≡ Menu

Belajar dari Fulvio Bugani (Leica M10 Ambassador) di Leica Store Indonesia

Dalam rangka Leica Asia tour, Fulvio Bugani, Leica M10 International Ambassador, menyempatkan diri untuk berbagi di Leica Store Indonesia kepada sejumlah Leica enthusiasts dan ambassadors.

Fulvio Bugani adalah pewarta foto asal Italia, dan terkenal karena memenangkan penghargaan World Press Photo di tahun 2015 yang kebetulan fotonya tentang pesantren Waria Al Fatah di Yogyakarta. Fulvio juga termasuk salah satu finalis penghargaan Leica Oskar Barnack 2016 dengan judul Soul y Sombras  (Soul & Shadow/Jiwa dan bayangan) sebuah proyek jangka panjangnya di Kuba. Pameran foto-fotonya bisa dilihat di Leica Store Indonesia, Lt. 3 Plaza Senayan bulan ini.

Foto pesantren Waria Al Fatah, salah satu foto pemenang World Press Photo 2015 dalam kategori Contemporary Issues.

Fulvio mengisahkan bahwa ia sangat tertarik dengan tema agama dan kepercayaan  dan karena hal tersebutlah ia berkeliling dunia untuk memotret di berbagai tempat seperti di komunitas muslim di Senegal, komunitas kepercayaan animisme di Georgia dan kemudian ke Indonesia.


Fulvio mengatakan bahwa ia pertama kali mengetahui pesantren tersebut dari koran Jakarta Post, dan kemudian secara pribadi berkomunikasi dengan pimpinan pesantren, Bu Shinta lewat Facebook. Tentang kemenangannya di World Press Photo, Fulvio menjelaskan bahwa sebenarnya ia mengirimkan sejumlah foto (photo story), tapi kemudian panitia mengambil salah satu foto dalam photo story tersebut dan memasukkannya ke kategori single.

Saya dengan Ambassador Leica M10, Matt Stuart, Fulvio Bugani di Leica HQ, Wetzlar, Januari 2017.

Sebenarnya saya datang agak terlambat, dan saat memasuki ruangan, Fulvio secara spontan mengenali saya, ia menyapa saya dan mengatakan bahwa ia pernah ketemu saya di Wetzlar (kota tempat markas dan pabrik Leica di Jerman) saat peluncuran kamera Leica M10 . Haha, ternyata daya ingatnya cukup baik, tapi ia tidak bisa mengingat nama saya, hal ini bisa dimaklumi karena nama saya memang sulit diingat he he he.

Fulvio menampilkan beberapa koleksi fotonya saat memotret di Kuba dalam bentuk slideshow diiringi dengan musik yang membuat pemirsa bisa merasakan suasana di lokasi tersebut. Dari foto-fotonya, saya melihat bahwa semua foto-fotonya mengunakan lensa lebar full frame 28mm. Fulvio memang sangat menyukai lensa ini, maka itu ia sempat mengunakan Leica Q dan saat ini Leica M10 dan lensa Leica 28mm f/1.4. “Lensa 28mm ini sudut pandangnya mirip dengan apa yang dilihat oleh mata saya, dan cukup lebar untuk memasukkan banyak detail dalam foto.” katanya.

“Pertama-tama saya agak kuatir saat dihubungi Bu Karin Kaufmann (Art director and chief representative Leica Gallery internasional) untuk mencoba Leica M10 dan kemudian menjadi salah satu dari tiga ambassador internasional untuk kamera Leica M10.” ujarnya. Tapi setelah mencoba sehari, akhirnya Fulvio menyanggupi dan ternyata tidak sulit bahkan lebih cepat dalam memotret dengan Leica M10 dengan teknik hyperfocal fokus. Saat memotret di tempat gelap dengan bukaan f/1.4, memang saya harus sedikit lebih lambat dan berhati-hati untuk memastikan fokus yang akurat. Fulvio juga senang karena kualitas warna dan ISO tinggi kamera ini bagus, karena ia sering harus memotret portrait dalam ruangan. ISO 1600-3200 merupakan setting yang sering digunakan, terkadang, ia mengunakan ISO 12800 saat memotret di malam hari.

Sebelum berpisah, Fulvio memberikan nasihat pamungkasnya: “Belajarlah bereksperimen untuk menemukan gaya baru, jangan hanya meniru gaya fotografi yang sudah ada, karena foto Anda akan terlihat palsu. Anda boleh belajar dari gaya foto fotografer lain, dan memadukan dengan gaya foto sendiri dan jangan puas hanya memotret dengan satu gaya saja.” ujarnya dengan semangat.

Fulvio lantas memberikan contoh bahwa ia memotret dengan gaya hitam putih untuk membuat photo story tentang pesantren Waria, tapi kemudian bereksperimen dengan warna untuk proyek fotonya di Kuba. “I love colors” ujarnya berulang kali saat sharing malam itu.

Sebagai kenang-kenangan, Fulvio membagikan kartu pos dan membubuhkan tanda tangan dan berfoto bersama saya dan hadirin lainnya. Terima kasih atas sharingnya, dan semoga bertemu lagi di masa depan.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 9 comments… add one }
  • Kavin Adzka October 2, 2017, 11:01 pm

    Selamat malam enche… salam ..
    sebelumnya saya adalah pengguna kamera nikon D7200 dan saya masi pemula, kemarin kamera saya dipinjam teman lali tidak saya pakai untuk beberapa waktu, lalu ketika saya pakai kembali dan menggunakan flash internal terdengar suara seperti “cetarrrrrr” begitu, saya sedikit was-was dengan ini. setelah saya atur power flashnya ke yang paling minim suara itu tetap ada dan tidak berkurang sedikitpun. apa yang harus saya lakukan….. atas saran dan pesannya saya ucapkan banyak-banyak terimakasih.

    • Enche Tjin October 2, 2017, 11:29 pm

      Malam, saya kurang tau mengapa hal tsb terjadi. Mungkin lebih baik ditangani teknisi kamera sehingga bisa diperiksa.

  • arjuna August 30, 2017, 11:42 am

    Bukan kah perbedaan umur hanya terpaut 7bulan saja, auto fokus, jumlah fokus, shooter speed, dan ketahanan body bukankah lebih unggul d300 ?

    dan bagaimana mnurut anda kinerja nikkor 28 f 2.8 nya ditahun sekarang ini . ?

    tq

    • Enche Tjin August 30, 2017, 1:28 pm

      Iya benar, kalau dari bodi dan fitur D300 lebih tangguh dan lengkap, tapi kalau kualitas gambar, meskipun D90 punya sama megapixelnya, tapi kualitas kondisi gelap dan untuk pemandangan lebih baik.

      Untuk lensanya kalau untuk sensor 12MP masih baik, tapi kalau nanti upgrade ke body 24MP atau lebih agak kedodoran, artinya kualitas gambar yang dihasilkan gak maksimal.

      • arjuna August 30, 2017, 3:01 pm

        Terima kasih banyak atas segala masukannya .

  • arjuna August 27, 2017, 9:22 pm

    Selamat malam, maaf keluar dari tema. ada yang ingin saya tanyakan.

    Saya lulusan multimedia 5tahun terakhir, bekerja sebagai tuukang foto wedding dan sekarang disaat semua alat sudah tidak ada. saya ada niatan untuk kembali ke dunia foto.

    saya ada rencana untuk membeli nikon d300 dan ingin dipasangkan pada nikkor 28mm f.2.8 AI S . budget saya tidak banyak, saya mengharapkan hasil foto yang tajam.

    bag a imana menurut bapak enche akan keputusan saya tersebut. mohon bantuannya.

    • Enche Tjin August 29, 2017, 5:46 pm

      Sudah agak lama pak D300. Apa gak lebih baik cari yang lebih baruan generasinya? Nikon D90 misalnya.

      • arjuna August 30, 2017, 11:46 am

        Bukan kah perbedaan umur hanya terpaut 7bulan saja, auto fokus, jumlah fokus, shooter speed, dan ketahanan body bukankah lebih unggul d300 ?

        dan bagaimana mnurut anda kinerja nikkor 28 f 2.8 nya ditahun sekarang ini . ?

        tq

  • Cahyo August 27, 2017, 1:08 am

    TFS, koh.. wahh jadi nyesel kemarin gagal ikutan acara ini

Leave a Comment