≡ Menu

Kesan saya terhadap Olympus PEN F

Minggu lalu, kita mendapatkan pinjaman Olympus PEN F dari OCCI Indonesia. Kamera ini relatif baru, bahkan belum tersedia di Indonesia saat dipinjamkan. Setelah mencobanya beberapa hari, saya mendapatkan beberapa kesan yang ingin saya bagikan.

olympus-pen-f-product-shot-03

1. Kualitas fisik dan desain yang keren

Terkesan retro tapi keren begitulah saat saya melihat desain fisik Olympus PEN F ini. Bentuk desainnya menyerupai kamera film Olympus PEN F (1963). Dan menarik sekali untuk dipakai dan juga sebagai objek foto. Kualitas fisik juga terasa mewah, ringkas, tapi tidak terlalu ringan (sekitar 435 gram) karena banyak mengunakan bahan logam. Tidak ditemukan satupun baut di kamera tersebut menandakan desain dan engineering yang berkelas. Saya juga menyukai tekstur seperti kulit yang membalut kamera ini. Meskipun tidak ada tonjolan untuk pegangan, tapi tidak mudah slip.

2. Banyak kustomisasi untuk efek dan filter foto

Keunikan PEN F dibandingkan kamera lainnya adalah memiliki banyak pilihan untuk kustomisasi, dari warna, B&W. Sehingga fotografer bisa mendapatkan efek yang diinginkan tanpa harus membuka laptop untuk editing. Sangking pentingnya fitur ini, roda di bagian depan dikhususkan untuk mengatur efek khusus.

olympus-pen-f-product-shot-01

3. Layar sentuh, autofokus dan touch shutter

Memang banyak kamera yang bisa layar sentuh, tapi banyak juga yang belum bisa. Layar sentuh memudahkan memotret dan menentukan area fokus. Sebagian kamera mirrorless dan kamera DSLR bahkan yang kelas atas belum memiliki fitur ini padahal menurut saya ini penting sekali untuk menangkap momen yang tiba-tiba dan subjek yang bergerak.

Kerennya lagi, layarnya bisa diputar sehingga memudahkan untuk memotret dengan sudut yang sulit, seperti diatas kepala atau dibawah. Untuk videografer, layar putar ini salah satu fitur yang sangat penting.

4. Lima Axis body stabilization

Keuntungan stabilizer di dalam kamera adalah semua lensa baik yang memiliki optical stabilizer atau tidak, bisa distabilkan. Adanya stabilizer di body juga sangat membantu saat merekam video baik saat berdiri maupun berjalan.

Setelah saya uji dengan lensa 17mm f/1.8, saya bisa mengunakan shutter speed mendekati 1 detik. Menurut pengalaman saya, hal ini cukup keren mengingat resolusi kamera cukup tinggi yaitu 20 MP. Sepertinya fitur ini sangat efektif saat mengunakan lensa lebar. Untuk lensa telefoto yang panjang seperti Olympus 300mm f/4 IS, Olympus menerapkan dual IS, di body, dan di lensa.

Stabilizer ini juga dimanfaatkan Olympus untuk membuat fitur high-res shot. Dimana sensor akan digeser-geser untuk meningkatkan resolusi foto, dari 20MP menjadi 50MP. Tapi fitur ini hanya berlaku untuk foto subjek yang tidak bergerak.

5. Anti Shock dan silent shutter

Meskipun tidak memiliki cermin (mirrorless), tapi bisa jadi foto jadi buram karena shutter shock, dimana mekanik shutter bergetar saat mengambil gambar. Di PEN-F sudah ada pilihan Anti Shock dan juga Electronic/silent shutter, sehingga Anda bisa memotret tanpa mengerakkan shutter sama sekali. Akibatnya foto bisa lebih tajam dan juga tidak bersuara. Di banyak kondisi seperti saat memotret dengan gaya candid/diam-diam, dan saat memotret konser musik, atau di dalam ruangan yang senyap, fitur ini akan sangat membantu. Saat fitur silent shutter diaktifkan, maksimum shutter speed meningkat ke 1/16000 detik.

olympus-pen-f-product-shot-04

Tidak semua kesan saya terhadap PEN F, ada dua hal yang saya sayangkan yaitu:

6. Tidak weathersealing

Sayang sekali, kalau misalnya ada weathersealing seperti seri OMD EM5 atau EM-1 fotografer yang mengunakannya tidak akan kuatir menggunakannya di saat hujan, salju, atau di dekat air terjun atau kuatir debu halus masuk ke dalam kamera saat hunting foto di gurun pasir.

7. Autofokus lambat saat memotret subjek bergerak

Saat memotret subjek diam, autofokus Olympus sangat cepat, tidak terasa ada jedanya, tapi saat diminta mengikuti subjek yang bergerak relatif cepat, seperti orang berlari, maka sistem autofokusnya akan kewalahan mengikuti. Kecepatan foto berturut-turut berkurang dari 10 menjadi 5 foto per detik. Dalam pengujian saya dengan lensa 17mm, dari 10 foto, sekitar 5 foto fokus, 5 foto tidak fokus. Kalau pakai lensa yang motor fokusnya lebih cepat mungkin akan lebih baik.

olympus-pen-f-product-shot-02

Tidak ada kamera yang sempurna, bagi saya, Olympus PEN F memenuhi kebutuhan sebagian besar fotografer, terutama street and travel photography. Jadi, kesan pertama saya terhadap Olympus PEN F ini begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda 🙂

Simak juga pembahasan Olympus PEN F di youtube Infofotografi Channel

Bingung mau beli kamera apa atau sudah punya kamera tapi ingin paham bagaimana mengoperasikannya? Ikuti kupas tuntas kamera digital SLR & mirrorless

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 5 comments… add one }
  • wisnu March 23, 2017, 10:11 pm

    Xt10 arau olympus pen f koh ?

    • Enche Tjin March 23, 2017, 10:12 pm

      Wow, saya pilih PEN F tanpa keraguan hehe

      • wisnu March 28, 2017, 9:09 pm

        Maaf amatir koh, keunggulan mirorles pen f bisa pakai lensa dri produk mn aj koh selain lumix? Tone warna & noise masih unggulan mn dri fuji (xt10/20)??

  • Lubis March 14, 2016, 12:19 am

    jadi kira-kira lebih bagus mana Olympus PEN F dengan OM D EM5 Mark II ?

    Timakasih

    • Enche Tjin March 14, 2016, 8:36 am

      Kelas OMD EM5 II lebih tinggi, body-nya weathershield, tapi PEN F ada keunggulan juga yaitu resolusi 20MP dan banyak kustomisasi filter/efek.

Leave a Comment