≡ Menu

Testing lensa-lensa Leica S, SL dan M

Tanggal 3 Oktober 2017 yang baru lewat ini, Leica Store Indonesia kedatangan tamu dari Leica Akademie Jerman yaitu Oliver Vogler, beliau adalah trainer Leica Academy di markas besar Leica dan dalam kunjungan kali ini, ia membawa beberapa lensa Leica kelas atas yang sempat saya coba bersama beberapa fotografer yang mengunakan kamera Leica, khususnya Leica SL dan Leica M.

Berikut kesan-kesan saya terhadap beberapa lensa top Leica saat dipasang di kamera Leica SL.

Leica SL 50mm f/1.4 ASPH.

Lensa standar atau acuan (reference lens) untuk kategori lensa 50mm. Ketajamannya-nya di f/1.4 menandingi Leica 50mm f/2 APO, lensa Leica M paling sempurna saat ini. Lensa ini agak besar, beratnya pas 1 kg, dengan panjang 12.4 cm, tapi lensa ini bisa autofokus saat dipasang di Leica SL atau di Leica TL tanpa adaptor.

Data teknis foto atas: f/1.4, 1/250 detik, ISO 200, foto bawah: f/1.4, 1/250 detik, ISO 250.

Leica M 50mm f/2 APO

Lensa ini berukuran sangat kecil, hanya sekitar 5 cm dengan filter diameter 39mm. Berat 240 gram saja. Kalau dari segi teknis misalnya ketajaman, distorsi dll, lensa ini adalah yang paling top untuk sistem Leica M. Saya memasang lensa ini ke Leica SL dengan adaptor M to L.

Tantangan saat mengunakan lensa ini tentu adalah manual fokus, jadi kita harus memutar lensanya sendiri dengan jari. tapi jika berhasil, maka di bagian yang fokus akan tajam dan kaya detail meskipun mengunakan bukaan terbesar (f/2).

Data teknis: f/2, ISO 250, 1/250 detik, Leica SL + Leica M 50mm f/2 APO – tanpa editing. Foto bawah adalah crop 100% (actual pixel) dari foto diatas.

Data teknis: f/2.8, ISO 64, 1/250 detik, Leica SL + Leica M 50mm f/2 APO

Leica SL 90-280mm f/2.8-4

Lensa telefoto zoom SL yang panjang dan berat ini (1.7kg) cukup menakutkan bagi fotografer maupun subjek yang dibidik, tapi ketajaman hasil foto dengan lensa ini sulit ditandingi oleh lensa-lensa zoom yang lain, bahkan beberapa lensa fix kalah tajam dengan lensa zoom ini. Autofokus lensa ini juga cepat, paling cepat dibandingkan lensa-lensa SL yang telah beredar sampai saat ini.

Data teknis foto atas : ISO 80, 1/125 detik, f/4.0, 225mm. Foto bawah: ISO 8000, f/3.5, 1/250 detik, 176mm

Leica S 120mm f/2.5 dipasang di kamera Leica S (007)

Leica S 120mm f/2.5 sebenarnya adalah lensa macro yang memiliki perbesaran 1:2, tapi lensa ini populer juga untuk portrait. Sudut pandang lensa ini mirip kurang lebih mirip dengan lensa 100mm di kamera full frame. Perhitungannya adalah 120mm X 0.8 = 96mm. Panjang lensa ini 12.7mm, dengan filter 72mm, dan berat 1.28 kg. Tidak terlalu berat untuk ukuran lensa telefoto medium format. Saat dipadukan dengan kamera Leica S (1.2kg), terasa seimbang. Lensa ini juga bisa autofokus, tapi agak sedikit lambat dibandingkan dengan kamera Leica SL.

Saat saya gunakan dengan Leica S, hasil gambarnya sangat bagus, bukan karena ketajamannya saja, tapi lebih ke dimensi dan bentuknya sangat keren. Kesan artistiknya lebih menonjol, bagi yang benar-benar serius ke fotografi portrait+makro, saya sangat merekomendasikan Leica S dengan lensa 120mm f/2.5 macro ini, atau jika ingin yang lebih pendek dengan bukaan lebih besar, Leica S 100mm f/2.

Data teknis: Foto atas: f/2.8, 1/350 detik, ISO 100. Foto bawah: f/2.8, 1/250 detik, ISO 400

Seperti yang dilihat dari foto-foto diatas, warna-warna yang dihasilkan oleh Leica SL sangat netral, dan saya jarang perlu mengedit warnanya, dan saat di konversi ke B&W juga bagus tonalnya. Terima kasih kepada Leica Store Indonesia yang telah mengadakan acara ini, semoga info ini bisa bermanfaat bagi bagi pembaca.


Bagi pembaca yang ingin belajar fotografi, dari dasar, komposisi dan lighting, bisa mengikuti kursus kilat dasar fotografi yang secara rutin kita hadirkan setiap bulan.

Jadwal workshop dan tour lainnya, termasuk workshop Leica yang saya adakan secara reguler dapat dibaca di halaman ini.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 5 comments… add one }
  • Aldo October 7, 2017, 2:24 pm

    Koh enche… kapan2 buat artikel tentang kiat2 (arti yg sbenarnya) untuk menjadi seorang fotografer pro dong koh… bagaimana permasalahn dan solusinya selama perjalanan hingga bisa jadi leica ambasador…

  • Baktiarafandy October 7, 2017, 11:10 am

    Koh saya mau tanya, saya saat ini tertarik dg lensa tokina SD 50-135mm DX ATX Pro ada yg jual dalam kondisi second, bagaimana pendapat kokoh mengenai lensa ini? kamera saya nikon d5200, suka foto portrait n landscape, saya butuh hasil foto yg tajam maksimal, saat ini saya sedikit bingung karna juga ada yg jual lensa sigma 50mm f1.4 EX DG, saat baca review d internet katanya lensa ini juga bagus n tajam. Mohon pencerahannya koh lensa mana yg cocok buat saya. Terima kasih

    • Enche Tjin October 9, 2017, 9:36 am

      Saya kurang pengalaman dengan lensa 50-135mm, tapi mestinya lensa ini cukup bagus, diatas rata-rata. 50mm akan lebih halus blurnya, tapi ak bisa zoom. Jadi tergantung yang lebih diprioritaskan apa?

  • Daniel October 5, 2017, 5:47 pm

    Sekarang masih Oktober 17. Tgl.3 nov msh belum.lewat. anyway hasil bidikan cerah dan bagus. Harga pasti mahal

    • Enche Tjin October 5, 2017, 5:49 pm

      Haha oke, sudah dikoreksi. Harga memang menyesuaikan dengan kualitasnya.

Leave a Comment