≡ Menu

Sertifikasi Profesi Fotografi untuk fotografer Indonesia

Belum lama ini saya telah mengikuti uji kompetensi untuk sertifikasi profesi fotografi level 3 yang diselenggarakan oleh Leskofi di Cilegon Banten. Sebagai info, sertifikasi adalah agenda pemerintah untuk memberikan pengakuan kepada profesi fotografi supaya lebih kredibel dan juga memudahkan pemberi kerja (klien) untuk menilai kemampuan dari fotografer yang akan dipilihnya. Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggiatkan program sertifikasi ini melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia (LESKOFI) yang dibentuk oleh Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI). Kegiatan ini sendiri sudah berlangsung cukup lama dan diadakan bergantian untuk seluruh provinsi di Indonesia.

Uji kompetensi yang saya ikuti adalah level 3 menurut standar KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) sesuai PP No. 8 tahun 2012. Menurut KKNI, level 3 adalah setara Diploma 1 dan sertifikatnya bersifat Rekognisi Pembelajaran Lampau, yang kira-kira artinya tidak mempermasalahkan apa pendidikan terakhir dari si pemegang sertifikat ini, boleh tamat SD, SMP, SMA atau lainnya. Diharapkan uji kompetensi untuk yang level 5 (setara D3) akan bisa segera terselenggara dalam waktu dekat.

Target di level 3 pada dasarnya adalah menilai kemampuan kita sebagai fotografer secara mendasar, misal memiliki pemahaman teknis yang baik, juga visi bisnis yang profitable. Bila keseharian kita adalah memotret untuk kerja seperti jasa wedding, produk, dokumentasi dan sebagainya maka memiliki sertifikat kompetensi level 3 termasuk sudah cukup memadai. Tentunya untuk bisa memperoleh pengakuan dalam bentuk selembar sertifikat perlu dibuktikan dulu melalui serangkaian uji atau tes.

Sesi paparan dari pengurus APFI dan Leskofi sebelum pelaksanaan uji tertulis

Dari yang saya tahu, setiap bulan Leskofi dan Bekraf terus mengadakan uji kompetensi di berbagai provinsi. Tahap awal yang perlu dijalani adalah mengikuti ujian saringan atau pre-tes, yang bisa diadakan di beberapa lokasi, untuk menseleksi siapa saja yang layak ikut ke tahap selanjutnya. Saat saya ikut pre-tes di Jakarta (kampus ATVI Indosiar), ternyata di kota lain juga ada pre-tes juga yaitu di kampus Untirta kota Serang, dan di Kampus Telkom Bandung. Mereka yang lolos pre-tes selanjutnya mendapat informasi untuk hadir di acara uji kompetensi dan kebetulan saya kebagian lokasi yang paling dekat yaitu di kota Cilegon, bertempat di hotel Horison Forbis selama 2 hari (13-14 Juni 2017) dengan peserta 100 orang. Hari pertama diawali dengan sesi pembukaan dari Bekraf dan APFI lalu dilanjut dengan bimbingan teknis, kemudian sorenya dilakukan tes tulis sampai jelang waktu buka puasa. Di hari kedua dari pagi sampai malam dilakukan tes praktek fotografi satu peserta dilayani oleh dua penguji. Seminggu setelah acara barulah ada pengumuman mengenai siapa saja yang dinyatakan lulus, dan alhamdulilah saya termasuk salah satu peserta uji yang lulus dan berhak mendapatkan sertifikat.

Hotel tempat Uji kompetensi di Cilegon

Dari apa yang saya alami selama mengikuti uji kompetensi ini, saya pikir ini adalah sebuah kegiatan positif baik bagi pemerintah, dan tentunya bagi kita sebagai fotografer. Dengan bekal sertifikat tentu seorang fotografer akan lebih punya reputasi yang lebih baik, apalagi di jaman Masyarakat Ekonomi Asean yang sudah terbuka seperti sekarang ini. Tapi tentunya untuk mendapat sertifikat ada proses yang perlu dijalani, khususnya serangkaian tes untuk mencari tahu seberapa paham kita akan kamera (cara kerja, mode dan settingnya), lensa, lighting (sifat cahaya, warna cahaya, memodifikasi cahaya), hingga bisnis fotografi yang selama ini kita lakukan. Anda yang memang sudah berkecimpung di bidang profesi fotografi namun belum memiliki sertifikat tentu perlu mempertimbangkan untuk mendaftar ke uji kompetensi yang akan datang.


Kami di infofotografi rutin menggelar kursus fotografi baik yang membahas kamera, maupun dasar fotografi dan lighting. Pertanyaan dan praktek yang diminta untuk uji kompetensi fotografi level 3 sesuai SKL KKNI pada dasarnya sebagian besar sudah tercakup di kelas-kelas fotografi yang kami buat. Dengan berbekal pengetahuan teori dan teknis yang benar dan pengalaman memotret yang cukup semestinya bisa membuat siapa saja yang mengikuti uji kompetensi level 3 bisa lulus dengan baik.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 13 comments… add one }
  • Atang Basrul July 6, 2017, 5:53 pm

    Wah ternyata Mas Erwin Mulyadi yang waktu UJIKOM datang bersama beberapa orang mahasiswa nya , Mas Erwin INFOFOTOGRAFI. Salam kenal.

    Waktu itu saya gak bisa banyak ngobrol, kebagian jadi seksi sedikit sibuk.
    Saya sering cari artikel di website ini.

    • Erwin Mulyadi July 8, 2017, 11:54 am

      Halo pak Atang, makasih sudah bantu kami waktu itu, kapan2 ngobrol2 lagi deh. Sering mampir di web infofotografi ya, salam buat rekan2 disana.

      • Atang Basrul July 8, 2017, 8:02 pm

        Sama-2, pada saat itu saya cuma melakukan apa yang saya bisa. Mohon dimaklum tugas dan kewenangan saya sebagai PANITIA LOKAL sangat terbatas.
        INFOFOTOGRAFI.COM akan selalu jadi salah satu acuan saya untuk bidang fotografi.

  • Arifin July 6, 2017, 4:26 pm

    Wong Banten, nama aslinya siapa?

  • Fahrul June 27, 2017, 10:51 pm

    Untuk yng berdomisili di Makassar untuk mengikuti Sertifikasi Profesi Fotografi kayak gini di mana dan kapan yah?

  • Ade June 22, 2017, 8:05 am

    Nyari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk fotografer belum ketemu. Barangkali ada yang memiliki? Buat pribadi /organisasi pelatihan bisa dipakai buat acuan program pelatihan.

  • Satria Eka June 21, 2017, 10:32 pm

    Selamat malam om ingin bertanya seputar lensa sekalian minta saran. Kebutuhan utk foto grup, portrait, dan street. Manakah yang lebih cocok, dari segi kualitas ketajaman gambar
    1. Canon EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS
    2. Canon EF-S 17-85mm f/4-5.6 IS USM

    Dan apakan lensa Canon EF-S 17-85mm f/4-5.6 IS USM masih worth it di miliki, kebetulan dapat yang masih like new.
    Mohon komentarnya om agar tidak salam dlm melangkah memilih kedua lensa tsb. Terima kasih banyak 🙂

    • Enche Tjin June 21, 2017, 10:38 pm

      Dari ketajaman mirip, tapi dari autofokus lebih cepat yang 2 karena motor fokusnya USM. Tapi saya cenderung ke no.1 karena di 18mm bukaannya lebih besar sedikit, dan bisa zoom lebih jauh.

      • Satria Eka June 21, 2017, 10:57 pm

        Apa 18-135mm lebih baik om dari lensa pilihan kedua 17-85mm berhubung lensa yg pertama itu lensa kit?
        Btw 17-85mm masih worth it tidak om dimiliki berhubung ini lensa lama, sebelumnya terima kasih om Enche Tjin.

        • Enche Tjin June 22, 2017, 8:23 am

          17-85mm juga lensa kit, cuma buat kamera Canon 30D & 40D. Sudah cukup lama lensanya, jadi dibanding 18-135mm kurang lebih sama kualitas ketajamannya.

  • Wong banten June 21, 2017, 3:25 pm

    Itu pengumuman yg berhak mendapat sertifikat di mana yah mas? Saya jg waktu itu ikut yg di Cilegon, tp sampe saat ini blum ada info

    • Enche Tjin June 21, 2017, 10:34 pm

      Ditunggu saja ya, pasti nanti dikabari jika lulus.

    • Saleh July 4, 2017, 11:14 am

      Waktu itu ikutan yg bln brp mas, klo saya waktu dbdg akhir thn kmren udh dapet sertifikatny, coba ajah cari fb leskofi

Leave a Comment