≡ Menu

Tentang fitur Video pada kamera DSLR/mirrorless

Ada baiknya sekali-sekali saya bahas juga tentang fitur video di kamera DSLR/mirrorless. Ya kita sama-sama tahu kalau kamera modern seperti DSLR dan mirrorless sudah oke sekali hasil rekaman videonya, tapi kita juga tetap perlu tahu seluk beluk tentang fitur video di kamera modern.

Pertama kita bahas soal peruntukan video di kamera DSLR/mirrorless yang pada dasarnya adalah untuk fotografi. Fitur video sejatinya adalah pelengkap, bukan yang utama. Beda dengan camcorder atau bahkan kini lagi tren action cam seperti GoPro (walau saat ini batasan antara kamera foto dan video semakin tidak jelas), tapi kita tentu sepakat bahwa DSLR/mirrorless adalah kamera foto (kecuali DSLR/mirrorless khusus untuk video seperti Canon EOS Cinema atau Black Magic camera).

Fitur video ini lucunya ada yang nyaris tidak pernah digunakan oleh sebagian pemilik DSLR/mirrorless, tapi sebagian orang lain justru memilih kamera tertentu karena fitur videonya. Kamera yang punya fitur video yang lebih lengkap memang harganya akan naik (misal seperti Panasonic Lumix GH4 atau Sony A7S) tapi masih lebih murah dibandingkan dengan berinvestasi di peralatan videografi profesional. Hasilnya? Dalam berbagai aspek sih tidak kalah, maka itu tak heran banyak profesional yang mulai melirik sistem DSLR atau mirrorless untuk pekerjaannya.

Hal yang perlu kita tahu tentang fitur video khususnya untuk tren saat ini diantaranya adalah :

Resolusi, format, kompresi dan fps : awal kualitas teknis

Tentu ini yang pertama akan saya bahas, karena kesemuanya menentukan seberapa baik kualitas video (secara teknis) yang kita ambil. Bicara soal resolusi video, dahulu video sudah dianggap baik dengan resolusi SD (Standard Definition), tapi kini eranya sudah HD (High Definition) dan diatas HD seperti 2K, 4K hingga 8K suatu saat nanti. Karena video erat kaitannya dengan data, ingat saja semakin tinggi resolusi video makin banyak data yang diproses dan disimpan ke kartu memori (pastikan memilih kartu memori kecepatan tinggi). Ingat juga kebanyakan TV/monitor kita adalah HD/full HD dan untuk menonton detail dari video 4K perlu monitor yang juga sudah 4K atau UHD.

BErbagai ukuran resolusi video

Berbagai ukuran resolusi video

Format video dan kompresi lebih kepada kemasan (container) dan teknik untuk mengecilkan ukuran videonya supaya tidak terlalu memakan ruang simpan. Saat ini umumnya video dikemas dalam wadah MOV atau MP4, kecuali ada beberapa kamera memilih MJPEG yang lebih lawas. Pilihan kompresi biasanya dipercayakan pada MPEG4, tinggal generasinya disesuaikan dengan kebutuhan misal untuk HD/full HD cukup pakai AVCHD tapi untuk UHD/4K lebih cocok pakai XAVCS. Ada juga opsi di kamera yang bisa kita atur berkaitan dengan kualitas kompresi, misalnya mau fine atau normal, nanti bedanya terasa di ukuran file video yang kita ambil.

Frame rate (dinyatakan dalam fps) juga menentukan seberapa bagus/mulus grakan gambar pada video kita. Walau saat ini semua kamera sudah standar dalam arti mampu mencapai minimum fps untuk tayangan video yang mulus yaitu 25 fps (PAL) atau 30 fps (NTSC) tapi untuk kebutuhan slow motion saat editing kita perlu setidaknya 2x fps normal (misalnya 50 fps). Tidak semua kamera mampu mencapai 50 fps karena keterbatasan prosesor kamera, karena 50 fps artinya ada 50 frame foto dalam satu detik video sehingga memakan bandwidth sangat besar.

Kendali manual : Eksposur dan fokus

Walau kamera biasanya bisa mengatur eksposur secara otomatis, akan lebih baik bila setting ISO, aperture dan shutter speed kamera kita bisa diatur secara manual saat rekam video. Dengan begitu kita bisa pilih ISO yang kita mau, bisa main bokeh atau tajam dan bisa menentukan shutter speed yang sesuai dengan frame rate yang kita pakai. Tapi bila ternyata eksposur di kamera kita tidak bisa diatur manual untuk rekam video, maka terpaksa mengandalkan auto eksposur di kamera saja.

Pengaturan manual di kamera untuk rekam video

Pengaturan manual di kamera untuk rekam video

Fitur auto fokus tampaknya jadi sesuatu hal yang umum disaat kita memotret, namun disaat rekam video pertimbangkan juga untuk mengatur fokus secara manual. Hal ini karena auto fokus di kamera foto biasanya kurang baik saat diterapkan saat video. Untuk fotografi, auto fokus dirancang sangat cepat, tapi di videografi auto fokus harusnya justru lambat supaya pemirsa tidak kaget. Beberapa kamera DSLR/mirrorless dengan fitur hybrid AF memang sudah dirancang bisa auto fokus lebih halus saat rekam video, tapi saat performanya dibawah harapan, pindah saja ke manual fokus.

Berurusan dengan audio : mic, port dan indikator

Video yang baik perlu didukung audio yang baik juga. Maka itu minimal kamera kita punya built-in mic yang stereo untuk menangkap suara dengan baik. Untuk hasil rekaman suara yang lebih baik perlu dibantu pakai mic eksternal, yang dicolok melalui mic input di samping kamera. Apapun mic yang dipakai (built-in atau eksternal) akan lebih baik kalau kita bisa atur kepekaannya secara manual, plus di layar bisa ditampilkan indikator level audio supaya kita tahu suara yang direkam levelnya sudah pas, terlalu keras atau terlalu lemah. Bila kameranya ada colokan headphone akan lebih ideal lagi karena kita bisa ikut dengarkan level audio yang kita rekam.

Pengaturan audio saat merekam video di kamera DSLR

Pengaturan audio saat merekam video di kamera DSLR

Bagaimana bila kita ingin audionya terekam dengan lebih serius (profesional) tapi kameranya tidak ada colokan mic? Terpaksa gunakan perekam eksternal yang nanti digabung dengan video saat editing. Perekam eksternal pasti kualitasnya lebih baik, juga banyak fitur tambahan seperti pilihan kualitas audio serta colokan XLR untuk mic yang lebih serius.

Mengenal limitasi : sensor heating, durasi, file size, handling

Karena kamera foto utamanya bukan untuk merekam video, kita juga perlu mengenal limitasi (keterbatasan) dari kamera yang dipakai. Biasanya masalah umum adalah sensor menjadi panas saat kelamaan merekam, solusinya ya harus ditunggu sejenak sampai dingin baru lanjut rekam lagi. Lalu aturan di berbagai negara (Eropa dan Asia) membatasi video maksimum per file adalah 30 menit, mungkin takut dipakai untuk membajak film bioskop. Lalu ada juga batasan file size dimana setiap mencapai ukuran file 4GB maka rekaman akan berhenti, katanya karena komputer kita tidak bisa mengenali file yang berukuran lebih dari 4GB. Terakhir adalah handling yang tidak dirancang untuk rekam video, grip kamera kita lebih nyaman untuk memotret saja. Saat kita genggam kamera lalu rekam video, apalagi kita sambil jalan, maka hasil videonya seperti gempa bumi. Untuk itu disediakan berbagai aksesori penstabil seperti rig, steady cam, dsb. Saat peralatan penstabil ini belum dimiliki, minimal bawalah monopod saat akan merekam video untuk membantu menstabilkan kamera kita.

Itulah seluk beluk fitur video di kamera DSLR dan mirrorless. Intinya fitur video di kamera kita sudah termasuk baik tinggal apakah kita mau pakai atau tidak. Tidak dipakai juga tidak mengapa, tapi sayang kan? Adakalanya sesuatu peristiwa lebih cocok direkam dalam bentuk video karena gerakannya, atau suaranya, yang tidak bisa ditangkap dengan foto saja. Bagi yang mau berdiskusi soal fitur video silahkan melalui kolom komentar di bawah ini.

Link Pembelian DSLR : Bukalapak | Shopee | Lazada Mirrorless : Bukalapak | Shopee | Lazada  

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di LinkedIn dan instagram.

{ 69 comments… add one }
  • Tri Widodo July 31, 2020, 3:46 pm

    Sore pak. Saya mau tanya jika DSLR digunakan untuk video, apakah berpengaruh terhadap shuttercount?
    Terima kasih

  • Zulfikri February 28, 2020, 9:51 am

    Bisa engak saat merekam vidio rekaman kamerah nya beralih ke depan,saat waktu di rekam mengunakan kamerah belakang maksud saya bisa engak rekaman itu berali ke kamerah depan terima kasih

  • Mawalida August 1, 2019, 9:26 pm

    Kak mau tanya. Saya pengguna sony a 6000 pemula. Dulu saat mau buat video kameranya bisa. Tapi sekarang mau buat video dengan cara yang sama kaya dulu tapi nggak bisa. Awalnya ada detikan/durasinya jalan tapi setelah di stop videonya nggak tersimpan.
    Gimama ya kak. Bisa tolong bantu? Terimakasih

  • Ira March 4, 2019, 8:34 am

    Ko mau nanya nih, saya pengguna sony alpha5100, saya masih pemula. Dan saya mereka video pakai sony tsbut. Habis itu pas saya mw transfer videonya ke Hp kenapa gak bsa y? Kondisi videonya AVCHD
    Ada solusi gak gimana?

    • Fardi alex April 2, 2019, 5:53 pm

      Nah sama , saya juga pemula dan saya juga begitu, kira2 kenapa yaa koh ,, mungkin bisa membantu kami yg pemula

      • Zella July 23, 2019, 9:50 am

        Ganti aja filenya ke mp4

    • Jeffrey August 11, 2019, 6:50 pm

      Coba saya bantu,

      Kalau rekam nya full hd, pindah ke hp , hpnya harus memiliki layar full hd.

      Kalau layar hp bukan full hd ga bisa

      Begitu pula rekaman 4k, kita setel di hp layar hanya full hd, ga bisa play.

  • Yesi Armand Sha February 25, 2019, 2:51 pm

    Mau nanya ko/ mas Erwin,
    Saya rekam video di kamera bening banget, tapi pas ditransfer ke hp kok jadinya burem ya? Ga sebening pas di kamera

    • Erwin Mulyadi February 25, 2019, 5:23 pm

      Cek resolusi videonya, soalnya gimana cara transfer video itu kan saya juga tidak tahu, tapi kalau caranya benar mestinya video itu tetap bagus

  • agung parma November 25, 2018, 9:02 pm

    koh, mau tanya? untuk sony A6000 format video xavcs apakah recomended dg memory samsung evo plus sdxc uhs 1 64 gb? mhn sarannya koh, Kira2 lbh compatible dg video xavcs pake memory apa ya koh?

    • Enche Tjin November 25, 2018, 10:13 pm

      Ya, bisa, yg penting kapasitasnya minimal 64GB, UHS-1, U3, di cek lagi aja specnya. Idealnya yang write speednya cepat, 70mb/detik misalnya.

  • Ame November 11, 2018, 3:59 am

    Mau nanya kalau ngebut video itu gaisa kah pake flash dari canon 600d

    • Enche Tjin November 11, 2018, 12:17 pm

      Gak bisa karena flash penerangannya hanya sekejab saja.

    • ALEX April 4, 2019, 8:51 am

      Beli flash video recorder aja mas, biasanya itu berbasis lampu LED..
      mungkin harganya mulai 250K

  • budi October 25, 2018, 12:08 pm

    om numpang nanya,

    untuk sony a6300 saat record video bagaimana caranya pause ya?

    • Erwin Mulyadi October 25, 2018, 1:03 pm

      Setahu saya tidak ada kamera DSLR/mirrorless yang menyediakan fitur pause saat sedang merekam video, kecuali dulu ada Samsung NX. Jadi ya sistemnya kita rekam klip secukupnya, lalu stop. Nanti klip kedua ya rekam lagi lalu stop. Semua klip itu kemudian digabung di editing.

  • GAT June 12, 2018, 1:29 am

    om erwin, maaf mo tanya tp soal camcorder VS mirorless (sony)

    nah pengen nya beli camcorder aja, karena memang kebutuhannya hanya di video…

    tp untuk menghasilkan video bokeh/dof bisa tidak menggunakan Sony AX53 / AX55…?

    makasih sebelumnya

    • Erwin Mulyadi June 12, 2018, 11:30 am

      Bokeh di video dulunya cuma ditemui di cinema, dgn alat ratusan juta. Sejak DSLR bisa video, maka video bokeh jadi possible dgn biaya minim. Jadi apa kata kuncinya disini? Sensor size. Selama camcorder pakai sensor kecil, apalagi lensanya bukan bukaan besar, ya jangan harap bisa bokeh.

  • RizqyChoirul May 20, 2018, 10:23 pm

    Min mau tanya kalau kamera DSLR di setting pake MODE MANUAL ,apakah saat ke mode perekam video ngaruh?

    • Erwin Mulyadi May 21, 2018, 4:18 pm

      Tergantung kameranya, ada yg bisa manual ada yg tidak. Kalau bisa manual ya pengaturan ISO dan aperture akan berpengaruh pada terang gelap video yg diambil, sedangkan shutter speed hanya akan pengaruh ke kehalusan gerakan video yg direkam, biasanya 1/50 detik.

  • Fadhli January 14, 2018, 11:28 am

    Koh mau nanya, saya pakai mirrorless Nikon 1 J5, itu kalau dipakai untuk rekam video, flashlightnya gak bisa sambil nyala terus ya selama perekaman?

    thanks

  • Dani September 10, 2017, 1:26 am

    Ko Ence, mau tanya. Kalo kalo mau shoot dgn fokus kontinu di Nikon D750 bisa apa nggak yach ?
    Gimana jg dengan settingnya, bisa manual atau otomatis jg ?

    Trims Ko
    Dani

  • Melody August 16, 2017, 4:14 pm

    Bang mau tanya canon 700d eksposure videonya bisa diatur manual g?trims

    • Erwin Mulyadi August 16, 2017, 4:22 pm

      Setahu saya bisa kok, kita bisa atur ISO, aperture dan shutter speed-nya.

  • Mohammad Irfan July 12, 2017, 11:17 am

    Mas, mau tanya untuk canon 80d bisa ga sih lagi mode video pas klik shutter bisa foto?

    • Erwin Mulyadi July 12, 2017, 1:10 pm

      Gak bisa, cuma kamera yg mendukung shutter elektronik aja yg bisa, semisal beberapa kamera mirrorless

  • Nandi Dwi Firmansyah July 10, 2017, 2:57 pm

    mas kenapa di kamera Canon 60D saat merekam otomatis berhenti pada durasi 5detik

    • Erwin Mulyadi July 10, 2017, 4:18 pm

      Memory card mesti pakai yg high speed, sudah sering dibahas lho..

  • Jefri May 31, 2017, 11:41 pm

    Ko mau tny
    Kenapa saat saya teken mode Rekam lgsg jd agak gelap ya layarnya maupun hasil record nya jg…
    Trus di XA3 ga ad mode video, bagusnya ngerekam di mode apa ya ko?

    • Erwin Mulyadi June 1, 2017, 10:45 am

      Mode manual aja, shutter speed set 1/50 detik, dan ISO set Auto.

      • Jefri June 1, 2017, 5:41 pm

        Kalau di 60fps tetep makek shutter speed 1/50 ya bang?

  • Wdhi Arifanda April 30, 2017, 9:30 am

    Hallo ko erwin/enche. Ko mau nanya, teknik auto fokus canon 60D saat mode video gimana? Saya pernah pake mode autofokus tapi lensa tidak bisa scr otomatis memfokuskan pada objek. Mohon bantuannya 🙂

    • Erwin Mulyadi May 2, 2017, 1:19 pm

      60D belum mendukung auto fokus yg hybrid seperti 70D keatas, jadi lebih baik main manual fokus

  • Gusti March 9, 2017, 11:06 pm

    Ass, ko mau tanya pada kamera nikon d90 untuk merekam sebuah video apakah harus setting secara manual dan apakah tidak bisa auto focus saat merekam video. Trims ko

    • Enche Tjin March 9, 2017, 11:10 pm

      D90 setau saya malah gak bisa setting manual, tapi gak bisa autofokus selama rekam video, jadi harus manual fokus.

  • Robin February 24, 2017, 3:25 pm

    Ko enche / Ko Erwin , kalau Settingan untuk Video itu di kamera Mirrorless Sony A6000 , yg bagus settingannya apa saja harus di setting ya ko ?
    tolong di respon ya ko enche , ko erwin 🙂 Thankyouu..

  • shelly kitamura February 16, 2017, 1:20 am

    Hallo ko erwin/enche
    Kmrn saya buat video dari a6000 sony
    Tapi ada masalah mau share di instagram tapi gak bisa ya? Salah nya dimana ya
    Thanks

  • shelly kitamura February 16, 2017, 1:18 am

    Halo ko enche/erwin mau tanya kalo buat video dri a6000s sony mau di share di instagram kenapa ga bisa ya ?

  • Hasrul January 30, 2017, 9:14 pm

    Kenapa shutter Speed harus diset 2x frame rate ? Apa pengaruhnya terhadap kualitas gambar. Terus bagaimana kalau sya butuh gambar bokeh dengan bukaan besar dan isonya Sdah 100 kemudian sya set shutter 2x frame rate, tetapi over exposure ?

    • Erwin Mulyadi January 31, 2017, 7:35 am

      Karena dengan begitu motion yg direkam akan terlihat natural, tidak patah-patah. Nah karena di videografi shutter tidak bisa diandalkan untuk menggelapkan eksposur (bila shoot siang dengan bukaan besar akan jadi masalah) maka penggunaan filter ND jadi hal yg umum dalam shoot video.

  • Rudi January 22, 2017, 2:37 pm

    Asalamualaikum Pak Erwin, mohon pencerahannya, untuk urusan video baiknya menggunakan Canon 750D dgn lensa kit STM atau Sony a6000 dgn kemampuan hybrid nya.? Terimakasih..

    • Erwin Mulyadi January 23, 2017, 12:05 pm

      Waalaikum salam, video sih bagus aja mau pake 750D atau A6000. 750D itu juga udah hybrid AF kok, dengan lensa STM lebih terasa enak juga.

  • Arya sakti November 13, 2016, 2:42 pm

    Mohon bantuan
    Saya buat video pakai eosm m2 tapi kenapa yah pd saat mau dipindahin di hp tdk bisa pindah,katanya image ini tdk mendukung
    Nah tapi kalau foto2 lancar2 aja
    Apa ada settingan di kameranya lagi?
    Pdhal di tulis foto dan video bisa di transfer ke hp by wifi

    Mohon info dong ,trims

    • Erwin Mulyadi November 14, 2016, 11:17 am

      Ponselnya tidak bisa buka file video dari kamera, mungkin formatnya videonya tidak dikenal (MOV, MP4, dsb)

      • basta January 7, 2017, 9:49 am

        apakah ukuran video menjadi masalah?
        apakah lama video menjadi masalah juga?
        atau format video eos harus disesuaikan dengan yang ada di hp? kalau iya, format apa itu?
        ….
        kalo mengedit video dari eos ke iphone menggunakan aplikasi apa ya?
        terima kasih sebelumnya 🙂

        • Erwin Mulyadi January 8, 2017, 9:33 am

          Ponsel modern tidak ada kesulitan utk playback ukuran video HD, soal durasi juga kaitannya sama file size, kalau toh sampai 4GB akan otomatis terpotong juga. Format video EOS memang pakainya MOV kadang tidak kebaca di ponsel, jadi perlu disesuaikan ke format lebih umum seperti MP4.

  • Artis October 19, 2016, 12:42 am

    A6300 sony kalau pake lensa canon stm bisa berfungsi dengan baik gak?

    • Enche Tjin October 19, 2016, 5:42 am

      Mesti pakai adaptor, fungsinya baik, namun autofokusnya tidak secepat seperti di kamera Canon.

  • annisa October 9, 2016, 1:26 pm

    koh mau nanya nih, kenapa ya dslr kaya lebih mahal drpd mirrorless.
    karena buat video kaya misalnya 4k di dslr paling murah klo gasalah di canon 1d atau 5d yang ke berapa gitu sedangkan koh tau sendiri harganya, tp klo mirrorless yang bisa 4k ada yang g sampai 10 juta kek contohnya samsung nx500, lumix g7, lx100,gx85 dll.
    apa memang dslr dikhusukan untuk foto dan mirrorless difokuskan ke video?
    kayaknya mirrorless yang paling versatile ya? poto bagus video juga bagus :/ belum lagi fitur fitur kaya slowmo, timelapse yg jarang bgt ada di dslr

    • Erwin Mulyadi October 10, 2016, 9:11 am

      Lihat sejarah juga, mirrorless awalnya adalah pendatang baru dan dia perlu jual sesuatu utk tarik banyak peminat, dan kalo fitur foto tidak ada beda signifikan sama DSLR, maka mirrorless perlu cari sisi video yg belum disediakan di DSLR yaitu 4K video. Saat ini DSLR belum merasa perlu berikan fitur 4K video karena mungkin masih merasa ‘aman’ tapi percayalah kalau sudah ‘kepepet’ maka fitur ini akan dikeluarkan juga. Masalahnya tidak semua fotografer membutuhkan 4K video jadi ‘desakan’ untuk segera luncurkan 4K di DSLR belum terlalu kuat.

  • RobinLIM August 14, 2016, 1:29 am

    Ko Erwin atau ko enche , saya pakai Canon 1300d , terus lensa saya pakai 50mm f1.8 stm nih , kenapa waktu live video gk Autofokus ya??
    Infonya dong tolong ko erwin ko enche 🙂

  • Alexander June 28, 2016, 4:58 pm

    Halo ko, saya mau tanya seputar video. Saya pengguna Canon EOS 60D. Lensa yang saya biasa gunakan adalah Tamron 17-50mm f 2.8 non VC. Saya sering sekali membuat video khususnya VLOG. Seringkali jika menggunakan kamera ini, saya mengalami kesulitan dalam hal fokus. Apakah memang EOS 60D belum memiliki fitur continous af pada mode video, karena ketika kamera fokus di area wajah saya, ketika saya merubah shot ke objek lain maka fokusnya harus manual juga? Thanks

    • Erwin Mulyadi June 28, 2016, 6:06 pm

      Iya betul sekali yg dialami itu karena generasi 60D belum oke untuk auto fokus saat rekam video, khususnya fokus kontinu. Di era 70D masalah itu sudah teratasi, dan diturunkan juga ke 700/750/760D lalau 7D mk II. Itupun bisa berfungsi maksimal kalau pakai lensa Canon dgn jenis STM.

  • zhafran basysyar June 5, 2016, 5:02 am

    Mas Erwin,
    Kamera apa aja yang bisa diatur Manual Video Setting harga 5 jutaan?
    Terima Kasih

  • Cutri April 23, 2016, 4:09 pm

    Mas, kalau action cam sony yg X1000V dan X200V bgusan yg mana? Hnya utk dipakai trip biasa dan keseharian..makasih sblumnya

  • ajang April 3, 2016, 1:57 am

    Sangat menbantu..artikelnya komplit

  • Toni February 20, 2016, 5:23 pm

    Wow artikel yg sangat membantu mas.trims

  • budi hendro February 18, 2016, 12:46 pm

    master erwin, ada limitasi durasi ga siy untuk continuous shootingnya? berhubung kita pegangnya kamera foto….
    Untuk Nikon D7100 bagaimana, kualitas gambar dan kemudahan operasinya?
    tqyu…. plz reply

  • Antonius February 17, 2016, 5:14 pm

    Yg kuat buat video kayaknya cuman sony & eos cinema. Lainnya cm video vidio-an.
    Lha fuji XT-1 aja ada terbakar sensornya saat bikin video je.

  • juanta February 17, 2016, 9:16 am

    mau nanya pak,
    klo dji osmo itu value for money ga sih?
    untuk videography wedding maupun prewedding,
    thx pak

  • daniel February 16, 2016, 9:51 pm

    iya ko, lensa saya sudah STM, terima kasih infonya ko, sungguh sangat bermanfaat. terima kasih

  • Rinopoet February 16, 2016, 5:06 pm

    Mas Erwin,
    Kamera saya Sony A6000. Untuk mendapatkan efek ‘cinema look’ sewaktu merekam video, settingan untuk frame rate dan shutter speed sebaiknya berapa yah? Trus bagusan disetting manual, aperture atau speed priority?

    • Erwin Mulyadi March 2, 2016, 5:46 pm

      Frame rate untuk cinema look itu 24 fps, shutter speed 2x frame rate aja. Set mode manual aja kalo movie.

  • daniel February 16, 2016, 11:08 am

    halo ko, saya mau tanya mengenai ring focus, sy puny kamera canon 700d, dengan lensa kit 18-55, yg mau saya tanya apa boleh kita memutar ring focus pada saat AF. Dan apa benar kalao lensa kit ini ring focusnya boleh diputar pada saat AF/MF karena sudah Full Time Manual Focus. Terima kasih ko.

    • Erwin Mulyadi February 16, 2016, 12:16 pm

      Lensanya jenis STM bukan? Kalo lensa generasi baru sih sudah STM jadi ring fokusnya elektronik, kita cuma memutar sensor aja jadi di mode AF tidak apa-apa diputar tapi gak ada efeknya. Lensa yg full time AF biasanya bukan lensa kit, tapi lensa kelas pro.

Leave a Comment