≡ Menu

Rahasia dibalik foto yang tajam

Mendapatkan foto yang tajam merupakan hal yang sangat penting bagi semua fotografer. Bagi Fotografer Komersial hal tersebut dapat memberi nilai tambah pada hasil fotonya yang nantinya akan diberikan kepada klien-kliennya. Para professional diluar sana menyebutnya “Tack Sharp” yang menggambarkan tingkat ketajaman tertinggi, temperatur warna yang pas, serta tidak ada bagian yang kabur.

Dengan begitu foto anda akan lebih nyaman dilihat.

pradipta-pantai-sanur-bw

Tips-tips berikut ini dapat anda terapkan :

1. Gunakan Tripod

Walaupun terdengar merepotkan, gunakanlah tripod jika situasi memungkinkan. Kelebihan dari tripod adalah membuat kamera lebih stabil dibanding menggunakan tangan. Tripod juga sangat membantu jika anda memotret pada kondisi cahaya gelap, karena pada kondisi tersebut otomatis rana yang digunakan lebih lambat. Jika anda memiliki uang lebih, tidak ada salahnya menginvestasikan uang untuk membeli tripod, pasalnya tripod ini dalam beberapa tahun tidak mengalami perubahan secara signifikan.

2. Kepala Tripod

Tidak kalah penting, kepala tripod juga berkontribusi pada hasil akhir foto. Untuk fotografi direkomendasikan menggunakan kepala tripod berjenis “Ball Head”. Kelebihannya yaitu mudah memposisikan kamera secara akurat serta mengunci body kamera lebih mantap sehingga tidak mudah tejatuh.

3. Manfaatkan Fasilitas Mirror Lockup

Pada kamera DSLR fasilitas ini berfungsi untuk mengunci pergerakan cermin kamera keatas, jadi saat anda menjepret, cermin tidak akan bergerak sebelum exposure yang tepat diperoleh. Hasilnya foto anda terlihat lebih tajam. Pada kamera Nikon fasilitas ini bernama exposure delay mode.

4. Gunakan Cable Release

Ketika anda menekan tombol pelepas rana, percaya atau tidak kamera anda akan bergerak walaupun hanya sedikit. Hal tersebutlah yang menyebabkan foto anda menjadi kurang tajam. Coba gunakan dan bandingkan hasilnya pada saat menggunakan Cable Release dan ketika tidak menggunakannya!

5. Gunakan Self Timer

Anda lupa membawa cable release? Tenang, masih ada self timer. Fungsinya hampir sama seperti cable release, bedanya anda harus menentukan waktu timernya. Cobalah set self timer pada kisaran 5 detik, cukup untuk menstabilkan kamera akibat tekanan jari di tombol pelepas rana.

6. Matikan Fitur Peredam Getaran (Image Stabilization)

Fitur ini berguna jika anda memotret menggunakan tangan kosong. Tetapi pada saat menggunakan tripod, Image Stabilization (IS) harus dimatikan jika anda menginginkan foto yang tajam. Secara non teknis fitur ini mencari getaran, jika tidak ada getaran fitur tersebut akan terus mencarinya. Dan hal ini akan menyebabkan terjadinya getaran-getaran kecil yang membuat foto anda kurang tajam.

7. Gunakan ISO Yang Paling Rendah

Jika anda memotret dengan tripod dalam kondisi rendah cahaya (low light), jangan naikkan ISO, kecuali anda menggunakan tangan dan dilarang menggunakan tripod. Meningkatkan ISO membuat foto anda terlihat noise atau berbintik. Gunakanlah ISO rendah (200 atau 100) agar foto tetap tajam.

8. Cari Sweet Spot Lensa

Misalnya anda memiliki lensa fix 50mm dengan bukaan terlebar f/1.8 maka diafragma tertajam lensa tersebut adalah f/5.6. Dengan menurunkan minimal 2 stop atau lebih kecil anda dapat memperoleh sweet spot pada lensa.

{ 19 comments… add one }
  • Paimin September 14, 2017, 1:29 am

    Lensa yang kualitasnya sama dengan kejernihan lensa iphone apa y??? Kok kayaknya pas kalau di aplikasikan ke dslr

  • widar February 13, 2017, 8:42 pm

    Bisa ada yang menjelaskan dengan perhitungan “sweet spot”? Darimana kita tahu f/5.6 adalah sweet spot lensa fix 50mm f1.8?

  • heri prasetyo January 24, 2017, 5:05 pm

    permisi saya mau tanya… sya mau foto air laut dgn shutter speed 3″ tetapi hasilnya over exposure pdhl udh pakai iso kecil dan bukaan kecil… apakah memang harus pakai filtee ND… klo tidak pakai filter bagaimana caranya…??? terimakasih…

    • Erwin Mulyadi January 24, 2017, 5:26 pm

      Iya pakai ND, kalau tidak ya tunggu sampai senja

      • heri prasetyo January 24, 2017, 8:40 pm

        terima kasih masukannya … 😀

  • Feb January 6, 2017, 12:05 pm

    Kalau di low light dgn Iso 200 emang ga gelap om.apalagi event indoor?

    • Iwan January 6, 2017, 2:43 pm

      Dalam kondisi minim cahaya namun ingin menggunakan iso serendah mungkin, maka shutter speed mesti diturunkan (konsekuensi rentan blur (tripod sangat bermanfaat)) atau apperture yang dimainkan (gunakan bukaan terlebar yang ada pada lensa). Dalam kondisi demikian untuk obyek statis sebagian besar lensa dapat menangani namun untuk obyek yang bergerak maka fast lens/ lensa dengan bukaan lebar (f/1, f1.8, f/2) sangat terasa manfaatnya, dimana shutter speed dapat dipertahankan pada kecepatan maksimal tanpa perlu menaikan iso.

  • Iwan January 4, 2017, 11:51 pm

    Saya sangat suka buku-buku fotografi karya Scott Kelby terutama yang bertitel The Digital Photography Book (jilid 1 sd 4). Penjelasannya ringan tanpa teori berbelit belit, langsung pada praktik dan cocok untuk semua, terutama bagi mereka yang baru mulai mendalami dunia fotografi (kususnya bagi saya sendiri). Scott Kelby mengajak kita langsung action seraya memberikan tips dan trick yang biasa dilakukan profesional disetiap pembahasannya. Dengan membaca buku-buku tsb dan tentunya seraya sambil di praktikkan, nantinya akan jauh lebih mudah bagi kita untuk memahami buku-buku fotografi yang membahas lebih teknis dan detail teori2 fotografi. Intinya action terlebih dahulu dengan di sisipi tips dan triks jauuuh lebih efisien dari pada kuasai teori terlebih dahulu baru action.

  • Anto January 4, 2017, 1:31 pm

    Seperti di buku scott kelby jilid 1, ada tambahan lg utk hasil foto yg lebih tajam:
    – Gunakan Lensa yg berkualitas (mahal)
    -Pertajam dengan Photoshop
    -Kalo tanpa tripod cobalah trik mode Continuous Shooting/Burst
    -Kalo gak ada tripod:
    – Bersandarlah di dinding
    – Sandarkan lensa di objek seimbang
    Ini saya kutip dari buku scott kelby sambungan dari postingan penulis, mohon maaf kalo kurang berkenan

  • Yohan rp January 4, 2017, 11:35 am

    Antara tamron sama sigma.
    Di lensa 17-50mm f.2.8 stabilizer

    Pilih mana ya om ?

  • Alan January 4, 2017, 10:37 am

    Buku karangan Scott Kelby memang mantab2 (the digital photography book jilid 1)

  • Wisnu Adji January 4, 2017, 7:51 am

    selamat tahun baru… infonya mantap.. yg matikan IS setuju bgt

  • Nurul Arifin January 3, 2017, 9:18 pm

    Ko, perbedaan tajam dan detail apa ya?

  • john calvin January 3, 2017, 1:09 pm

    Selamat tahun baru koh..

  • Sukotjo Justinus January 3, 2017, 7:46 am

    Happy new year Enche!
    Thanks atas tip nya.

Cancel reply

Leave a Comment