≡ Menu

Daftar lengkap DSLR Nikon Full Frame 2014

Nikon boleh jadi adalah produsen kamera DSLR yang punya lini full frame (FX) paling lengkap. Betapa tidak, dari DSLR FX paling basic hingga yang paling canggih ditemui setidaknya ada lima varian. Ini belum mengikutsertakan kamera generasi lama yang juga masih dijual. Sensor full frame yang menjadi jaminan mutu sepertinya jadi alasan Nikon membuat begitu banyak kamera DSLR full frame. Kita akan tinjau apa saja andalan Nikon di kelompok kamera FX ini.

Nikon D610

Di daftar pertama ada kamera Nikon D610 yang dibekali sensor 24 MP dengan bodi yang nyaris seukuran dengan kamera Nikon DX seperti D7100, lengkap dengan built-in flash dan motor fokus di dalam bodi. Walau berada di lini terbawah, D610 punya bodi magnesium, viewfinder 100% coverage dan dual memori slot. Dalam beberapa hal spek D610 memang tergolong ‘biasa’ seperti misalnya ISO maksimum adalah ISO 6400 (meski bisa diangkat sampai ISO 25600), 39 titik fokus dengan 9 cross type, shutter speed maksimum 1/4000 detik dan kecepatan tembak 6 foto per detik. Bisa dibilang D610 adalah DSLR full frame yang dirancang untuk kebutuhan dasar fotografi tapi dengan jaminan hasil foto terbaik.

Nikon D610, pengganti Nikon D600 yang lebih sempurna

Nikon D610

Cocok untuk : hobi fotografi, traveling, enthusiast 

Nikon D750

Di daftar kedua kita akan meninjau kamera kelas menengah Nikon D750 dengan sensor yang juga 24 MP, dan tetap memakai low pass filter. Perbedaan utama dengan D610 adalah pada auto fokusnya, dengan sejumlah 51 titik fokus (15 cross type) disiapkan untuk melacak aksi yang cepat, plus mampu mencari fokus di tempat yang gelap (-3 Ev).Soal kinerja burst termasuk sedang dengan 6,5 foto per detik. Lalu apa yang ingin Nikon tonjolkan dan berbeda dari generasi sebelumnya pada kamera bodi monokok berbahan magnesium alloy dan fiber karbon ini? Yang pasti pertama terlihat beda adalah layar LCD 3,2 yang bisa dilipat ke atas dan ke bawah (walau sayangnya tidak bersistem touch screen). Lalu adanya fitur Wifi juga sebuah nilai plus karena kompetitor sudah pada menyematkan fitur ini di kamera mereka. Peningkatan lain yang tidak terlalu mengejutkan adalah modul dan fitur metering, fitur video, (Auto ISO, power aperture dan bisa simultan rekam ke memori dan HDMI out).

nikon-d750

Nikon D750 dengan layar LCD dilipat ke atas

Beberapa hal di D750 agak disayangkan seperti cuma bisa maksimum shutter  1/4000 detik, tidak ada focus peaking dan eyecup di jendela bidik tidak bebentuk lingkaran.

Cocok untuk : foto liputan, hobi fotografi dan videografi, enthusiast 

Nikon D810

Nikon D810 merupakan DSLR full frame kelas elit dengan resolusi ekstra tinggi 36 MP. Kamera ini seperti pendahulunya D800/D800E ditujukan untuk para profesional yang mencari kualitas hasil terbaik sekaligus detail yang tinggi sampai cetak ukuran ekstra besar. Dari bodinya D810 masih sangat mirip dengan pendahulunya, sedikit lebih ringan dan ada perubahan tata letak tombol tertentu. Layar LCD di D810 masih berukuran 3,2 inci dengan 1,2 juta titik, tapi kini tersusun atas piksel RGBW dan ada split-screen view untuk membantu komposisi. Sensor D810 tanpa Low Pass Filter, sehingga hasil foto bisa lebih tajam walau sebagai resiko akan rentan muncul moire. Sensor di D810 juga bisa diajak untuk main ISO rendah sampai ISO 64, dipadankan dengan prosesor yang sama dengan D4s yang bisa menekan noise, mendukung video 1080p 60 fps dan memotret kontinu hingga 7 fps (di mode DX). Shutter di D810 bermekanisme agak berbeda dengan meniadakan mekanisme buka tutup saat first-curtain, digantikan dengan elektronik shutter sehingga mengurangi getaran dan bunyi.

D810_24_70_front34l.low

Nikon D810, tanpa low pass filter

Nikon D810 menjadi DSLR Nikon yang pertama mengenalkan sistem auto fokus yang bisa memilih opsi group-AF daripada memilih satu diantara 51 titik AF yang ada. Juga disini dikenalkan juga mode metering tambahan yang berguna untuk memotret pemandangan adalah Highlight-weighted metering. Ada juga zebra pattern saat live-view untuk indikasi hihlight yang terlalu terang. Dalam urusan Picture Control, ada pengaturan baru untuk memainkan clarity, pengguna editing Lightroom tentu sudah akrab dengan clarity yang bisa membuat foto jadi lebih muncul detailnya. Juga ada opsi Picture Control baru yaitu ‘Flat’ yang menjaga highlight dan shadow tetap natural saat rekam video.

Nikon D810 memanjakan para perekam video profesional juga, seperti bisa manual eksposur (termasuk mengatur bukaan saat sedang rekam video), ada 60 fps untuk slow motion (walau belum ada 4K, dan memang saat ini belum mendesak untuk itu) dan konektivitas lengkap (mic, headphone dan clean HDMI out).

Cocok untuk : fotografer komersil, videografer pro, fotografer pemandangan

Nikon Df

Nikon merancang satu konsep kamera dengan slogan pure photography, dimana kamera hanya dipakai memotret dan tidak untuk merekam video, dengan nama Nikon Df (Digital fusion). Kamera yang tahan cuaca ini berdesain retro seperti kamera film Nikon FM, dengan pengaturan ISO, shutter dan sebagainya melalui roda dial tersendiri. Kelebihan dari banyaknya tuas dan roda kendali adalah mempermudah kita melihat setting kamera dan mempercepat saat menggantinya. Bagi yang setia dengan Nikon dari jaman film, kamera ini bisa mengakomodir lensa-lensa lama sampai jenis lensa pre-Ai yang diluncurkan pertama kali tahun 1959 yang lalu. Sayangnya tidak ada built-in flash di Nikon Df.

nikon-df

Nikon Df, kamera DSLR berdesain retro klasik

Sensornya memang ‘hanya’ 16 MP tapi bisa mencapai ISO hingga Hi4 (setara ISO 204.800). Modul auto fokus 39 titik sama dengan kamera Nikon D610/D7100/D5300 namun tanpa AF assist light. Kecepatan foto kontinu adalah 5.5 foto per detik. Jendela bidiknya memang besar karena sama dengan jendela bidik Nikon D800. Yang membuat kamera ini menarik bukan karena spesifikasinya, tapi desainnya yang saat ini sedang “in“. Fujifilm dan Olympus yang merancang kamera model lama cukup sukses dengan seri Fuji X dan Olympus OM-D-nya. Ukuran kamera tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dibandingkan dengan kamera DSLR lainnya. Perbedaan utamanya adalah pegangan Nikon Df lebih kecil. Bagi pengguna kamera DSLR di jaman sekarang, mungkin perlu penyesuaian, tapi yang terbiasa mengunakan kamera SLR film, pegangan kamera ini mungkin akan sangat cocok.

Cocok untuk : pemilik lensa-lensa Nikon lama, mereka yang tidak merekam video dengan DSLR

Nikon D4s

Kamera penerus Nikon D4 ini tidak banyak berbeda dari tampak fisik maupun spesifikasi dasarnya. Hadir sebagai kamera flagship DSLR Nikon, D4s memiliki bodi besar dengan verical grip terpadu, dua LCD kecil dan dua joystick. Peningkatan dalam hal prosesor dan ISO terlihat dengan kemampuan ISO hingga 409.600 (Hi4) juga kini kemampuan burst jadi 11 fps. Buffer di kamera ini juga besar sehingga mampu menampung 200 foto JPG kontinu atau 104 foto RAW tanpa henti. Untuk mengikuti tren video terbaru, D4s juga kini bisa merekam video 60p. Desain shutter unitnya berbahan kevlar yang tahan dipakai dan diuji hingga 400 ribu kali jepretan.

Nikon D4s, kamera DSLR untuk profesional

Nikon D4s, kamera DSLR untuk profesional

Cocok untuk : jurnalis, fotografer aksi dan olah raga

Sebagai bonus saya buatkan tabel komparasi fitur antar kamera DSLR Full Frame Nikon : 

Nikon FX compared

* klik tabel diatas untuk tampilan yang lebih besar.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di LinkedIn dan instagram.

{ 10 comments… add one }
  • Ardika August 22, 2017, 10:03 pm

    Mas,mau tanya, kamera saya Nikon DF dan pakai lensa 50mm, saya pingin ganti lensa yg lebih pleksibel , lensa yg berapa cocoknya ? Terimakasih.

    • Enche Tjin August 23, 2017, 12:08 pm

      Lensa zoom yang cukup fleksibel 24-120mm f/4.

  • Sigit Santoso August 22, 2017, 1:47 am

    Bang saya mau upgrade Lensa kit af p 18-55mm..antara nikon afs 55-200mm vr vs tamron 18-200mm pilih yang mana untuk nikon d3400..

    • Erwin Mulyadi August 22, 2017, 12:59 pm

      Satu lensa praktis pengganti lensa kit adalah tamron 18-200mm VC, tapi kalau masih mau pakai lensa kit baiknya dilengkapi dgn 1 lensa tele spt 55-200mm

  • Agus Sujana April 15, 2016, 10:37 am

    Info yg sangat menarik…
    Sy mau tanya sedikit, bgaimana dg D700…kira2 kekuatan shutter release ny masih bisa diandalkan utk penggunaan 5-10 th kdepan dr skarang…trutama bila menggunakan mode Ch (continues high)…kbutuhan sy lbih sering utk liputan event…dan mengingat jg media penyimpanannya masih memory CF, apkah masih berani diandalkan utk moment cepat…utamanya dlm proses penyimpanan…
    Kebetulan ada rencana pindah ke FX, tp belum ksampaian budgetny utk type2 di atas…jd sy akn melirik yg second hand sj dlu…salah satuny D700…
    Trimksih…

  • ahmed October 17, 2014, 10:45 am

    bang knp d4s sama df ukuran pixelnya lbh kecil pdhl sama2 full frame, apakh tidk memengaruhi kualitas gmbar, mohon pe.jelasaannya….

    ahmad

    trims

    • Enche Tjin October 17, 2014, 11:30 am

      Bukan ukurannya, tapi jumlahnya. Ukuran pixelnya justru lebih besar daripada yang Megapixelnya lebih banyak. Kualitas gambarnya tidak terpengaruh.

      • ahmed October 17, 2014, 2:16 pm

        trims atas penjelasannya, saya pemula dan sangat gemar forografi tp belum beli kamera, ceritanya lgi nabung. bagaimana untk bisa ikut kursus fotografi sama koh enche? maklum saya pensaran banget, spt koh enche sangat memahami fotografi dan say antusias,mohon pencerahannya.

        htur nuhun

Leave a Comment