan August 21, 2014, 12:59 am

    terima kasih pak, saya akan mencari lensa rekomendasi pak enche akhir bulan setelah gajian

    oya pak tadi sempet ngobrol dengan teman katanya lensa eropa sekalipun jadul lebh berdimensi drpd lensa jepang pd bukaan kecil (f/8) tp beliau tdk menyebutkan type lensa trsebut. Apakah benar pak?

    bahas tntang foto berdimensi jg dong, saya sbenarnya pengen ikut workshop bpk tp jarak yg ratusan km dr tmp bapak jd selama ini saya belajar bnyk dr situs bapak. Terima kasih pak enche

    • Enche Tjin August 21, 2014, 10:07 am

      Oke, saya sekarang juga lagi bingung soal 3D look yang sering diperbincangkan, sepertinya memang setiap lensa punya keunikan/khas sendiri-sendiri. Terima kasih

  • Aan August 20, 2014, 6:30 pm

    Pak enche, saya mau tanya
    unt lensa dengan harga trjangkau unt kebutuhan portrait indoor n outdoor dengan body canon 70D, rekomendasinya apa ya? (manual atau af saya tdk bgt mempersoalkan yg pnting hasil tajam, berdimensi dan murah soalnya saya anak kost)

    Terima kasih pak

    • Enche Tjin August 20, 2014, 11:15 pm

      Yang paling terjangkau Canon 50mm f/1.8, harganya sekitar 1 juta lebih dikit, sudah bisa autofokusnya dan bisa buat latar belakang blur.

  • faris August 12, 2014, 1:08 pm

    ko, mau nanya
    saya punya nikon d7100 mau beli lensa tele, untuk rekomendasinya apa ya ko? budget 6-7 juta
    terimakasih

    • Enche Tjin August 13, 2014, 5:26 pm

      Nikkor 70-300mm VR mudah2an masuk budgetnya ya.

      • faris August 17, 2014, 2:02 pm

        kq harganya hampir sama ama kameranya(BO), ada rekomendasi lain gak ko?

        Makasih

Leave a Comment