≡ Menu

Review Zeiss Milvus 50mm f/2 Makro Planar

Zeiss Milvus adalah keluarga lensa Zeiss yang diumumkan bulan September 2015 yang lalu. Keluarga lensa ini berisi lensa-lens manual fokus Zeiss untuk kamera DSLR mount Nikon F dan Canon EF. Sayangnya Zeiss Milvus hanya tersedia untuk kamera DSLR, untuk kamera mirrorless seperti Sony A7, masih harus mengunakan adaptor tambahan. Sebagian anggota keluarga Zeiss ini merupakan pembaharuan dari lensa manual fokus Zeiss klasik, salah satunya Zeiss Milvus 50mm f/2 Makro.

zeiss-50mm-f2-makro-2

Kali ini saya akan mengulas Zeiss Milvus 50mm f/2 Makro. Lensa ini secara desain optik menganut desain Planar, sama seperti Zeiss 50mm f/2 ZF.2 klasik. Perbedaan yang signifikan terletak pada desain casing lensa dan dan coating lensa yang lebih baik. Coating T* generasi baru ini menghasilkan foto yang lebih kontras dan lebih tahan flare/suar saat berhadapan dengan cahaya langsung. Warna antara lensa-lensa Milvus juga disetarakan sehingga lebih mudah bagi fotografer dan videografer untuk mendapatkan kualitas warna yang konsisten.

milvus-50mm-flare

Desain eksterior lensa sudah sangat berbeda dengan lensa Zeiss yang lama. Zeiss Milvus yang baru memiliki desain baru yang lebih curvy (melengkung). Ring pengatur fokus tidak lagi logam dan bergerigi, tapi mengunakan bahan karet yang permukaannya mulus. Dalam praktiknya, ergonominya lebih bagus dalam arti nyaman untuk digenggam. Keuntungan lain adalah jika karet melar/tergores-gores setelah pemakaian sekian lama, bisa diganti dengan mudah.

zeiss-50mm-declick

Para Videografer akan menyukai fitur De-Click, yang memungkinkan mereka untuk mengubah bukaan lensa dengan mulus saat memutar ring aperture. Desain ini sangat berguna untuk videografi untuk mengatur pencahayaan saat merekam video di kondisi cahaya yang berbeda-beda. Selain itu, lensa Zeiss Milvus ini sudah sangat aman saat digunakan di outdoor karena sudah weathershield, tahan hujan dan debu. Barrel dan hood/shade lensa terbuat dari logam sehingga lebih awet untuk pemakaian jangka panjang.

Saat menguji lensa, saya mendapati lensa Zeiss Milvus 50mm f/2 ini lebih kontras daripada Zeiss 50mm f/2 Makro klasik saat menghadapi cahaya dari belakang flare/suar. Saya juga cukup senang dengan bukaan maksimal lensa ini yang cukup besar (f/2) dan tidak berubah atau tetap konstan saat memotret subjek yang dekat, tidak seperti sebagian lensa makro lainnya.

milvus-50mm-makro-portrait

Model: Intan Sapta

Lensa ini cukup serbaguna, termasuk untuk foto portrait. Karena lensa ini lensa tidak memiliki motor fokus otomatis, makanya perlu waktu sedikit untuk mengatur fokus secara manual. Tapi setelah mendapatkan fokus yang tajam dengan bantuan indikator fokus di jendela bidik kamera, hasil foto baik dan jarang meleset jika kalibrasi autofous di kamera DSLR-nya akurat. Hanya saja memang perlu latihan untuk membiasakan diri mengunakan lensa manual fokus dibandingkan dengan lensa autofokus.

Hasil foto 50mm untuk portrait sangat baik dan kontras. Saat saya uji di kamera Nikon untuk foto portrait, warna kulit yang dihasilkan terlihat alami tanpa ada color cast kemerahan/magenta atau orange. Kualitas foto yang saya dapatkan dari kombinasi kamera dan lensa ini membuat saya tidak perlu repot-repot dan buang waktu untuk meningkatkan kontras foto di editing.

Diuji di kamera DSLR full frame beresolusi 24MP, di setting f/2, kontras dan ketajaman hasil foto sudah cukup tinggi. tapi terdapat sedikit vinyet (gelap di ujung-ujung foto). Di bukaan f/2.8 ketajaman sangat tinggi dan di f/4 atau lebih kecil, vinyet bukan masalah lagi.

vinyet-test-milvus-50mm-f2-planar

Bokeh / bagian yang tidak fokus terlihat mulus dan natural. Bentuk bokeh yang dihasilkan tetap bundar/bukan persegi karena bilah-bilah aperturenya berjumlah sembilan dan membentuk lingkaran (circular aperture). Di bukaan f/2, bentuk bokeh menyerupai daun, terutama yang terletak di pinggir frame, sedangkan di bukaan sedang, seperti f/4 dan f/5.6, bentuk bokeh berbentuk bulat. Chromatic aberration sedikit muncul saat memotret di kondisi kontras yang sangat tinggi, tapi mudah dibetulkan lewat editing. Di kondisi pemotretan normal, tidak ada masalah yang berarti.

milvus-50mm-makro-bokeh

milvus-50mmf2-bokeh

milvus-50mm-CA-01

Saking fleksibelnya, lensa ini juga bisa digunakan untuk landscape. Keunggulan lensa ini yaitu untuk memunculkan detail yang maksimal dan kontrasnya memberikan kesan tajam. Cocok untuk foto-foto pantai berkarang seperti dibawah ini.

sawarna-taraje-enche

Lensa ini cocok untuk berbagai macam fotografi atau videografi. Untuk foto still life dan produk, lensa manual fokus bukan masalah, tapi malah lebih baik karena focus throw yang panjang dan desain lensa mekanik membuat pengaturan fokus bisa lebih presisi dan taktil. Karena distorsi yang hampir tidak ada, lensa ini juga sangat ideal untuk reproduksi foto/dokumen/lukisan lama. Lensa ini paling optimal saat dipasang di kamera digital bersensor full frame.

Kelebihan lensa Zeiss Milvus 50mm f/2 Macro Planar

  • Ukuran lensa relatif compact, salah satu yang paling ringan diantara lensa Milvus lainnya
  • Ketajaman foto konsisten di berbagai jarak
  • Kontras dan mikro kontras tinggi sehingga detail terlihat tajam dan berdimensi.
  • Saturasi warna bagus dan tidak berlebihan.
  • Bokeh mulus dan enak dilihat di berbagai setting bukaan
  • Flare tidak muncul saat lensa diarahkan ke sumber cahaya
  • Bukaan maksimal tetap f/2 meskipun memotret di jarak yang paling dekat
  • Masih baik digunakan untuk kamera resolusi tinggi (24MP-50MP) terutama saat di stop down ke f/2.8-4.
  • Tulisan penanda (marking) besar dan jelas
  • Focus throw panjang (memudahkan untuk fokus dengan akurat)
  • Tidak ada distorsi
  • Weathershield, aman digunakan di berbagai kondisi pemotretan
  • Casing body dan lens hood berbahan logam

Kekurangan Zeiss 50mm f/2 Milvus

  • Tidak memiliki motor autofokus atau stabilizer
  • Sedikit vinyet/gelap di sisi ujung frame foto di bukaan besar, tapi mudah dikoreksi secara software
  • Agak berat (660 gram) tapi seimbang saat dipasang di kamera DSLR semi-pro/pro
  • Kelengkapan tidak termasuk kantong lensa

Jika Anda tertarik untuk membeli lensa Zeiss untuk kamera DSLR ataupun untuk kamera mirrorless, kami bisa membantu. Hub 0858 1318 3069 dapatkan harga yang menarik.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 4 comments… add one }
  • Setiady August 4, 2016, 4:10 pm

    Koh…mohon pencerahan nya…
    Bingung pilih (masih dikelas milvus 50mm) antara :
    Distagon f1.4 : fokus ring sampai 10m – ∞
    Planar f2 : fokus ring sampai 5m – ∞
    Sedangkan kebutuhan 50:50 antara minimum fokus (mfd : spt still life atau toygraphy) dg infinity (spt : portrait model)
    Saran ambil yg mana ya koh?
    Thx

    • Enche Tjin August 4, 2016, 11:51 pm

      50mm f/2 makro lebih serbaguna karena bisa close-up dan juga portrait, ideal buat product, fashion dll. Di lain pihak, 50mm f/1.4 lebih spesialis ke portrait, kualitas 50mm f/1.4 lebih bagus.

      Kalau saya pribadi pilih makro planar kalau saya minat close-up fotografi juga.

    • Setiady August 6, 2016, 12:00 am

      Koh…
      Boleh tau…(mgkn kira² aja klo sdh kurang ingat)
      Utk model pertama dg baju kuning, jarak antara sang fotografer dg model, berapa meter?
      Untuk model kedua dg baju pink, berapa meter juga?
      Supaya ada gambaran utk mendapatkan bokeh nya krn planar ini pny reproduction ratio 1:2
      Trims

      • Enche Tjin July 21, 2017, 10:32 am

        1-2 meter, tapi ini tidak ada hubungan dengan repro 1:2. Repro 1:2 berlaku kalau subjeknya sangat kecil sehingga posisi lensa perlu sangat dekat.

Leave a Comment