≡ Menu

I am a Leica Ambassador Indonesia

Halo teman-teman pembaca Infofotografi, saya ingin mengumumkan bahwa saya telah resmi menjadi Leica Ambassador untuk Indonesia yang pertama mulai dari tanggal 15 Agustus 2016 sampai Desember 2017. Konsentrasi saya adalah untuk sistem kamera Leica SL.

Sejak dua tahun yang lalu, saya sering bekerjasama dengan perusahaan pembuat kamera dan aksesoris, dalam berbagai hal, misalnya sebagai fotografer untuk me-review produk, sebagai pembicara dan educator. Dan tentunya setelah diangkat menjadi duta Leica, saya akan tetap meneruskan peran saya sebagai penulis dan instruktur fotografi.

Leica-ambassador-enche-tjinCeritanya adalah sebagai berikut, beberapa bulan yang lalu, saya ditawari oleh Leica Store Indonesia untuk menjadi salah seorang duta kamera Leica, khususnya Leica SL. Sistem kamera Leica SL merupakan sistem kamera dengan sensor full frame, dan termasuk kamera mirrorless untuk profesional dan enthusiast. Saya melihat Leica SL merupakan platform baru untuk masa depan Leica yang kedepannya berpotensi bagus.

Saya juga melihat Leica SL sebagai platform yang adaptable, karena bentuknya mirrorless, SL bisa menerima berbagai lensa mount lain dengan adaptor. Misalnya saya bisa memasang lensa Leica M, Leica R, bahkan lensa DSLR seperti Nikon F, Canon EOS. Kemampuan ini penting karena saya telah memiliki beberapa lensa DSLR yang berbeda-beda.

Leica merupakan merk kamera yang memiliki sejarah sangat panjang (lebih dari 100 tahun). Beberapa fotografer yang banyak mempengaruhi saya juga mengunakan kamera Leica seperti Henri Cartier-Bresson, Sebastiao Salgado, dan Alex Webb. Saat ini, Leica terkenal sebagai produsen kamera dan lensa dengan kualitas yang sangat tinggi.

Dalam kesempatan baik ini saya sangat berterima kasih kepada Leica Store Indonesia dan Leica Asia Pacific terutama kepada Pak Bernard dan Jaqueline yang percaya kepada saya. Dalam 1-2 tahun ini saya akan bekerjasama dengan Leica Store Indonesia untuk menyelenggarakan workshop secara rutin dan trip foto. Dengan kerjasama ini saya dapat menceritakan pengalaman dan informasi yang lebih mendalam dan akurat tentang kamera Leica.

Nantikan review dan panduan tentang Leica di Infofotografi.com

Bromo, kawasan pasir berbisik. ISO 50, f/6.3, 1/1000 detik. Leica SL & Leica SL 24-90mm f/2.8-4.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 19 comments… add one }
  • ade October 16, 2016, 1:42 pm

    mas enche saya mau tanya kalo cla leica di indonesia yg bagus dmn ya

  • asepelmir September 19, 2016, 2:00 pm

    sementara ini saya menunggu camera leica c. pertimbangannya, pengin punya camera sendiri yang kompak, ringan dan gak ribet, dan leica gitu lho…. sejarah kompetensi di bidang camera gak perlu diragukan. ada sih camera dslr punya kantor, mau canon, nikon tapi ya itu tadi gak suka yang berat apalagi segede gaban (biarin itu mah buat profesional). nah kira-kira pak duta besar leica, apa yang saran permulaan tentang camera leica c. trims

  • Purnawan Hadi September 14, 2016, 9:13 pm

    Congratulation Om Enche… dah lama nih rasanya gak mampir ke sini, tau tau udah jadi ambassador dari salah satu Brand pujaan saya hehehe….

    Maju terus Om Enche !!!

    • Enche Tjin September 14, 2016, 10:28 pm

      Trims ya, belum sempat ketemu2 nih kita hehe

  • Deni September 7, 2016, 3:05 pm

    Selamat ya Enche Tjin.

  • Agoes September 7, 2016, 2:33 am

    Selamat bro Enche
    Semoga review2 berikutnyatetap netral di semua merk Kamera dan Lensa nya.
    Karena saya sering baca2 di infofotgrafi.com utk cari pencerahan.

  • I Wayan Pica September 6, 2016, 9:23 pm

    Selamat Om Enche Tjin.

    HCB tiada komen untuknya..
    Sebastiao Salgado, pernah dating ke Indonesia di tahun 1990an saat saya mulai pegang SLR. Saat itu dia ditemani jalan-jalan sama om Oscar Motuloh. Yang membuat saya takjub kala itu Sebastiao Salgado dengan kamera Leica-nya mem-push film B/W-nya hingga ASA/ISO 25.000. Takjub, mengingat kamera saya yang sudah dikatagorikan kamera back up-nya para jurnalis hanya mampu diset secara manual sampai ASA/ISO 6400. R6.2 adalah sebuah mimpi indah sampai saat ini.

    Sekali lagi Selamat om Enche Tjin..

    ____________________________
    * saya pernah dapat kamera bekasnya om Enche Tjin dengan kondisi super excellent.

  • komar September 6, 2016, 9:04 pm

    Wih mantap. Proficiat ko Enche….

  • rahmad September 6, 2016, 7:25 pm

    mantap, selamat ko

  • Bowie September 6, 2016, 4:32 pm

    Proficiat,… ikut senang dan bangga 🙂

  • Laurence September 6, 2016, 1:40 pm

    Bravo Enche & Infofotografi.com!
    Congrats! 🙂

  • Jeffry Tarigan September 6, 2016, 12:38 pm

    Selamat bung Enche Tjin, terima kasih sudah berkarya dan berbagi 🙂

  • raja pratama September 6, 2016, 11:50 am

    Gila bagus kali hasil jepretannya. Tajam jernih dan natural komposisi warnanya balance aduhai cantiknya.
    Hasil Photografer experts. Merinding saya melihatnya.

  • Edys September 6, 2016, 10:25 am

    Selamat om enche, semoga dapat memajukan dunia fotografi di indonesia, merk leica pada khususnya. Kamera mahal ini, om. Saya bertahan dulu di merk sebelah yang duluan merilis mirrorless fullframe.

    • Enche Tjin September 6, 2016, 10:27 am

      Mantap, trims komentarnya. 🙂

Leave a Comment

Next post:

Previous post: