≡ Menu

Rekomendasi kamera DSLR dan mirrorless Canon 2017

Canon masih menjadi nama besar di industri fotografi, dan terbukti dengan angka penjualan yang tinggi dan banyaknya pilihan produk yang ada di pasaran. Tapi bagaimana di tahun 2017 ini disaat banyak sekali saingan dari merk lain seperti Sony, Fuji dan rival abadi yaitu Nikon? Saya amati Canon bahkan punya pilihan produk yang terlalu banyak sehingga segmentasi-nya saling bersinggungan antara sesamanya, baik DSLR maupun mirrorless. Di artikel ini saya ingin tampilkan semua produk kamera Canon yang masih dijual di pasaran dan sekilas penjelasan dan sedikit saran membeli dari saya.

Segmen pemula

Di segmen entry level ini Canon punya banyak sekali kamera, dari yang terbaru sampai yang produk lama namun masih tersedia di pasaran, dari yang basic sekali sampai yang basic tapi ‘naik kelas’ atau disebut upper-entry level.

DSLR :

  • EOS 100D, DSLR generasi lama, semestinya sudah diskontinu : tidak disarankan untuk dibeli pada tahun ini
  • EOS 200D, DSLR dengan ukuran terkecil penerus 100D, harga 8,8juta dengan kit 18-55mm, disarankan daripada membeli EOS 100D
  • EOS 1300D, DSLR termurah, 5 jutaan plus lensa kit 18-55mm : disarankan hanya bila benar-benar mencari DSLR termurah, bahkan lebih murah dari kebanyakan kamera mirrorless yang ada
  • EOS 700D, DSLR generasi lama, semestinya sudah diskontinu : tidak disarankan untuk dibeli pada tahun ini
  • EOS 750D, DSLR pemula basic, 9 jutaan plus lensa kit 18-55mm : paling disarankan untuk pemula, pilihan yang lebih baik daripada 700D, sayang harga masih agak tinggi (salah satunya akibat kurs)
  • EOS 760D, DSLR pemula atas, 9 jutaan tanpa lensa : cocok untuk penghobi fotogafi yang ingin lebih serius tapi dana terbatas
  • EOS 800D, DSLR pemula basic penerus 750D, disarankan bila memerlukan fitur 45 titik AF dan Dual Pixel AF, tapi harganya nyaris menyentuh 11 juta dengan lensa kit 18-55mm
  • EOS77D, DSLR pemula atas terbaru penerus 760D, 13 jutaan tanpa lensa (harga sama dengan EOS 70D tanpa lensa), cukup mahal untuk ukuran pemula

Mirrorless :

  • EOS M10, mirrorless paling basic dan termurah, 5 jutaan plus lensa kit 15-45mm : disarankan hanya bila benar-benar mencari mirrorless termurah
  • EOS M100, mirrorless terbaru penerus EOS M100, harga belum diketahui, disarankan daripada ini membeli EOS M10 karena sudah Dual Pixel AF
  • EOS M3 : mirrorless pemula generasi lama, sebentar lagi mungkin diskontinu : tidak disarankan untuk dibeli pada tahun ini
  • EOS M6 : mirrorless terbaru penerus EOS M3, harga hampir 11 juta plus lensa kit 15-45mm, disarankan untuk yang mencari mirrorless ringkas dengan fitur lengkap

Segmen menengah

DSLR :

  • EOS 70D, DSLR generasi lama : meski masih banyak tersedia di pasaran, tapi karena ada pilihan yang lebih baru maka 70D ini kurang disarankan untuk dibeli di tahun ini
  • EOS 80D, DSLR menengah dengan layar lipat, 13,8 jutaan tanpa lensa (terpaut sedikit dengan 70D) sehingga paling disarankan untuk hobi, foto maupun video
  • EOS 6D, DSLR full frame termurah, juga generasi lama tapi disarankan untuk yang mencari kamera full frame dengan dana dibawah 20 juta
  • EOS 6D mk II, DSLR full frame penerus 6D, harga belum diketahui, disarankan memilih ini daripada membeli 6D lama

Mirrorless :

  • EOS M5 : mirrorless andalan dari Canon ini dijual 14 jutaan plus lensa kit 15-45mm, disarankan untuk yang mencari mirrorless yang sepadan dengan DSLR 80D

Segmen atas, hanya ada DSLR :

  • EOS 7D, DSLR pekerja cepat generasi lama, semestinya sudah diskontinu : tidak disarankan untuk dibeli pada tahun ini
  • EOS 7D mk II, DSLR tangguh pekerja cepat penerus 7D, 21 jutaan tanpa lensa : disarankan untuk fotografer aksi, liputan, olah raga maupun satwa liar
  • EOS 5D mk III, DSLR full frame generasi lama yang value for money paling tinggi dengan harga hampir 35 juta
  • EOS 5D mk IV, DSLR full frame menengah, 45 jutaan tanpa lensa, disarankan sebagai kamera untuk banyak pemakaian, hobi maupun profesi, foto maupun video hingga 4K
  • EOS 5Ds, DSLR full frame resolusi tinggi 50 MP, disarankan untuk pekerjaan studio dan alternatif kamera medium format, harga 46 jutaan tanpa lensa
  • keluarga EOS 1D yang tidak perlu diulas karena segmennya untuk profesional, rekomendasi saat ini adalah EOS 1Dx mk II.

Lalu mana yang saya sukai dan sarankan?

Intinya dengan line-up kamera yang ada Canon sepertinya menerapkan strategi membanjiri pasar dengan banyak produk, dan harapannya pembeli bisa punya banyak pilihan. Tapi seperti melihat menu masakan di restoran, bila buku menunya menampilkan terlalu banyak pilihan maka kita bisa bingung mau pesan makanan apa. Maka itu saya coba pilihkan mana saja kamera yang saya paling sukai dan sarankan untuk beberapa situasi dan kebutuhan, serta anggaran/budget :

Bila dana sangat terbatas :

Tak ada pilihan lain selain EOS 1300D (DSLR) atau EOS M10 (mirrorless), keduanya sekitar 5 jutaan sudah dengan lensa kit. Opsi dari merk lain : Nikon D3400.

Untuk pemula yang ada dana lebih :

Saya sarankan EOS 800D kit 18-55mm, meski harganya hampir 11 juta tapi kamera ini sudah jauh membaik seperti 24 MP, 45 titik AF dan Dual Pixel AF, plus layar lipat dan konektivitas lengkap. Di kubu mirrorless saya sarankan EOS M6 bila mencari kamera yang ringkas untuk travel dengan kualitas dan kinerja yang sama baiknya dengan 800D, atau untuk harga yang lebih murah lagi tunggu nanti EOS M100 keluar di pasaran.

Opsi dari merk lain : Nikon D5500/5600 (DSLR), atau Sony A6000 (mirrorless).

Untuk penghobi fotografi yang lebih serius, dana 15-20 jutaan :

Opsi 1 : Untuk kamera APS-C saya sarankan langsung ke EOS 80D, harga terpaut sedikit dengan 70D tapi spek dan hasil fotonya sudah lebih baik. EOS 80D sendiri disaingi oleh Nikon D7500, Sony A6300 dan Fuji XT20.

Opsi 2 : Bila perlu full frame maka EOS 6D mk II adalah jawaban tepat dan jauh lebih murah daripada semua kamera EOS 5D yang ada. Pesaing dari 6D mk II adalah Nikon D610/D750 dan Sony A7 mk II.

Untuk penghobi maupun profesional dan dana bukan menjadi masalah :

Tidak sulit memberi rekomendasi bagi kelompok seperti ini, untuk itu saya sarankan EOS 5D mk IV (yang kini akhirnya disaingi oleh Nikon D850 terbaru) serta EOS 1Dx mk II (kini bersaing dengan Nikon D5 dan Sony A9).

Anda sendiri suka yang mana?


Bagi teman-teman yang sudah punya kamera tapi bingung mengunakannya dapat mengikuti kupas tuntas kamera digital yang secara rutin diselenggarakan Infofotografi.

Juga bagi yang ingin membeli kamera, lensa dan aksesoris boleh memesan lewat kami.
Hubungi WA 0858 1318 3069.

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 9 comments… add one }
  • Ian November 13, 2017, 8:13 pm

    Mas mau nanya, saya udah ngikutin web mas belakangan ini. Saya lagi minat masuk dunia mirrorles, setelah baca malah saya jadi bingung mau milih antara FujiFilm XA3 vs Canon M3 vs Sony a6000.
    Kepengennya sih beli kamera yg easy use bagus untuk foto dan bisa untuk self vlogging gitu. Ada saran?

  • Sari Andini November 4, 2017, 4:18 pm

    hallo Pak Erwin, saya ingin meminta saran dari Pak Erwin. saya ingin membeli kamera dengan Budget max. 15jt. untuk kepentingan fotografi dan videografi. (mungkin fotografi menjadi prioritas)
    saya bingung untuk membeli Sony a7 atau canon 80D.

    saya pecinta canon sebenarnya. sebelumnya juga punya canon yang 1100D. dengen lensa Fix standar.
    saya dihadapkan dengan dilema besar. ingin tetap di canon dgn 80D atau pindah ke Sony a7.
    mohon sarannya ya pak. Terima kasih 🙂

  • Dwi October 22, 2017, 4:06 am

    Selamat pagi pak..
    Saya ingin minta tolong rekomendasi dan saran.
    Kamera saya saat ini Canon 700D dgn lensa kit dan prime.
    Sudah cukup bosan dan pengen upgrade karena kebetulan lagi ada dana.
    Ada 2 pilihan kamera yg ingin saya pinang antara lain:

    ~ Canon M5 15-45mm + Lensa YN 85mm f1.8 termasuk Adapter Canon EF EOS M dan 2 baterai cadangan.
    ~ Sony A7 Mark II FE 85mm f1.8 + FE 28-70mm f3.5-5.6 OSS dan 2 baterai cadangan.

    Pertimbangan dgn Canon M5 karena sudah Touchscreen, kamera lebih kecil.
    Pertimbangan dgn Sony A7 Mark II karena sudah Full Frame, ada Optical Image Stabilization.

    Ingin sekali ambil Sony, tapi sayangnya belum Touchscreen. Sedangkan saya suka dgn kamera touchscreen karena mudah mengatur AF nya.

    Kalau utk kebutuhan utk travel, portrait (model), streetfotografi, dan lanscape (all around).
    Kira lebih cocok yg mana ya pak? Mohon sarannya. Terimakasih 🙂

    • Erwin Mulyadi October 23, 2017, 2:59 pm

      Agak sulit ya, ini kan dua jenis kamera yg beda, meski sama-sama bisa dipakai travel, street dll. Saran saya agak beda, kalau mau EOS M5 coba dengan lensa kit 18-150mm itu lebih praktis dan sudah pernah coba hasilnya bagus. Soal kualitas gambar sensor M5 sudah termasuk sangat baik tapi ya bakal kalah kalau diadu sama A7, maka itu pilih A7 kalau memang tujuannya ke kualitas sensor (korbankan layarnya yg tidak touchscreen)

  • Riez September 21, 2017, 5:44 pm

    Sekalian yang nikon ya om erwin ..

  • Benny September 18, 2017, 10:18 pm

    Thanks atas ulasannya pak Erwin.
    Mau nanya alasan / pengertian bapak, kenapa Canon 7d maupun 7d mark ii yg harganya sekitar 21.6jt ditempatkan di segmen atas, sedangkan 6d dan 6d mark ii full frame yg harganya +/- 27 juta sebagai kelas menengah.
    Padahal fungsi masing2 agak berbeda.
    Secara umum, apa hasil foto 7d (aps c) lebih baik dr 6d (full frame)?
    Terima kasih atas penjelasannya.

    • Erwin Mulyadi September 19, 2017, 11:27 am

      Biasanya yg hobi foto, atau enthusiast akan menyukai kamera menengah. Pilihannya ya 80D untuk yg APS-C dan 6D untuk yg full frame. Hasil foto meski relatif setara tapi full frame biasanya memang lebih baik.

      Kemudian yg profesinya memang memotret, biasanya mencari kamera yg lebih spesifik utk pekerjaannya. Kalau mereka perlu kamera APS-C yg tangguh, cepat, seperti untuk jurnalis di outdoor maka 7D pilihannya. Tapi saat perlu full frame maka 5D pilihan yg lebih tepat.

      Jadi kenapa 7D masuk ke segmen atas, ya karena profil mayoritas pemakainya untuk kerja serius. Sedangkan 6D lebih banyak dipakai untuk kaum hobi, yg mencari hasil foto lebih baik dari APS-C.

      Itu kalau melihat dari profil pemakainya ya. Kalau ditinjau dari spek, ergonomi, tombol, kecepatan, fitur dsb juga akan lebih paham kenapa 6D masuk ke menengah, sedangkan 7D masuk ke segmen atas.

      • Riez September 21, 2017, 5:46 pm

        Mirip kayak D600 series nikon vs d500
        Meskipun D500 apsc tp lbh pro dibanding d600 series yg FX

Leave a Comment