≡ Menu

Belajar dari Joel Meyerowitz

Saat berkunjung ke markas besar Leica minggu lalu, saya menyaksikan pemberian penghargaan tertinggi Leica Hall of Fame kepada Joel Meyerowitz (78 tahun). Sebelumnya, saya pernah mendengar dan menonton video tentang fotografer ini, tapi tidak secara mendalam. Setelah diundang untuk acara ini, saya mulai mempelajarinya, ternyata ia merupakan seorang fotografer yang luar biasa.

oleh Joel Meyerowitz – New York 1975

1. Rendah hati dan ramah

Dengan mendengar suaranya, saya bisa merasakan Joel adalah pribadi yang rendah hati dan tidak pelit dalam urusan berbagi ilmu. Setelah bertemu, saya makin merasa bahwa ia sangat baik dan terbuka kepada fotografer-fotografer yang ingin berkenalan dan belajar darinya. Tutur katanya lembut, mudah dipahami dan menginspirasi. Banyak video-video dan wawancaranya yang kita dapat saksikan di youtube.

2. Berani berbeda

Di era Joel, fotografi warna tidak dianggap karya seni di dunia fotografi, dan Joel adalah salah satu pendukung fotografi berwarna. Saat itu, mungkin dia di-bully oleh fotografer-fotografer lain, tapi ia terus meneruskan meningkatkan kualitas karyanya. Alasan utamanya dalam fotografi warna adalah memberikan sensasi dan perasaan yang lebih kaya.

3.  Sabar..

Selanjutnya, Joel mengunakan large format kamera, yang ukurannya sangat besar untuk memotret pemandangan berwarna. Hasilnya bisa dinikmati di buku Cape light. Kamera yang besar dan tidak mudah digunakan itu membuatnya berlatih lebih sabar, mencari posisi yang tepat dalam menunggu cahaya dan momen yang pas untuk memotret.

4. Determinasi tinggi (Ngotot)

Saat dilarang untuk memasuki kompleks World Trade Center untuk meliput setelah runtuh tahun 2001. Joel tidak patah arang, dia terus ngotot dan mencari cara untuk mendapatkan akses. Setelah berusaha, akhirnya Joel dibantu oleh salah satu temannya yang kebetulan pejabat pemerintahan yang memberikannya kartu pass sebagai pekerja untuk masuk kedalam kompleks. Lalu Joel hidup di dalam kompleks yang terlarang itu dan mendokumentasikan pembersihan reruntuhan selama sembilan bulan. Joel merupakan satu-satunya fotografer yang mendokumentasikan WTC setelah runtuh. Karyanya kemudian dibukukan dengan judul “The Aftermath

5 Konteks

Joel menyukai desain kamera Leica karena kamera tersebut memiliki jendela bidik yang besar dan terang. Karena posisi jendela bidiknya berada di pinggir, maka pandangan mata kiri dan wajah tidak sepenuhnya tertutup dibandingkan dengan jika jendela bidiknya berada ditengah kamera. Joel dapat melihat situasi di dalam dan diluar frame sehingga memudahkan ia untuk menentukan momen dan komposisi yang paling tepat.

Oleh Joel Meyerowitz

Saat memotret street photography, Joel tidak suka hanya memasukkan subjek tunggal, tapi ia selalu berusaha mencari hubungan antar berbagai elemen atau lapisan yang memiliki hubungan.


Tanggal 18 Januari 2017 kemarin, Joel menerima penghargaan Leica hall of fame di markas besar Leica di Wetzlar, Jerman. Pemberian penghargaan ini, bertepatan dengan pengumuman kamera rangefinder Leica terbaru, yaitu Leica M10. Penghargaan ini diberikan untuk menghargai kontribusi fotografer yang luar biasa terhadap fotografi.

Saat memperkenalkan Joel Meyerowitz, Karin R. Kauffman, direktur Leica Galleries International mengatakan “Joel Meyerowitz adalah protagonis dan penemu street dan color photography, visinya dalam berbagai keadaan, kedinamisannya, didorong oleh rasa ingin tahu, dan gayanya yang tidak diragukan lagi, nalurinya dalam menangkap keajaiban dalam kehidupan sehari-hari dan momen spesial telah menciptakan foto-foto yang luar biasa dalam sejarah fotografi.”

Saat ditanya kesannya menerima penghargaan ini dari Karin Rehn Kauffman, Joel mengatakan “Diakui sebagai penerima penghargaan oleh organisasi yang membuat instrumen yang telah membuat saya memahami diri sendiri dan dunia. Buat saya, bekerja dengan Leica selama hampir 55 tahun membuat saya belajar sedikit demi sedikit dari diri sendiri dalam setiap periode dalam kehidupanku. Saya merasa kamera ini telah menjadi maestro, penasihat dan pemandu saya. Kamera ini telah memandu saya dan memberikan kesempatan kepada saya untuk melihat dunia. Maka itu, penghargaan ini sangat berarti bagi saya dibanding penghargaan-penghargaan lain yang saya pernah terima sebelumnya”

Selain menerima penghargaan, Joel menerima hadiah kamera Leica M10 berwarna hitam dengan ukiran tanda tangannya. Beberapa karya foto Joel dipamerkan di Leica Gallery di kota Wetzlar, Jerman, dari tanggal 19 Januari sampai 31 Maret 2017.

Setelah menerima penghargaan, Joel menuju Leica Store untuk membubuhkan tanda tangan ke buku fotografi terbarunya “The Retrospective” Sayangnya, buku yang dijual hanya 50 eksemplar. Saya juga berminat membeli, dan ikut mengantri, tapi sayangnya tidak kebagian haha. Harapan saya Joel berkesempatan untuk berkunjung dan memberikan workshop fotografi di Indonesia.


Belajar fotografi bisa melali Infofotografi, silahkan kunjungi halaman berisi jadwal dan materi kursus kami. Terima kasih.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 2 comments… add one }
  • Ferdinand Makahanap February 21, 2017, 4:51 pm

    Dalam bidang fotografi warna selain Joel Meyerowitz juga ada satu maestro lagi yaitu Ernst Haas yang dujuluki “Master of color photography” yang bersama dengan Robert Capa dan Henry Cartier Bresson telah sangat mempengaruhi dunia fotografi saat ini selain Ansel Adam tentunya.

  • mikael January 24, 2017, 9:47 pm

    kayaknya spesial banget nih Mr Joel ini,,

Leave a Comment