≡ Menu

Sejauh mana bantuan Dodging dan Burning pada hasil ahir foto anda?

Istilah Dodge dan Burn (Mengelak/menambah terang dan Membakar/menambah gelap) mungkin bagi yang sudah pernah menggunakan kamar gelap atau telah mengikuti kursus foto editor mengetahui istilah, cara kerjanya, dan manfaatnya, tapi bagi yang belum mungkin istilah ini terdengar aneh.

Dodging and Burning are steps to take care of mistakes
God made in establishing tonal relationships.

Ansel Adams

Istilah ini atau teknik ini adalah teknik kuno, dan selalu dipakai pada jaman pengembangan foto basah, ini adalah teknik paling klasik yang digunakan oleh fotografer pada saat itu untuk pembuatan cetakan supaya menjadi bentuk seni, di mana fotografer dapat lebih banyak melakukan perbaikan atas media mereka.

Teknik ini masih sangat relevan di era digital modern saat ini, saya hanya ingin kita memiliki pemahaman yang lebih baik, di mana teknik ini dengan tujuannya untuk meningkatkan nilai seni dari sebuah karya fotografi dan bagaimana cara terbaik untuk menggunakannya.

gambar 07

Beragam perangkat lunak dan plugin canggih yang kita dapatkan saat ini, masih menggunakan teknik pengolahan foto dengan filter Dodging dan Burning yang kuno ini, sebagai salah satu cara yang paling ampuh untuk meningkatkan gambar seperti pada masa film di kamar gelap.

Saat ini saya ingin berbagi bagaimana melakukan teknik Dodging dan Burning dengan Adobe Lightroom, untuk foto hitam dan putih. cara Dodge dan Burn untuk foto warna pada prinsipnya sama.

Mengapa hitam dan putih? Karena foto hitam dan putih hanya berbicara dengan nada abu-abu dimana tidak mempunyai spektrum warna yang dapat membantu untuk membuat foto menampilkan kecemerlangan nya, dengan teknik dodging dan burning inilah yang bisa membantu foto hitam putih menjadi lebih berdimensi, bukan berarti foto warna tidak memerlukan sentuhan burning dan dodging juga.

Pada prinsipnya teknik ini bertujuan agar membuat foto lebih berdimensi dengan melakukan penambah atau pengurang nada cerah yang ada pada foto asal yang kita rasa penampilannya datar-datar saja (tidak berdimensi).

Teknik ini memungkinkan kita membuat exsposur yang berbeda pada satu frame, sehingga dapat lebih mendekati keadaan/situasi seperti pada saat kita mengambil gambar, atau kita akan mengubah gambar yang menampilkan ekspresi seni sesuai dengan keinginan kita.

Sebagai contoh, gambar ini saya ambil di pasar tradisional dengan keadaan penerangan sangat kurang dan cara penempatan lampu penerangan nya yang asal-asalan sangat tidak membantu untuk mendapat kan gambar yang baik.

gambar 02

Foto diambil menggunakan kamera M43 dengan lensa 20mm, rana f/5.0, kecepatan 1/60s dan ISO 3200 sebetulnya hasilnya menurut saya sudah cukup bagus, tetapi tidak ada kesan dramatis nya seperti kesan pasar yang sempit dengan penerangan yang kurang maksimal, selain itu saya juga ingin menonjolkan peran ibu penjual sayur ini lebih dominan dari semrawut nya dagangan di sekelilingnya.

Pertama saya akan melakukan Burning agar latar belakangnya sedikit gelap dan buram menggunakan tools brush dan pilihan filter Burn (darken) dengan nilai seperti pada lingkaran oval merah di panel sebelah kanan. Pada filter burn ini kita tidak hanya dapat mengubah terang gelapnya tetapi kontras, ketajaman, kejernihan nya juga sekaligus:

gambar 03
Pada tahap berikutnya saya ingin mengurangi silau pada lampu gantung dan pantulan sinar yang mengenai kantong-kantong plastik nya supaya kesan silau nya berkurang (highlight clipping hilang).
Juga masih menggunakan tools brush dengan pilihan filter Hihghlight dengan nilai -0.65 seperti pada lingkaran merah di panel sebelah kanan:

gambar 04
Tahap berikutnya saya akan memfokuskan si ibu penjual sayuran dari dagangan disekitar nya dengan menggelapkan area disekitar ibu penjual sayur dengan tool Radial Filter – Burn (lebih gelap) menurunkan exposure nya sebesar -1.05 dengan gradasi berat kedalam (father) sebesar 53% , seperti pada lingkaran oval merah di panel sebelah kanan. Pada pilihan radial filter area tone yang berubah adalah area yang berada diluar filter lingkaran dan gradasi nya berat ke tengah lingkaran :

gambar 05

Sekarang ibu penjual sayuran sudah lebih ter fokus/menonjol karena di sekeliling nya sudah lebih redup, tetapi kesannya masih kurang alamiah karena sebetulnya sayur-sayuran nya harus masih cukup terlihat jelas.

Untuk mengatasi ini saya akan melakukan Dodging, hal yang berlawanan dengan latar belakang, yaitu menaikkan intensitas terangnya pada spot-spot tertentu saja, dengan bantuan Radial Filter – Dodge (lebih terang) tetapi kali ini bagian dalam radial filternya yang terang (invert mask di centang), Dodging untuk lingkaran #1 dan lingkaran #2 sedangkan pada lampu lingkaran #3 saya kurangi exposurenya / burning dengan nilai -0.70 dan clarity nya senilai -0.50 supaya tudung kepala si ibu tidak terlalu bias karena cahaya yang relatif cukup kuat diterima langsung oleh lensa:

gambar 06a
Dan hasil akhir nya adalah foto terlihat lebih berdimensi dan dramatis.

Sebelum:

Foto cukup baik nada dan kontras nya, tetapi terkesan datar kurang dramatis dan berdimensi

gambar 02a

Setelah:

Setelah dilakukan Dodging dan Burning foto terlihat lebih dramatis dan berdimensi

gambar 01b

Setelah anda mencoba teknik ini, anda akan merasakan betapa mudah dan menyenangkan dapat mencapai efek dramatis dengan beberapa langkah cepat. Anda memiliki kontrol penuh dari tampilan dan gaya gambar anda, yang paling diperlukan disini adalah ketelitian, daya imajinasi dan sedikit kreatifitas.

Terima kasih telah membaca.

—-

Ingin belajar manajemen foto dan editing yang simple tapi tepat guna? Ikuti kursus Lightroom dalam satu hari saja.

About the author: Momi Hendro Poernomo adalah seorang Arsitek yang menggemari fotografi dari sejak perkenalnnya dengan box camera sebagai hadiah ulang tahun sewaktu kecil. Jenis fotografi yang disukai cukup beragam, beberapa favorit nya yaitu Street Photography, Landscape, Human Interest, Travel dan kebanyakan foto B&W. Karya-karyanya bisa dilihat di Instagram.

{ 8 comments… add one }
  • Nanda Widyatama October 26, 2016, 9:00 pm

    Mantap ko, tapi kalau saya pribadi kurang cocok dengan teknik dodging. Saya lebih suka post processing sebatas tuning dan toning.

  • a.iraras February 25, 2016, 6:37 pm

    Mantap paak materinya… menginspirasi anak muda

  • Bowie February 24, 2016, 9:45 am

    Ringkas, padat dan sangat bermanfaat. Terima kasih sudah berbagi 🙂

  • Herini Soebari February 23, 2016, 9:23 am

    Terimakasih P Momi – sudah nambah ilmu lg. Alhamdulillah

    • Poernomo February 23, 2016, 1:05 pm

      Terima kasih kembali jeng Herini, semoga motretnya makin jos deh.

      • Poernomo February 24, 2016, 10:40 am

        Terima kasih kembali sudah menyempatkan untuk membaca.

  • Andri February 23, 2016, 8:52 am

    M43 sistem paling universal yg pernah dibuat

    • Poernomo February 23, 2016, 9:21 am

      Setuju, and thanks for comments bung Andri..

Leave a Comment