≡ Menu

Strategi penamaan dan pembuatan catalog di Adobe Lightroom

Sistem catalog/library adalah sistem yang berguna untuk mengatur foto-foto kita. Sistem ini terdapat di software Adobe Lightroom/Capture One. Mengapa tidak mengunakan satu catalog saja untuk semua foto yang kita buat? Hal tersebut kurang bagus, karena jumlah foto dalam katalog bisa jadi terlalu banyak dan memberatkan sistem komputer seperti processor dan memory sehingga berpotensi lambat saat mengedit foto. Selain itu, mengunakan hanya satu catalog akan menyulitkan organisasi dan pencarian foto di masa depan.

lr-catalog

Catalog diatas saya namakan Yunnan, berisi foto-foto saat tour foto ke Yunnan, Cina.

Tapi bagaimana sebaiknya kita mengelompokkan foto-foto kita supaya mudah ditemukan dan terorganisir dengan rapi? Ada beberapa strategi, antara lain:

Membuat katalog berdasarkan projek

Kita bisa mendedikasikan sebuah katalog untuk projek / klien untuk memudahkan untuk melihat kemajuan perkembangan editing foto, atau sebagai arsip.

Membuat katalog berdasarkan kronologi waktu

Kita bisa mendedikasikan katalog berdasarkan waktu, misalnya nama katalognya 2015, berarti isi foto-fotonya nanti berisi foto-foto yang diambil sepanjang tahun 2015. Cara ini cukup populer, terutama bagi penghobi fotografi yang tidak terlalu banyak memotret. Misalnya dalam satu tahun hanya memotret saat liburan saja, sekitar dua sampai lima kali per tahun. Kelemahan strategi ini adalah kadang kita bisa lupa apa saja yang kita foto tahun-tahun tertentu sehingga membuat pencarian foto lebih lama.

Membuat katalog berdasarkan subjek atau jenis fotografi

Jika hobinya berbagai jenis fotografi, bisa juga membuat katalog untuk setiap jenis fotografi. Misalnya katalog foto portrait, food, street photography dan sebagainya.

lightroom-portrait

Catalog Portrait berisi foto-foto portrait studio maupun outdoor

Membuat katalog berdasarkan tempat

Untuk travel fotografer yang berkunjung ke banyak tempat dan berulang-ulang, ada baiknya membuat katalog berdasarkan tempat. Contohnya nama catalog berdasarkan propinsi, seperti Jawa Barat, Sumbar, dll, tapi bisa juga nama negara, seperti China, Malaysia, Jepang, Australia dan sebagainya.

Tidak ada satu strategi yang cocok untuk semua fotografer, dan kadang perlu membuat katalog yang berbeda-beda untuk beberapa kebutuhan, seperti saya, biasanya saya membuat katalog berdasarkan proyek, subjek dan juga tempat.

Saat mengunakan Lightroom pertama kali, dulu saya tidak pernah membuat catalog baru. Semua foto saya import ke catalog umum (Lightroom Catalog). Akibatnya, saat foto-fotonya sudah banyak, saya kesulitan mencari dan mengorganisasikan foto-foto tersebut. Dengan memecah-mecah susunan foto ke dalam beberapa katalog kerja saya lebih efisien. Dengan demikian, data catalog dan editing juga bisa lebih aman. Jika sebuah katalog corrupt/rusak, maka hanya berdampak pada foto-foto di dalam katalog yang rusak itu saja.

—-

Ikuti kelas Adobe Lightroom satu hari, kita akan bahas tuntas tentang manajemen dan editing foto dengan Lightroom. Info/daftar 0858 1318 3069 – infofotografi@gmail.com

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment