≡ Menu

Kamera saku APS-C : Canon PowerShot G1X mk III

Tak dipungkiri faktor penting dalam memilih kamera digital adalah sensornya, karena penentu kualitas hasil foto adanya di sensor itu sendiri. Saat ini sensor yang dianggap sudah termasuk sangat baik adalah sensor jenis APS-C, dan Canon punya banyak sekali kamera dengan sensor APS-C CMOS 24 MP seperti di DSLR EOS 80D, 77D, 800D, dan mirrorless EOS M5 dan M6. Tapi sejak saat ini, Canon juga punya kamera saku yang pakai sensor APS-C 24 MP yaitu pada PowerShot G1X mk III. Tertarik?

Kamera saku dengan sensor seperti ini tentu termasuk jenis premium (elit), maka tak heran kalau harga G1X mk III juga sama saja dengan DSLR seperti 80D kit atau EOS M5 kit. Kamera saku lain yang sensornya berukuran besar juga harganya relatif tinggi.  Produk anyar ini meneruskan produk lama G1X mk II yang pakai sensor yang juga besar yaitu 1,5 inci. Kritik pada G1X mk II yang tidak terdapat jendela bidik, dijawab Canon di generasi G1X ke tiga ini dengan OLED finder 2,3 juta dot, melengkapi layar sentuh 3 inci yang bisa dilipat putar.

Lalu bagaimana dengan lensanya? Bisa jadi lensanya yang ekuivalen 24-70mm ini adalah bagian yang paling ‘biasa saja’ di pengumuman kali ini, karena secara fisika memang tidak mungkin membuat lensa yang bukaannya besar, zoomnya panjang tapi ukurannya kecil untuk sensor sebesar APS-C. Untuk itu bukaan maksimum lensa di G1X mk III ini meski bisa f/2.8 di 24mm tapi akan mengecil hingga f/5.6 saat di zoom. Bahasa gampangnya, lensa ini mirip sekali dengan lensa kit di kamera DSLR dan mirrorless, hanya saja lensa di G1X mk III ini permanen (tidak bisa diganti). Tersedia Image Stabilizer di lensa untuk membantu memotret dengan shutter lambat dengan hasil lebih tajam.

Beberapa hal menarik di Canon G1X mk III diantaranya adalah adanya fitur Dual Pixel AF untuk auto fokus cepat, jadi meski kamera saku tapi auto fokusnya tetap handal termasuk untuk benda bergerak. Lalu kamera ini juga bisa menembak 7 foto per detik dengan shutter berjenis leaf shutter yang maksimumnya adalah 1/2000 detik, plus ada 3 stop ND filter built-in. Bodinya sendiri termasuk mantap dengan desain bodi tahan debu dan tetesan air, punya 3 roda untuk pengaturan setting dan konektivitas WiFi, Bluetooth dan NFC untuk generasi yang ingin serba cepat dan terhubung. Kekurangan yang memang bukan hal aneh di kamera Canon adalah tidak ada fitur video 4K, sehingga tetap hanya full HD saja, dan tanpa mic input juga.

Opini saya :

Saya bayangkan masyarakat modern lebih banyak memotret keseharian mereka, daily life, seperti foto orang, selfie, makanan, travel dsb yang sebetulnya cukup dilakukan dengan kamera saku. Tapi untuk kualitas hasil foto, kinerja kamera yang cepat dan bodi yang bisa diandalkan, maka tidak sembarang kamera saku cocok untuk dipilih. Canon G1X mk III ini seperti mencoba mengisi celah antara kamera saku biasa dengan mirrorless, meski dijual cukup mahal tapi mereka yang perlu kriteria kamera seperti yang saya sebutkan tadi boleh jadi merasa tidak masalah dengan harganya.

Fakta bahwa lensa di G1X mk III ini termasuk biasa saja, itu tentu demi menjaga dimensi kamera tetap ringkas. Sebetulnya banyak kebutuhan foto bisa di cover oleh rentang fokal dari 24mm hingga 70mm, memang kadang kita sesekali perlu kemampuan tele yang lebih dari 70mm. Bukaan lensa juga sedikit terasa kurang besar (seandainya bisa dibuat f/2.8-4 tentu akan lebih menarik, tapi ya itulah kompromi dalam desain), implikasi bagi pengguna ya kadang akan dipaksa pakai ISO tinggi saat kurang cahaya, dan kurang bokeh juga.

Setidaknya Canon sudah berusaha memperbanyak varian produk kamera sakunya, dan ini juga semacam sinyal ancaman ke kompetitor khususnya Sony yang banyak menjual kamera saku dengan sensor 1 inci. Ke depan, kamera saku dengan sensor lebih besar, dan hasil foto lebih baik, seharusnya akan lebih banyak dan lebih terjangkau. Dengan begitu orang akan tetap menikmati fotografi dengan kamera betulan, bukan ponsel, untuk merekam keseharian mereka dan berbagi di media sosial.

Spesifikasi Canon G1x mk III

  • 24MP APS-C Sensor
  • Lensa 15-45mm (ekuivalen 24-72mm f/2.8-5.6)
  • ISO 100-25600
  • Leaf shutter: 30-1/2000 detik, Bulb Mode
  • Foto berturut-turut 9 fps
  • Video: Full HD 1080/60fps
  • LCD putar 3″, 1 juta titik
  • Dimensi: 115.0 x 77.9 x 51.4 mm
  • Berat: 399 gram
  • Harga: USD 1299 atau sekitar Rp 17.5 jt

About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi. Temui dan ikuti Erwin di Google+ dan instagram.

{ 11 comments… add one }
  • Eltri candra October 30, 2017, 8:54 am

    Koh kl canon g7x mark ii gmn hasil foto nya? Tlng di review donk. Makasih

  • Aji October 26, 2017, 9:32 pm

    Malam koh, berhubung msh post canon saya mau tanya..
    Saat ini saya user eos m3 & cukup puas dengan IQnya
    Nah kedepannya saya berniat serius utk menangani fotografi kecil2an & tdk puas dgn AF kamera ini
    Kira2 kamera subtitusi yg tdk jauh harganya namun memiliki AF lebih baik apa ya dengan eos m3 ini? Karena saya masih ragu dengan hasil riset saya..
    Tentu tdk mengorbankan ukuran utk daily use juga
    Thx koh

  • Abdul Aziz October 24, 2017, 8:21 am

    Koh. Saya mau beli sony a6000 buat ikut workshop. Menurut kokoh lebih baik beli kamera pake lensa kit atau beli kamera body only tapi dengan lensa prime? Terima Kasih

    • Enche Tjin October 30, 2017, 7:22 pm

      Kalau baru mulai belajar lebih baik punya lensa zoom kit terlebih dahulu, baru lensa fix.

  • Yayan October 21, 2017, 5:19 pm

    Koh, saya berencana membeli kamera mirorless, saya ada 2 pilihan antara Sony A6000 dan Fujifilm XT10. Untuk kegunaan lebih banyak foto traveling, foto keluarga, potrait, landscape juga. Lebih prefer kemana ya koh, dari segi kualitas gambar dan ketajaman. Terima kasih

    • Erwin Mulyadi October 23, 2017, 3:01 pm

      Sama saja,tinggal faktor lensanya saja. Saya lebih condong ke sony karena lensanya lebih banyak alternatifnya.

  • Rudy October 20, 2017, 6:33 pm

    Harga segitu saya sih prefer ke M5 atau M6 saja.

  • Riez October 20, 2017, 4:57 pm

    17jt an ya…
    Dgn harga segitu apakah kualitas lensanya mendekati L series??

  • Wahyu October 20, 2017, 8:43 am

    Worth it ga koh dengan harganya?

    • Enche Tjin October 20, 2017, 9:18 am

      Kalau kualitas lensanya bagus (sepertinya bagus) ya worth it, terutama yang perlu kamera buat sehari-hari. Kalau kamera mirrorless yang cukup bagus dan lensa zoom kit saja sekarang banyak yang sekitar 15 jutaan.

Leave a Comment