≡ Menu

Foto hitam putih (B&W) sebagai pilihan kreatif

Sebagian besar foto-foto digital yang saya ambil biasanya saya konversikan ke Hitam Putih. Ketertarikan saya terhadap foto hitam putih atau Monokrom sudah cukup lama. Saya tidak tahu apakah mungkin secara psikologis  karena pengaruh perkenalan pertama saya dengan fotografi di tahun 1960 an (7~8 thn) dahulu berawal dari foto Hitam dan Putih, atau memang benar-benar menyukai karakter gambar dalam nuansa monokhrom. Memang, foto berwarna juga sudah ada pada saat itu tetapi jarang untuk foto sehari-hari, apalagi untuk anak seumur saya waktu itu karena harganya lebih tinggi dan relatif sulit didapatkan. Saya ingat waktu itu saya mendapatkan kamera kotak sederhana, sayangnya saya lupa mereknya, dengan ukuran film 120 sebanyak 12 frame, kamera tersebut merupakan hadiah ulang tahun.

Singkat cerita pada saat itu saya selalu tidak sabar ingin segera mengetahui hasilnya setelah dikembangkan dan dicetak, walaupun hasilnya ada yang gelap, terang, tajam, kabur saya selalu menikmati hasil jepretan saya itu apa adanya.

first-foto-momi-01

first-foto-momi-02

Foto-foto diatas adalah foto pertama saya yang digunakan bergantian dengan adik.

Jadi…

Bagi saya pribadi foto Hitam dan Putih itu cocok untuk hampir semua jenis fotografi, Portrait, Lanskap, Urban/Perkotaan, Arsitektur, Benda2 seni, dan beberapa jenis fotografi lainnya.

Sepertinya Foto Hitam Putih adalah media yang paling fleksibel/supel untuk segala suasana/situasi pencahayaan. Karena penilaiannya akan lebih ke rasa, (komposisi, artistik, tone) walaupun foto itu tidak, cerah buram under atau over expose.

High key

High key

Low key

Low key

Foto hitam putih bagus juga untuk arsitektur

Foto hitam putih bagus juga untuk arsitektur

Pengalaman saya dengan foto berwarna akan sangat baik/sering pada kondisi cahaya yang cerah atau studio dengan pencahayaan yang maksimal atau dengan lensa yang bagus dan kuat, tapi saat ini memang dunia fotografi sudah maju dan canggih oleh teknologi elektronik dan digital, tetapi semua itu ada harganya kan, dan Hitam dan Putih itu adalah pilihan dalam berkreasi .

Selama ini yang saya alami, mungkin tidak dialami orang lain adalah warna itu sangat mengganggu dan justru sering mengambil fokus dari subjek foto, mata saya jadi malah jelalatan karenanya. Saya ingin foto itu berbicara untuk diri sendiri secara jujur tanpa terpengaruh penilaiannya oleh warna warni yang cerah.

street-momi-01-c

street-momi-01

 

Memang foto Hitam Putih tidak bisa menghadirkan warna warni yang begitu banyak spektrumnya, tetapi justru mempunyai kehalusan dalam tonenya, dan disitu tantangannya untuk menonjolkan warna-warna dalam nuansa tone gradasi dari hitam pekat hingga menuju putih sehingga akan muncul sebuah karakter jujur dari subjek foto tsb.

Tetapi foto Hitam dan Putih itu harus dasarnya adalah foto berwarna yang baik (pencahayaannya, kontrasnya, dan white balancenya) sehingga warna-warna yang sudah seimbang dan baik itu akan diterjemahkan dengan baik juga oleh gradasi warna hitam putih. Konkretnya bila foto Hitam dan Putih itu terlihat baik dan sempurna, pasti foto warnanya juga sempurna.

Ansel Adams, Cartier Bresson, David Bailey, Karsh, Sebastio Salgado, Albert Watson, Peter Lindbergh, Herb Ritts, Irving Penn, Daido Moriyama, Sally Mann, Avedon – Adalah sederet fotografer kawakan, yang hidup atau telah meninggal, mereka melihat hitam dan putih tidak hanya sebagai batasan teknis tetapi sebagai pilihan kreatif.

—-

Catatan Enche:

Pak Momi H Poernomo sering sharing foto di grup Alumni Kursus kilat Infofotografi di Facebook dan juga mengikuti beberapa tour fotografi Infofotografi.com. Terima kasih atas sharingnya, mudah-mudahan akan ada lagi sharing pengalaman foto selanjutnya.

Infofotografi secara rutin menyelenggarakan kegiatan belajar dan tour fotografi. Bagi yang minat bergabung boleh kunjungi halaman ini untuk melihat jadwal acara.

About the author: Momi Hendro Poernomo adalah seorang Arsitek yang menggemari fotografi dari sejak perkenalnnya dengan box camera sebagai hadiah ulang tahun sewaktu kecil. Jenis fotografi yang disukai cukup beragam, beberapa favorit nya yaitu Street Photography, Landscape, Human Interest, Travel dan kebanyakan foto B&W. Karya-karyanya bisa dilihat di Instagram.

{ 5 comments… add one }
  • Nanda Widyatama October 26, 2016, 8:58 pm

    Terima kasih sedikit ilmunya ko. Saya pribadi juga cenderung menyukai foto BW. Jadi semakin semangat untuk berlatih

  • nofri November 20, 2015, 8:39 pm

    Sory melenceng koko
    Tlg rivew lensa tamron 16-300 yg baru itu dong

  • Poernomo November 18, 2015, 11:45 am

    Terima kasih sekali untuk bung Enche Tjin, karena telah mendorong saya untuk menulis, sehingga saya bisa berbagi pengalama, pikiran dan ide2 saya kepada teman2 Alumni Kursus Kilat Info Fotografi. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat dan menambah semangat berkarya untuk teman2 di group ini,
    Salam.

Leave a Comment