≡ Menu

Rekomendasi kamera mirrorless untuk vlogger pemula

Dua tahun belakangan ini, seiring dengan meningkatnya kualitas koneksi internet, mulai banyak fotografer atau videografer Indonesia yang membuat video untuk diunggah di youtube. Konten video bisa bermacam-macam, dari review produk, menceritakan kejadian sehari-hari, atau berbagi pendapat terhadap suatu isu atau bisa juga melaporkan peristiwa. Jika dilakukan secara konsisten, maka istilahnya adalah vlog (video blog) dan orang yang membuat videonya biasa disebut vlogger.

Di Infofotografi, mulai banyak dikalangan generasi muda yang membuat vlog, dan sudah cukup sering ditanyakan di blog ini tentang kamera yang pas untuk vlog ini. Dari pengamatan saya, ada beberapa merk kamera yang cukup serius dalam membuat kamera yang berjenis hybrid, yaitu bisa untuk foto, tapi untuk keperluan video juga diperhatikan. Tiga merk kamera itu yaitu Canon, Sony dan Panasonic.

Mari kita ulas type-type kamera yang cocok untuk vlogger pemula:

Canon EOS M3 – 7.1 juta dengan lensa kit EF-M 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Kamera mirrorless yang cukup compact ini memiliki fitur yang disukai vlogger, yaitu punya layar yang bisa di tekuk sampai ke atas 180 derajat, jadi bisa untuk berfungsi sebagai cermin saat merekam foto/video dan touchscreen. Selain itu EOS M3 punya Wifi & NFC untuk mengirimkan foto/video, harganya terjangkau dan ukuran yang tidak terlalu besar. EOS M3 juga memiliki external mic jack, salah satu aksesoris penting untuk vlogger untuk mendapatkan kualitas audio yang bagus. Ingat, setengah dari kualitas dari video tergantung dari kualitas audionya.

Dibandingkan kamera yang lain, EOS M3 belum bisa merekam 4K, tapi terbatas ke Full HD. Namun, untuk tahun 2017 ini, kualitas Full HD sebenarnya sudah mencukupi. Autofokus EOS M3 tidak begitu cepat, dan pilihan lensa EF-M saat ini tidak begitu banyak, meskipun bisa mengunakan lensa Canon DSLR (EF) via adaptor, tapi nanti jadinya ukurannya jadi besar.

Jika memiliki dana lebih, Canon EOS M6 (sekitar 12 juta) boleh dilirik, kamera ini sudah dilengkapi dengan teknologi dual pixel AF, sehingga saat merekam video dengan subjek bergerak lebih mulus dan cepat, kinerja kamera, dan kualitas foto video-nya juga sedikit lebih baik. Untuk videonya sudah juga sudah dilengkapi dengan electronic stabilizer sehingga mengurangi shake/goyangan kamera saat kita merekam video tanpa mengunakan tripod/stabilizer.

Panasonic G7 – 7.8 juta dengan lensa 14-42mm II f/3.5-5.6 OIS
Dari dulu, Panasonic memang terkenal dalam membuat kamera hybrid yaitu praktis untuk foto dan video. Kelebihan G7 yang bentuknya seperti mini DSLR ini adalah layarnya touchscreen dan bisa diputar kesamping (articulating screen) sehingga memudahkan videografer merekam gambar dengan berbagai sudut. Selain itu, kualitas videonya sudah mendukung 4K yang sangat detail dan tajam, dan punya external mic input. Pilihan lensa juga sangat banyak dan beragam, juga memungkinkan memasang lensa sistem lain dengan adaptor. Dengan harga saat ini, G7 adalah kamera yang termurah yang bisa merekam video sekualitas 4K. Seperti kamera mirrorless lainnya, G7 sudah dilengkapi dengan wifi juga.

Kelemahan G7 adalah belum ada stabilizer di body seperti kamera penerusnya Panasonic G85, sehingga sebaiknya saat merekam, kamera ditempatkan di tripod/stabilizer seperti gimbal. Selain itu, kualitas video saat di kondisi sangat gelap sedikit lebih buruk dari kamera bersensor besar yang dimiliki Canon atau Sony. Autofokus pada dasarnya cepat untuk subjek tidak bergerak, tapi akan agak kewalahan jika subjek bergerak terlalu cepat.

Jika memiliki dana lebih, penerus dari G7 yaitu Panasonic G85 (12.8 juta) boleh dilirik, kelebihannya yaitu punya 5 axis stabilizer di body sehingga saat merekam video tanpa tripod juga tetap baik dan tidak bergetar.

Sony A6500 – 18 juta body only
Sony A6500 punya fitur yang cukup lengkap untuk foto dan video, untuk segi videonya, A6500 dapat merekam video sekualitas 4K, autofokus sangat cepat dan tepat untuk subjek bergerak ataupun tidak, juga punya 5 axis-stabilization di dalam body kamera. Tentunya A6500 juga punya external mic input. Kekurangan A6500 untuk video antara lain layarnya tidak bisa ditekuk sepenuhnya ke atas atau kesamping, sehingga menyulitkan untuk selfie, dan harganya cukup tinggi untuk pemula.

Ada pilihan dari Sony yang lebih murah yaitu Sony A6300 (13 juta body only) yang dapat merekam video 4K juga, namun A6300 tidak dilengkapi dengan layar touchscreen dan tidak memiliki stabilizer di body kamera.

Kesimpulan
Bagi pemula yang memang dananya terbatas tapi ingin memulai video dengan kamera mirrorless, Canon EOS M3,M6 boleh dipertimbangkan. Tapi jika kedepannya cukup serius untuk membuat video, terutama yang sifatnya dokumenter ditempat-tempat yang sulit seperti di gunung, hutan dll, maka Panasonic G7, G85, menarik untuk dimiliki karena ukuran kamera dan terutama lensa-lensanya kecil-kecil. Dan bagi yang punya dana cukup besar dan bertujuan dalam merekam video aksi seperti olahraga, satwa liar, tidak salah jika memilih Sony A6300 atau A6500.


Ingin memesan kamera / lensa dari kami? Silahkan hubungi 0858 1318 3069 / infofotografi@gmail.com

Jadwal kursus dan tour fotografi dapat dibaca di halaman ini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 12 comments… add one }
  • Elisa June 22, 2017, 9:01 pm

    Ko, sorry mau tanya dong, kalo canon m3 sm sony a5100 better mana yaa?? Terus canon m3 itu speknya sekelas a5100 atau a6000? Thanks before:)

    • Enche Tjin June 22, 2017, 9:44 pm

      EOS M3 itu kira-kira diatas Sony A5100 dikit, persamaannya gak punya jendela bidik, bedanya EOS M3 punya hotshoe untuk pasang flash dan mic untuk audio. A5100 dan A6000 itu autofokus phase detect, lebih cepat untuk subjek bergerak.

  • elisa June 22, 2017, 7:41 pm

    ko, calo canon m3 sm sony a5100 better mana ya?
    lalu canon m3 itu spesifikasinya sekelas sony a5100 atau sony a6000?
    thanks before:)

  • Valdi June 15, 2017, 5:42 am

    Pak enche, kalau ada pilihan sony a7 mark ii dengan alpha 6500 untuk vlog pilih yg mana, fotografi juga? Untuk low light lebih bagus a7 ya? Kalau boleh beserta alasannya, karena saya belum terlalu mengerti banyak tentang kamera. Terima kasih.

    • Enche Tjin June 15, 2017, 10:39 am

      Untuk video kualitas tinggi dan slow motion lebih bagus yang A6500, karena generasinya lebih baru.

  • Muhammad Iqbal Abizar June 14, 2017, 10:21 pm

    Koh, saya ada liat di salah satu toko online, Lensa Sigma for Sony E-Mount itu compatible di A600/A7 series. Bagaimana dengan A5000/A5100 apakah tidak compatible? Dan Lensa Meike for sony E-Mount lebih baik atau tidak dari Sigma?
    Terima kasih koh.

  • Maulana June 14, 2017, 11:10 am

    Pak Enche,
    saya punya budget 10 juta kira-kira mending pilih sony a6000 atau fujifilm XA3 ya? atau ada rekomendasi lain. Kebutuhan saya untuk foto landscape

  • tommy June 12, 2017, 8:20 am

    Pak Enche,

    Kalao autofocus lebih cepat eos m3 atau GF8/9? thx

  • Hendi June 9, 2017, 3:19 pm

    Dear Pak Enche,

    Sekedar bertanya mengenai flash untuk panasonic G7 dengan budget 2 juta-an. sebaiknya membeli yang punya panasonic FL220 atau third party seperti yongnuo atau godox ? trims

    • Enche Tjin June 10, 2017, 4:14 am

      Saran saya mendingan FL360L karena lebih kuat dan bisa diputar kepalanya. Metz ada buat flash untuk Panasonic dan Olympus, salah satunya versi 24 AF-1 yang lumayan kecil dan terjangkau, tapi better daripada FL220.

      Kalay Godox/Yongnuo bisa juga, tapi tidak bisa automatic/ttl/hss. Cuma bisa manual. Untuk sebagian orang cukup, sebagian tidak. Tapi memang hemat dan tenaga flash yang didapatkan dengan budget dibawah 2 juta sudah baik.

Leave a Comment