≡ Menu

Media penyimpanan foto terbaik

Di era fotografi digital ini, kita semakin banyak memotret, baik mengunakan kamera digital atau kamera ponsel. Kondisi ini membuat masalah baru yaitu masalah penyimpanan. Sampai saat ini, belum ada media penyimpanan yang awet dan aman untuk jangka panjang. Kita semua tidak ingin foto yang dengan susah payah dibuat hilang begitu saja bukan?

Banyak jenis media penyimpanan yang bisa pilih saat ini dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Memory Card

Memory card adalah media penyimpanan yang sangat umum untuk kamera digital. Ukurannya sangat kecil dan di tahun 2017 ini pada umumnya berukuran berkisar dari 16GB sampai 64GB, ada juga yang mencapai 256GB dalam satu kartu, tapi kartu seperti itu masih tinggi harganya. Memory card sebenarnya bukan media penyimpanan yang ideal untuk jangka panjang. Fungsi memory card adalah sebagai media penyimpanan data foto sementara, dan kemudian selanjutnya akan di copy/pindahkan ke media lain yang lebih besar dan awet untuk penyimpanan jangka panjang.

Flash drive

Sama dengan memory card, kapasitas flash drive relatif kecil dan biasanya hanya digunakan sebagai media penyimpanan sementara saja karena ukurannya yang kecil beresiko hilang. Flash drive biasa disebut juga USB atau Thumb drive.

Harddisk

Harddisk atau kadang disebut hard drive/HDD, adalah tempat penyimpanan yang paling populer karena ukuran fisiknya kecil tapi dapat menampung banyak data. Harddisk berkapasitas 4 TB (4000 MB) dapat menyimpan kurang lebih 400.000 foto berjenis JPG berukuran 24MP. Di tahun 2017 ini, Harddisk berkapasitas 4TB sudah cukup terjangkau. Harddisk ada yang bersifat internal yaitu di dalam komputer, laptop/notebook kita, dan ada juga yang sifatnya external yaitu terpisah dari komputer dan disambungkan dengan kabel USB atau firewire.

Harddisk di dalam komputer merupakan tempat penyimpanan paling praktis, tapi beresiko misalnya bagaimana jika komputer rusak, terkena virus, atau software yang jahat. Bisa-bisa data foto di dalam HDD komputer ikut rusak atau hilang.

Harddisk external lebih aman, tapi juga tidak bisa dibilang awet, biasanya, performa harddisk external terutama yang berukuran kecil akan menurun, dan tidak jarang akan rusak dan sulit dikenali oleh komputer setelah 3-5 tahun pemakaian. Oleh sebab itu, saya menyarankan tandai tanggal pembelian harddisk dan kemudian upgrade secara berkala, misalnya empat tahun sekali dan pindahkan data foto dari harddisk lama dan harddisk baru. Saat membeli harddisk baru, belilah yang ukurannya lebih besar, supaya bisa mencakupi isi harddisk lama dan bisa menuliskan data baru. Misalnya harddisk lama kapasitasnya 1 TB, maka belilah harddisk baru dengan kapasitas 2 atau 3 TB.

Yang sifatnya external, memiliki dua jenis, yang pertama adalah yang ukurannya sangat kecil dan tenaganya tergantung dari komputer. Kelebihannya yaitu ukurannya sangat kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana, dan saat mati listrik, bisa tetap menyala karena dayanya berasal dari baterai laptop.

Sedangkan jenis yang kedua memiliki ukuran fisik cukup besar dan dayanya tergantung dari stop kontak langsung. Harddisk yang cukup besar ini juga memiliki kipas untuk mengurangi panas sehingga bisa lebih awet untuk jangka panjang.

CD/DVD

CD dan DVD memiliki dua jenis, CD R dan CD RW. CD R hanya bisa ditulis sekali dan tidak bisa dihapus dan diubah isinya, sedangkan CD-RW bisa ditulis, dihapus dan diisi ulang. Dari keduanya, CD-R lebih aman. Setiap satu CD memiliki kapasitas 700MB, kira-kira bisa menampung 100 foto. Sedangkan DVD memiliki kapasitas 4.7 TB, kira-kira dapat menampung 600 foto. Sedangkan Double-layer DVD, memiliki kapasitas 8.5 GB atau 1200 foto.

CD atau DVD sempat popular 10 tahun yang lalu sebagai media penyimpanan yang katanya dapat bertahan setidaknya 100 tahun lamanya, tapi seiring waktu, kapasitas CD dan DVD terasa sangat terbatas dan juga daya tahannya tidak seperti yang dipromosikan. Banyak CD/DVD rusak dalam beberapa tahun saja. Lagipula di era sekarang, banyak laptop dan komputer yang tidak menyediakan CD/DVD drive.

Media sosial

Mengunggah foto ke facebook, instagram atau media lain biasanya bukan solusi yang jangka panjang yang baik, karena kualitas foto yang diunggah akan mengalami penurunan kualitas karena dikompres ukurannya oleh mesin otomatis dari situs media sosial. Dan ada resiko jika kita kehilangan akun kita karena di hack, lupa password atau karena sebab lainnya, kita akan kehilangan foto-foto kita disana. Selain itu, ada juga kemungkinan bahwa situs media sosial tersebut tutup. Contohnya seperti friendster.com

Media penyimpanan Cloud

Media yang termasuk baru ini memungkinkan kita mengunggah foto kita ke media penyimpanan yang dikelola perusahaan orang lain, dan sebagai imbalannya biasanya kita membayar sejumlah uang secara berkala, seperti langganan. Contoh penyedia layanan cloud yang populer yaitu Dropbox, Google Drive, Microsoft One Drive, Flickr dan Apple iCloud.

Cloud dianggap sangat aman karena file kita akan aman meskipun komputer, harddisk kita hilang atau rusak, dan kita dapat mengaksesnya dimana saja asal ada koneksi internet. Kelemahannya yaitu jika kita lupa membayar langganan, atau perusahaan tersebut menutup layanannya, maka foto-foto yang disimpan di dalamnya juga akan hilang.

Strategi penyimpanan saya

Saya mengunakan beberapa media penyimpanan, biasanya, saya menyimpan foto di harddisk komputer dan secara berkala memindahkan file ke external harddisk. Setelah tiga atau empat tahun saya akan membeli harddisk baru dengan kapasitas lebih tinggi untuk membackup data harddisk sebelumnya. Selain itu, saya mengunggah foto-foto pilihan di Cloud yaitu di Google Drive secara gratis, juga menyimpan foto-foto pilihan di situs saya enchetjin.com, yang mengunakan layanan Smugmug.com

Jurus pamungkas saya yaitu dengan mencetak foto-foto favorit, karena foto yang dicetak dan dibingkai akan bertahan jauh lebih lama, minimal 100 tahun lebih, jauh lebih lama jika dibandingkan dengan media penyimpanan elektronik yang mudah rusak dan hilang. Foto yang dicetak juga bisa digunakan untuk menghias tembok rumah dan memberikan kesan nostalgia


Tanggal 29 Juli 2017 ini, Infofotografi akan menyelenggarakan acara belajar mempersiapkan foto untuk cetak. Jangan lewatkan kesempatan yang langka ini dengan belajar langsung dari Master printer Wesley Wong dari Kuala Lumpur. Info/daftar 0858 1318 3069.

 

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 5 comments… add one }
  • Dul muit July 24, 2017, 6:50 am

    Mau nanya nih om,
    Bagaimana caranya agar bisa kirim file raw dari dslr langsung ke ponsel langsung ,
    Apa bisa pakai wifi atau snapbridge ?
    Kalau bisa , apa ada cara yang lain ?

    • Enche Tjin July 25, 2017, 10:16 am

      Sepertinya sebagian besar kamera gak bisa transfer RAW ke ponsel, coba cek manual kamera masing2.

  • Fajar Sidiq Fansur July 20, 2017, 8:09 pm

    Wahh terimakasih

  • Fajar Sidiq Fansur July 20, 2017, 8:02 pm

    Terimakasih koh, jadi banyak ngerti.

    Mau tanya out of the box, menurut kokoh lebih baik saya ambil Fuji XE2S + Lensa fujinon 35 mm f/2 atau Fuji XT20 dengan lensa kit ? Mohon pencerahannya

    Makasih koh

    • Enche Tjin July 20, 2017, 8:06 pm

      Secara kualitas kamera, X-T20 generasinya lebih baru, lebih baik daripada X-E2s secara umum. Tapi secara desain lebih ke selera. Untuk pilihan lensa, lensa zoom 16-50mm kualitasnya standar, tapi lebih fleksibel. 35mm f/2 agak sempit, biasanya buat detail atau portrait. Untuk pemandangan akan agak sulit.

Leave a Comment