≡ Menu

Panduan dan rekomendasi lensa Tamron generasi baru

Sejak dua-tiga tahun yang lalu (sekitar tahun 2014), Tamron mulai membenahi lensa-lensanya terutama untuk kebutuhan penghobi fotografi, amatir dan terutama fotografer semi-pro dan profesional. Saat ini, sebagian besar koleksi lensa Tamron masih untuk kamera DSLR. Adapun lensa untuk kamera mirrorless saat ini masih terbatas. Pembenahan ini meliputi regenerasi produk ataupun penambahan lini produk baru.

Ciri produk baru Tamron tampak pada desainnya yang lebih modern minimalis, juga banyak lensa yang disematkan fitur anyar seperti VC (penstabil getar) dan motor fokus USD (Ultra Sonic Drive) atau bahkan HLD (High/Low torque-modulated Drive) yang lebih hening dan cepat.

Lensa yang dirancang khusus untuk kamera bersensor full frame berkode Di I, sedangkan yang untuk kamera bersensor APS-C Di II, dan untuk mirrorless Di III.

Yang membuat Lensa Tamron diminati adalah pilihan lensa-lensa zoom, macro dan beberapa tahun belakangan lensa fix yang berkualitas tinggi tapi harganya jauh lebih murah daripada lensa yang semerk dengan kamera. Jajaran lensa generasi baru ini bisa saya kategorikan dalam pola dasar (archetype):

Lensa Sapujagat

Tamro 18-400mm, superzoom terpanjang saat ini

Lensa superzoom cocok untuk fotografer dokumenter yang tidak suka atau tidak sempat mengganti lensanya saat memotret di lapangan. Tamron dari dulu memang sudah berpengalaman dan ahli dalam membuat lensa “sapujagat.” Beberapa lensa untuk sensor APS-C yang dapat dipilih antara lain:

  • 18-200mm f/3.5-6.3 Di II VC: Lensa sapujagat yang ringan (hanya 400 gram) dan harganya terjangkau. Fokalnya ekuivalen dengan 28-300mm di full frame.
  • 16-300mm f/3.5-6.3 PZD Macro: Lensa sapujagat yang cukup lebar untuk membuat foto pemandangan yang cukup dramatis dan memiliki kemampuan fokus jarak yang cukup dekat untuk foto objek-objek yang kecil. Fokalnya ekuivalen dengan 24-450mm di full frame.
  • 18-400mm f/3.5-6.3 Di II VC HLD: Lensa sapujagat baru dari Tamron yang memiliki rentang zoom yang terpanjang saat ini. Lensa ini juga dilengkapi dengan teknologi autofokus senyap (HLD) sehingga cocok juga untuk merekam video. Fokalnya ekuivalen dengan 28-600mm di full frame.
  • 28-300mm f/3.5-6.3 Di VC PZD: Lensa sapujagat untuk kamera DSLR full frame, kalaupun dipasang di kamera APS-C bisa tapi fokal lensanya menjadi tidak begitu lebar, tapi lebih panjang (42-450mm).

Lensa Profesional

Untuk lensa zoom untuk penghobi fotografi serius atau profesional. Kode pengenal lensa berkualitas tinggi ini adalah SP, singkatan dari Superior (Unggulan). Selama beberapa tahun ini, Tamron telah menyiapkan rentang fokal yang beragam dari super lebar sampai super telefoto.

Tamron 150-600mm, lensa super telefoto

Saat ini memang hanya ada satu saja lensa generasi baru yang tersedia untuk kamera DSLR bersensor APS-C yaitu lensa super lebar 10-24mm. Tapi untuk kamera DSLR bersensor fullframe, lensa zoom profesional Tamron ada banyak dan sudah siap.

Lensa-lensa tersebut yaitu:

  • Tamron SP 10-24mm f/3.5-4.6 Di II VC HLD (APS-C, ekuivalen 15-36mm di full frame)
  • Tamron SP 15-30mm f/2.8 Di VC USD
  • Tamron SP 24-70mm f/2.8 Di VC USD G2
  • Tamron SP 70-200mm f/2.8 Di VC USD G2
  • Tamron SP 150-600mm f/5-6.3 Di VC USD G2

Lensa fix 85mm f/1.8 dengan stabilizer VC

dan yang penting juga yaitu lensa fix berkualitas tinggi ada beberapa opsi:

  • Tamron SP 35mm f/1.8 Di VC USD
  • Tamron SP 45mm f/1.8 Di VC USD
  • Tamron SP 85mm f/1.8 Di VC USD
  • Tamron SP 90mm f/2.8 Di Macro 1:1 VC USD

Kedepannya, tidak mengejutkan kalau Tamron ini akan menambah lagi koleksi lensa fix dan juga lensa mirrorless mereka. Kehadiran lensa Tamron generasi baru ini memudahkan kita mencari lensa yang berkualitas tapi juga punya harga yang terjangkau.


Garansi Tamron distributor resmi Indonesia (Halo Data) selama 2 tahun.
Bagi yang berminat memesan, dapat melalui Infofotografi juga, hubungi 0858 1318 3069 / enche.zein@gmail.com

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 9 comments… add one }
  • Amir August 12, 2017, 7:45 am

    Saya bener bener mau minta saran nih om,, saya punya budget 6,5an yang mau saya tanyakan,
    1 . Lebih milih beli baru nikon d3400+kit , apa beli nikon d3300 bekas+ tamron 17-50 non vc baru, , apa ada saran lain,?
    2 . Apa tamron 17-50 jauh lebih tajam dari afp 18-55, ?
    Hobi saya foto landscape beli lensa wide dana belum cukup,
    Mohon di beri saran ya om,,
    Terimakasih

  • eka August 10, 2017, 1:46 pm

    om, ada review lensa nikon AF-P 70-300mm VR DX ga? sy berminat dengan lensa ini, sy pengguna Nikon D7100. kira2 cocok ga om? soalnya dari forum sebelah katanya ga cocok. makasih sebelumnya om.

  • imamurrozaq August 2, 2017, 9:07 pm

    ada katalog harganya kah?

  • wawan July 31, 2017, 10:03 pm

    coba bahas tentang Metabones Speed Booster for Micro 4/3 donk ?? pengen tau lebih banyak . terutama untuk lumix mengunakan lensa ef canon dengan Metabones Speed Booster

    • wawan July 31, 2017, 10:07 pm

      dan menggunakan lensa vintage atau mf dari helios atau canon fd ke lumix ( g85 / g7/ gh4 )

  • yudi ind July 31, 2017, 11:44 am

    sekedar pengen tau dan nambah wawasan saja pak, antara sigma 24-70 f2.8 Art vs Tamron SP 24-70mm f/2.8 Di VC USD G2 mana yang lebih baik dari segi AF, kualitas gambar dan kinerja baik di fullframe maupun di APS-C terima kasih sebelumnya pak..

    • edo August 1, 2017, 6:10 am

      Sepertinya mending tamron 24-70 G2
      – VC nya mampu 5 stop…bayangin motret 1/4s tanpa shake. 🙂
      – Udah florine coating…kena percikan air tinggal sekali lap lgsg bersih.
      – Minim flare
      – Ketajaman tinggal bandingin kurva MTF aja.

    • Enche Tjin August 1, 2017, 5:11 pm

      Wah masih baru sekali, ditunggu ya reviewnya 😀

Leave a Comment