≡ Menu

Kamera yang saya bawa dalam empat bulan terakhir

Empat bulan terakhir ini kegiatan saya cukup padat, selain rutin mengajar, saya juga memimpin beberapa tour fotografi, diantaranya ke Vietnam, Bromo, Eropa, pantai Sawarna (Banten), Jepang dan besok ke Kamboja.

Hampir setiap trip saya ditanya apa yang harus dibawa. Setiap trip tentunya berbeda-beda, maka itu sebaiknya ditanyakan kepada tour leader/mentor atau mempelajari dengan cermat jenis fotografi dan subjek yang akan dipotret. Saya pernah menulis artikel yang membahas lensa-lensa yang praktis untuk digunakan. Intinya, lensa zoom yang mencakupi rentang fokal  sekitar 24-100mm (ekuivalen full frame) praktis untuk dibawa.

Saya pribadi kini mengunakan kamera Leica SL (Typ 601) dan lensa SL 24-90mm f/2.8-4 sebagai kamera utama saya. Dan sampai saat ini saya puas dengan hasil foto yang saya peroleh dan fleksibilitas kameranya untuk berbagai jenis fotografi yang saya jumpai di lapangan.

dsc_8891

Memang kadang ada rasa kurang lebar dan tele, tapi untuk kepraktisan dan supaya beban tidak terlalu berat terutama saat traveling yang jalannya jauh, maka lensa telefoto biasanya ditinggal, dan untuk mengakalinya saya akan melakukan cropping jika dibutuhkan.

Untuk mengakali sudut lebar, saya membawa Sigma DP0 Quattro, kamera aneh dengan lensa 14mm (ekuivalen 21mm karena sensor kamera ini APS-C).  Sesekali saya pakai kamera ini jika ada pemandangan yang menuntut untuk mengunakan lensa yang lebih lebar dari 24mm. Sebenarnya pengennya bawa lensa lebar SL 16-35mm, tapi lensa baru ini baru akan tersedia tahun depan.

Dengan dua kamera ini, berat total yang saya perlu bawa adalah 2.5 kg. Boleh dibilang tidak terlalu ringan, tapi tidak berat. Peralatan foto ini saya masukkan ke tas ransel KATA DL 467 [Review] yang praktis karena banyak kantong untuk mengorganisir aksesoris, desainnya low profile dan relatif ringan (1 kg saja). Dengan backpack, keseimbangan dan beban terbagi dan tidak membuat pundak cepat pegel.

Untuk tripod, di beberapa lokasi memang perlu, terutama yang ada sunrise dan sunsetnya, atau saat main di pantai. Kalau untuk traveling jelajah kota, human interest, tripod tidak dibutuhkan. Saat saya ke Jepang misalnya, tripod saya tinggal dirumah saja. Di tour foto Kamboja, saya harus bawa tripod karena ada jadwal sunrise-sunsetnya, tapi cuma satu hari saja, jadi saat tidak dibutuhkan, tripod bisa ditinggal di hotel atau di van.

HUAWEI P9

Saat tour foto Kamboja tanggal 6-10 Desember 2016 ini, saya juga akan membawa kamera baru yaitu ponsel Huawei P9. Mungkin sebagian teman-teman sudah tau bahwa Huawei dan Leica tahun ini bekerjasama dalam membuat kamera dan lensa ponsel. Dan saya berkesempatan menguji kamera ponsel ini. Sebenarnya kamera di ponsel ini ada dua, lensanya juga. Satu kamera berwarna, satu lagi monokrom/black & white. Kabarnya, mode monokrom ponsel ini sangat baik dibandingkan dengan kamera ponsel lainnya. Oleh sebab itu, saya penasaran dan tour Kamboja ini sangat cocok untuk mengujinya.

huawei-p9-banner

Sampai saat ini, saya rasa konfigurasi yang saya bawa nyaman untuk saya, dan produktivitas motret juga meningkat karena kamera bawaan saya simple dan lensanya mampu mencakupi banyak situasi pemotretan. Rekomendasi saya untuk penghobi fotografi adalah sebaiknya tidak membawa banyak kamera dan lensa. Memang, perasaan akan lebih aman, tapi konsentrasi kita jadi kurang mantap jika harus ganti-ganti kamera atau lensa. Meskipun yang dibawa kamera mirrorless yang beratnya relatif ringan, tapi jika membawa dua kamera dan 4-5 lensa tambahan, ujung-ujungnya beratnya mendekati 10 kg dan perlu tas yang besar juga. Kalau memang profesional sih mau gak mau, karena lebih baik punya back-up daripada tidak sama sekali.


Bagi teman-teman pembaca yang ingin mengikuti tour foto bersama Infofotografi, pertengahan bulan April 2017, kita akan mengadakan trip ke Vietnam. Infonya dapat dibaca di halaman ini.

 

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 10 comments… add one }
  • wayan siaga December 31, 2016, 4:30 pm

    blog ny keren dan bermanfaat koh
    koh,saya newbie mau tanya ..
    kamera dslr apa yg bagus buat saya yg sering naik gunung dan kadang pantai
    budget 7 juta
    Makasih koh

    • Enche Tjin January 11, 2017, 6:57 pm

      Canon EOS M3 mungkin? Kameranya cukup mungil dan hasil cukup baik untuk foto-foto travel.

  • rizki December 21, 2016, 12:02 pm

    Koh,saya masih newbie ..
    Punya dana 3jt pengen beli kamera yg bagus dan terbaik kira2 apa ya ?rekom dong..
    pengen nya saya sihh nikon b500 / sony sxh 300 ..

  • Anto December 6, 2016, 11:10 am

    D600 & afs 16-35 f/4 + sigma 70-200 f/2.8 nya nganggur dong koh…

  • imam December 5, 2016, 5:51 pm

    Koh Huawei P9 menurut koh sendiri soal kameranya ada testimoni khusus/spesial.
    Walau tdk bisa di sejajarkan dgn dslr/mirrorless.

    • Enche Tjin December 5, 2016, 9:01 pm

      Saya baru coba beberapa hari ini, nanti saya coba lebih intensif di Kamboja.

      • imam December 6, 2016, 12:17 am

        Ok koh di tunggu testimoni’y.

  • Naufal Asyraf December 5, 2016, 5:30 pm

    Pak, mohon sarannya, saya ingin membeli sebuah kamera untuk travelling? Saya butuh pilihan di mirrorless dan point-and-shoot, Terima kasih.

Leave a Comment