≡ Menu

Mengapa Saya Lebih Suka Menggunakan Lensa Fix (Prime Lens)

Kebanyakan pemula saat ini menyukai lensa zoom sapujagat. Sebaliknya, saya lebih menyukai lensa fix (fixed focal length/prime) daripada lensa zoom. Lensa andalan saya adalah lensa dengan jarak fokus (focal length) 35mm, atau sekarang ini menggunakan lensa 20mm f/1.7 dengan kamera “Micro 4/3” yang setara 40mm pada kamera full frame. Mengapa 20mm (40mm)? Alasan utamanya karena secara perspektif lensa ini sangat mirip dengan penglihatan mata kita (perspektifnya antara 35mm dan 50mm – tidak terlalu lebar dan tidak terlalu sempit), sehingga untuk memotret wajah orang dalam jarak dekat perspektifnya masih relatif normal, tidak distorsi/cembung.

Semenjak saya mulai menekuni hobi fotografi ini sampai sekarang kurang lebih 40 tahun, saya lebih nyaman menggunakan lensa fix (prime lens). Bukan berarti saya tidak mengunakan lensa zoom lagi, tapi lebih jarang, mungkin hanya 20-25% saja.

Kebiasaan ini mungkin karena pada saat saya mulai benar-benar menyenangi fotografi dan masih taraf belajar saya menggunakan kamera Rangefinder “Rolei 35S” dengan lensa 40mm f/2.8 yang tidak dapat di tukar/lepas (lensa built-in). Selanjutnya saat saya serius menekuni fotografi, saya menggunakan kamera SLR dengan satu lensa bawaan saja, yaitu lensa 50mm f/1.4. Dengan kamera “Canon F1” dan lensa 50mm ini saya melakukan semua jenis pemotretan, seperti street, portrait, landscape, olah raga sampai kegiatan acara perayaan di dalam dan di luar ruangan.

Pada saat itu saya belum merasakan kendala dengan hanya menggunakan lensa 50mm ini, meskipun untuk melakukan framing saya harus mendekat atau menjauh supaya subjek foto dan komposisinya bisa pas ke dalam frame foto. Jika terpaksa, saya akan melakukan kroping pada saat pencetakan.

Dengan berjalannya waktu saya mulai membutuhkan lensa yang agak lebar dan pilihan saya adalah lensa 35mm f/2.0, ternyata dengan lensa ini saya lebih leluasa dan lebih dapat menangkap subjek lebih luas dengan jarak relatif lebih dekat dibanding bila saya menggunakan lensa 50mm, dan akhirnya lensa sehari-hari saya beralih ke lensa 35mm ini.

Pada saat itu tahun 70-an lensa zoom belum terlalu populer. Umumnnya yang ada adalah lensa telefoto zoom (100-200mm) dan harganya mahal sekali, pada sekitar tahun 80-an mulai ada lensa normal zoom (35-70mm) dan lensa wide zoom (20-35mm) di pasaran.

Dan saya jadi tertarik untuk memiliki lensa zoom yang pas untuk digunakan sehari-hari. Akhirnya pilihan saya jatuh pada lensa 35-70mm f/3.5-4.5. Saat itu lensa tersebut seperti lensa sapujagat saya. Dengan lensa baru ini saya mulai asik ber-zoom ria, bahkan sempat mebeli telefoto zoom 100-300mm f/5.6.

 

Memang asik bermain dengan lensa zoom, tetapi kendalanya adalah lensa ini kurang peka/cepat, ketajamannya tidak setajam lensa fix, fokusnya pun akan mengalami pergeseran sedikit apa bila kita melakukan zoom, umumnya bukaan sekitar f/4.0-5.6 ada juga yang f/2.8,  tetapi badannya menjadi bongsor, harganya juga jadi ikut bongsor, jadi untuk mengatasi kelambatan lensa ini, terpaksa saya harus bermain dengan ISO tinggi dengan konsekuensi foto akan menghasilkan grain yang cukup mengganggu bagi sebagian orang. Memang di era fotografi digital sekarang ini, kamera dibuat semakin canggih ISO tinggi semakin halus mempunyai IBIS, OIS bahkan kombinasi IBIS dan OIS yang bekerja secara simultan sehingga kabarnya bisa mengantisipasi goyangan hingga 6.5 stop.

Singkat cerita setelah berkenalan dengan kamera Digital Mirrorless MFT (sempat menggunakan kamera DSLR sebentar sebelumnya) saya ahirnya memang lebih nyaman dan lebih leluasa menggunakan lensa fix (prime lens) yang digital (auto focus) maupun yang Analog (manual focus), selain bentuknya lebih kecil, lebih cepat/peka, lebih ringan, lebih tajam, dan tidak terlalu mengintimidasi subjek bila memotret orang-orang di jalanan, dan saat ini lensa pancake yang relatif tipis bentuknya sangat populer untuk kamera Mirrorless maupun kamera DSLR.

Apakah keuntungan yang saya dapatkan dengan menggunakan lensa Fix?

Dengan menggunakan lensa fix,  saya dipaksa untuk selalu bergerak/berpindah mencari sudut-sudut yang pas dan membingkai subjek untuk mendapatkan komposisi yang baik sesuai dengan jarak fokus lensa fix yang saya gunakan, kebiasaan ini membuat saya selalu ingin bergerak lebih banyak, dan akhirnya menciptakan foto yang lebih baik dan lebih menarik.

Lumix GX7 - Lumix G 20mm, f/1.7 ASPH | f/4 | 1/500s | ISO 200 |

Selain itu, saya dapat mengembangkan kemampuan komposisi dan belajar memindahkan kamera secara fisik (zoom nya dengan maju-mundur) untuk mendapatkan bidikan sesuai yang saya inginkan, dibandingkan dengan saya memutar zoom pada lensa dan tetap berada di satu tempat yang sama.

Lensa fix yang tidak bisa zoom mungkin dianggap sebagian besar fotografer sebagai penghalang/menghambat waktu dan kurang praktis, tapi jika kita perhatikan dengan seksama, kebanyakan fotografer yang kreatif banyak menggunakan lensa fix untuk menunjang kreatifitas mereka, terutama untuk para street photographer. Bila kita harus bergerak secara fisik, itu akan mengubah sudut pengambilan, mengubah cahaya, membuat kita harus menyesuaikan variabel lain untuk mendapatkan komposisi, dan hal itulah yang membuat kita berpotensi mendapatkan komposisi yang lebih menarik.

Lumix GX7 - Lumix G 20mm, f/1.7 ASPH | f/1.7 | 1/60s | ISO 500 |

Mengapa saya katakan lebih menarik, karena dengan mengubah posisi kita (mendekat/menjauh) sama sekali tidak mengubah focal length pada lensa, karena yang terjadi adalah hanya melakukan rekomposisi, jadi saya akan mendapatkan gambar dengan perspektif sesuai dengan focal length lensa yang saya gunakan tetapi dalam gambar lebih lebar atau lebih ketat, berbeda dengan cara kerja lensa zoom dimana disini focal length nya berubah sehingga perspektifnya (titik hilangnya) pun akan berubah.


Mari ikuti kegiatan belajar dan trip foto Infofotografi. Jadwalnya bisa dilihat di halaman ini. Bagi yang ingin belajar langsung dari pak Hendro Poernomo, ada workshop Black & White (hunting foto dan editing) yang langsung dibimbing oleh beliau.

About the author: Hendro ‘Momi’ Poernomo adalah seorang Arsitek yang menggemari fotografi dari sejak perkenalannya dengan box camera semenjak kanak-kanak. Jenis fotografi yang disukai cukup beragam, beberapa favorit nya yaitu Street Photography, Landscape, Human Interest, Travel dan kebanyakan foto B&W. Karya-karyanya bisa dilihat di Instagram.

{ 40 comments… add one }
  • Eka April 17, 2018, 11:03 pm

    Om, antar lensa af-p dx 70-300mm vr vs af-s 55-200 vrii, mana yg lebih bagus kualitas dan ketajaman hasil fotonya?
    Terimakasih sebelumnya Om.

    • Erwin Mulyadi April 18, 2018, 12:12 pm

      70-300mm lebih modern, cuma cek lagi apa AF-P itu kompatibel dgn kamera yg dipakai.

      • Eka April 18, 2018, 8:53 pm

        Kamera sy nikon D7100 Om. Kemarin baru update firmware terbaru versi 1.04. Di web nya nikon ada penjelasan katanya update itu untuk mengatasi masalah auto fokus/manual fokus lensa af-p. Cuma sy belum pernah coba pake lensa itu setelah di update. Jadi masih ragu untuk beli.

  • Poernomo March 8, 2018, 12:05 pm

    maaf baru jawab nih.
    untuk nyetreet, landscape dan arsitektur cocok yang 15mm, hanya untuk potret kurang cocohttp://www.infofotografi.com/blog/wp-admin/edit-comments.php?p=22083&comment_status=moderated#comments-formk yang cocok 42.5mm

  • Given February 22, 2018, 7:29 pm

    Salam jepret Pak Hendro.
    Saat ini gear saya D750 dengan 2 lensa :
    Tamron 15-30 f/2.8 DI VC USD
    Tamron 28-300 f/3.5-6.3 DI VC PZD

    Saya sedang berpikir untuk memilih antara 2 lensa ini, untuk travel light, portrait, dan event tertentu.
    Nikon AFS 50 f/1.4 atau Tamron SP 45 f/1.8.
    Saya sih lebih ke arah Nikon untuk prime lense ini. Bagaimana menurut Pak Hendro?

    • Poernomo March 8, 2018, 12:08 pm

      untuk potret idealnya tele pendek jadi 50mm ok

  • Rahamdhani February 22, 2018, 10:38 am

    Permisi. Minta saran.
    Lensa wide yg bagus buat lumix G tapi murah apa yah kira-kira? 😀
    Terimakasih

    • Enche Tjin February 22, 2018, 11:41 pm

      Seberapa lebar tuh? 7-14mm f/4 mungkin? kalau agak tinggian Leica 8-18mm f/2.8-4 🙂

      • Poernomo March 8, 2018, 12:11 pm

        normal wide 12mm dan 14mm Lumix atau Olympus

  • April Prijatno February 11, 2018, 7:42 am

    Mau tanya sama pak Hendro, kalau pilih lensa lumix G14mm f/2
    .5 atau 20mm f/1.7 yg 14 ada auto fokus harga selisih sedikit bagus yg mana ya, terima kasih

  • mikael January 28, 2018, 9:36 am

    Salam,, mau tanya, lensa fix ultrawide yang cocok untuk nikon d5300 apa ya?? Saya suka motret landscape, terimakasih

    • Poernomo January 29, 2018, 9:13 am

      Untuk Nikon D5300 menggunakan lensa ultrawide 14mm atau 16mm.

  • Arif January 22, 2018, 1:34 pm

    Lensa sony E 35mm f1.8 oss sama sony E 24mm f 1.8 zeiss mana yang bagus untuk traveling?

    • Poernomo January 29, 2018, 8:53 am

      Secara umum untuk traveling 35mm lebih cocok, kecuali lebih banyak digunakan untuk memotret pemandangan.

  • Sandi January 15, 2018, 10:17 pm

    Maaf saya sedang mencari lensa wide untuk fuji xt20, pilihan ada xf10-24, samyang 12mm, zeiss trouit 12mm, laowa 12 ZD, atau irix ya? Mungkin berdasarkan pengalaman koh enche & pak poernomo, lebih recomend yg mana ya? Terimakasih sebelumnya

    • Poernomo January 29, 2018, 8:56 am

      Terlepas dari brand nya, saya cendrung menggunakan prime lens 12mm

  • male January 13, 2018, 9:11 pm

    koh,mau nanya.Saya bingung antara nikon d3400 atau sony a5100 ya?dilihat dari kemampuan lowlight nya.Atau ada pilihan lain di range harga yang sama?

    • Enche Tjin January 14, 2018, 2:23 am

      Kurang lebih sama kemampuan di kondisi gelapnya karena sensor yang digunakan ukuran dan generasinya hampir sama. Bedanya dari desain dan fitur lainnya, contohnya D3400 kamera dSLR yang punya hotshoe untuk memasang flash, A5100 tidak punya hot shoe, tapi kecil dan layar touchscreen AF.

  • Mufia January 13, 2018, 2:41 pm

    Salam om Poer… saya pengguna lumix GX85 dgn kit 12-32 dan 35-100, berkeinginan punya prime lens. Kalau lensa 20mm f/1.7 dibandingkan dgn lensa 15mm dan 25mm lebih kurangnya apa ya buat digunakan untuk nyetreet, potrait dan landscape/ architectur.

    • Poernomo March 8, 2018, 12:12 pm

      maaf baru jawab nih.
      untuk nyetreet, landscape dan arsitektur cocok yang 15mm, hanya untuk potret idealnya 42.5mm

  • Gugi January 12, 2018, 10:53 am

    Koh, sorry agak beda topik. Lagi galau antara Eos 200D dan Nikon D5500. Waktu itu koh Enche sudah kasih saran 200D dibanding Sony a6000 (untuk hobby dan street photography)…nah klo antara 200D vs D5500, mending yang mana koh? mohon sarannya, maklum, newbie. Many thanks koh Enche

    • Enche Tjin January 12, 2018, 12:46 pm

      Bagus Nikon D5500 dari segi kualitas gambar dan kinerja autofokus dan foto berturut-turut, cuma D5500 ada kelemahan dua dua titik, yaitu saat pakai lcd untuk komposisi autofokusnya sangat lambat, dan tidak mendukung flash High speed sync yang mungkin diperlukan saat belajar flash advanced/prewedding/portrait outdoor.

  • akmal January 12, 2018, 6:55 am

    salam sejahtera koh
    saya pengguna nikon d90, saya suka foto acara hajatan dan traveling saya sudah punya nikon afd 50mm tapi sedang tertarik afs 35mm f1.8 atau afs 18-105…bimbang koh budget cukup satu lensa
    mohon pencerahan saya belum pernah tes afs 35
    trims

    • Enche Tjin January 12, 2018, 12:47 pm

      Kalau ingin yang fleksibel 18-105mm tapi kalau kualitas yang dicari dan tidak masalah kalau harus maju mundur bisa 35mm. Hasilnya oke.

  • Edy January 11, 2018, 3:08 pm

    Mhn pencerahanx..Lensa yongnou 35 mm & 50mm utk nikon…mana yg lebih bagus n tajam buat foto wedding..??

  • Titi Hariono January 11, 2018, 2:41 pm

    Ko sekarang ini sy pakai kamera d5200.
    Kedepannya utk koleksi/hunting foto landscape dan cityview sebaiknya sy bertahan di kamera ini atw ganti fullframe … jika perlu ganti sy prefer nikon d750.
    Mohon pendapat dari ko Enche … ?
    Thanks.

    • Enche Tjin January 11, 2018, 9:00 pm

      Boleh, ganti ke ff dapat meningkatkan kualitas foto dan juga pilihan lensa2 lebar berkualitas tinggi untuk landscape dan cityscape

  • Hengky January 10, 2018, 8:53 am

    Ko Enche, bagaimana bila ingin ambil gambar bbrp wajah (foto berombongan, dan posisinya gak sejajar) sekaligus jika menggunakan lensa fix dan ingin semua wajah bisa fokus/tajam. Saya menggunakan fuji xt-1 & lensa xf 35mm f2. Trimaksih, salam.

    • Enche Tjin January 10, 2018, 9:55 am

      Bukaan lensanya harus agak kecil (angka f besar), contohnya f/5.6 atau f/8. Kalau tempatnya gelap perlu cahaya tambahan seperti flash.

  • sururi January 9, 2018, 10:16 pm

    terima kasih pak poer
    berkat tulisan-tulisan anda. yang awalnya saya mau beli full frame.
    akhirnya saya suka dengan MFT dan lensa fix. dan sekarang memakain GX85 + 20 F1.7 + 42.5 F1.7 + kit.
    over all puas. yang paling utama ukuran nya kecil.

    • Poernomo January 10, 2018, 7:08 am

      Terima kasih kembali, selamat dan happy hunting …

    • Roni Tardiyanto January 10, 2018, 7:13 am

      Bagaimana kualitas gambar gx85 mas? Apakah mampu dipakai untuk fotografi komersial? Untuk wedding photo misalnya

      • Poernomo January 10, 2018, 11:55 am

        Sangat sangat mampu, biasanya yang ragu justru kliennya, karena fotografer menggunakan kamera mirrorless tipe range finder 😀

  • adi January 9, 2018, 10:14 pm

    Pak Enche mau nanya, lagi nyari lensa fix yang focal length nya setara 35mm pada kamera full frame untuk street photography, kamera saya canon 80d, max dana saya 8 juta, terima kasih sebelumnya pak enche

    • Enche Tjin January 9, 2018, 11:18 pm

      Canon EF-S 24mm f/2.8

      • Poernomo January 10, 2018, 7:25 am

        Karena lensa wide relatif DOF nya lebar, saran saya beli lensa 28mm f/1.8 harganya juga masih terjangkau dengan anggaran 8 jt … BTW bisa dipertimbangkan lensa Sigma DG 28mm f/1.8 ASPH menurut saya IQ nya lebih OK …

        • adi January 10, 2018, 6:27 pm

          saya ragu om antara canon 28mm f1.8 sm 28mm f2.8 dr segi AF dan IQ karna 28 f1.8 lensa keluaran lama

          • Eric January 11, 2018, 2:18 am

            Kl mau hemat ya Canon EF-S 24mm f/2.8 cukup tajam kok.. tp engga setajam 50mm f1.8 STM pada bukaan f/4

Leave a Comment