≡ Menu

Apakah membeli kamera dan lensa itu investasi?

Ada yang berpendapat bahwa membeli kamera dan lensa adalah sebuah investasi. Mungkin ini tepat untuk kamera dan lensa edisi khusus seperti satu set kamera dan lensa Leica M9-P Hermes, tapi saat ini sebagian besar kamera dan lensa di era digital bukan lagi investasi. Di era digital jaman sekarang, perkembangan teknologi sangat cepat berubah. Kamera saat ini sungguh sudah sangat berbeda dengan kamera jaman film yang mengandalkan komponen mekanik. Kamera dan lensa jaman film dulu bisa digunakan dalam rentang waktu 20 sampai 30 tahun. Sedangkan saat ini kamera dan lensa digital berisi komponen elektronik yang tentunya semakin sering digunakan atau bahkan meski tidak digunakan, dalam waktu 5-10 tahun rentan aus dan rusak.

Leica M9-P Set, harga jualnya US$50.000 di tahun 2012. Kini harganya sudah berlipat ganda.

Kebanyakan kamera digital saat ini, dalam dua tahun harganya turun 20%. Tadinya tidak berlaku untuk lensa, tapi saat ini lensa juga saya amati turun 20% atau bahkan kalau lensa yang kurang populer, bisa turun sampai mendekati 40% dari harga baru. Lensa lama juga berkurang nilainya di mata fotografer di era digital. Penyebab utamanya karena perkembangan sensor kamera yang pixelnya makin banyak dan rapat, membutuhkan lensa dengan resolving power yang kualitasnya lebih tinggi. Lensa-lensa lama dan lensa di era film tidak akan tajam maksimal jika di pasang di kamera digital beresolusi tinggi saat ini. Bahkan lensa yang dibuat 5-10 tahun yang lalu di era resolusi kamera digital hanya 12-18 MP juga sudah terasa kurang tajam jika dipasangkan di kamera 24, 36 MP atau lebih.

Menjual lensa juga tidak semudah dulu, karena sistem kamera saat ini sangat bervariasi, 10 tahun yang lalu, saat Canon dan Nikon mendominasi 80% pasar. Di saat itu tidak sulit menjual kamera dan lensa bekas, tapi saat ini menjual lensa kamera DSLR tidak mudah karena pengguna kamera DSLR menurun, sedangkan pengguna kamera mirrorless sepeti Sony, Fuji, Olympus, Panasonic dan Leica meningkat. Karena variasi sistem kamera makin luas, maka pembeli lensa untuk masing-masing sistem menjadi berkurang. Dengan berkurangnya pembeli di tiap sistem kamera, maka satu-satunya jalan supaya bisa laku lensanya adalah menjual dengan harga murah.

Dengan kondisi yang seperti sekarang ini, membeli kamera dan lensa yang tepat menjadi sangat penting, jika kita sekedar membeli untuk mencoba-coba saja, kita akan kehilangan banyak uang saat ingin menjualnya kembali. Jika ingin sekadar mencoba menurut saya bisa pinjam atau sewa untuk beberapa hari untuk memastikan bahwa kita suka dengan kamera/lensa tersebut. Jika memang sudah terlanjur memiliki banyak kamera dan lensa, tidak ada salahnya mencoba menjual yang jarang digunakan daripada kamera dan lensa menjamur di lemari, bukannya lebih baik dijual supaya bisa dapat dimanfaatkan oleh orang lain lebih baik?

Saat ini, tidak banyak fotografer yang benar-benar menguasai alatnya. Yang lebih banyak adalah yang mengganti kamera dan lensanya dari satu jenis ke yang lain dalam waktu singkat, sehingga tidak pernah belajar memaksimalkan-nya. Dengan kondisi kamera dan lensa yang harganya semakin tidak terjangkau dan diperparah karena nilai tukar Rupiah yang menurun dalam kurun waktu lima tahun terakhir dan akan semakin tingginya bea cukai barang impor, maka kesempatan ini bisa kita gunakan untuk belajar, memotret dan belajar dari apa yang kita miliki, toh di lapangan kita hanya dapat mengunakan satu kamera, dan satu lensa saja dalam satu kesatuan waktu.


Yuk, belajar fotografi dengan mengikuti kursus kilat fotografi, workshop dan trip foto.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 28 comments… add one }
  • Reza October 11, 2017, 2:20 pm

    Koh mau tanya, saya ada rencana buka usaha wedding & prewedd fotografi cuma agak bingung di kameranya. Menurut kokoh lebih baik mana antara menggunakan Canon 750D + Sigma 17-50mm atau Canon 70D lensa kit 18-55mm.
    Terima kasih

    • Enche Tjin October 12, 2017, 11:02 am

      Lebih baik Canon 750 dan lensa Sigma 17-50mm

  • sinar August 23, 2017, 8:26 pm

    Koh. Sy lg galau ni.. Antara upgrade apsc d7100 ke full frame d610 atau beli lensa nikon afp 10~20.. Menurut kokoh mending tukar taambah ke fullframe atau tetep d7100 dan beli afpnya? Lensa sy sudah ada kit 18 ~55 vr1, lensa 50 af f 1.8 dan 80~200 af f 2.8. Tengkyu.

    • Enche Tjin August 23, 2017, 8:29 pm

      Tergantung sukanya foto apa? Kalau pemandangan atau arsitektur bagus kalau ada lensa lebar seperti 10-20mm, kalau perlunya kemampuan low light, dan foto portrait/model bagus upgrade ke full frame.

      • sinar August 24, 2017, 5:56 am

        Tengkyu koh

  • Rista August 23, 2017, 12:18 am

    Saya pengguna sony. Mending mana ya ko lensa Canon 18-135 F3.5 vs Nikon 18-140 F3.5?
    Terima kasih

    • Rista August 23, 2017, 6:50 am

      Maaf salah, maksudnya Canon 18-135 f3.5 vs sigma (for Canon) 18-125 F3.5

      • Enche Tjin August 23, 2017, 12:15 pm

        Wah yang sigma itu sudah lama banget.

        • Rista August 24, 2017, 11:25 pm

          Owh begitu ya. Makasih

  • Akhir Yuliono August 22, 2017, 10:20 am

    Pak Enche Tjin, saya mau tanya. Saya menggunakan kamera nikon D5000 dan tdk pernah mengganti lensa (masih suka dg lensa bawaan), sekarang saya tertarik untuk mengganti lensa ke prime 50mm, tp apa bisa karena lensa yang akan saya beli ini untuk nikon type fx, dan type lensa D dg ring aperture di lensa, padahal kamera saya type G. Apakah kamera masih bisa membaca bukaan lensa? Mohon pencerahannya, dan terima kasih atas bantuannya…

    • Enche Tjin August 23, 2017, 12:32 pm

      Bisa baca tapi tidak bisa autofokus, jadi saya sarankan yang lensa type AF-S.

      • Akhir Yuliono August 26, 2017, 6:07 pm

        Terima kasih pak Enche Tjin.

  • Komar August 21, 2017, 10:37 pm

    Saya msh berpikir itu adalah investasi. Mungkin returnnya bukan dalam bentuk uang. Tapi kepuasan batin. Tidak selalu membeli sesuatu yg baru. Akan tetapi membeli sesuatu yg dibutuhkan, entah baru, atau lama. Karya yg bisa di nikmati adalah return on investment yang tak terhingga

  • Alvin August 21, 2017, 5:27 pm

    Pak Enche menurut Bapak apakah sony a6000 masih layak dibeli saat ini mengingat sudah agak lama keluarnya? Atau mungkin saya harus nyari kamera lain agar tidak terlalu ketinggalan jaman? Maaf oot

    • Enche Tjin August 22, 2017, 12:29 pm

      Masih bagus menurut saya untuk kisaran harga dibawah 10jt.

  • Hari August 20, 2017, 8:15 pm

    Ulasan inilah yg sudah terpikirkan bagi saya sejak beberapa waktu yang lalu, sehingga saya memutuskan utk tidak mengejar sistem kamera tapi yg sudah all-in saja; seperti kamera kompak high-end maupun bridge camera.
    Meskipun keterbatasan dana membuat saya belum sempat juga melakukan upgrade dari kamera fujifilm s2980 yg saya dapatkan
    4 tahun yg lalu.
    Menurut koh enche, tepatkah jika saat ini/awal tahun depan nanti saya memilih, katakanlah, canon g5x? Atau lebih baik menunggu sampai ada yg lebih baik?
    Terimakasih

    • Enche Tjin August 21, 2017, 8:58 am

      Ada cukup banyak pilihan jika mencari kamera compact / bridge saat ini. Tinggal dipilih sesuai budget dan spesifikasi yang diminati.

  • Rudi August 20, 2017, 1:36 pm

    Koh Enche saya kan penggunan system m43 (Olympus), baru2 ini beli lens pro nya mereka (m zuiko 40-150mm f2.8 pro). Kira2 lensa dari jajaran pro nya olympus wabil khusus yang saya beli tsb diatas bisa bertahan sampai berapa lama? Worthed gak ya? Sebagai info Lensa tsb di luncurkan akhir 2014

    • Enche Tjin August 20, 2017, 5:52 pm

      Jangan kuatir karena masih lama sebelum diperbaharui, mungkin baru ada pengantinya 8-10 tahun lagi.

      • Rudi August 20, 2017, 7:37 pm

        Berarti patokan umur lensa moderen 8 sd 10 thn (dari tanggal lensa tsb dirilis) ya ko Enche? Apakah karena lensa yang saya sebut tsb dari strata Pro nya ya om? Apakah juga berlaku juga untuk lensa non pro?

        • Enche Tjin August 20, 2017, 7:42 pm

          Umur tergantung dari pemakaian dan perawatan, kalau jarang dipakai dan perawatan oke tentunya bisa beberapa kali lipat lebih lama. Lensa yang kualitasnya rendah lebih rentan rusak atau kurang bisa resolve detail kamera dengan megapixel yang lebih banyak dimasa depan.

          • Rudi August 20, 2017, 7:55 pm

            Benar om usia lensa bergantung dari pemakaian dan perawatannya. Sebenarnya yang saya maksud/ingin tanyakan (maaf tadi kurang detail bertanyanya) berapakah usia lensa? (dalam mengantisipasi detail dikarenakan megapixel dan teknologi sensor yg makin cangih). Apakah jajaran lensa pro milik olympus yang terkini sudah mengantisipasi perkembangan megapixel dan sensor?

            • Enche Tjin August 20, 2017, 8:04 pm

              Biasanya dalam 4 tahun generasi sensor berubah. Sepertinya kalau lensanya dari tahun 2014, berarti dari jaman sensor 16MP, sekarang rata-rata sudah 20MP, dalam 4 tahun kedepan mungkin sudah ada kamera micro four thirds yang 33MP, dan dalam 8 tahun mungkin 33MP jadi umum, waktu itu pasti perlu lensa yang lebih bagus lagi kualitasnya untuk memaksimalkan sensor tsb.

              • Rudi August 20, 2017, 9:02 pm

                Kalau lensa lawas olympus format4/3 (bukan m4/3) dari jajaran strata pro nya masih bisa menghasilkan hasil foto yg sangat tajam dan detail bila dipasang dengan kamera 20 mp oly terbaru (pernah coba di pen F) dan hasilnya tidak kalah bagus dengan lensa pro Olympus format m4/3nya. Saya rasa lensa pro olympus yang baru m43 sudah mengantisipasi untuk sensor diatas16mp.
                Oya om, maaf saya mau tanya satu lagi; Kalau dari jajaran DSLR, brand mana (canon/nikon) yang jajaran lensanya selalu up to date mengikuti antisipasi perkembangan sensor (meningkatnya megapixel)

              • Enche Tjin August 21, 2017, 1:03 am

                Keduanya selalu memperbaharui lensa2 pronya secara reguler. Selain itu juga ada alternatif dari Sigma, Tamron dan Zeiss (manual fokus).

              • Iwan August 21, 2017, 5:05 pm

                Untuk om Rudi; saya setuju seperti apa yang telah dikatakan oleh ko Enche, tidak usah khawatir dengan kualitas dan usia masa purnabakti lensa profesional Olympus milik nya (40-150mmf/2.8) yang berformat micro4/3 tsb. Olympus dikenal memiliki kualitas optik yang sangat baik terutama di kelas Pro nya. Umur lensa Olympus milik om Rudi tsb masih panjang dan dijamin masih bisa mengantisipasi perkembangan megapiksel dan teknologi sensor yang akan datang. Lensa tersebut bisa dikatakan sebagai LENSA PERDANA RANCANGAN TERKINI karena baru dilaunching akhir 2014 dan bukan lensa edisi pembaharuan mk2, mk3…dst. Bukankah sudah dikatakan sendiri oleh om Rudi bagaimana lensa2 profesional edisi lawas Olympus yang berformat 4/3 untuk kamera DSLR nya pun hingga saat ini masih bisa menghasilkan Image quality yang detail dan tajam meski disandingkan dengan kamera mirrorless baru Olympus yang bersensor 20MP (bahkan hasilnya gak kalah dengan lensa profesional baru Olympus yang berformat micro4/3). Padahal semua lensa Profesional lawas berformat 4/3 tsb dilauncing tidak lebih dari tahun 2009 dan saat itu sensor kamera DSLR Olympus yang tertinggi cuma 12 MP. Pada dasarnya apapun brand lensa nya, untuk lensa jajaran kelas pro, telah di rancang untuk memiliki kemampuan masa purnabakti yang jauh lebih lama termasuk mengantisipasi prediksi teknologi kamera yang akan datang.

  • sugi August 20, 2017, 11:12 am

    koh mau tanya tentang lensa, menurut engkoh seberapa tangguh lensa sony 18-105 karena sistem zoomnya menggunakan elektronik by wire tidak mekanik lagi, biasanya apakah cepat rusak/ringkih jika menggunakan model power zoom seperti ini

    mau minang 18-105 tapi masih ragu

    terimakasih

    • Enche Tjin August 20, 2017, 5:50 pm

      Cepat rusak sih mestinya gak, cuma gak lebih tahan lama dibanding yang mekanik manual.

Leave a Comment