≡ Menu

Belajar dari fotografer Michael Kenna

Michael Kenna (lahir tahun 1953) adalah seorang fotografer asal Inggris yang terkenal atas foto-foto landscape hitam putih. Gaya fotografi Kenna mudah dikenali yaitu seperti filosofi Zen yang mementingkan simplicity dan minimalism. Gayanya sangat banyak ditiru. Dalam karirnya, Kenna sebagian besar mengunakan kamera medium format yang aspek rasionya 6 X 6 / bujursangkar.

24-abashiri-trees

Dari Michael Kenna, kita dapat belajar:

1. Membuat komposisi yang simple tapi menarik

Biasanya, saat menghadapi pemandangan yang luas, kita cenderung ingin memasukkan semuanya ke dalam bidang foto dengan lensa lebar, tapi Kenna memiliki kecenderungan lain, dia hanya mengambil sudut atau detail tertentu yang menurutnya adalah esensi dari suatu tempat. Hasilnya adalah komposisi yang simple dan menarik karena sudut yang diambil atau momen pengambilan foto yang sangat tepat. Keseluruhan karya Michael Kenna adalah dalam bentuk foto hitam putih yang membantu mempertegas kesan simplicity.

huangshan-kenna

2. Teknik Long Exposure

Kenna sering mengunakan teknik long exposure/slow speed (shutter speed yang sangat lambat, dari beberapa menit sampai dengan 10 jam). Kenna juga sering memotret di malam hari. Hasil-hasil fotonya terlihat sangat halus, dan tidak nyata (seperti di alam mimpi). Kenna juga mengunakan elemen-elemen alam seperti kabut untuk memberikan kesan misterius.

3. Square format

Kecuali karya-karya foto di awal karir Michael Kenna, kebanyakan karyanya memiliki format Square/bujursangkar. Hal ini mungkin karena kamera yang digunakan Kenna memang menghasilkan output 1:1, tapi juga merupakan pilihan Kenna. Square format memberikan kesan yang sangat seimbang/balance.

4. Leading line dan keseimbangan geometri

Komposisi garis / leading line, banyak digunakan Kenna untuk foto landscapenya. Misalnya batang-batang yang terlihat di foto dibawah ini. Selain itu, barisan pohon, jalan, dan bangunan sering digunakan Kenna untuk menuntun mata pemirsa dari satu bagian ke bagian foto lainnya.

michael-kenna-step

kenna-leading-line

5. Memanfaatkan shadow dan highlight untuk membuat kesan tiga dimensi

Kenna ahli sekali dalam mengunakan shadow (bayangan) dan highlight (bagian yang terang) untuk memberikan kesan tiga dimensi. Meskipun tonal shadow dan highlight sangat kontras, tapi gradasinya sangat lembut. sehingga terkesan alami.

minimalist-cone-kenna

Gaya fotografi Michael Kenna memang menarik sehingga banyak ditiru. Memang, saat memulai belajar, meniru adalah salah satu cara yang mudah, tapi tentunya kalau menjiplak seratus persen teknik dan gaya komposisi seorang fotografer, kita akan kehilangan jati diri sendiri. Jadikan wawasan ini sebagai inspirasi untuk berkarya dan cobalah bereksperimen dengan berbagai teknik dan komposisi sehingga menemukan gaya fotografi sendiri.

Rekomendasi: Buku-buku Michael Kenna

Semua foto diatas adalah karya foto Michael Kenna.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 15 comments… add one }
  • Anto January 30, 2015, 3:53 pm

    Pak Enche pernah dengar/pake Lights Tipper? untuk bouncing flash internal, lumayan kalo dipake motret indoor tanpa bawa2 flash eksternal kalo gak salah harganya cuma 100 ribu, tapi saya dah cari2 di toko se Jogja gak ada yg jual, mungkin di Pak Enche bisa pesan?hehe..

  • Anto January 30, 2015, 3:03 pm

    Untuk candid wedding D3100+afs 70-200 f/4 apakah msh butuh flash pak?
    Saya ada SB 900 biasa utk foto liputannya, kalau liputan pake body D610+afs 16-35 f/4+SB 900 dah lebih dari cukup…

    • Enche Tjin January 30, 2015, 3:06 pm

      Kalau di dalam ruangan biasanya perlu karena cahayanya biasanya kurang.

  • anto January 30, 2015, 1:32 pm

    Terimakasih Pak Enche udah di balas..tanya lagi ya pak
    1.Kalau budget laptop 15 jutaan mungkin Pak Enche bisa rekomendasi tipe Mac yg mana utk aplikasi grafis&editing foto yg bagus?
    2. Kalau boleh tahu alasannya apa pak pilih afs 16-35 f/4 & afs 70-200 f/4?apa karena jenis lensanya lebar & tele?walaupun tidak bukaan besar (f/2.8)
    3. Kalau saya jadi ambil afs 16-35 f/4 & afs 70-200 f/4 utk ke depannya misal mau beli 1 lensa fix lebih direkomendasikan mana antara afs 50 f/1.4 atau afs 85 f/1.8? dan alasannya apa pak?
    4. Kalau D3100 saya tandemkan dengan D610 dengan lensa afs 16-35 f/4 & afs 70-200 f/4 lebih pas mana antara:
    – D3100+afs 16-35 f/4 utk foto liputan wedding
    – D610+afs 70-200 f/4 utk candid wedding
    – atau sebaliknya
    Terimakasih Pak Enche..

    • Enche Tjin January 30, 2015, 1:44 pm

      1. Seri Macbook Pro biasanya yang diandalkan untuk editing graphic/foto
      2. Alasannya karena fleksibilitas dan mencakupi range yang luas, dari lebar sekali sampai jauh sekali. Kualitasnya juga bagus.
      3. Supaya gak overlap 50mm f/1.4
      4. Kalau 16-35mm dipasangkan ke D3100, jadi gak begitu lebar, jadi saya biasanya memasang Nikon D610 dengan 16-35mm, dan yang D3100 dengan 70-200mm untuk jangkauan yang lebih jauh 🙂

  • anto January 30, 2015, 10:30 am

    Pak Enche apakah materi Workshop Editing dan manajemen foto dengan Lightroom itu sama dengan materi Mastering Art of composition and editing?

    Saya rencana akan beli laptop Macintosh utk memudahkan pekerjaan editing foto biar bisa mobile di bawa kemana2, apakah ada rekomendasi Mac yang bagus? budget 10 juta pak

    Saya udah 9 tahun buka studio foto dari pakai Canon 300D(2th)-Nikon D60(3th)-Nikon D3100 sampai sekarang, ada tabungan sekitar 50juta (saya nabung 500rb/bln dari thn 2006)
    mau tambah kamera Nikon Fullframe D610 (body), tapi masih ragu untuk lensanya beli AFS 24-70 F/2.8 + AFS 85 F/1.8 atau AFS 16-35 F/4 + AFS 70-200 F/4, kebutuhan saya utk motret Prewed,Liputan Wedding+Candid,Model,Fashion&Beauty Shoot sekarang sedang tertarik utk motret Environment Portrait juga..
    Mohon sarannya Pak Enche supaya saya tidak salah beli & tdk overlap FL lensanya..
    Terimakasih
    Anto

    • Enche Tjin January 30, 2015, 12:09 pm

      Beda materinya.

      Laptop Mac setau saya biasanya 15-20 jutaan 🙁

      Kalau saya pribadi pilih 16-35mm f/4 dan 70-200mm f/4. Tapi itu pendapat pribadi saja. Setiap orang sukanya beda-beda.

  • Anto January 29, 2015, 12:13 pm

    Pak Enche apakah les privatnya full di studio semua? tidak ada yang di outdoor? trims..

    • Enche Tjin January 29, 2015, 12:36 pm

      Banyakan indoor, tapi kalau cuaca memungkinkan bisa di atap ruko untuk latihan foto outdoor/pemandangan atau portrait.

  • Anto January 29, 2015, 11:15 am

    Pak Enche saya mau tanya tentang les privat boleh ya..
    1. Apa 1 hari hanya melayani 1 materi saja? Bisa tidak 1 hari les privat tentang Pengenalan kamera dan fotografi (Durasi: s/d 3 jam) & Komposisi dan lighting? (Durasi: s/d 4 jam)
    2. Hari berikutnya les privat tentang Creative Lighting Studio & Portrait dan Editing (Durasi s/d 4 jam) & Manajemen foto dengan Adobe Lightroom 5 (Durasi: s/d 6 jam)
    3. Jadi saya cuma 3 hari 2 malam aja di Jakarta, apakah biayanya tetap sama?
    4. Apa ada rekomendasi penginapan yang dekat dengan lokasi kursus?
    Terimakasih Pak Enche..

    • Enche Tjin January 29, 2015, 11:22 am

      Bisa saja Anto. Yang dekat Hotel Losari Roxy. Tinggal menyebrang saja. Biayanya sama saja, per sesi/materi. Bikin janji tanggal dan waktu ke 0858 1318 3069 ya. Trims.

  • Rudi Candra January 29, 2015, 11:05 am

    Om Enche, ada referensi buku-bukunya Michael Kenna om? Thx.

    • Enche Tjin January 29, 2015, 11:10 am

      Klik aja link2 diatas.

  • Albertus adi January 28, 2015, 2:20 pm

    Akhirnya ada yang mengupas karya2 dia. Karya dia emang simpel tapi ‘beda’. Idola saya nih koh enche. saya paling suka foto2 nya dia di Concentration Camps. magis banget……

    • Enche Tjin January 28, 2015, 6:32 pm

      Oya? kirain sukanya komposisi yang rumit ngejelimet? hehe 🙂

Cancel reply

Leave a Comment