≡ Menu

Menguasai Auto fokus kamera itu perlu paham teori dan banyak praktek

Auto fokus adalah teknologi di dunia fotografi yang memberi berkah bagi kita sehingga lebih mudah dalam mengambil foto. Dengan auto fokus kamera akan otomatis mencari jarak fokus dengan memutar bagian dalam lensa sehingga benda yang akan kita foto tampak fokus dan tajam. Tapi masih banyak saya jumpai di kelas atau tur, peserta yang masih bingung soal setting auto fokus di kameranya dan ujung-ujungnya memilih setting auto fokus yang tidak tepat.

Padahal di infofotografi.com sudah banyak diulas soal auto fokus, seperti membahas teknologi auto fokus, memilih mode auto fokus, mengulas mitos-mitos seputar auto fokus hingga membuat e-book Auto Fokus Nikon dalam format PDF. Kalau bisa disederhanakan intinya auto fokus itu punya dua hal utama yaitu membahas titik/area fokus dan servo fokus.

Titik/area fokus berkaitan dengan bagaimana kita memberi tahu kamera untuk fokus kemana. Walau tiap kamera beda-beda (DSLR pakai titik fokus, mirrorless pakai area fokus) tapi kan prinsipnya sama. Kita tinggal putuskan apa mau titik fokus ini otomatis dipilihkan kamera (Auto area/wide area) atau kita mau pilih sendiri titiknya (misalnya supaya lebih pasti).

Memilih titik fokus dan mode area fokus, semakin canggih kamera maka pilihan makin banyak dan kita perlu pahami apa bedanya setiap pilihan yang ada

Memilih titik fokus dan mode area fokus, semakin canggih kamera maka pilihan makin banyak dan kita perlu pahami apa bedanya setiap pilihan yang ada

Di kamera Nikon mode AF area agak berbeda dengan Canon

Di kamera Nikon mode AF area agak berbeda dengan Canon

Servo fokus berkaitan dengan apakah kamera cukup sekali saja mencari fokus, atau terus menerus mencari fokus selama jari kita menahan tombol shutter setengah. Saat benda yang difoto diam ditempat (pemandangan, potret, produk, bangunan dsb) maka pilihannya adalah servo fokus benda diam (di kebanyakan kamera istilahnya adalah AF-S). Saat benda yang difoto bergerak/pindah posisi seperti olah raga, pertunjukan, liputan atau satwa liar maka pilihannya adalah servo fokus ke benda bergerak (biasa diistilahkan AF-C). Jangan tertukar, di mode AF-S auto fokus kamera tidak akan bisa mengikuti gerakan subyek, nanti saat subyek pindah posisi jadi tidak terlihat fokus.

Memilih mode fokus yang tidak sesuai untuk benda bergerak akan menyebabkan subyek jadi tidak fokus

Memilih mode fokus yang tidak sesuai untuk benda bergerak akan menyebabkan subyek jadi tidak fokus

Umumnya inilah pilihan untuk servo fokus di kamera, pilih sesuai kebutuhan dan keadaan subyeknya

Umumnya inilah pilihan untuk servo fokus di kamera, pilih sesuai kebutuhan dan keadaan subyeknya

Walau terlihat simpel, tapi masih banyak lho yang kebingungan memahami ini, atau sulit untuk disiplin memilih setting yang semestinya. Mengapa? Karena beberapa alasan misalnya :

Kurang mengenal kameranya

Kamera modern punya banyak fitur, umumnya baru ketahuan setelah kita jelajahi buku manual, menu dan tombol-tombolnya. Apakah anda sudah tahu apa saja pilihan area fokus di kamera anda? Ada kamera yang cuma menyediakan auto area dan single area, tapi ada juga kamera yang menyediakan tambahan fitur seperti zone area, expand area dan sebagainya tergantung seberapa canggih kameranya. Ada kamera yang punya 11 titik fokus, ada yang sampai 61 titik, dan bahkan lebih. Anda pemilik DSLR, apakah anda tahu berapa titik fokus di kamera anda? Bagi yang kameranya mirrorless, sudah tahu bagaimana memindahkan area / kotak AF berwarna hijau?

Pilih area fokus sesuai letak subyeknya, perlu latihan untuk memindahkan kotak hijau ini

Pilih area fokus sesuai letak subyeknya, perlu latihan untuk memindahkan kotak hijau ini

Umumnya kamera digital menyebut servo fokus untuk benda diam dengan kode AF-S, tapi Olympus menulisnya S-AF, Fuji menulis S saja, dan Canon menyebutnya One Shot. Untuk benda bergerak kodenya AF-C (C-AF untuk Olympus, C untuk Fuji dan AI Servo untuk Canon). Beberapa kamera menyediakan mode Auto servo (AF-A atau AI Focus). Ketahui tombol atau cara untuk mengganti mode servo fokus di kamera anda masing-masing.

Kurang latihan

Yang masih kesulitan memilih setting auto fokus di kamera bisa ditebak pasti kurang latihan. Dengan berlatih kita akan semakin terbiasa mengganti setting dengan cepat dan tepat. Misalnya :

  • berganti mode fokus area : Auto area vs single area (satu titik)
  • memindahkan titik fokus (bisa dengan tombol, joystick atau layar sentuh tergantung kameranya)
  • berganti servo dari AF-S ke AF-C sesuai keadaan gerakan benda yang difoto
  • berganti dari auto fokus (AF) ke manual fokus (MF) bila perlu

Jadi, menguasai teori dan praktek sama-sama penting untuk bisa memahami auto fokus dengan baik. Bagi anda yang masih kesulitan setelah mencoba dan ingin dibimbing langsung oleh saya supaya lebih paham, bisa temui saya di kelas kupas tuntas kamera digital (umum/mirrorless, khusus Canon atau khusus Nikon) atau buat janji untuk belajar secara privat baik di kelas kami atau di lokasi.

 

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di LinkedIn dan instagram.

{ 11 comments… add one }
  • kaklingsir August 24, 2019, 12:45 pm

    Tanya nh bang,
    Terkait auto fokus saya lihat ada beberapa kamera menampilkan number of auto fokusnya sangat banyak. contohnya Canon EOS RP number of focus point mencapai 4729 point sedangkan sony A7R IV yang jauh lebih mahal hanya 567 fokus point.
    Pertanyaannya apakah number of focus point di masing2 camera berbeda ‘kualitas’nya? juga apakah number of focus point bisa dikatakan sebagai indikator kualitas kamera (foto) yang lebih baik?
    Mohon dijawab bang, terimakasih

    • Enche Tjin August 25, 2019, 7:44 am

      Angka tidak selalu menunjukkan kualitas, dan kinerja sebuah kamera.

  • Haryanti Woschizka February 12, 2017, 5:28 pm

    Makasih infonya Mas, menemukan website ini. Saya punya kamera Olympus OM-D EM10 Mark II, lensa M-Zuiko 12-40mm, tapi pengetahuan tentang fotografi 0 besar. Baru sedang mulai tahu perbedaan C-AF dan S-AF 🙂

  • Hartono July 20, 2016, 7:07 pm

    Maaf pak Erwin, apakah dengan membeli E book auto focus nikon, keterangannya lebih detail atau lebih jelas ? Saya masih bingung. Tq

  • SANDI SOPIAN May 24, 2016, 8:01 am

    Hallo Pa Erwin, kl saya foto bersama sekitar 30 orang berjejer outdoor (sedikit backlight) karena ingin background gedung tertentu…terkadang sulit fokusnya
    saya pake eos 7d lensa 24-105mm L, f4..
    Bagaimana menyiasatinya

    terima kasih

    • Erwin Mulyadi May 24, 2016, 5:12 pm

      Susun dulu 30 orang itu supaya ideal masuk ke frame, misal 10 orang jongkok di depan, 10 duduk dan 10 berdiri di belakang. Lalu pilih 1 titik fokus aja ke tengah, pake f/8 dan dibantu pakai flash.

  • andri May 8, 2016, 5:43 pm

    Pak minta tipsnya untuk memoto subjek yg berjalan ke arah kamera..sebagai contoh mempelai yg sedang berjalan..
    Sy biasanya mengunakan af one shot dgn af microadjusment yg sy majukan. Pertimbangan saya tdk memakai af servo, karena setelah sy kunci fokus, sy komposisi ulang dengan cepat..sy takut fokusnya ke objek yg lain disaat sy komposisi..
    Selain itu pasti susah juga menjaga agar titik fokus tetap berada di kepala subjeknya.. kamera sy tdk ada mode zone af, hanya automatic selection dan manual (canon6d).. mohon tipsnya pak krna selama ini kdg dpt hasil tajam, kdg sedikit krg tajam.. thx

    • Erwin Mulyadi May 9, 2016, 12:24 pm

      Jangan main micro adjustment bila lensanya tidak ada masalah front/back fokus. Cara anda menyiasati itu mungkin bisa berhasil asal timingnya harus pas banget. Untuk 6D memang kurang handal main fokus kontinu dengan 11 titik AF, tapi tipsnya kalau benda bergerak ya tetap pakai AI servo dan Auto area, lalu ambil foto yg banyak dan berharap ada satu dua yg fokusnya dapat.

  • Andy Peng April 29, 2016, 4:37 pm

    Hello ko Erwin, untuk photographer landscape kecanggihan autofocus saat ini yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan titik focus seakan tidak ada benefit sama sekali-kan ? Apakah sekarang lebih banyak photographer sport atau itu merupakan lispstik marketing saja. Ha..ha… ini bahasan ringan2 saja jangan dianggap serius ko Erwin.

    • Erwin Mulyadi May 2, 2016, 12:10 pm

      Ya landscape tidak menuntut jumlah titik fokus yg banyak, bahkan kadang malah pakai manual fokus.

      Soal titik fokus semakin banyak apakah cuma untuk marketing (supaya terlihat lebih baik dari produk sebelumnya) ya itu anggapan yg wajar, tapi kalo saya sih melihatnya sebuah berkah buat yg beli produk yg lebih baru karena dapat kamera yg speknya lebih baik. Dulu kamera saya cuma ada 3 titik AF, lebih enak/simpel dalam memilih tapi kedodoran saat foto aksi.

Leave a Comment