≡ Menu

Panasonic GH5s : Kamera terbaik untuk Pro Video

Setelah sukses awal tahun 2017 yang lalu dengan Panasonic GH5, kamera hybrid yang ditujukan untuk fotografer & videografer. Awal tahun 2018 ini, Panasonic kembali meluncurkan Panasonic GH5s. Kamera baru ini bukan kamera pengganti GH5, tapi untuk melengkapi/komplemen karena memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling menutupi satu sama lainnya.

GH5s memiliki sensor four thirds, dengan ukuran yang sama dengan GH5, G9 dan kamera-kamera Panasonic dan Olympus lainnya. Perbedaan utama GH5s adalah resolusi sensornya 10.2 MP, dibandingkan dengan 20MP di GH5. Dengan menurunkan resolusi pixel di sensor, GH5s memiliki kelebihan di kualitas gambar foto & video di kondisi cahaya yang gelap. ISO maksimal yang dapat dipilih sampai dengan ISO 51200. Dengan menurunkan resolusi pixel, ada keuntungan tambahan juga, yaitu efek rolling shutter hampir tidak ada karena kamera bisa membaca lebih cepat dari frame ke frame.

GH5s memiliki rancangan sensor Dual Native ISO, 400 dan 2500. Artinya saat mengunakan 400 atau 2500, noisenya sama dan sangat sedikit saat merekam foto dan video. Hanya saja di 2500, dynamic range agak berkurang dibandingkan di ISO rendah. Dibandingkan dengan Panasonic GH5 dan G9 yang resolusinya 20MP, kualitas gambar dan video di noise tinggi lebih bersih kurang lebih 1.5 stop (ISO 5000 di GH5s noisenya sama dengan GH5/G9 di ISO 1600).

Yang agak mengejutkan dan kontroversial dari GH5s adalah Panasonic menghilangkan fitur IBIS (in-camera built in stabilizer) yang selalu ada di kamera Panasonic premium sejak Panasonic GX7, pertimbangannya adalah kamera GH5s ini menyasar profesional videografer yang biasanya mengunakan stabilizer external, atau di tripod. IBIS akan meningkatkan harga kamera dan juga kamera bisa lebih cepat panas.

Tanpa adanya IBIS, sensor GH5 bisa dirancang Multi-Aspect Ratio, artinya saat mengunakan aspek rasio 4:3, 17:9, 16:9 atau 3:2, kualitas foto dan kamera dan resolusinya tidak terlalu berbeda, sehingga fotografer dan videografer bebas memilih aspek rasio video tanpa merasa kuatir akan penurunan kualitas gambar atau focal length berubah.

 

Berikut spesifikasi dan harga Panasonic GH5s

  • Sensor multi aspek ratio 10.2 MP (Total 12.5 MP) four thirds sensor
  • DCI atau UHD 4K at up to 60p
  • 10-bit 4:2:2 internal capture sampai dengan 30p
  • 8-bit 4:2:0 internal 60p or 10-bit 4:2:2 output over HDMI
  • 1080 footage at up to 240p
  • Hybrid Log Gamma mode
  • ISO 160 – 51,200 (80 – 204,800 extended)
  • Sensitivitas autofocus sampai dengan –5EV (dengan lensa F2)
  • 3.68M-dot (1280 x 960 pixel) OLED jendela bidik dengan pembesaran 0.76x
  • 1.62M-dot (900 x 600 pixel) LCD yang bisa diputar
  • 14-bit Raw stills
  • 11 fps (7 dengan AFC) atau 1 fps lebih cepat di mode 12-bit
  • USB 3.1 dengan konektor Type C
  • Weathersealed (tahan debu, air, beku)
  • Wifi, Bluetooth
  • Harga: $2500, atau sekitar Rp 35 jt.

Pertanyaan lanjutannya kamera Panasonic yang mana yang cocok? Panasonic GH5, GH5s atau G9? Semua tergantung kebutuhan, tidak berarti yang lebih mahal atau yang terbaru lebih baik. Panasonic GH5s dirancang khusus untuk videografer profesional yang biasa bekerja dengan berbagai lensa dan peralatan stabiliser khusus. Sangat cocok juga bagi yang sering sekali merekam video di kondisi cahaya yang sangat gelap seperti malam hari dan indoor.

Panasonic GH5 adalah kamera yang seimbang fiturnya antara foto dan video. Kelebihan utama GH5 adalah punya 5 axis stabilizer, dan resolusi foto 20MP. Cocok bagi pengguna yang membutuhkan kamera yang fleksibel untuk foto dan video tanpa alat stabilizer tambahan. Harga GH5 saat ini Rp 27 juta.

Panasonic G9 adalah kamera yang lebih dikhususkan untuk fotografi. Perbedaan utama adalah memiliki mode pixel-shift yang dapat membuat foto dengan resolusi 80 MP (harus dibuat dengan tripod dan subjek yang tidak bergerak). Fisiknya juga sedikit berbeda dengan adanya layar LCD tambahan diatas kamera untuk mempermudah fotografer melihat setting.  Dibanding seri GH, G9 dibatasi fungsi videonya, misalnya ada batasan waktu rekam, tidak mendukung video 10 bit 4:2:2.  Harga G9 kemungkinan sekitar Rp 24 juta.

About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin

{ 8 comments… add one }
  • santi January 18, 2018, 2:57 pm

    Ko, saya lagi nyari kamera untuk video dokumenter dan wawancara gitu. Tapi budget range max 10juta, ada gak ya Ko? Terima kasih.

    • Enche Tjin January 18, 2018, 3:19 pm

      Panasonic G7 mungkin? Alternatif lain bisa dibaca disini.

      • santi January 18, 2018, 5:09 pm

        thanks ko rekomendasinya. kalau di compare dengan Sony A6000 ko?
        Thanks.

  • Ridho January 9, 2018, 3:39 pm

    Ko mau nannya. Saya bingung mau ulgrade dari a7ii ke ( antara gh5s atau a7sii) buat video wedding 4k ya ko?

    • Enche Tjin January 9, 2018, 4:37 pm

      Saya perbandingkan spesifikasinya kurang lebih imbang antara A7S II dan GH5s untuk video profesional, hanya kalau kondisi yang gelap sekali diatas ISO 128000 Sony kira-kira setengah stop lebih unggul dan A7SII ada 5 axis stabilization di body kameranya, tapi kalau suka editing, file dari Panasonic lebih fleksibel, dan kameranya lebih murah dari A7Sii, berikut lensa-lensanya lebih murah dan ringkas.

  • Ari January 9, 2018, 8:45 am

    Om, minta saran pilih mana antara : Lumix GF9, Lumix GX85, Canon M100, dan Sony a6000. Keperluan untuk food fotografi & buat video vlog. Terima kasih

    • Erwin Mulyadi January 9, 2018, 10:49 am

      Video vlog cocok yg layar lipat dong, tapi kalo food idealnya pake flash dan perlu kamera yg ada flash hot shoe. Mungkin EOS M3 malah lebih cocok.

      • Ari January 9, 2018, 1:45 pm

        Untuk video biasa maksudnya bukan vlog om, dan untuk food fotografi, terimakasih

Leave a Comment