≡ Menu

Pengalaman hunting di Sunda Kelapa

Liburan telah tiba, namun permintaan kursus privat selalu ada. Seperti tgl 25 Desember 2015 kemarin, Enche ada permintaan privat praktek langsung hunting di lapangan. Awalnya tempat yang dipilih adalah sekitar bundaran HI.

Saya pun ikut. Memang dasarnya malas ganti-ganti lensa, saya pun akhirnya hanya memilih membawa A6000 dengan lensa 10-18mm untuk mendapatkan suasana satu bundaran HI tersebut. Itu pun dititipkan ke tas kameranya Enche. Pakaiannya lumayan formal (kemeja) karena memang niat saya lebih untuk jalan-jalan ke Plaza/Mall terdekat dulu sebelumnya daripada huntingnya. Hihihi. Akhirnya kita pun berangkat.

Di tengah perjalanan, ternyata rencana berubah. Enche memutuskan untuk mengganti tempat hunting ke Sunda Kelapa. Huaaa…. Salah kostum dan salah lensa pula. Untungnya dapat pinjaman topi dan armcover karena cuaca masih cukup panas. Awalnya saya sudah mengelak dari hunting ini (tidak ingin ikut) namun akhirnya dengan terpaksa, saya pun ikut.

Turun dari mobil, saya hanya mengamati sekeliling. Perasaannya sepertinya gak cocok hunting di Sunda Kelapa dengan lensa wide.

Enche mengeluarkan kameranya. Dia pun menyodorkan kamera saya sembari berkata sambil tersenyum seakan tahu kalau saya lagi gak mood, “Cobalah foto-foto dulu, saya sendiri saja juga salah bawa kamera dan lensa yang hanya bisa fix 14mm (setara 21mm), punyamu udah lumayan bisa zoom.” Dia pun lanjut mengajar.

Melihat dia dengan seriusnya mengajar dan berusaha mengkomposisikan dirinya dengan lensa fix tersebut, saya pun mulai mengambil foto.

Dua foto pertama membuat saya tercengang. 10mm nya memberi efek yang dramatis. Awal foto yang membuat saya lebih semangat untuk mengambil foto berikutnya.

_DSC3345 _DSC3346

Selanjutnya, mata saya tertuju pada tumpukan peti kemas yang berwarna-warni. Wah, ini objek yang menarik, pikirku dalam hati. Salah satu objek yang bagus untuk komposisi pola, juga merupakan latar yang bagus jika ingin berpose ria. Namun, ga ada yang membantu untuk mengambil foto. Selain itu, sinar matahari yang terik mengurungkan niatku untuk mengambil foto objek tersebut.
Lokasi foto yang masih panas

Saya pun beralih mengambil foto kapal-kapal yang areanya masih cukup teduh karena besarnya kapal yang membantu menghalangi sinar matahari. Saya pun mendapatkan foto seperti di bawah ini. (Foto dibuat hitam putih karena warna-warni kapal yang menarik perhatian lebih kepada warna dan bukan bentuk).

_DSC3354

Setelah itu, saya pun beranjak dari tempat tersebut, namun sepertinya ada yang kurang. Saya takut saya akan menyesal karena tidak mengambil foto peti kemas tersebut. Karena di hunting-hunting sebelumnya, akibat malas dan rasa sungkan, ataupun terlalu banyak orang, saya sering tidak mengambil foto objek yang saya suka, yang kemudian berakhir dengan penyesalan setelah tiba di rumah. Untunglah saya kembali dan berhasil mengambil beberapa foto peti kemas. (Foto peti kemas ini sudah diedit supaya tidak terlihat distorsi).

_DSC3356 _DSC3359

Singkat cerita, saya mendapatkan beberapa komposisi warna dan garis di tempat ini. Sepertinya tempat ini cocok untuk menyelesaikan salah satu modul komposisi di kursus online. 🙂

_DSC3367 _DSC3372 _DSC3384 _DSC3396 _DSC3422

Dan foto-foto favorit saya yang lainnya

_DSC3379 _DSC3400 _DSC3404 _DSC3410 _DSC3415

Yang paling menarik dari hunting kali ini adalah ketika saya sedang konsentrasi membalas SMS sambil jalan, tanpa saya sadari di depan saya ada satu truk yang besar yang sedang berhenti dan berwarna orange menyala. Sekejap, saya langsung berteriak dalam hati, “Woahhh, transformer”. Mau tertawa rasanya, bagaimana tidak, sosok truk tersebut mirip sekali dengan muka robot (ada telinga, mata, hidung, dan mulut – silahkan menggunakan imajinasinya). Kebetulan, bapak tersebut sedang membersihkan truk tersebut dan membuka kedua pintu truk tersebut.

Awalnya, karena tidak ingin mengganggu pekerjaan bapak tersebut, saya cepat-cepat mengambil satu foto tanpa berpikir panjang dengan panjang fokal maupun komposisinya.

_DSC3416

Setelah mereview foto pertama sambil berjalan beberapa langkah, saya pun kurang begitu puas, meskipun bisa diatasi dengan mengkrop foto tersebut. Namun, karena saya tidak ingin menyesal lagi nantinya, maka saya pun mengambil foto sekali lagi, kali ini dengan komposisi yang pas. Bapak yang sedang membersihkan truk pun mundur beberapa langkah dan membiarkan saya mengambil foto truknya. Wah… baik sekali bapak ini. Sewaktu beranjak dari tempat tersebut, saya pamit sambil membungkuk seraya mengisyaratkan terima kasih namun bapak tersebut malah mengucapkan terima kasih ke saya, karena sudah mau mengambil foto truknya. Hehehe… beruntung bisa bertemu dengan orang yang baik dan ramah. 🙂

_DSC3417

Foto berkesan lainnya adalah foto alat berat bernuansa natal. Foto ini saya beri judul “Pohon Natal Metal”

_DSC3436

Puncak dari hunting kali ini tentunya menunggu sunset. Memang dalam beberapa hari terakhir ini, langit Jakarta sangat bersahabat dan mengeluarkan warna-warna yang dramatis. Meskipun tidak ada mataharinya, namun setidaknya ada warna dan pola awan yang menarik.

_DSC3448 _DSC3452

Karena tidak ada yang membantu mengambil foto selfie, saya pun hanya foto bayangan sendiri.

_DSC3370 _DSC3470

Saya cukup senang dengan hunting kali ini. Untunglah saya diberi kesempatan dan didukung oleh Enche. Coba saja kalau saya tidak dipaksa dan disuruh mencoba dulu, maka tidak akan ada pengalaman dan foto-foto di atas. Ternyata dengan keterbatasan lensa, kita juga tetap bisa berkarya. Jangan pernah menyerah. ^^

——–

Untuk mengikuti acara belajar fotografi dengan berbagai topik, silahkan periksa jadwal dan alamat kursus kami atau hubungi 0858 1318 3069.

About the author: Iesan Liang adalah seorang penggemar fotografi yang aktif berkontribusi untuk acara Infofotografi. Salah satu buku karangan Iesan adalah Kursus editing dengan Adobe Lightroom. Temui Iesan di Instagram atau Google+

{ 17 comments… add one }
  • Yugo May 27, 2020, 3:59 pm

    mumpung saat ini jalanan sepi saat #psbb. mungkin bisa coba sbg alternatif kesana saat pgi hari (sy sdh coba)

  • Bayu June 4, 2017, 3:37 pm

    suasana malam di sana seperti apa ya? apa masih terdapat hiruk pikuk pelabuhan?

  • Lucius Andronicus October 26, 2016, 2:27 pm

    Halo mbak Iesang saya suka dengan hasil hunting fotonya di Pelabuhan Sunda Kelapa dan saya juga ada rencana untuk hunting foto di sana bersama teman namun saya pernah baca mengenai keamanan di sana yang kurang memadai terutama adanya intimidasi dari preman di wilayah sekitar, bagaimana dengan kondisi sewaktu mbak Iesang melakukan hunting foto di sana apakah terjamin kemanannya? bisa diceritakan secara singkat termasuk tips dan trick supaya tetap aman melakukan fotografi di sana. Terima Kasih 🙂

    • Iesan Liang October 27, 2016, 11:12 am

      Halo pak Lucius,
      Sejauh saya foto-foto di Sunda Kelapa, belum pernah ketemu atau diintimidasi preman. Hanya saja mungkin peraturannya kadang berubah-ubah atau perlu minta ijin satpam dulu kalau datangnya beramai-ramai/berkelompok. Sejauh hanya memakai kamera dslr/yang lainnya tanpa peralatan lighting-lighting yang heboh, saya rasa tidak masalah. Orang-orang disana ramah-ramah sewaktu saya kesana.

      • Indra July 14, 2019, 4:29 pm

        Mba Iesan mau nanya dong tips photo hunting di sunda kelapa baiknya jam brapa utk hasil.maksimal dan setiba disana kita masuk pelabuhannya into mana ya? Makasih mba Ieasan

        • Erwin Mulyadi July 15, 2019, 1:45 pm

          Lewat pintu utama yg ada indomaret, idealnya jelang petang ya biar blue hour dapet

  • caca January 20, 2016, 2:52 pm

    Blog ini membantu banget,mau nanya nih kalau kamera Sony alpha 5000 type mana yang tajam hasil fotonya untuk sunset ya?thanks

    • Enche Tjin January 20, 2016, 3:03 pm

      Soal ketajaman tergantung dari banyak faktor, misalnya disiplin memotret, lensa dan kamera yang digunakan. Pada dasarnya kamera Sony A5000 cukup baik untuk foto sunset, tapi lebih baik lagi yang Sony A6000.

      • caca January 20, 2016, 3:46 pm

        Ok,makasih infonya ko

  • Sahala Sitorus January 5, 2016, 10:27 am

    Mba Iesan Liang dan Koh Enche, kebetulan saya juga make A6000 + SEL1018. So far, suka banget dengan hasilnya.
    Selama ini saya ngga pernah make filter UV, karena alasan takut mengurangi kualitas gambar dan males kalau saja timbul vignette di FL10 misalnya. Tp karena beberapa kali moto di lingkungan yg ada debunya, sepertinya saya butuh filter UV. Boleh dikasih saran filter UV Slim yg ngga muncul vignette sampe FL10 mba dan koh?
    Rencana akan saya beli online karena ngga bisa dateng lgsg ke toko buat nyobain sendiri. Makasih…

  • Chandra December 30, 2015, 5:39 pm

    Ko mau tanya nih..kira” sony A6000 cocok ga sebagai kamera newbie atau pemula? trus lensa bawaannya sudah termasuk cukup ga untuk keperluan pemula? thanks

  • Jakfar December 29, 2015, 12:04 am

    Walau malas2 tp totony bagus koq bu iesan, siip dah

  • muhlasin December 28, 2015, 10:38 pm

    Salam kenal, mau tanya yah, saya pengen beli sony a7 tapi duit’a selangit, kira2 kalau saya beli sony a6000 bagus ga? Apa kelemahan dan kelebihan sony a6000? Terima kasih banyak. 🙂

  • Rieke December 28, 2015, 6:55 pm

    Iesan saya juga kalau motret malas ganti2 lensa dan suka sungkan ngambil photo orang (takut org nya ga senang).. Photo2 nya keren, emang Sunda Kelapa banyak yg bisa diexplore…

    • Iesan Liang December 28, 2015, 9:59 pm

      Satu tipe berarti bu. 🙂 Terima kasih sudah mampir.

Leave a Comment