≡ Menu

Review Sony A5100 : Kecil-kecil namun fiturnya kelas atas

Sony A5100 terkenal karena teknologi yang di dalam kamera ini banyak kesamaannya dengan Sony A6000, yang pernah saya bahas karena kinerjanya sangat baik. Ada tiga hal yang mirip dengan A6000, yaitu sensor gambarnya APS-C 24 MP, prosesor BionZ-X dan autofocus hybrid yang mumpuni untuk mengikuti subjek yang bergerak.

Tapi fisik kamera ini jauh berbeda dengan Sony A6000, melainkan lebih menyerupai Sony A5000 yang ukurannya relatif kecil. Tidak sedikit teman dan saudara saya mengira Sony A5100 adalah kamera compact. Selain ukuran fisik yang kecil, bobot kamera ini juga ringan yaitu 223 gram, 399 gram dengan baterai dan lensa kit 16-50mm f/3.5-5.6 OSS.

 

sony-a5100-putih

Tata letak tombol dan tuas mirip seperti Sony A5000. Pada intinya, A5100 adalah kamera yang mengadopsi sebagian besar teknologi A6000 tapi fisiknya seperti A5000. Oleh sebab itu banyak orang mungkin salah sangka mengira A5100 ini adalah penerus A5000. Tapi sebenarnya A5100 adalah pengganti Sony NEX 5T. Sony A5000 akan terus diproduksi dan dijual bersama dengan A5100 dan A6000. Sony tampaknya sudah meninggalkan konsep desain NEX 5. Dari fisiknya, Sony A5100 banyak perbedaannya dengan NEX 5T.

Beberapa perbedaan kunci yaitu di A5100, misalnya sudah ada flash terpasang di atas kamera, jadi tidak perlu pasang flash external seperti di NEX 5T. Perbedaan lain yang cukup signifikan yaitu bahan kamera. NEX 5 mengunakan bahan logam magnesium alloy, sedangkan A5100 plastik. Tekstur badan kamera Sony A5100 ini bervariasi tergantung dari warna yang dipilih. Warna putih mulus. Titanium teksturnya sangat halus, berkesan seperti logam, dan yang berwarna hitam teksturnya kasar, seperti kulit jeruk. Saya pribadi menyukai yang teksturnya kasar supaya tidak licin saat dipegang, dan warna hitam lebih low profil saat foto candid/street photography.

sony-5100Slot memory card berada di sebelah kiri kamera, sama seperti A5100 dan tidak seperti NEX 5T yang terletak di bawah kamera dengan baterai, sehingga memudahkan untuk menukar memory card, terutama saat kamera sedang didudukkan diatas tripod. Bagi saya hal ini desain yang lebih baik. Sayangnya, tidak ada opsi nuntuk memasangkan optional electronic viewfinder seperti di NEX 5T.

Seperti tren kamera mirrorless saat ini, layar LCD di Sony A5100 pun bisa diputar sampai 180 derajat, hal ini untuk mengakomodir pengguna kamera yang suka selfie.

Sony A5100 juga memiliki beberapa fitur baru yang tidak kita dapati di A5000 atau A6000, yaitu touch LCD. Fitur ini memang sudah ada di Sony NEX 5T, tapi yang di A5100 jauh lebih sensitif dan responsif. Touch LCD bisa digunakan untuk menentukan area fokus dan bisa juga untuk fokus+memotret seperti layaknya mengunakan kamera ponsel. Sayangnya, touch LCD ini masih terbatas fungsinya, misalnya kita tidak bisa mengganti setting aperture, shutter speed atau memilih item di menu dengan menyentuh.

sony-a5100-back

Tombol yang tersedia di A5100 tidak sebanyak kamera canggih seperti Sony A6000, tapi cukup menurut saya, karena ada dua tombol yang bisa diprogram sesuai keinginan/kebiasaan. Secara default, tombol tengah adalah akses langsung ke shooting mode, karena A5100 tidak punya mode dial. Lalu tombol ? (help guide) juga bisa di ganti fungsinya. Saya biasanya mengubah kedua tombol ini menjadi akses langsung ke focus mode dan focus area. Karena kedua fungsi itu yang sering saya ubah. Tapi untungnya, banyak sekali fungsi yang bisa dipilih, tidak seperti kebanyakan kamera lain pilihannya sangat terbatas.

Saya mengharapkan ada tombol Fn seperti di Sony A6000, atau NEX 5T, tapi sayangnya A5100 tidak ada. Sebagai enthusiast photographer saya agak menyesalkan ketiadaan tombol Fn, tapi saya juga memahami bahwa Sony A5100 dirancang untuk casual shooter, yang mungkin bagi mereka tidak terlalu banyak ganti setting dan kebanyakan mengunakan mode auto saja. untuk segmen tersebut, sepertinya tidak akan ada masalah.

Kinerja

Kinerja/kecepatan operasi kamera khususnya autofokus sangat cepat untuk kelas kamera mirrorless pemula. Untuk startup (waktu menghidupkan sampai kamera siap untuk motret agak sedikit lambat, perlu menunggu sekitar 3-5 detik. Tapi setelah menyala dan saat memotret, kamera ini kinerjanya cepat dan hampir tidak ada waktu jedanya. Saat memotret dengan format RAW, kita perlu menunggu kurang lebih 1-2 detik untuk menampilkan hasil foto di layar LCD.

Sony mengklaim kecepatan autofokusnya 0.07 detik sedikit lebih lambat dari A6000 yang mengklaim 0.06 detik. Dalam praktisnya, sama-sama terasa sangat cepat. Hanya saja saat memotret dengan bukaan yang kecil (f/8-f/16), atau di kondisi yang sangat gelap, sistem autofokus berubah menjadi contrast detect yang jauh lebih lambat dan sering “hunting” (deteksi fokus bolak balik).

Kualitas gambar

Untuk menguji seberapa banyak data yang bisa dikumpulkan sensor gambar dan prosesor, kita harus melihat RAW imagenya, sayangnya saya belum bisa memproses RAW file karena software Lightroom v 5.6 yang biasa saya pakai belum bisa membacanya. Jadi foto-foto dibawah adalah hasil foto JPG yang belum begitu fleksibel untuk diolah/edit.

Seperti kamera Sony pada umumnya, warna-warna yang diproduksi sangat vibrant (cerah/hidup). Untuk menguji kamera ini, saya bawa kamera ini dua kali, pertama ke air terjun, kedua ke danau dan kebun teh Pangalengan, Jawa Barat. Saya mendapati untuk biru langit saturasinya lebih tinggi dari pandangan mata saya.

Contoh foto dengan warna langit yang biru banget

Contoh foto dengan warna langit yang biru banget. Dengan lensa Sony Zeiss 24mm f/1.8. Lensa yang sangat tajam

Di dalam ruangan dengan cahaya yang cukup terang, misalnya lampu neon di dalam kantor, ISO 3200 masih cukup bagus dan noise tidak terlalu banyak yang terlihat. Di lapangan, dalam kondisi cahaya yang gelap, seperti malam hari, kualitas dan ketajaman foto masih baik sampai ISO 1600. Kualitas gambar mulai menurun karena munculnya noise yang cukup banyak di ISO 3200-6400, baik yang bintik-bintik maupun warna (chroma noise). Detail banyak yang hilang saat mengunakan ISO 12800 dan 25600 dan noise sangat banyak.

Beberapa foto di ISO tinggi terlalu oversharpened (terlalu dipaksa tajam) sehingga muncul artifact yang bergerigi saat di zoom 100%. Yang saya cukup kagum adalah integritas warna masih cukup baik dan tidak pudar/berubah sampai dengan ISO 12800. Amannya, foto dengan ISO 1600 atau lebih rendah jika tidak terpaksa.

Kondisi cukup  gelap setelah matahari tenggelam dengan ISO 3200

Kondisi cukup gelap setelah matahari tenggelam dengan ISO 3200. Lensa Sony Zeiss 24mm f/1.8

Sharing pengalaman memotret dengan Sony A5100

Saya membawa Sony A5100 dan beberapa lensa ke air terjun Cilember yang bertingkat 7. Biasanya kalau bawa satu set kamera, beberapa lensa dan tripod, saya sudah kecapean saat tiba di air terjun yang kedua tapi dengan A5100 yang ukuran dan bobotnya sangat kecil, saya bisa teruskan sampai air terjun keempat. Jika dibandingkan, jika saya membawa kamera DSLR beratnya kurang lebih 5 kg, tapi dengan kamera ini dan beberapa lensa, total berat bawaan saya hanya sekitar 2 kg. Dengan bawaan yang lebih ringan, saya lebih bisa menjaga stamina tanpa mengorbankan kualitas gambar.

DSC00630

Fungsi HDR otomatis Sony A5100 cukup bagus untuk menyeimbangkan pencahayaan. Bagian yang tadinya gelap jadi terlihat detailnya dengan lengkap. Setting HDRnya +6

Fungsi HDR otomatis Sony A5100 cukup bagus untuk menyeimbangkan pencahayaan. Bagian yang tadinya gelap jadi terlihat detailnya dengan lengkap. Setting HDRnya +6. Lensa Zeiss Touit 12mm f/2.8

Sebagai perbandingan, yang ini tanpa mengaktifkan fungsi HDR. Kondisi cahaya saat itu memang terlalu kontras dan keras.

Sebagai perbandingan, yang ini tanpa mengaktifkan fungsi HDR. Kondisi cahaya saat itu memang terlalu kontras dan keras.

Biasanya yang menjadi masalah kamera compact/mirrorless adalah saat bertemu cahaya matahari yang sangat terang, sulit sekali untuk melihat dengan jelas komposisi gambar di layar LCD. Di menu, saya bisa memilih “Sunny Weather” di bagian monitor brightness. Dengan sekejab layar monitornya menjadi sangat terang dan kontras. Saya jadi gak kesulitan lagi mengkomposisikan foto, dan tidak terlalu merasa kehilangan jendela bidik.

Seperti kamera mirrorless lainnya, daya tahan baterainya relatif cepat habis. Satu baterai paling-paling hanya cukup untuk 150-200 foto saja, maka itu saya selalu membawa cadangan baterai. Jika motretnya intensif, seperti untuk liputan, dokumentasi dari matahari terbit sampai malam, mungkin butuh beberapa baterai cadangan dan charger/power bank untuk jaga-jaga. Untuk charge baterai, bisa langsung dengan menghubungkan kamera via kabel ke stop kontak. Cara lain dengan mengunakan external charger, tapi sayangnya tidak termasuk dalam paket pembelian kamera.

Saya juga membawa A5100 ini ke Pangalengan, Jawa Barat dan memotret dari sebelum matahari terbit sampai tenggelam. Saat kondisi cahaya sangat minim, sulit untuk autofokus, tapi masih bisa manual fokus. Untuk manual fokus, kamera ini cukup baik, karena saat kita memutar ring fokus lensa, akan ada petunjuk jarak fokus dalam satuan meter di layar LCD yang bagi saya sangat membantu. Memang, layar LCD agak sulit terlihat karena noise (bintik-bintik) di layar juga banyak. Saat itu saya sempat merindukan jendela bidik optik DSLR. Setelah cahaya matahari mulai naik dan langit lumayan terang, autofokus A5100 ini bekerja dengan baik kembali.

Setelah matahari terbit, iseng-iseng, saya pasang lensa Nikon AIS 135mm dengan adapter untuk memotret nelayan dan pemandangan di sisi lain danau. Karena bukan lensa nativenya Sony, maka harus manual fokus. Jika fokusnya tepat, hasilnya tajam dan memuaskan.

Pagi hari di Cileunca, cahaya di badan perahu adalah cahaya dari senter. Kondisi cahaya masih sangat gelap. Kira-kira jam 5 pagi hari. ISO 400, f/2.8, 30 detik. Zeiss Touit 12mm f/2.8.

Pagi hari di Situ Cileunca, cahaya di badan perahu adalah cahaya dari senter. Kondisi cahaya masih sangat gelap. Kira-kira jam 5 pagi hari. ISO 400, f/2.8, 30 detik. Lensa Zeiss Touit 12mm f/2.8.

DSC01094

Sony A5100 dengan Nikon AIS 135mm f/2.8 jaman film. ISO 200, 1/500 detik f/nya lupa karena gak ke record di EXIF.

Kabut agak tebal di pagi hari itu.

Kabut agak tebal di pagi hari itu.

Secara keseluruhan, saya cukup senang dengan kemampuan kamera ini menangkap warna-warna yang cerah. Soal palet warna sebenarnya tergantung selera juga, kalau tidak suka warna yang terlalu cerah, bisa motret dengan RAW lalu baru di olah di Photoshop/Lightroom atau software lainnya.

Apps

Salah satu yang menyenangkan untuk dicoba-coba adalah aplikasi-aplikasi (Apps). Pada dasarnya Apps adalah aplikasi yang bisa kita download ke kamera. Setiap Apps memiliki fungsi yang berbeda-beda, misalnya Motion shoot, timelapse, light shaft, focus bracketing, smart remote. dll. Sebagian gratis, sebagian bebayar. Jumlah Apps meningkat jumlahnya dan saya menyambut positif hal ini karena dengan Apps baru, kamera kita seperti mendapat tambahan fitur baru, dan Apps juga akan sangat memudahkan kita mendapatkan hasil yang unik tanpa harus mengedit di software.

Apps di kamera

Apps di kamera

Dari sejumlah aplikasi tersebut, favorit saya adalah multiple exposure. Contoh-contoh hasil fotonya sebagai berikut.

Proses pembuatan foto multiple exposure yaitu 1. Foto siluet, 2. foto pemandangan/tekstur/langit

Proses pembuatan foto multiple exposure yaitu 1. Foto siluet, 2. foto pemandangan/tekstur/langit. Lensa Sony Zeiss 24mm f/1.8

Hasil Multiple Exposure. Gabungan dua foto diatas yang diproses secara otomatis oleh Sony.  Catatan: Bagian bawah foto saya crop sehingga aspek rasionya jadi 4:3.

Hasil Multiple Exposure. Gabungan dua foto diatas yang diproses secara otomatis oleh Sony. Catatan: Bagian bawah foto saya crop sehingga aspek rasionya jadi 4:3. Foto oleh Iesan Liang

Untuk penggemar video, ada beberapa fitur yang menarik dibandingkan dengan kamera Sony A6000 dan A5100. Kamera Sony A5100 bisa merekam secara sekaligus dua format, yaitu XAVCS dan MP4 sekaligus. Yang MP4 biasanya ukurannya kecil sehingga mudah di share, dan yang XAVCS datanya besar, enak untuk mengolah/editing. Fitur Zebra juga ada untuk memeriksa bagian highlight (yang terang).

Cocok untuk siapa?

Sony A5100 ini cocok untuk penggemar fotografi atau masyarakat awam yang menyukai kamera yang kinerja, kualitas gambar yang bagus tapi ingin kamera yang sekecil dan seringan mungkin. Kamera ini juga bagus bagi yang mencari badan kamera dengan harga yang tidak terlalu tinggi untuk dipasangkan dengan berbagai lensa yang telah dimiliki.

Bagi fotografer yang lebih berpengalaman, biasanya akan lebih cocok dengan kamera Sony A6000 yang memiliki jendela bidik elektronik dan tombol-tombol yang lebih banyak. Bagi saya, kamera ini bagus untuk perjalanan yang cukup sulit seperti mendaki gunung, ke air terjun, atau saat saya ingin jalan-jalan santai untuk hunting foto/street photography.

Kelebihan dan kekurangan Sony A5100

  • Ukuran relatif ringan dan kecil
  • Kualitas gambar bagus di kelas mirrorless dan DSLR, resolusi tinggi 24 MP.
  • Kinerja autofokus sangat cepat dan mumpuni untuk subjek bergerak
  • Layar LCD “Sunny Weather” sangat terang dan kontras
  • Lengkap dengan WiFi untuk transfer file dan remote
  • Rentang ISO untuk foto low light besar
  • Kualitas gambar di ISO tinggi (1600-3200) cukup baik terutama warnanya masih terjaga
  • Ada dua tombol yang bisa diprogram
  • Touch focus dan shutter sensitif sangat membantu
  • Layar LCD bisa diputar ke atas untuk selfie/candid
  • Built-in flash yang bouncing (diarahkan keatas)
  • Kecepatan foto berturut-turut relatif cepat
  • Fitur untuk movie cukup lengkap: XAVCS, dual format record, Zebra

Kekurangan Sony A5100

  • Tidak ada Fn (Quick menu)
  • Bahan kamera dari plastik
  • Tenaga flash relatif lemah (GN 4)
  • Tidak ada hotshoe atau opsional connector untuk jendela bidik/flash external
  • Kapabilitas touch screen terbatas lebih ke fokus dan shutter saja.
  • Waktu startup agak lambat (3-5 detik)
  • Saat memasukkan memory card baru harus tunggu kameranya membuat database file. Ini agak lama, sekitar 4-5 detik.
  • Autofokus jadi lambat saat mengunakan bukaan kecil (f/16 misalnya).
  • External charger tidak termasuk dalam paket

Tidak ada kamera yang sempurna, termasuk Sony A5100, tapi menurut saya kamera ini memiliki keseimbangan yang baik antara kualitas, kinerja dan portabilitas. Hal-hal penting seperti kualitas gambar dan kinerja autofokus sangat baik, setara dengan kamera DSLR semi-pro dan juga sangat ringkas dan ringan. Harganya pun tergolong masih terjangkau.

Spesifikasi utama Sony A5100

  • 24 MP APS-C sensor
  • ISO 100-25600
  • Kecepatan foto berturut-turut 6 fps
  • Shutter speed 30 detik – 1/4000 detik
  • Dimensi: 110 x 63 x 36 mm
  • Berat 223 gram kamera saja, 399 dengan lensa kit 16-50mm dan baterai
  • Wifi NFC
  • Harga Rp 8.5 juta termasuk dengan lensa 16-50mm f/3.5-5.6 OSS

Ngomong-ngomong saat tulisan ini saya tulis Sony sedang promosi untuk yang memesan (pre-order) akan dapat potongan harga Rp 500.000,- dan bonus baterai, dua Apps (salah satunya favorit saya) dan voucher potongan harga untuk membeli lensa Sony.

—–

Jika ingin tau lebih banyak tentang A5100 dan mencobanya langsung, serta peluang mendapatkan kamera mirrorless ini secara gratis, hadirilah Acara minggu ini di Yogyakarta. Gratis tidak dipungut bayaran, tapi mendaftar terlebih dahulu dengan menghubungi no telp yang tercantum di poster dibawah ini.

sony-yogya

Yuk ikuti acara kupas tuntas lensa dan test drive lensa-lensa Sony E-mount – 4 Juli 2015.
Daftar 0858 1318 3069 / infofotografi@gmail.com

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 182 comments… add one }
  • Desi Hasibuan April 10, 2017, 8:05 pm

    Co, aku binggung FujiFilm XT10 atau A6000
    Bnyk yg rekomended a6000 u pemula
    Tapi aku lihat hasil foto di IG, jauh lbh bagus hasil Fujifilm, warnanya lbh nature n hidup.
    A6000 terlalu “pop”, sehingga tdk terlihat seperti hasil photographer
    Mohon saran nya co?

    • Enche Tjin April 10, 2017, 8:15 pm

      Warna selera, ada yang suka Fuji, ada yang senang Sony. Alasan mengapa Sony A6000 banyak direkomendasikan karena fitur dan kinerja kamera lebih baik, hasil lebih detail dan harga lebih murah. Soal warna, jika belajar editing, bisa menghasilkan hasil yang sama. Jadi gak ada yang salah dan benar, kembali lagi ke masing-masing fotografernya.

  • Karisya March 31, 2017, 2:13 pm

    Ko klw a 5100 ini zoom in/out nya di lensa atau camera ya ?

    • Enche Tjin March 31, 2017, 10:13 pm

      Kalau zoomnya diatur di lensanya. (optical zoom, bukan digital zoom).

  • ANNO March 17, 2017, 7:29 am

    mas, saya mau ganti kamera lama saya canon 60d dengan a5100…kira2 pantas ga?atau bagusan mana tetap 60d atau a5100?tq sebelumnya

    • Enche Tjin March 17, 2017, 11:25 am

      Yang pasti keuntungan yang didapat adalah bawaan jauh lebih ringkas dan kecil, kualitas foto meningkat. Tapi tidak punya hotshoe buat flash.

  • Fanny March 12, 2017, 3:43 pm

    Kokoh, kayanya aku diboongin sama penjual di mangga dua. Tadinya saya rencana pengen beli canon m3. Udah paling murah di toko itu. Terus pas saya tanya kira2 kalau pake canon m3 foto dari pesawat mau foto lampu2 yg ada dibawah bisa keliatan jelas atau nggak. Dan dia langsung recomendasiin camera canon powershot SX530 hs dengan harga 6.2jt (udah sama tripod, baterai tambahan dan upgrade mmc jadi 16gb beli februari 2017) worth it kah?? Yang memang pas dia cobain foto dari jarak jauuhhh banget bisa focus dan bisa keliatan jelas. Tapi untuk foto objek deket kaya camera biasa aja. Mohon pencerahan

    • Enche Tjin March 12, 2017, 4:46 pm

      SX530 itu kamera yang kelebihannya bisa zoom sangat jauh, tapi soal kualitas gambar/video dibawah Canon EOS M3. SX530 juga gak bisa ganti lensa. Kamera ini termasuk kamera prosumer. Saya pernah bahas plus minusnya disini.

  • nadia February 27, 2017, 9:29 pm

    ko, mau tanya nih… kalau dari kualitas video sony A5100 sama Canon EOS M3 sama. kalau untuk foto2 makanana, pemandangan dan selfie lebih bagus mana yah ? terus kan kalau pengen efek bokeh Canon EOS m3 itu perlu ganti lensa 50 mm ya, kalau Sony A5100 perlu ganti lensa juga gak ?

    • Enche Tjin February 28, 2017, 11:45 am

      Iya, kualitas kedua kamera mirip2, jadi tinggal suka desain yang seperti apa saja. Kalau mau bokeh bisa ganti lensa 35mm f/1.8 sudah cukup ok, 50mm buat portrait oke, tapi kalau buat makanan terlalu sempit.

  • fahrizal umar February 6, 2017, 9:49 pm

    Pernah ganti fleksibel flash nya gak?
    Punya saya a5000 kabel fleksibel flashnya konslet,ada bagian yg sobek.
    A5000 pakai flash ekaternal bisa gak ya?

  • devi January 30, 2017, 2:26 pm

    bang klo a5100 sama a6000 mending mana ?

    • Enche Tjin January 31, 2017, 7:14 am

      Sony A6000 lebih baik dari segi built-quality dan ada jendela bidik optik dan bisa pasang flash/aksesoris external, tapi A5100 ada kelebihannya juga, misalnya layarnya bisa disentuh untuk menentukan fokus, dan lebih ringkas, layar bisa ditekuk ke atas untuk memudahkan selfie, juga lebih murah juga.

  • wilya January 22, 2017, 3:09 am

    ko, mau nanya bagusan mana kamera fujifilm x3, fujifilm xt10, fujufilm xm1, atau sony a6000.?

    • Enche Tjin January 22, 2017, 5:43 am

      Untuk hobi, suka selfie dan video, XA-3 cocok. X-T10 dan A6000 sama-sama baik, hanya A600 punya kinerja yang lebih baik di autofokus.

  • Ananda January 14, 2017, 5:42 pm

    kalo sama canon g7x, bagusan sony a5100, g7x atau fujifilm xa3/xa2?

    • Enche Tjin January 14, 2017, 8:44 pm

      Pertama2 kita harus tau dulu bahwa G7X itu kamera saku/compact. Kecil tapi gak bisa ganti-ganti lensa. Fuji X-A3 tandingan A5100, kalau dibandingkan, fitur X-A3 lebih lengkap karena lebih baru.

  • didi January 6, 2017, 5:44 am

    Ko, sekarang kan udah keluar Fuji X-A3.

    Menurut koko lebih baik mana kalau Sony Alpha 5100 dibandingkan sama Fuji X-A3?

    Makasih.

    • Enche Tjin January 6, 2017, 11:32 am

      Secara keseluruhan bagus XA-3, cuma lemah satu hal saja, waktu foto subjek bergerak, A5100 autofokusnya lebih bisa mengikuti.

  • eta January 1, 2017, 8:51 pm

    mau nanya, lensa yang paling cocok/recom banget buat a5000 untuk multi fungsi itu apa ya?

  • Aisyahs December 17, 2016, 6:38 pm

    Ko kalau sony a5100 sama canon g7x ii buat vlog mending mana?

    • Enche Tjin December 17, 2016, 9:32 pm

      Kalau sering di tempat gelap, A5100 lebih baik, bisa ganti lensa jg.

  • IKA December 17, 2016, 10:24 am

    Nanya dong pak, buat pemula yg awam untuk mirrorless Canon M10 dengan Sony A5100 baik yg mana ya

    • Enche Tjin December 17, 2016, 9:39 pm

      Secara kualitas Sony A5100 lebih bagus, terutama dalam kinerja autofokusnya. Canon M10 menang di kemudahan penggunaan dan ukurannya lebih kecil.

  • Yudhistira November 4, 2016, 11:32 am

    Kenapa kalo sony a5100 ketika mengambil foto nge shot sampai 3 kali ya? Bagaimana cara settingnya?

  • Widyan October 21, 2016, 2:22 pm

    koh, kira2 sony A5100 dengan fujifilm X-A3 yang akan keluar di indonesia ini kira2 worthed dan bagus mana ya?

    • Enche Tjin October 23, 2016, 9:24 am

      Sony A5100 keunggulannya lebih ringkas, autofokusnya lebih cepat dan oke buat subjek bergerak, sedangkan yang XA3 bisa pasang flash external, layar lcdnya lebih detil.

  • Indira October 16, 2016, 2:47 pm

    Nice review 🙂 mas mau tanya, saya pengguna sony 5100 yang saya ingin tanyakan, resolusi gambar saya hanya 500/kb per foto yg menurut saya mempengaruhi kualitas gambar padahal saya sudah set paling tinggi resolusi di kamera. Apa ada yg salah? Terima kasih

    • Enche Tjin October 17, 2016, 4:09 am

      Kalau image qualitynya sudah di set ke Fine ?

  • Biru langit September 17, 2016, 2:14 pm

    Om,buat jalan mending a5100 atau eos m10? Thank

  • Siska September 8, 2016, 12:16 am

    Mas, aku mau nanya. Kamera ku sony a5100. Sekitar sebulan yg lalu aku beli memory card yg baru karena yg lama sudah full. Nah saat awal memang perlu format memory card. Namun setiap putar tombol on selalu ada tampilan format memory card? Knp ya mas? Dan saat saya format memory card butuh waktu yg lama sekali, sampai tdk berhasil saya tunggu kurang lebih 7 menit. Lalu saya off tombolnya. Lalu saya keluarkan memory cardnya dan masukan kembali. Namun sekarang malah kamera saya stiap saya tekan on tdk bisa menyala. Padahal sy sudah charge sblmnya sampai full baterai. Apa yg bermasalah ya mas? Mohon bantuannya. Terimakasih.

  • Nadhila August 23, 2016, 4:40 pm

    Koh mau tanya, untuk bikin video lebih rekomen a5100 atau canon eos m3 ya? Karena searching2 a5100 untuk video cepet banget overheatnya, sekitar 20 menit rec video. Dan kalo canon eos m3 yg lebih rekomen apakah hasil fotonya hampir sama kaya a5100? Terima kasih.

    • Enche Tjin August 23, 2016, 7:52 pm

      Dari kualitas foto gak terlalu beda, kalau video memang rata-rata kamera foto yang mirrorless cepat overheat karena ruang heat sink terbatas, jadi buat video klip singkat saja.

  • deviana August 1, 2016, 9:50 pm

    Mas, mau tanya kalau sony a5100, nikon j5, sama fujifilm xa2 mending mana ya? Buat street photograph amatiran. Terima kasih

    • Enche Tjin August 2, 2016, 12:31 pm

      Menurut saya Sony A5100 dari fitur dan performanya.

  • ega August 1, 2016, 1:04 am

    Bang,bingung nih mau beli antara Sony 5100 atau Canon m3,,saya mau buat vlogging..mau beli Sony tapi gk bisa mic eksternal dan kalo beli Canon lambat auto focusnya….kasih saran bang,,,

    • Erwin Mulyadi August 1, 2016, 3:15 pm

      Untuk rekam video fokus justru harus lambat, kalo cepat nanti pusing nontonnya. Fokus di video itu akan lebih enak kalau sensornya udah phase detect, jadi gak pake hunting. Nah Sony A5100 dan Canon EOS M3 itu punya kemampuan phase detect AF jadi sama baiknya.

  • ammar July 29, 2016, 6:37 pm

    halo mas saya mau tanya untuk cara menggunakan multiple exposure, gimana yah?
    soalnya saya udah ngubek2 kameranya tetep ga nemu. barang kali mas mau berbagi ilmunya, trimakasih sebelumnya

  • wendy ryfanki July 24, 2016, 12:33 am

    Ko mau tanya, sony ini built in motor focus gak?

    • Enche Tjin July 25, 2016, 11:13 pm

      Udah gak usah kuatir tentang motor fokusnya.

  • aziz July 2, 2016, 10:04 pm

    Lensa tele rekomendasi untuk a5000 series sama a6000 series apa ya Koh ?

    Kalau buat segala macam aktifitas njepret, lensa kit sama sony E 35 mm f /1.8 OSS udah cukup ?
    mulai dari jepret landscape, objek gerak cepat, sampe makro.

    • Enche Tjin July 3, 2016, 11:06 am

      Banyak jenis lensa untuk Sony yang bisa dipilih. Baca-baca aja panduan di sini.

  • Lia July 2, 2016, 2:51 pm

    sony a5100 sama eos m3 mending mana?

    • Enche Tjin July 3, 2016, 11:04 am

      Kalau jalan2, street saya lebih prefer A5100 karena autofokusnya jauh lebih cepat.

  • dina yuvita June 16, 2016, 10:37 pm

    hallooo. kak klo untuk camera buat beauty blogger camera siny a5100 cocok kah ? untuk saat ini harga uda berkisar brp ya kak ? Terimakasih

  • ranandhar June 16, 2016, 2:50 pm

    koh saya lagi bimbang nih..
    kalo untuk foto traveling, vlog, foto sehari” lebih rekomendasi ke sony a5100 / olympus pen pl7 / panasonic lumix gf8?
    yg utamanya sih saya cari yg bisa layarnya dibalik. sama penting gak sih hotsoe koh?
    mohon dijawab ya koh.
    thankyou

    • Enche Tjin June 17, 2016, 5:31 am

      Ketiganya oke-oke saja buat video. hotshoe penting kalau mau pakai flash yang berguna sekali saat motret di kondisi kurang cahaya seperti indoor.

  • Handry June 11, 2016, 2:59 pm

    Sony E PZ 18–105mm F4 apakah cocok untuk sony a5100?

    • Enche Tjin June 11, 2016, 7:03 pm

      Cocok

  • Tien May 17, 2016, 2:02 am

    mnurut kko mending canon M3 atw sony A6000??

    • Enche Tjin May 17, 2016, 7:19 am

      A6000 dong

  • falih April 29, 2016, 9:15 pm

    gan kalo mau pake lensa canon , adapternya harganya yang berapaan ya

    • Enche Tjin April 30, 2016, 7:04 am

      Yang bisa autofokus rata2 1-1.5 jt.

  • indri asra April 27, 2016, 4:21 pm

    koh, kalo tanpa lensa tambahan, lebih bagus sony a5100 atau samsung nx mini atau fuji xa 2 ya koh?

    atau mungkin ada rekomendasi kamera yang bagus buat selfie koh?
    mohon jawabannya ya koh, makasihh

  • Dar April 4, 2016, 11:04 am

    Ko, nanya dong, kalau secara harga beda 1 juta lebih mahal Sony A6000 mending ambil A6000 atau A5100?

    Thank you,

    • Erwin Mulyadi April 4, 2016, 1:16 pm

      Mending A6000 ada jendela bidik dan hot shoe

      • Dar April 5, 2016, 1:37 pm

        Ok sip.
        Thank you Mas Erwin 🙂

  • Wenda March 25, 2016, 9:29 am

    Halo koh, setelah baca penjelasan di atas saya makin mantap beli Sony 5100 tapi saya kurang suka dg hasil fotonya yg ngepop gitu warnanya, apakah itu pengaruh lensa ?pengen hasil foto kaya Nikon, apakah lensa Nikon compatibel tuk Sony 5100? Dan apa aja rekomen lensanya ? Thanks koh

    • Enche Tjin March 25, 2016, 10:32 pm

      Lensa sedikit byk berpengaruh, selain processing kamera. Kalau lensa Nikon diadaptasi ke Sony saya gak gitu setuju, karena cuma bisa manual fokus dan jadi besar di bagian depan. Kalau soal warna yang disukai, bisa melalui proses editing, tapi kalau suka Nikon, ya Nikon D5500 gak begitu besar juga, bisa jadi alternatif.

  • khozin yusuf March 10, 2016, 11:53 pm

    Koh, saya lagi cari kamera mirrorless/DSLR
    Yg murah tp bagus di kondisi low light

    Mohon pencerahannya untuk harga di bawah 15 juta
    Trims

    • Enche Tjin March 11, 2016, 7:24 am

      Saat ini banyak yang bagus di kondisi low light, ada merk kamera yang disukai?

  • angga anggriana March 1, 2016, 7:36 am

    Koh klo fuji x-a2 sama 5100 bagus mana bawaan lensa kit nya ?
    Buat hasil foto bokeh

    • Enche Tjin March 1, 2016, 9:14 am

      Gak begitu pas kalau ingin hasil bokeh dengan lensa bokeh, idealnya cari Sony-nya dipasangkan dengan lensa 35mmm f/1.8 atau Fuji 35mm f/2 / f/1.4.

  • Febri February 13, 2016, 7:26 pm

    Kalo di tambah mic buat video bisa gak , makasih

    • Enche Tjin February 15, 2016, 9:31 am

      A5100 tidak punya colokan untuk itu.

  • Melisa January 25, 2016, 5:19 am

    Koh, saya butuh kamera untuk foto makeup jarak dekat? Lebih bagus a5100 atau fuji xa-2? Apa bawaan lensa kit masing2 sudah cukup? Thanks koh

    • Enche Tjin January 25, 2016, 7:42 am

      Bagus Sony A5100. Lensa kit cukup baik, tapi lebih bagus dengan lensa Sony E 35mm f/1.8 OSS.

  • amanda January 23, 2016, 6:35 am

    koh maaf mau tnya galau utk foto hasil maleup jd fokus muka lbh baik sony a5100 sony a6000 atau fuji xa2 ya koh. kalo aku liat fuji hasilnya warnanya nyala bgt tp kok sepertinya hasil lebih real sony. apa itu bisa setingannya. aku blum ada rencana beli lensa jd klo beli pake yg stamdart aja dulu. makasih koh mohhon pemcerahanya

    • amanda January 23, 2016, 6:36 am

      foto hasil makeup

  • lydia December 27, 2015, 11:50 pm

    aku punya sonya5000 beli karna di toko stock 5100 habis dan ternyata ga puas sama hasil fotonya yang agak mirip hasil kamera digital biasa. sarannya ganti 5100/beli lensa baru yg bs mempebaiki hasil oto lebih bags?

    • Enche Tjin December 27, 2015, 11:55 pm

      Iya, lensa berpengaruh ke hasil, lensa bawaan kamera disebut lensa kit, biasanya kualitasnya memang standar-standar saja. Saran saya lensa yang lebih baik seperti 35mm f/1.8 OSS, atau 50mm f/1.8 OSS untuk foto yang tajam dan latar belakang blur, atau kalau suka lensa zoom yang lebih bagus, ada 18-105mm dan yang menurut saya paling baik 16-70mm f/4 meskipun agak mahal. Baca-baca juga rekomendasi lensa Sony mirrorless.

  • ayip December 21, 2015, 8:49 pm

    Ko,bingung pilih sony a6000,samsung nx500,atau fuji x-t10,mohon pencerahannya ko…buat belajar ko,kalo bs yg bagus di kondisi lowlight dan objek gerak
    Satu lagi ko,kalo lensa sony e 55-210mm kualitasnya sama gak dngn zeis 16-70mm?
    Makasih ko enche,,,

    • Enche Tjin December 21, 2015, 11:15 pm

      Sony A6000 bagus, terutama subjek bergerak. 55-210mm (tele) kualitasnya cukup bagus, tapi berbeda dengan 16-70mm (lebar) sehingga gak bisa dibandingkan secara langsung.

  • Agil December 14, 2015, 3:28 pm

    Ko, sony a5100 kan tidak ada hotshoenya. Apakah sudah cukup dengan flash internal saja? Atau bisa diakalin biar bisa pake flash eksternal?

    • Enche Tjin December 14, 2015, 4:36 pm

      Setau saya gak bisa memasang flash external. Untuk berbagai kondisi sudah cukup tanpa flash, tapi ada juga situasi yang membutuhkan flash, dan flash internal biasanya kurang cukup. Maka dari itu saya lebih menyarankan nambah dikit untuk mendapatkan Sony A6000

      • Agil December 15, 2015, 4:16 pm

        Kalo di kelasnya lebih baik pilih apa Ko? Dan kalo sony a5100 vs canon 700d lebih baik mana?

  • sovi December 3, 2015, 11:23 pm

    Ko, mau tanya saya pakai sony a5100 utk foto2 makanan ditambah dgn lensa canon 50mm. Pengen beli lensa sony tp mahal. Utk hasil foto lensa sony jauh lbh bgs dari lensa canon ya? Ada saran utk lensa sony yg cocoj buat saya 35mm atau 50mm ya? Thanks

    • Enche Tjin December 3, 2015, 11:40 pm

      Sony 35mm f/1.8 OSS bagus untuk foto sehari-hari dan makanan karena gak terlalu sempit seperti 50mm.

      • sovi December 4, 2015, 7:42 am

        Thanks ya Ko

  • iraa November 28, 2015, 8:18 am

    koh mau nanya untuk meyakinkan kembali sebelum membeli, hehehe.

    dari hasil review blog kokoh, A6000 juara mirrorles (harga dibawah 10 juta).

    klo dari hasil ketajaman dan pemakaian, apakah fujixm1 lebih bagus dari sony a6000 ??

    saya amatir photograp, biasa foto landscape dan street yang mau beli mirorles dibawah 10 juta koh. a6000 atau xm1 ?

    • Enche Tjin November 28, 2015, 9:56 am

      Bagus Sony A6000 dibanding Fuji XM1

Leave a Comment