≡ Menu

Tanda-tanda kamera mirrorless Nikon akan segera muncul

Baru-baru ini, Nikon mengeluarkan satu lensa yang agak janggal desainnya, yaitu lensa Nikon AF-P 70-300mm f/4.5-5.6 VR AF-P. Lensa ini dirancang untuk kamera full frame Nikon dan dilengkapi dengan motor fokus baru sehingga autofokusnya bisa cepat dan mulus saat live view atau saat dipasangkan ke kamera mirrorless, tapi anehnya, lensa ini tidak sepenuhnya compatible dengan kamera DSLR full frame Nikon yang beredar saat ini. Lensa inilah yang merupakan tanda pertama.

Tanda yang kedua yaitu dari Presiden Nikon sendiri, Kazuo Ushida, menyatakan bahwa tim Nikon sedang merancang kamera mirrorless baru, tapi detailnya masih rahasia dan belum bisa diungkapkan saat ini.

Nah, jadi jelas kan kamera mirrorless Nikon akan hadir dalam waktu dekat? Memang, Nikon sebenarnya sudah punya sistem kamera mirrorless yaitu sistem Nikon 1,  Tapi respon pasar dalam beberapa tahun terakhir kurang baik, menurut saya karena harganya dan spesifikasinya kurang kompetitif dibandingkan penawaran dari kamera mirrorless seperti Sony, Fuji bahkan Canon. Kamera Nikon 1 J5, kamera terakhir di sistem ini, sudah berusia dua tahun lebih (diluncurkan 2 April 2015). Selama dua tahun belakangan, tidak ada kamera atau lensa baru. Kemungkinan pengembangan Nikon 1 telah dihentikan, atau mati suri.

Untuk menghadapi kompetitor  yang berat dari Canon, Sony, Fuji, Olympus, Panasonic dan bahkan Leica, Nikon memang sangat perlu mengembangkan sistem kamera mirrorless yang canggih dan memiliki sensor besar (APS-C dan Full Frame).

Bagi Nikon untuk membuat sistem kamera yang benar-benar baru, tantangannya cukup besar karena lensa Nikon sebelum AF-P, perlu mekanik dari kamera untuk mengubah bukaan lensa, lensa yang lebih jadul lagi yaitu lensa AF (sebelum AF-S), tidak memiliki motor fokus, jadi mengandalkan kamera untuk memutar elemen-elemen lensa. [Baca sejarah lensa Nikon dan kecocokannya]

Maka itu, jika Nikon mengeluarkan kamera mirrorless baru, kemungkinan besar lensa-lensa lama tidak bisa dipasang langsung, kalaupun bisa dipasang, banyak fungsi lensa tidak bisa aktif. Lensa-lensa AF-P memang mulai bermunculan dalam beberapa tahun belakangan, tapi masih sangat sedikit, dan sebagian besar untuk hobi, bukan profesional.

Beberapa lensa AF-P yang telah diumumkan antara lain:

  • Nikon AF-P 10-20mm f/4.5-5.6G VR DX
  • Nikon AF-P 18-55mm f/3.5-5.6G DX
  • Nikon AF-P 18-55mm f/3.5-5.6G VR DX
  • Nikon AF-P 70-300mm f/4.5-6.3 ED DX
  • Nikon AF-P 70-300mm f/4.5-5.6E ED VR FX (buat full frame)

Catatan: Lensa-lensa AF-P saat ini hanya compatible dengan kamera DSLR baru seperti Nikon D3300, D5300, D5500, D7500.

Kalaupun kamera mirrorless baru Nikon ini akan diluncurkan, ada pertanyaan tambahan lagi: Apa mount lensa yang akan dipakai? Apakah tetap dengan F-mount atau yang berbeda? Ada dua jalan yang bisa dipilih oleh Nikon:

1. Tetap mempertahankan F-mount

Jika tetap mengunakan F-mount, maka pemilik lensa Nikon akan sangat senang, karena dapat mengunakan lensa-lensa jaman dulu tanpa adaptor. Kelemahan strategi ini adalah ukuran kamera dan lensa kedepannya tidak akan sekecil pesaing-pesaingnya, karena jarak antara sensor ke lensa akan dipertahankan, sehingga “leher” kamera akan panjang, sehingga ukuran dan berat kamera akan lebih dari dari kamera mirrorless yang ditawarkan pesaing.

Meski punya kelemahan, ada kemungkinan Nikon akan memilih rute ini, supaya bisa mempertahankan pengguna dan pemilik lensa-lensa Nikon untuk mau mengunakan lensa-lensa mereka di kamera ini. Strategi ini juga pernah dilakukan oleh Sigma dalam bentuk kamera SD Quattro.

2. Membuat mount baru

Keuntungan utama jika Nikon memutuskan membuat mount yang baru adalah dapat membuat mount yang lebih optimal untuk kebutuhan sistem mirrorless. Ukuran kamera dan lensa yang akan dibuat ke depannya juga bisa lebih ramping dan pendek. Lensa-lensa DSLR Nikon kemudian bisa dipasang tapi melalui adaptor khusus.

Tapi membuat mount yang benar-benar baru juga akan sangat berbahaya, karena artinya Nikon akan membuat sistem dari nol lagi, dan ini membutuhkan biaya riset yang sangat besar, dan belum tentu diterima oleh pengguna setia sistem DSLR Nikon yang telah memiliki banyak lensa. Tantangan lain adalah membuat adaptor yang dapat mengatur bukaan lensa (Type D dan G)

Membuat mount yang baru juga akan menyulitkan Nikon untuk menyediakan lensa-lensa yang dibutuhkan penghobi fotografi atau profesional dalam waktu singkat, sedangkan beberapa kompetitor sudah membuat kamera mirrorless dari tahun 2008 (9 tahun yang lalu) sudah punya koleksi lensa dari fisheye sampai super telefoto.

Karena gak ada jalan yang enak, maka untung sekali saya bukan eksekutif Nikon yang perlu memutuskan langkah mana yang lebih baik. Saya berharap mereka bisa memutuskan yang terbaik untuk perusahaan dan pemilik kamera dan lensa Nikon.


Kalau punya kamera terus nganggur kan sayang juga, yuk ikut kegiatan belajar fotografi, editing atau jalan-jalan bersama Infofotografi.com. Jadwal dan kegiatan bisa di baca disini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 10 comments… add one }
  • Rista July 17, 2017, 10:40 pm

    Kalau lensa sapu jagat range 28-135 mm yg rekomended apa ya untuk body sony a6000? (Brand apapun, budget 6jt)
    Terima kasih

  • Riez July 17, 2017, 8:03 pm

    mudah2n ada mirrorless entusiast dan pro nya under 20jt…apalagi tetep pake F mount.. juara lah…

  • Melly July 15, 2017, 1:00 pm

    Maaf melenceng om.. hehe
    Saya suka traveling.. saya lg pengin mirrorless yang bagus buat foto dan video..
    Nah.. antara sony a6300, fuji x-t20 dan lumix g85
    Mana yg cocok bwt saya om.. soalnya dari ketiganya harganya bisa dibilang sama lah.. beda dikit..
    Sebelumnya saya pakai canon 70d.. berat dan video buat slow motion kurang om..
    Saya suka video lompat2 trus di slowmotion gitu.. hehe
    Dan sekalian rekomendasi lensa.y yang dibawah 8jt.an..
    Trimakasih 🙂

    • Enche Tjin July 17, 2017, 11:59 pm

      Untuk foto dan video Lumix G85 bagus karena video 4Knya tajam sekali, dan ada stabilizer juga body dan lensanya ringan sehingga mudah dihandle. Untuk lensa 12-35mm f/2.8 ideal, tapi agak tinggi harganya. Kalau mau pakai fix, banyak yang bagus seperti Panasonic 25mm f/1.7, 42.5mm f/1.7. Kalau budget mencukupi, saran saya coba cari lensa Leica.

      • Melly July 18, 2017, 12:46 pm

        Makasi om..
        Udah beli g85 sama lensa kit 14-42.. gpp buat foto pemandangan bagus kan ya ?
        Tp belum beli lensa prime biyar ada bokeh2nya.. soalnya ditawarinnya banyak banget.. bingung..
        Kalo om enche jd saya, om bakalan ambil panaleica 25mm f1.4 apa sigma 30mm f1.4 ?
        Hehe maap nanya terus 🙂

        • Enche Tjin July 18, 2017, 1:31 pm

          Sigma lebih bokeh sedikit karena lebih panjang, tapi saya pribadi lebih ke 25mm f/1.4 Pana-Leica karena rancangannya lebih pas untuk sensor gambar kamera Panasonic nantinya mempengaruhi kinerja autofokus dan koreksi optiknya.

  • Trimonok July 14, 2017, 8:27 pm

    Dengan mount sama kalo main ff gak rugi juga karena body ff bakalan seukuran body apsc bobot juga berkurang signifikan. Karena element cermin hilang total. Grip juga bakalan masih oke

    Mungkin ukuranya nanti seperti sony a99ii. Bahkan lebih kecil lagi lah

  • Komar July 13, 2017, 5:12 pm

    Kalau bikin mount yg universal…? Mantap tuh

    • Enche Tjin July 13, 2017, 6:58 pm

      Mount mirrorless pada dasarnya bisa dibilang universal, karena bisa pasang berbagai adaptor untuk memasang lensa2 DSLR/mirrorless atau lensa mount bekas kamera film yang sudah punah sekalipun.

Leave a Comment