≡ Menu

Launching dan paket harga untuk kamera pro Canon 5D mk IV

Tanggal 6 Oktober 2016 kemarin, saya diundang untuk mengikuti acara Konferensi Pers & Seminar Eksklusif ”Meet The Legend – EOS 5D Mark IV” yang diadakan PT. Datascrip sebagai distributor tunggal produk Canon di Indonesia. Acara yang berlangsung di Haji Usmar Ismael Hall, Jl. Rasuna Said Jakarta ini hampir penuh akan media dan fotografer profesional maupun penghobi serius.

canon-eos-5d-iv

Dalam seminar ini, PT. Datascrip menghadirkan seorang fotografer dan juga pemilik Axioo yaitu David Soong (lebih familiar dipanggil Ko Awi) dan Foto-videografer Michael Ori dari Amerika Serikat untuk memberikan tips, trik foto dan video dan tentu saja pendapat mereka tentang Canon 5D mk IV ini.

Spesifikasi dan fitur baru Canon 5D mk IV bisa dibaca di artikel ini.

awi-axioo

Menurut David Soong setelah berpengalaman mengunakan kamera ini dalam beberapa kesempatan, fitur AF trackingnya sangat efektif dan kepakai dalam foto maupun video. Layar LCDnya juga sudah lebih berkualitas (1.6 juta titik)  sehingga lebih mudah dan akurat saat memeriksa hasil gambar.

Menyinggung resolusi foto 30 MP, menurut David sudah pas untuk wedding, karena klien sekarang memang banyak yang menuntut pembesaran foto, tapi menurutnya 50 MP terlalu besar. Mungkin lebih cocok untuk fotografer komersil, ujarnya.

Menurut penuturan Ko Awi, istrinya yang juga fotografer wedding dan portrait, Felicia “Fen” Soong, juga menyukai fitur touch screen dan AF yang sudah cepat saat live view. Untuk review gambar jadi lebih mudah juga, bisa pinch and zoom seperti meninjau gambar di ponsel. Impelementasi live view juga sudah lebih baik dari Canon 1DX.

Soal berat, Awi merasa senang karena beratnya terasa relatif ringan (800 gram) terutama dibandingkan Canon 1DX (1.53kg) yang biasanya ia gunakan. Menurutnya 5D mk IV itu kecil-kecil cabe rawit. Ergonominya juga bagus, dan penting baginya yang memotret long hours. Ia juga menyinggung kamera seperti mirrorless terlalu ringan baginya, selain itu terasa tidak kokoh plasticky dan gak mantap ditangan. Berat dan ukuran 5D mk IV katanya ideal untuk wedding photography.

Fitur baru lainnya yang disukai antara lain yaitu Wifi, yang memungkinkan ia untuk mengirimkan foto langsung ke smartphone untuk dishare ke klien atau sosial media, yang menurutnya sangat penting untuk marketing saat ini.

ori-axioo

Di sesi ke-dua, Michael Ori, foto-videografer dari Amerika pendiri Orimedia, mendemonstrasikan bagaimana ia merekam video 4K dan kemudian mengambil screen grab dari frame video Motion JPG-nya secara langsung. Hasilnya adalah foto 8MP kualitas tinggi. Katanya, kualitas screen grab tersebut sudah cukup baik untuk dicetak dalam ukuran foto A2 (42 x 59.4 cm). Keuntungan screen grab katanya supaya bisa efisien, karena dengan sekali kerja, selain merekam video/motion, juga sekaligus mendapatkan foto yang bisa dicetak langsung dan dapat dijual ke klien.

Hal itu bisa terjadi karena kompresi videonya minim atau hampir tidak ada, sehingga kualitas frame per framenya maksimal. Tapi ukuran videonya bisa besar sekali, jadi perlu persiapan lebih matang. Merekam video 4K selama 30 menit membutuhkan kapasitas memory kurang lebih 120 GB, ujarnya. Saat ditanya perlu berapa baterai untuk syuting sehari, Michael mengatakan kira-kira 4-5 baterai.

Lanjutnya, AF tracking merupakan fitur yang sangat berguna terutama dalam video, tertama video dimana subjeknya bergerak. AF tracking dual pixel juga mendukung face detection untuk mengikuti subjek foto yang bergerak.

Michael Ori juga memberikan tips untuk video shooter. Katanya ia memakai profile Cinestyle khusus yang bisa dibuat oleh Technic color (kabarnya gratis). Dengan style ini, video yang didapatkan lebih flat, dalam arti kontrasnya lebih rendah dan kemudian lebih mudah saat di proses/edit (grading).

Saat ditanya tantangannya apa dalam mengunakan sistem screen grab 4K ini, Michael menjelaskan kesulitannya terletak saat merekam subjek yang bergerak sangat cepat. Karena saat merekam video biasanya shutter speed terbatas ke 1/125 detik, jadi hasil screen grab JPG-nya bisa agak blur karena gerakan.

suasana-canon-5d-iv

Suasana yang ramai saat mencoba Canon 5D mk IV

Opini pribadi

Saya belum berkesempatan mencoba kamera ini, tapi menurut saya 5D mk IV merupakan pembaharuan yang berarti dari seri Canon 5D sebelumnya. Selain yang sudah diungkapkan oleh David dan Michael, saya rasa keunggulan 5D mk IV ini adalah desain ergonomi yang mirip dengan kamera Canon 5D sebelumnya, hal ini penting, karena fotografer pro yang bekerja hampir setiap hari tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi dengan kamera dan lensa baru.

Fitur yang menurut saya efektif dan memudahkan adalah touchscreen (bukan hanya untuk fokus tapi juga untuk menu), layar LCD dengan kualitas lebih baik,  AF tracking dual pixel saat live view atau video. Fitur yang menurut saya gimmicky dan gak begitu efektif adalah dual pixel raw, yang membutuhkan kapasitas 2x lipat per foto, dan juga harus mengunakan software digital photo profesional (DPP) Canon yang kinerjanya lambat untuk memproses foto.

Yang saya rasa perlu diuji dan dibahas lebih dalam tapi sayangnya belum dibahas di seminar ini adalah dynamic range dan ISO tinggi dari hasil foto. Tapi menurut kabar yang saya baca, dynamic range (kemampuan sensor kamera menangkap tonal terang-gelap) sudah lebih ditingkatkan dari sensor generasi sebelumnya.

—-

Harga:

  • Canon 5D Mark IV (BO) Rp 49.625.000
  • Canon 5D Mark IV dengan 24-70mm f/4L IS Rp 62.200.000
  • Canon 5D Mark IV dengan 24-105mm f/4L IS II Rp 65.450.000

Sudah tersedia saat ini juga. Boleh hub kami jika ingin memesan 0858 1318 3069 (infofotografi@gmail.com).

*Foto-foto dokumentasi oleh team Datascrip Canon. Trims atas undangannya 🙂

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 5 comments… add one }
  • Ridwansyah August 5, 2017, 8:08 am

    Nikon D500 vs Canon 5D Mark IV
    Bagusan mana koh ?

  • Arjuna December 20, 2016, 7:02 pm

    Selamat malam Koh, untuk keperluan poto pernikahan dan alam dari dua kamera ini: Nikon 500d dan Canon 80d, yang mana lebih bagus hasilnya ? Trim’s ya.

  • Dedy October 20, 2016, 11:21 am

    Selamat siang koh
    Saya mau tanya nih kalau untuk video kualitas lebih baik saya harus milih DSLR Nikon d5500 atau mirrorless Canon Eos m3
    Mohon pencerahan dan terimakasih..

    • Enche Tjin October 20, 2016, 11:36 am

      Untuk kepraktisan Canon EOS M3 lebih ok buat video, D5500 oke buat foto.

  • Given October 15, 2016, 3:10 pm

    Ko Enche, saya membutuhkan pendapatnya. Begini, sekarang ini saya punya lensa 70-200 f/2.8 L is ii usm. Tanpa kamera. Selama ini, lensa tersebut jarang dipakai. Saya berencana untuk menjualnya. Tapi saya menghadapi 2 pilihan.

    1. Jual 70-200, beli 5D4 dan lensa fixed.
    2. Pertahankan 70-200, beli 5D3.

    Kebutuhan saya adalah kamera yang bisa digunakan lama, performa luar biasa, dan dapat dipakai untuk street, travel, dan portrait.

    Bagaimana pendapat Ko Enche.
    Mohon pencerahannya.

Cancel reply

Leave a Comment