≡ Menu

Wawancara dengan Karin Rehn Kaufmann dari Leica

Wawancara dengan Karin Rehn Kaufmann, Art Director & Chief Representative Leica Galleries International. Acara ini diadakan tanggal 19 Januari 2017, Leica HQ, Leitz Park, Wetzlar, Jerman oleh fotografer Leica dan media dari Asia Pacific. Diterjemahkan oleh Enche Tjin dan disunting oleh Jacqueline Savina.

T: Terima kasih atas waktunya, dapatkah Anda menjelaskan tentang penghargaan Leica Oscar Barnack dan Leica Hall of Fame?

J: Kamera adalah alat yang hebat untuk membuat foto yang terbaik, jadi foto terbaik sangat penting, maka kami membuat banyak proyek budaya di seluruh dunia, dan kami memiliki penghargaan yang sangat penting yaitu Leica Oscar Barnack Award. Kami akan gembira menerima fotografer-fotografer dari negara-negara Anda karena kontes ini sudah dibuka.

Kami akan menjuri di bulan Mei tahun ini, dan akan mengadakan pameran di kota Berlin. Tahun lalu kami mengadakannya di Berlin untuk pertama kalinya. Kami memutuskan untuk membawa kembali penghargaan ini ke rumah. Selama 15 tahun penghargaan ini diadakan di festival foto besar di kota Arles, Perancis. Tapi saya merasa disana ada terlalu banyak acara.

Oscar Barnack lahir di dekat Berlin, bersekolah dan dibesarkan di Berlin. Maka itu penghargaan ini harusnya kembali ke Berlin. Kami melakukan hal itu tahun lalu dengan hasil sukses besar. Acaranya sangat menyentuh. Kami mengadakan pameran besar dengan sepuluh finalis dan dua pemenang. Selain Leica Oscar Barnack prize, juga ada Leica Oscar Barnack Newcomer Award for Photographers untuk fotografer dibawah 25 tahun.

Kami berusaha untuk berkembang. Setelah pameran di akhir Oktober, kami akan pameran di Lucca, Italia, dan kemudian di Paris. Ini adalah photo fair terbesar untuk kolektor foto di Eropa dan seluruh dunia. Disana kami akan mempersembahkan Leica dan akan memamerkan pemenang kontes Oscar Barnack Award.

Setelah Joel, foto-foto dari pemenang dan finalis dari Oscar Barnack award akan kami pajang di markas Leica. Tujuan saya pastinya supaya membuat penghargaan ini dapat lebih dikenal.

Penghargaan lainnya yang baru kita lakukan kemarin adalah Leica Hall of Fame award. Penghargaan ini juga sangat penting, tapi belum terkenal di seluruh dunia, karena kita memulainya sangat lambat dan secara privat. Sebelum memberikan penghargaan ini ke Joel, kami pernah memberinya ke Steve McCurry dan Ara Guller.

T: Apakah Anda bisa menjelaskan tentang Leica Gallery dan Leica Exhibition?

J: Kami memiliki 16 Galeri di seluruh dunia. Kita membuka galeri yang terakhir di Porto bulan Desember lalu. Saya membutuhkan orang dan ruang. Di Leica Gallery di Sao Paolo, yang merupakan galeri pertama di Amerika Selatan, pemiliknya pernah memiliki galeri seni kontemporer di dalam rumah mereka, dan tentunya juga merupakan Leica enthusiasts dan kolektor. Suatu hari, mereka ingin memiliki Leica Gallery. Mereka sangat bersemangat tentang hal ini dan membayar untuk semuanya. Sangat penting untuk diketahui, bahwa Leica Gallery tidak didukung secara finansial oleh Leica pusat karena mereka harus bisa menjual karya yang dipajang.

Yang tidak kalah penting bagi saya untuk menentukan ini Leica Gallery atau bukan adalah ruang pamerannya setidaknya harus sama besar dengan tokonya. Akan lebih baik jika galerinya lebih besar dari toko. Di Paris contohnya, di dalam toko kita punya tempat untuk pameran, tapi ini bukan galeri. Untuk membawa Leica Gallery ke tingkat yang lebih tinggi dalam dunia seni fotografi, juga penting untuk memiliki edisi yang terbatas, karena untuk kolektor foto, mereka tertarik dengan edisi yang jumlahnya terbatas, bukan ratusan.

Di Leica HQ, saya hanya fokus ke fotografer Leica, karena disini harus fotografer yang mengunakan Leica. Di galeri yang lain kita fokus 80% ke fotografer Leica, dan sisanya bisa juga fotografer lainnya. Jika fotonya bagus, kita akan terima. Kadang-kadang mereka akan pindah ke Leica.

Leica Gallery Wetzlar, Leica HQ

Tentu saja, kita juga punya Eyes Wide Open exhibition memperingati 100 tahun fotografi Leica. Kami memulainya dari tahun 2014 di museum foto terbesar di Hamburg hasilnya sukses besar. Awalnya tidak mudah untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan mereka, karena mereka berkata “Leica?” itu adalah pabrik, bukan seni. Apa yang Anda inginkan?” Mereka tidak mengira pameran ini akan sukses, jadi hal ini ini sangat membanggakan.

Malahan setelah pameran di Hamburg ini, beberapa museum lainnya meminta kita untuk membuat pameran di tempat mereka. “Kami juga ingin pameran fotomu disini.” Saya sangat tidak menyangka.

Kami juga memajang foto-foto di dalam toko, tapi ini tingkat yang berbeda. Kalau boleh saya jelaskan tingkatannya; dimulai dengan pameran di dalam toko, Leica Gallery kemudian di tingkat terakhir adalah museum. Anda mungkin sudah tau, kita akan membuka sebuah museum di Wetzlar. Leica museum dan hotel yang dipenuhi foto-foto.

Ketika kita berpartisipasi untuk melakukan sesuatu, kita akan selalu melibatkan foto, seperti mengadakan pameran. Saya membutuhkan tempat untuk pameran. Contoh, di festival Salzburg, Festival seni terbesar di dunia, pengunjung akan datang dari seluruh penjuru dunia. Dulunya kami cuma memberikan logo Leica dan itu saja. Tapi dalam tiga tahun belakangan, tidak cuma memasang logo, kami juga ini membuat pameran di dalam festival. Kali ini kami benar-benar bekerja bersama dan membuat sesuatu yang lebih menarik.

T: Bagaimana Anda menentukan karya siapa yang masuk ke galeri dan siapa yang mengkurasi pameran?

J: Saya mengkurasi pameran disini di Leica HQ, di Salzburg dan di berbagai pameran. Beberapa galeri meminta proposal dari saya, dan saya memberikan. Tapi pada akhirnya mereka sendiri yang harus memutuskan pameran seperti apa yang diinginkan.

Beberapa pameran harus melalui semua galeri, contohnya seperti foto-foto yang menerima Oscar Barnack Award, tapi saat ini agak rumit karena kami memiliki banyak galeri. Tapi sebagian besar galeri memutuskan sendiri apa yang penting karena mereka harus memperhatikan fotografer local juga.

Beberapa diantaranya benar-benar icon seperti Elliot, atau sebagai contoh Joel, dan fotografer iconic lainnya. Pameran tersebut akan keliling dunia.

T: Bagaimana Anda menyeimbangkan antara harus untuk mencari uang dan amal budaya?

J: Hal itu sulit, disini misalnya, ada galeri di lantai bawah, tapi tidak ada yang mengenali bahwa itu adalah galeri, karena semua orang kesini merasa tempat ini adalah museum yang hebat, ini adalah markas Leica. Jadi kita semua harus berusaha supaya setiap orang mengetahui bahwa ada galeri dimana Anda bisa membeli foto, termasuk hasil karya Joel juga.

Untuk mendanai galeri, hampir setiap galeri memiliki toko di dalam untuk menjual produk. Kami memiliki galeri Sao Paolo dan Prague, Kedua galeri ini adalah galeri murni, termasuk di Zingst.

T: Jadi mereka harus membiayai operasi galeri ini sendiri?

J: Iya, tentu saja. Mereka akan mendapatkan dukungan dari pusat berkenaan dengan ketrampilan mengelola, humas, dan dukungan lainnya, tapi mereka harus dapat membiayai galeri mereka sendiri.

T: Bagaimana ceritanya Anda dapat mencintai fotografi?

J: Kami masuk ke Leica di tahun 2004, anak-anak saya waktu itu masih kecil dan bersekolah. Kami lalu memutuskan untuk membuka galeri di Salzburg untuk menimba pengalaman. Saat itu, kami hanya memiliki lima atau enam galeri. Jumlahnya masih sedikit, dan tidak saling berhubungan. Menurut saya, galeri-galeri ini penting sekali untuk bisa berkomunikasi satu dengan lainnya. Maka itu kami pun memulai pertemuan galeri setiap tahun.

Kemudian, saya melihat para fotografer, meskipun ada yang sudah berusia 98 tahun, mereka begitu hidup dan bersemangat, karena mereka selalu tertarik untuk melihat. Bagi saya hal ini sangat mengagumkan sekali.

T: Setelah peluncuran Leica SL, fotografer muda dan videographer mulai bergabung. Saat ini, hampir semua isi galeri adalah foto, tapi banyak yang mulai juga menyentuh aspek video. Apakah Leica akan memiliki layar yang besar yang menunjukkan foto dan video? Bagaimana Anda melihat ini ke depannya sesuai dengan warisan budaya Leica?

J: Saya memiliki contoh yang bagus, tahun lalu, di Paris Photo. Kami memiliki Leica Booth dengan foto dari Oscar Barnack Award, dan di sisi lain, kita juga memiliki Huawei, tapi hanya dengan layar. Dari pengalaman saya dalam melihat layar, saya tidak bisa memutuskan seberapa lama saya melihat ke gambar, Saya tidak memiliki waktu untuk melihat lebih dekat dan melihat lebih dalam. Bagi saya, saya tidak merasa bebas menyaksikan layar, karena kadang cepat, kadang lebih lambat, berbeda dengan melihat foto yang dicetak. Pendapat pribadi saya, foto harusnya dicetak, yang di layar computer itu data, bukan foto.

Tentu saja sangat penting juga untuk memiliki video, karena video adalah medium yang juga merupakan budaya Leica. Ini adalah salah satu platform bagi saya. Tentu kita harus mengikutsertakannya. Kami memiliki layar di galeri kita dan di toko. Tapi bagi saya, lebih penting untuk memiliki pameran dimana foto bisa dicetak, dipajang dan dipasang di dinding.

T: Siapa yang menjadi panel juri untuk penghargaan-penghargaan ini?

J: Untuk Leica Hall of Fame, saya dan suami saya, dan tentunya kami mendapat beberapa informasi dari berbagai sumber. Kami duduk bersama, dan kami memutuskan.

Untuk Leica Oscar Barnack award, biasanya kami memiliki tiga sampai enam juri termasuk saya dan pemenang tahun sebelumnya. Kami cenderung memiliki lima juri karena lebih mudah untuk memutuskan. Dan kami memiliki Editor foto dari FAZ (Frankfurter Allgemeine Zeitung), koran utama Jerman dan yang terbaik, surat kabar besar dari Frankfurt, Douglas So dari Hongkong, dan Michelle Dunn Marsh, penerbit dari Seattle, USA. Sangat penting untuk memiliki juri dari penerbit, dari surat kabar dan curator. Kami sudah memiliki 3800 seleksi awal, dan dari setiap fotografer, kita mendapatkan 10-12 foto karena mereka harus menceritakan sesuatu. Jadi ini benar-benar kerjaan yang sangat banyak. [Biodata Juri]

T: Apa momen yang paling membanggakan?

J: Paling membanggakan?… Tidak.. Maaf, bahkan kemarin saya mengatakan, saya seharusnya acara ini lebih baik (mengacu pada acara Leica Celebration of Photography event). Saya rasa, kami masih harus belajar lebih banyak hal lagi.

T: Anda telah berada di perusahaan selama 15 tahun, Anda telah melakukan banyak hal untuk organisasi, keluarga dan merk. Apa acara yang paling menyentuh hatimu?

Dalam pameran 10 X 10, di Arena, kesepuluh fotografer diajak naik ke panggung, dan lalu kami memutar lagu Venezuela. Untuk saya momen ini sangat special. Dan tentu, acara semalam dengan Joel. Anda tidak bisa membelinya, hanya bisa merasakan. Leica sangat baik dalam hal ini. Kami selalu membuat acara sangat special sehingga Anda akan susah untuk melupakannya. Setidaknya, itu yang saya harapkan.

It’s Leica Passion and Leica Emotion.

T: Terima kasih atas waktunya, Mrs. Kaufmann.


Terima kasih kepada Leica Store Indonesia, Lt. 3 Plaza Senayan atas kesempatan yang diberikan untuk momen ini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment