≡ Menu

Canon 5DS dan 5DS R pecahkan rekor sebagai kamera DSLR dengan Megapixel terbanyak

Hari ini Canon mengumumkan kamera DSLR baru beresolusi terbanyak untuk format full frame DSLR saat ini yaitu 50 MP. Ini merupakan angin segar bagi penguna dan pemilik kamera dan lensa Canon. Sudah tepat tiga tahun sejak Nikon mengumumkan Nikon D800 yang beresolusi 36MP, baru sampai hari ini Canon bisa menyamai dan sekaligus melewati batas megapixel ini. Sebagai kamera kelas atas Canon saat ini, harganya juga lumayan tinggi, yaitu US$ 3700 dan US$3900 (Sekitar Rp 47-49 juta dengan kurs 1 USD = Rp 12600).

canon5ds-r

Secara fisik, Canon 5DS dan R mirip sekali dengan Canon 5D mk III. Ini merupakan hal yang bagus, karena pengguna 5D mk III akan merasa terbiasa saat mengunakan kamera Canon 5DS. Di kamera ini, Canon melakukan sedikit modifikasi di mekanisme cermin dan base plate tripod supaya ketajaman foto bisa maksimal. Perlu dicermati juga bahwa 5DS ini bukan untuk menggantikan Canon 5D mk III. Untuk berbagai jenis fotografi, Canon 5D mk III masih lebih serba guna.

Perbedaan antara 5DS dan 5DS R, terletak pada konfigurasi filter AA (Anti Alias) di depan image sensor. Yang 5DS R memiliki filter tambahan yang membatalkan filter AA sehingga hasil foto menjadi lebih tajam, tapi beresiko memunculkan pola moire dan false color (salah warna). Konsep ini mirip dengan kamera Nikon D800 dan D800E, bedanya kalau D800E langsung menghilangkan filternya, tapi yang Canon menambahkan filter tambahan. Keuntungan memasang filter yang membatalkan filter AA adalah letak focal plane image sensor kamera ini tetap sama.

Saran saya untuk foto subjek yang organik seperti landscape atau nature, lebih baik yang 5DS R, tapi untuk foto objek yang berpola seperti produk, arsitektur, fashion, atau yang juga akan mengunakan kamera ini untuk merekam video, lebih baik yang 5DS.

Canon EOS 5DS ini memang bukan kamera yang dirancang untuk fotografi secara umum, tapi lebih khusus untuk fotografer yang ingin menangkap detail semaksimal mungkin dengan tujuan cetak besar atau cropping foto. Contohnya fotografer landscape, arsitektur, produk, fashion.

Kekurangan resolusi tinggi adalah noise akan lebih banyak saat setting ISO tinggi (800+). Maka itu, 5DS ini tidak bisa menyamai kehandalan 5D mk III dan 6D dalam hal memotret di kondisi cahaya gelap dengan cahaya apa adanya (available/ambient light). Canon membatasi rentang ISO native 5DS antara 100-6400 saja, dan bisa di extend ke 12800.

Praktik terbaik saat mengunakan Canon 5DS adalah mengunakan tripod yang kokoh, atau jika di studio, mengunakan lighting yang cukup terang. Selain itu, pilihan lensa juga harus sangat diperhatikan. Untuk memaksimalkan hasil foto, beberapa lensa yang saya anjurkan adalah sebagai berikut: Canon 24-70mm f/2.8 II, Canon 70-200mm f/2.8 IS II, Canon 70-200mm f/4 IS, Canon 200-400mm f/4 IS, 16-35mm f/4 IS. Lensa-lensa fix telefoto juga keren saat mengunakan kamera ini, seperti: 135mm f/2, 200mm f/2 IS, 300mm f/2.8 dan seterusnya. Lensa berkualitas tinggi oleh Zeiss seperti Zeiss Otus 55mm f/1.4, 85mm f/1.4 dan 135mm f/2 akan cocok sekali dengan kamera ini.

Difraksi juga harus diperhatikan, setting bukaan yang optimal untuk kamera ini adalah f/8, jika terlalu besar, bagian sudut-sudut foto tidak begitu tajam, dan kalau terlalu kecil, difraksi akan membuat keseluruhan foto menjadi kurang tajam.

Intinya, kamera ini bukan kamera ideal untuk snapshoot (asal jepret), tapi lebih dikhususkan untuk fotografer yang memang memahami teknik fotografi untuk memaksimalkan hasil foto. Jika teknik fotonya bagus, dan didukung dengan tripod, pencahayaan dan lensa yang berkualitas, maka fotografer tersebut akan mendapatkan hasil foto dengan detail dan ketajaman yang mencengangkan.

Contoh-contoh foto dengan Canon 5DS sudah tayang di situs resmi Canon. 5DS R juga demikian. Silahkan mengamati dengan seksama. Info lain tentang Canon 5DS bisa dilihat di situs Canon Pro Network.

Spesifikasi Canon 5DS/R

  • 50 MP CMOS sensor
  • ISO 100-6400 (extended 12800)
  • 61 titik autofocus
  • Dual Digic 6 Processor
  • Kecepatan foto berturut-turut 5 fps
  • Video full HD 30p
  • LCD resolusi 1 juta (tidak bisa diputar)
  • kartu memori CF & SD
  • USB 3.0

——-
Bingung memilih kamera dan lensa yang tepat untuk berbagai pemotretan? Buku panduan Smart Guide ini akan membantu.

Infofotografi juga rutin menyelenggarakan kursus fotografi dan tour fotografi. Anda bisa melihat jadwal dan materinya disini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 10 comments… add one }
  • unyil February 9, 2015, 11:03 pm

    Udah liat sample fotonya sih.
    Memang sepertinya noise mudah muncul. Bahkan pd iso menengah.
    Kalo di iso rendah tetep halus.
    Kayae utk kamera Full frame, 50 MP terlalu tinggi. Sensornya dipaksakan.
    Lgpl butuh komputer spek tinggi utk editing.

  • theo February 7, 2015, 11:11 am

    Om Enche…apakah hasilnya sangat kurang bagus jika pake canon 5ds r untuk foto objek yang berpola seperti produk, arsitektur, fashion?

  • pipok mgl February 6, 2015, 6:13 pm

    Pak, kalo motret pada kondisi low light kok hasilnya lebih bagus pake slow speed daripada high ISO, kenapa ya?

    • Enche Tjin February 6, 2015, 6:26 pm

      Karena ISO tinggi memunculkan noise dan menurunkan kualitas gambar. Kalau shutter speed tidak, tapi tentunya perlu tripod yang kokoh supaya gak blur/berbayang fotonya.

Leave a Comment