≡ Menu

Tips traveling : Pengalaman dari jalan-jalan di Eropa

Dua minggu yang lalu, saya dan Iesan berkesempatan ke beberapa negara di Eropa. Selain menghadiri pameran fotografi Photokina di Cologne (Jerman), kami juga mengunjungi beberapa negara/kota antara lain Prague (Rep. Ceko), Dresden, (Jerman), Berlin (Jerman), Amsterdam (Belanda). Perjalanan kami cukup panjang yaitu kurang lebih 14 hari.

l1040337

 

Tidak seperti artikel Infofotografi seperti biasanya, kali ini saya tidak membahas tentang fotografi. Melalui artikel ini, saya ingin berbagi tentang tips dan travel sendiri atau dengan partner. Pertama-tama adalah jangan remehkan cuaca dingin saat berkunjung ke negara empat musim terutama di musim gugur, semi. Meskipun prakiraan cuaca menunjukkan suhu yang menurut kita sedang-sedang saja, seperti 15-20 derajat Celcius, kenyataan di lapangan bisa berbeda.

Salah satu alasannya karena angin. Terpaan angin bisa membuat kita merasa lebih dingin dari suhu aslinya. Maka itu saya selalu membawa jaket ringan dan sweater meskipun memang rasa-nya agak ribet karena menuh-menuhin koper. Jika sudah terlanjut tidak membawa, jangan sungkan-sungkan membeli daripada sakit nantinya.

Kedua adalah coba periksa dulu kondisi koper sebelum berangkat. Saat travel kemarin, baru hari pertama, kaki koper copot. Memang koper ini sudah pernah copot kakinya, tapi sepertinya sudah di perbaiki. Tapi mungkin hanya di tempel biasa saja. Lalu yang parah adalah handlenya sering macet. Ini merepotkan karena kita sering naik turun bis, kereta api dan subway :(. Lalu saat ini meskipun tren-nya roda koper empat buah, tapi untuk jalanan berbantu enakan roda dua tapi yang besar. Koper beroda empat dan kecil-kecil sulit jadi berat dorongnya.

Ketiga adalah saat memilih penginapan, usahakan lokasinya dekat dengan lokasi wisata atau hunting. Kita gampang terjebak akan hal ini, karena lokasi yang jauh biasanya lebih murah. Masalahnya adalah kita rugi waktu dan tenaga, karena sesampai lokasi, kita harus menitipkan tas/koper dulu. Dan pastikan jangan salah stasiun. Dalam satu kota yang agak besar, biasanya memiliki beberapa stasiun kereta. Saat sampai di Cologne, kita salah beli tiket, maunya yang stasiun dekat penginapan, malah belinya ke stasiun utama yang masih sekitar 45 menit jalan kaki.

Lalu untuk antar kota memang ada fasilitas bis atau kereta api, tapi masalahnya kalau kotanya kejauhan, jauh lebih enak dengan terbang. Misalnya dari Cologne ke Prague kalau naik kereta api bisa makan waktu seharian, kadang mesti tukar kereta, jadi lebih baik dengan mengunakan pesawat terbang. Untuk mencari tiket pesawat atau bahkan penginapan yang murah, sekarang sudah banyak toolsnya. Saya baru-baru ini saya mendengar tentang Wego.co.id, yang bisa saya gunakan untuk mencari tiket pesawat domestik dan internasional. Ini membantu sekali untuk mencari pesawat antar kota yang termurah sesuai jadwal yang saya inginkan.

Keempat adalah makanan di Eropa belum tentu sesuai selera. Saat di Cologne, makanan utama orang sana rupanya sosis, kentang, sandwich, dan gak ada sambel. Lain kali harus bawa sambel haha kalau gak kayaknya hambar makanannya. Kita juga bawa Pop Mie, membantu juga untuk snack kalau malam-malam lapar atau untuk pagi hari.

Untuk 14 hari kalau bawa baju dan celana yang banyak kopernya mau seberapa besar? Bawa koper besar atau bawa lebih dari satu bisa jadi sangat merepotkan. Susah jaganya dan juga lebih mahal, terutama kalau naik pesawat antar kota harus beli bagasi lagi.

pant-polyesterSupaya pakaian cukup, saya biasanya mencuci pakaian di penginapan. Masalahnya kadang di penginapan tidak ada laundry room, apalagi hotel. Kadang di hotel dan mall di kota ada layanan laundry/dry clean/binatu, tapi masalahnya harganya cukup mahal kalau di Eropa. Satu potong celana panjang harganya Euro 7.5 atau sekitar Rp 110.000,- Sayang bukan?

Supaya cepat kering, bawa baju dan celana dengan bahan yang cepat kering seperti dari nylon, atau polyester. Memang, bahan nylon dan polyester gak begitu nyaman dipakai seperti bahan katun, tapi jauh lebih cepat keringnya. Supaya lebih cepat kering lagi, jika di hotel ada hair dryer bisa digunakan seperlunya.

Meski agak melelahkan, terus terang sampai sekarang saya dan Iesan masih jet lag, tapi perjalanan kali ini sangat membuka mata dan menambah pengalaman saya. Syukurlah tidak ada yang kurang, hanya koper saya masih macet handle dan kakinya patah, jadi kita mesti cari koper baru lagi.

Jika memungkinkan, nginap dekat spot foto akan menghemat tenaga dan waktu.

Jika memungkinkan, nginap dekat spot foto akan menghemat tenaga dan waktu.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 7 comments… add one }
  • Budi saputro October 26, 2016, 9:48 am

    Rada bingung niih klo untuk videografi pilih yg mana antara lumix G7 atau lumix GX85. karena semua punya kekurangan dan kelebihan masing”. terimakasih,,,

    • Enche Tjin November 17, 2016, 7:48 pm

      G85/G80 yang baru keluar sangat mantap untuk keduanya.

  • mk October 18, 2016, 5:04 am

    om bagusan mana canon eos m3 atau sony a6000 ,buat foto dan video pemula?
    sama buat carik fokusnya enakan mna?
    tpi bukan untuk vlogger

  • Dimas RAngga October 11, 2016, 8:22 pm

    Ko nanya lagi yah… hehehhe…. malu bertanya kan tar sesat dijalan ko 😀 sampel photo diatas itu ko enche pakai filter star atau hanya mengandalkan bukaan F kecil dengan shutter lambat?

  • Naufal Aghni October 10, 2016, 5:41 pm

    Ko aku bingung antara milih sony a5100 dan sony a6000 , untuk keperluan membuat film rekomendasi yang mana ( harga dibawah 10 jt)

    • Enche Tjin October 11, 2016, 2:49 pm

      Kalau v log, mungkin bagus Sony A5100, karena layarnya bisa ditekuk ke atas.

Leave a Comment